Search..

Kamis, 02 Juni 2011

[FF] stay healthy




KyuSung ♥

cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun



From: Hyo

'bagaimana konsernya?'
kyuhyun membaca sms yang masuk keponselnya, ia melihat arlojinya, 23.00
'cih, anak ini belum tdur'

To: Hyo
'ya!! Ini sudah malam, knp belum tdur?'
sent

"kyuhyunnie, cepatlah, ayo kita pulang, aku sudah tak sbr ingin bertemu kasurku"
rengek wookie,
"aish, arra. . Aku sudah selesai, kau duluan saja dengan yesung hyung" ucap kyuhyun.

From:Hyo
'kenapa bertanya lagi? Jawab dulu pertanyaanku --"
kau sendiri knapa blum tdur?'

kyuhyun mendengus kesal, 'suka sekali sih mengajakku berdebat'. Ia lalu berjalan menuju tempat hyungnya, ,

to: Hyo
'konsernya lancar. aku telah menyiapkan 100 lagu balad, berharap bisa menampilkannya malam ini, tpi tak mungkin'
sent

"kyuhyun-ah, lama sekali sih! Aku ingin istirahat" gantian yesung yang memarahinya.

"ya hyung!! Knapa cerewet sekali sih?Kalian pikir kalian saja yang ingin istirahat!" protes kyuhyun kesal.
Mereka pun terdiam melihat expressi kyuhyun, mereka jadi saling menyalahkan.
Kyuhyun memijat tengkuk lehernya, "kajja, kita ke mobil" ajaknya, ,

mereka keluar gedung menuju parkiran, tampak para ELF masih setia menunggu mereka hingga pulang, mereka melambaikan tangan kearah ELF dan mengucapkan terima kasih lalu masuk kedalam mobil.

From: Hyo
'mwo? 100 lagu?! Kau ini gila ya!! Mana mungkin dilakukan dalam wktu 2 jam? Lagian kasian tenggorokan mu jika memang benar2 dilakukan'

kyuhyun tersenyum membaca sms dari kekasihnya, rupanya anak ini bisa perhatian juga. .

To: Hyo
'bisa saja, aku kan penyanyi profesional, kkk~ kau mengkhawatirkanku ya?'
sent

wookie mencolek yesung yang sudah hampir tertidur, yesung menoleh malas dengan tatapan 'apa lagi wookie-ah', wookie pun langsung menunjuk kearah kyuhyun yang sedang senyam senyum sambil memejamkan mata.
“sudahlah, biarkan saja, mumpung mereka lagi akur” yesung memutar badannya memunggungi wookie, wookie pun mengerucutkan bibirnya. Mencoba ikut tidur seperti yang lain.

From: Hyo
‘cih~ besar kepala kau mr. cho! *jitak* bukannya mengkhawatirkanmu, tapi aku takut nanti tidak ada yang bisa kuajak berantem lagi.’

Kyuhyun terkekeh, ‘’ apa ini? Jitak? Mana bisa lewat sms ckckck dasar babo!’’ ia sejenak melupakan lelahnya, lebih tertarik membalas sms kekasihnya.

To: Hyo
‘akui saja sayaang , kau itu sebenarnya selalu mengkhawatirkanku kan ^^’
Sent

Tiba-tiba kyuhyun tertawa terbahak-bahak, ia menikmati situasi seperti ini, jarang-jarang ia bisa menggoda kekasihnya. Yesung dan wookie sepertinya agak tergangggu dengan suara kyuhyun, mereka mengeliat membetulkan posisi tidur mereka. Kyuhyun buru-buru menutup mulutnya dan menghentikan tawanya.

From: Hyo
‘ -___-“ kenapa kau memanggilku seperti itu Mr.cho?! dan kau ini PD sekali!! Memangnya aku bilang kalau aku mengkhawatirkanmu? Sudahlah, aku ngantuk, besok banyak yang harus kukerjakan. Nite’

Kyuhyun baru akan membalas smsnya, sebuah sms masuk lagi.

From: Hyo
‘ jadwalmu padat sekali sampai hari minggu,kau harus tetap sehat. istirahat yang cukup, minum vitaminmu dan jangan bermain game terus Mr.Cho! dan satu lagi, mulailah menyukai sayuran, itu baik untuk tubuhmu.

Senyum kyuhyun mengembang setelah membaca sms terakhir dari kekasihnya, membuat wajahnya yang sudah lesu, menjadi segar kembali. Ia tahu bahwa kekasihnya selalu memperhatikannya, tetapi itu jarang ditunjukkan olehnya.

To: Hyo
‘ aku bukannya PD sayaaang, itu kenyataan kok ^^
Ye ye ye, omma, arasso~ :p
Yasudah, Nite, tunggu aku dimimpi mu ^^’
sent

kyuhyun bersandar pada jok, ia jadi ingin cepat-cepat sampai di dorm dan bertemu kekasihnya didalam mimpi.

From: Hyo
‘A-N-D-W-E!! mimpiku tertutup untukmu Mr.Cho :p’

Detik berikutnya, Kyuhyun sudah tertawa terbahak-bahak dan sukses membangunkan wookie dan Yesung yang sudah tertidur pulas.

“KYUHYUUUUNNNNN!!!!” teriak mereka berbarengan.


FIN
Comment are needed, don’t be a silent readers ^^
Kamsahamnida :D

[FF] always be mine..


Seoul, Hyosung bedroom..

Hyosung berbaring diatas kasurnya, ia baru saja selesai merapihkan kamarnya yang terlihat seperti kapal pecah. Ia mengambil BB nya dan membuka aplikasi twitter, mengecek timeline nya.
@SuperJuniorFan: [PIC] 110525 HenKyuHyuk at Kenting Beach http://twitpic.com/5296r3/


“ya!! Kenapa kau tidak pernah menghubungiku belakangan ini?! ” teriaknya pada foto tersebut. Ia tahu jadwal kekasihnya sangat padat, sekedar meng-sms saja apakah juga tak sempat? Ia mengkhawatirkan kesehatan kyuhyun yang mudah sekali drop. Ditambah oppa nya juga tak bisa dihubungi -___- . tapi setelah melihat foto yang dishare barusan ia menjadi sedikit lega, kyuhyun terlihat menikmati kegiatan yang sedang dilakukannya. Ia menggeser pointer keatas lagi.

@KpopNews: [NEWS] KyuHyun: “ Having A Girlfriend is a secret that I couldn’t tell” http://wp.me/pVZE8-6GG

“On May 24th, Super Junior-M came and visited Taiwan CTV's program called Variety Big Brother (综艺大哥大 Zong Yi Da Ge Da). They sang Chinese songs and showed their talents to the audience. Ryeowook sang Deng LiJun's "我只在乎你 (I only care about you)",he even recited all the lyrics without any reminder. Kyuhyun sang New Endless Love. Eunhyuk performed a dance show. Henry sang Wang Leehom's "Juliet" and also played the violin & piano at the same time. Zhoumi sang Taiwanese song "Jia hou (家后)". The MC introduced *Liyi and Jinglan to Ryeowook but Ryeowook said at once: "Thank you but I think I likeFeiGe** more!" The MC said the girls in the studio should be very careful when speaking with Super Junior-M members in case that their fans will protest. He also said that Super Junior-M are so popular among their fans it must be very hard for them to have a girlfriend. Then Kyuhyun answered it quite liberally, he said it's okay to know girls in the working places but when it comes to his private life, having a girlfriend is a secret that he couldn't tell (he uses the famous movie of Jay Chou: 不能说的秘密 to answer this question)

* both are female artists
** FeiGe = the MC's name

Super Junior-M introduced themselves in Chinese at the begining, "I am your Sungmin!", "Hello everyone, I am Eunhyuk, give me your telephone number.", "Hello everyone, you are watching Guixian!" ... Because Kyuhyun was the last who did the introduction, he said: "I am sad, because FeiGe (the MC) didn't care about me at all." However Eunhyuk was very sweet and said FeiGe looks like Maradona of Argentina (Soccer player/manager),and FeiGe smiled happily after hearing that.”

“cih~ mengutip quote dari dalam film? Atau itu memang kenyataannya?” Hyosung berkomentar mengenai berita yang baru saja dibacanya. kenyataannya memang seperti itu. Ia telah berpacaran dengan kyuhyun selama setahun. Dan pastinya itu dirahasiakan, hanya member super junior saja yang mengetahuinya, mengingat banyaknya ELF khususnya Sparkyu yang akan kecewa jika mengetahuinya. walaupun dia adik dari member super junior juga, ia rasa itu sama sekali bukan pengecualian. Hyosung tidak ingin diteror oleh comment dan hal-hal aneh lainnya. Makanya itu sudah menjadi kesepakatan mereka saat diawal menjalin hubungan. Tetapi kadang kala, melihat semua mention yang masuk ke twitter kyuhyun membuatnya agak sedikit jealous. Saat merasa seperti itu, ia akan langsung meng-sms kyuhyun, menanyakan kabarnya atau menelfon, setelah kyuhyun mengucapkan halo, ia akan langsung mengahiri sambungannya. Hanya mendengar suaranya sudah bisa sedikit meredakan rasa jealousnya.

“Hoaahmm” ia menguap. “ sudahlah, kalau dia ingin menghubungiku pasti dia akan melakukannya. Lelah sekali rasanya, lebih baik tidur saja.” Ia lalu menyalakan ipodnya dan mencoba untuk tidur.

Taiwan, Kenting Beach..

“kamsahamnida yeorobun” ucap SJ-M bersamaan sambil membungkukkan badan. Jadwal recording show hari ini telah selesai. Mereka bersiap-siap akan kembali ke dorm.
“Hyung, bisakah kita mampir ke restoran sebelum ke dorm?” tanya Eunhyuk meringis kepada manager hyung. ia memegangi perutnya, makhluk yang berada didalam perutnya sudah berdemo untuk minta dikasih makan.
“aigoo, kita pesan makanan di dorm saja ya, kalian harus istirahat. kajja” Tolak manager hyung sambil menyuruh mereka masuk kedalam mobil.
“ah, ye ye..” eunhyuk melengos mendengar jawaban manager hyung. tiba-tiba wookie menepuk pundaknya. “ tenang saja hyung, nanti aku masakkan kau makanan yang enak.” Hibur wookie.
“aahh, gomawo wookie-ah, tapi aku mau makanan yang banyak juga, bukan yang enak saja.” Ucap eunhyuk polos.
“ya hyung!! kau ini, baiklah, asal semua member harus kebagian.” Jawab wookie pasrah.
Eunhyuk pun menunjukkan gummy smile nya dan masuk kedalam mobil.
Diperjalanan pulang semua member pun tertidur, kecuali henry dan kyuhyun. Henry sedang memainkan HP nya dan kyuhyun pastinya sedang bermain PSP.
Tiba-tiba Henry berteriak, “Hyung, ada berita tentangmu ditwitter!!” ia menguncang-guncang badan kyuhyun yang sedang asyik bermain game.
“ya ya ya!! Aishh!! Aku kalah kan!! Ada apa sih?” tanya kyuhyun dengan tatapan kesal.
“ini!!” henry buru-buru menunjukkan timeline nya kepada kyuhyun.

“@HenryELf: Huhuu T.T RT @KpopNews: [NEWS] KyuHyun: “ Having A Girlfriend is a secret that I couldn’t tell” http://wp.me/pVZE8-6GG”

“Mwo?! kenapa seperti ini?” tanya kyuhyun bingung.
“Dunno, kau kan memang yang menjawab pertanyaan itu. Aku jadi membayangkan wajah Hyosung saat membaca berita ini. ” Jawab henry polos.
“ya! Aku kan hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh FeiGe gege, tidak ada yang salah kan?” kyuhyun menatap henry dengan pandangan minta pembelaan.
“jangan menatapku seperti itu hyung. kau kan yang tahu bagaimana kekasihmu itu.” Henry menutup mukanya dengan kedua tangan.
Kyuhyun langsung mengeluarkan iphonenya, biasanya jika ada berita tentang dirinya, kekasihnya akan langsung meng-sms atau menelfonnya. Tetapi sekarang tidak ada missed call ataupun sms darinya.
“ aishh, tumben sekali,” keluh kyuhyun sambil menyenderkan badannya ke jok mobil, “ aku akan menghubunginya setelah sampai di dorm” batinnya.
Dorm super junior –m in Taipei…
“kami pulaaang” ucap sungmin dan zhoumi berbarengan. Rupanya Siwon dan Donghae sudah berada di dorm.
“kalian sudah makan?” tanya donghae
“beluuum” jawab eunhyuk sambil berbaring dilantai (.___.)
“ baguslah, kami kebetulan membawakan makanan untuk kalian, Elfishy yang datang ke tempat shooting tadi memberikanku banyak makanan. Karena tidak habis ya kubawa pulang saja.”
“mana mana manaa” eunhyuk langsung bangun dan berlari kearah dapur.
“ Dasar monkey, sisakan yang lain!!” teriak donghae.
“aku akan mempersiapkan semuanya dimeja makan.” Ucap wookie menyusul eunhyuk kedapur. Sungmin dan henry berbaring di sofa, zhoumi masuk kedalam kamar dan kyuhyun berjalan mondar mandir disitu.
“Hyun-ah, wae? Kenapa mondar mandir seperti itu, aku pusing melihatnya.” Ucap Siwon yang sedang istirahat dari bermain game ‘Angry Birds’.
“hyung! apa Hyo menghubungimu atau sms?” tanya kyuhyun penasaran.
“Hyo?” siwon mengecek inbox dan missed call “ tidak ada, adanya Hye” jawab siwon.
“aish, itu aku juga tahu!” ucap kyuhyun kesal dan berjalan kearah dapur, menghampiri eunhyuk.
“hyung! apa adikmu itu menghubungi atau sms dirimu?”
“eh? Bukannya aku yang seharusnya bertanya kepadamu? Dia jarang sekali memperhatikanku, lebih sering kau yang diperhatikan.” Jawab Eunhyuk sambil membantu wookie menyiapkan makanan. Ada nada jealous yang ditangkap kyuhyun. Tapi ia tidak mau membahasnya sekarang. Ia kemudian menuju kearah balkon dorm.
“waeyo?” tanya eunhyuk, tapi tidak ada jawaban.
“hyung, dia sudah pergi” kata wookie. Ia telah selesai menyiapkan makan malam mereka.
“aishh, jinjja! Aku kan belum selesai bicara” omelnya.
“hyungdeul, kyuhyunnie, henry sudah siaap, mari kita makaan.” Teriak wookie.
Mereka pun langsung buru-buru menuju meja makan, siwon berjalan paling akhir, ia mengetuk jendela balkon, “ ayo makan. Nanti kau sakit lagi, aku yang akan diintrogasi oleh hyo” teriak siwon.
“duluan saja hyung, ada yang ingin aku selesaikan dulu.” Jawab kyuhyun sambil mengibaskan tangan kearah siwon.
Ia lalu memencet kombinasi angka yang sudah sangat dihafalnya. Perlu menunggu beberapa lama hingga akhirnya nada sambung itu terhenti dan terdengar suara sapaan berat dengan nada lemah, “Yoboseyo?”
“ ya! Kenapa lama sekali mengangkatnya?” semprot kyuhyun, diseberang sana Hyosung menjauhkan ponselnya dari telinga. Dia terkejut mendengar suara yang sangat dirindukannya belakangan ini. “ya! Mr cho!! Aku baru bangun tidur tau!!” jawab Hyosung kesal, apa apaan orang ini, sudah lama tidak memberi kabar, tiba-tiba menelpon dan langsung berteriak kepadanya.
“bangun tidur? Dasar pemalas!! Mana ada seorang gadis yang baru bangun tidur siang jam 9 malam?” semprot kyuhyun lagi. Hyosung dengan kondisi seperti itu mudah sekali merasa kesal, tapi ia teringat berita yang dibacanya tadi sore, jadi ia menahan emosinya. “ ada!! Aku!! Kalau kau menelfon hanya ingin memarahiku lebih baik besok pagi saja, saat aku merasa mood untuk membalas semua perkataanmu!” tuut tuut tuut… sambungan telefon pun terputus. “YA Hyosung-ah!! Kenapa dimatikan!! “ teriak kyuhyun.
Dimeja makan para member yang lain pun Cuma menggelengkan kepala mendengar teriakan kyuhyun. “ semoga mereka bisa bertahan lama ya tuhan” ucap siwon sambil berdoa. (.___.) member yang lain pun menganggukkan kepala, doa yang sama.

Hyosung melempar ponselnya kearah kasur yang lain. Ia mengambil bantal untuk menutupi mukanya lalu berteriak “ DASAR EVIL AUTIS!! KAU MENELFONKU HANYA UNTUK MEMARAHIKU HAH?! KYAAAAAA!!!” tiba-tiba ponselnya berbunyi lagi. Hyosung membiarkannya beberapa saat lalu dan dengan malas mengambilnya.
“kenapa dimatikan hah?” teriak kyuhyun lagi. “ ada apa lagi memangnya Mr.Cho?” tanya Hyosung pelan, ia benar-benar tidak mood meladeni teriakannya. Kyuhyun terdiam mendengar suara Hyosung yang melunak. “ aku ingin bertanya kepadamu, apa kau membaca berita tentangku di twitter?” kyuhyun merendahkan nada suaranya. Hyosung menghela nafas, “ sudah, kenapa memang.”
Kyuhyun berfikir sejenak, “ aku minta kau jangan terlalu memikirkannya, aku hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan FeiGe gege, itupun aku teringat kutipan kata dari film Jay gege.” Jelasnya hati-hati. “ emm, mianhae kalau aku baru sempat menghubungimu sekarang. Jadwalku sangat padat hyo.” Lanjutnya lagi.
Hyosung mendengarkan dengan seksama, “ tapi itu memang kenyataannya bukan? Dan itu juga sudah menjadi kesepakatan kita . Aku mengerti kok, aku hanya terbawa emosi dengan keadaan dimana kau belum menghubungiku dan tiba-tiba aku membaca berita semacam itu.”
Kyuhyun menghela nafas lega,” baguslah kalau kau mengerti, aku minta maaf karena jarang menghubungimu.”
“nde oppa, gwanchana. Apa semua baik-baik saja disana? Kau sehat? Sudah makan?” tanya Hyosung bertubi-tubi.
“ya! Kau ini kalau bertanya selalu bersamaan seperti itu!” protes kyuhyun.
“ahahaha, sudah jawab saja Mr.Cho”
“ aish, semua baik-baik saja, aku sehat, semua member pun sehat, mereka sedang makan malam sekarang.” Jawab kyuhyun patuh.
“lalu kau? ya!! Kau itu harus makan Mr.Cho, aku tidak suka dan mau mendengar berita tentang dropnya kesehatanmu!!” omelnya.
“kau ini suka sekali sih teriak teriak, baru saja sebentar bersikap lembut ini sudah kembali seperti biasa.”
“jangan mengeluh terus Mr.Cho! terima saja kalau kau mempunya kekasih seperti aku!! Sudahlah, sana makan Mr.Cho.. “ paksanya lagi.
Kyuhyun menjauhkan telefon dari telinganya, “ arayo arayo.. hmm, Hyosung-ah..” ia menggantungkan ucapannya.
“hmm?”
“ Jangan pernah menyerah dengan semuanya, kita pasti bisa melewatinya. Yang kau lakukan hanyalah percaya kepadaku, arachi?” ucap KyuHyun sungguh-sungguh.
Hyosung menganggukkan kepalanya, Namun saat menyadari bahwa Kyuhyun tak bisa melihat gerak geriknya, ia langsung menjawab “ Nde, arasso .. sudah cepat makan sana. Sampaikan salamku untuk semuanya terutama hyuk oppa.”
“ok.. see you , kau juga jaga kesehatanmu. Sebentar lagi aku pulang..”
“nde, akan kutunggu.. selamat malam..” Hyosung memutus sambungan telfon terlebih dulu. Karna kalau tidak seperti itu, pembicaraan mereka tidak akan selesai-selesai. Ia menjatuhkan dirinya kekasur, “ HyoSung-ah Fighting!! KyuHyun-ah Fighting!! Kita pasti bisa mengatasi semuanya!!” teriaknya menyemangati dirinya sendiri.
Kyuhyun menuju meja makan dengan tersenyum, “ hyung, kalian semua dapat salam darinya. Terutama kau eunhyuk hyung. “ ia mulai mengambil sumpit dan menyuapkan nasi kemulutnya. Member yang lain bengong melihatnya. “ sebenarnya kau ini kenapa sih? Sebentar sedih, sebentar senang ?” tanya zhoumi heran.
Kyuhyun menggeleng “Anii, Cuma masalah kecil kok hyung, gwanchana sudah ayo kita makan lagi.” Ajaknya, dan pada akhirnya mereka semua melanjutkan makan dengan wajah bertanya-tanya.

FIN

[FF] if i can go back.. part 2


Pengumuman hasil ujian masuk Universitas Seoul..

Author POV..

“kyaaaaa!!!! Kita lulus HyeHoon-ah!! Chukkae” teriak HyoSung sambil loncat-loncat. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya sama sekali. Tidak sia-sia ia berkutat dengan buku-buku latihan yang tebalnya bisa untuk mengganjal kepala saat tidur, tidak sia-sia pengorbanannya untuk tidak bertemu dengan kekasihnya selama 4 bulan lebih. Ia diterima di fakultas seni rupa, sedangkan HyeHoon difakultas seni budaya.
Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya dan berbicara didekat telinganya.” Congratulations my dear” ucap orang itu lembut.
HyoSung menoleh dan reflex memeluk orang itu. “ kya oppa!! Aku diterima!!” teriaknya senang.
KyuHyun terkejut dengan expresi HyoSung yang tiba-tiba memeluknya, didepan umum lagi. Ia melingkarkan tangannya dipinggang HyoSung, mendekapnya erat. Matanya terpejam erat menikmati pelukan itu. Ia membisikkan sesuatu ditelinga HyoSung. Kemudian HyoSung melepaskan pelukannya pada KyuHyun.
“kau hebat Hyo, sekali lagi chukkae” ucap KyuHyun sambil mengelus kepala HyoSung.
“nde, gomawo oppa. Semua ini karena kau juga.” HyoSung tersenyum penuh arti saat mengucapkannya.
“mwo? karena aku? Aku tidak merasa membantumu sama sekali.” Tanya kyuhyun bingung.
“aaah~ pokoknya gitu deh. Kajja! kita makan eskrim” ajak HyoSung sambil menarik tangan KyuHyun.

KyuHyun POV…

Hari ini pengumuman hasil ujian masuk universitas. Aku sengaja datang tanpa memberitahunya. Kulihat ia berlari menuju papan pengumuman sambil menarik tangan HyeHoon. Lalu kemudian ia sudah berteriak senang karena ia diterima di uni pilihannya. Aku menghampirinya, menyentuh pundaknya dan berbicara ditelinganya, “Congratulations my dear”. Detik berikutnya ia menoleh dengan expresi yang diluar perkiraanku. Ia memelukku!! Pertama kalinya!!
“kyaa oppa!! Aku diterima!!” ucapnya sambil meloncat-loncat kegirangan. Aku terdiam dan kemudian melingkarkan tanganku dipinggangnya. Mendekapnya lebih erat, merasakan kehadirannya dipelukanku, mencium wangi khas yang selalu aku suka. “ jeongmal bogoshipo Hyo” bisikku ditelinganya. Tapi kurasa ia terlalu senang untuk mendengarkan bisikanku. Ia melepaskan pelukannya.
“kau hebat Hyo, sekali lagi chukkae” ucapku sambil mengelus kepalanya.
“nde, gomawo oppa. Semua ini karena kau juga.” Ia tersenyum penuh arti kepadaku.
“mwo? karena aku? Aku merasa tidak membantumu sama sekali.” Tanyaku bingung. Aku sama sekali tidak membantunya, kenapa dia bilang semuanya karena aku? Apa maksudnya?
“aah~ pokoknya gitu deh. Kajja! Kita makan eskrim” ajaknya sambil menarik tanganku kearah mobilku.
Aku benar-benar penasaran dibuatnya, dia suka sekali membuatku bertanya-tanya. Pertama dia tadi memelukku pertama kalinya, sekarang dia bilang dial lulus karena aku, nanti apa lagi yang akan dilakukannya dan membuatku penasaran. Aku mengikutinya kemobil, kubuka kunci mobil dan masuk kedalam.
“sepertinya moodmu hari ini benar-benar sangat bagus ya, mau kemana kita?” tanyaku sambil menstarter mobil.
“molla, aku hanya merasa ingin bersenang-senang hari ini. Ke Baskin Robbins?” ia meminta persetujuan dariku.
“as your wish my dear.” Jawabku kemudian menjalankan mobil ketempat yang dituju.
Selama perjalanan kulihat ia tidak berhenti tersenyum, melihatnya seperti itu aku juga ikut tersenyum. Sesekali ia menoleh kearahku menanyakan tentang kabarku, kuliahku dan hyung-hyungku. Apa kau sudah berubah Hyo? Apa ini hadiah atas kesabaranku terhadapmu? Akankah selamanya seperti ini? “hhhh” aku menghela nafas.
Ia menoleh kearahku dengan tatapan heran “oppa, gwanchana? Apa kau lelah? Mau kugantikan menyetir?”
“ anii~ aku hanya merasa sangat senang bisa melihatmu terus tersenyum. Apa tadi? Menggantikanku menyetir? Ya! Kau ini baru bisa menyetir, SIM pun belum dibuat kan? Bisa-bisa nanti kita tidak jadi makan eskrim.” Ledekku sambil mengacak-acak rambutnya.
“Mwo?! Aku sudah lama bisa menyetir tau!! Umurku juga sudah cukup untuk membuat SIM. Hanya saja aku belum sempat untuk mengurusnya.” Ia menaikkan satu alisnya dan menggembungkan pipinya. Suaranya terdengar kesal, ia paling tidak suka jika kalah denganku.
“hahaha, kau lucu jika sedang marah. Aku tahu kok dear, hyuk hyung pernah bercerita kepadaku. Katanya kau hampir menabrak tiang listrik. Hahahaaha” aku terus meledeknya. Lama rasanya tidak bercanda dengannya.
“mwoya?! Hyuk oppa menceritakannya kepadamu? Aiissh, liat saja nanti apa yang akan kulakukan padanya dirumah.” Ancamnya sambil mengepalkan tangan.
“ahahaha, my dear , aku sangat merindukan saat-saat seperti ini. Semoga kita bisa lebih sering bersama ya. Saranghae.” Ucapku sungguh sungguh. aku benar-benar berharap bisa terus bersama. Kuelus kepalanya dan menggenggam tangannya erat.
“nde oppa~ nado saranghae” ia tersenyum kearahku dan membalas genggaman tanganku.
-000-

Author POV..

Awal-awal menjadi seorang mahasiswi bukanlah hal yang gampang. Ia harus menjalani masa-masa orientasi dimana para senior meminta para junior membawa dan melakukan hal-hal yang bisa dibilang aneh dan sangat tidak masuk akal. Walaupun diakhir masa-masa itu, para senior meminta maaf dan berkata bahwa itu adalah demi kebaikan para junior sendiri. ada sebagian kegiatan yang harus HyoSung ikuti demi menunjang nilai akhir semesternya, belum lagi jadwal kuliahnya yang bisa dibilang cukup padat. Ia sangat menikmati status barunya sebagai mahasiswi, bertemu dengan orang-orang baru, mempelajari hal baru. Ia terlalu asyik dengan dunia barunya sampai-sampai ia mengacuhkan kekasihnya, lagi. Ditambah karna kesibukannya dengan waktu istirahatnya kurang seimbang, HyoSung jadi lebih gampang emosi. Ia lebih sering lagi menolak untuk bertemu, memutuskan panggilan lebih dulu, mengacuhkan sebagian besar sms dari kekasihnya dan mengakhiri pembicaraan dengan bertengkar.

KyuHyun bersandar pada jok mobil, ia mengatur nafasnya secara perlahan. Tiba-tiba ia memukul setir dengan kencang dan menundukkan kepala diatasnya. “ aaaarrgkkhhh” ia berteriak sekencang-kencagnya. Melampiaskan perasaannya. Cukup sudah ia merasakan hal seperti ini, ia sudah tidak sanggup melanjutkan hubungannya dengan kekasihnya. Ia sudah berusaha mengerti keadaan kekasihnya dengan penuh kesabaran. Tapi, apa yang didapatkannya? Cuma perasaan kecewa , sedih dan sakit hati. Ia merasa lebih baik melepasnya, mungkin kekasihnya merasa kehadirannya selama ini hanyalah penggangu baginya. Ia meyakinkan dirinya atas keputusan yang akan diambilnya, memikirkan resiko yang akan ditanggungnya atas keputusannya. Ia akan mencari waktu yang tepat untuk melakukannya. Kemudian ia menstarter mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
-000-

9 desember 2009..

KyuHyun POV…

Aku berhenti didepan rumah kecil bercat putih dan berpagar biru. Warna kesukaan HyoSung. Aku memberanikan diri menelponnya. Kutekan tombol 1, speed dialing ke nomornya.
“ HyoSung-ah , aku sedang berada didepan rumahmu, ada yang ingin kubicarakan. Bisa kau turun dan menemuiku? Aku janji tidak akan lama. “ kataku to the point, aku tidak membiarkan ia memotong pembicaraanku.
“ nde~ tunggu sebentar, aku turun sekarang.” Jawabnya patuh.
Aku berkali-kali meyakinkan diriku bahwa keputusan yang akan kuambil adalah yang terbaik bagi kami berdua. Aku keluar dari mobil, kulihat pintu depan rumahnya terbuka dan muncullah sosok orang yang masih kusayangi sampai detik ini. Aku merapatkan mantelku dan menghampirinya. Ia hanya memakai celana pendek dan hoodie yang kebesaran, hampir membuatnya seperti tidak memakai celana pendek. Padahal udara sekarang dingin sekali. Apa ia tidak kedinginan? Tanyaku dalam hati. Aku tersenyum kearahnya, “annyeong hyo ” sapaku.
“annyeong oppa, tumben kau kesini. Kau sehat?” tanyanya heran.
“ aku sehat, ada yang ingin kubicarakan.” Ucapku serius. Ia terlihat kaget mendengar ucapanku barusan. Karna memang aku tidak pernah seserius ini terhadapnya.
“oo, nde. Bicaralah.” Ia mengangguk dan memasukkan tangannya kedalam saku hoodie.
“sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau benar-benar menyayangiku?” tanyaku hati-hati takut meninggung perasaanya.
“cih~ pertanyaan apa ini? Kurasa kau juga sudah tau jawabannya kan” ia menatapku sinis.
“tidak, aku tidak mengetahuinya. Aku ingin mendengar kau mengatakannya didepanku.” Aku menantangnya.
“ya! Apa maksudmu menanyakan hal ini padaku? Kau ingin menantangku?” balasnya galak. Matanya membulat kalau sedang seperti ini, ekspresi mukanya sangat lucu.
“anii~ sudah jawab saja dear.” Aku masih bersabar menunggunya mengucapkan kata itu padaku.
Dia memalingkan mukanya dariku, terlihat sekali ia kesal dan sedang mengatur nafasnya menahan emosinya.. “ ya, aku benar benar menyayangimu” ucapnya tanpa menoleh kearahku.
Aku tertawa dan berjalan menghampirinya, kuarahkan wajahnya kepadaku.” Boleh aku memelukmu?“ aku meminta ijinnya terlebih dahulu. Ia menganggukan kepalanya. Lalu kupeluk tubuhnya yang terasa sangat kecil dilenganku. Aku membenamkan wajahku dirambutnya, tercium bau shampoo yang khas, dan juga aroma tubuhnya. Ia membalas pelukanku, aku makin mengeratkan pelukanku kepadanya, merasakan kehadirannya dipelukanku , kuelus rambutnya mencoba memberikan ketenangan untuk yang terakhir kalinya. Setelah cukup lama, aku mengangkat wajahku dan mengarahkan kepalanya kedadaku dan mulai berbicara.
“Hyo-ah, apa kau tahu kalau aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri?” tanyaku. Ia mengangguk dalam pelukanku.
Aku melanjutkan ucapanku lagi, “ baguslah kalau begitu, aku senang kau mengetahuinya. Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku sangat berterima kasih kau mau menemaniku selama 2 tahun ini. Sangat berterima kasih. Tapi jujur, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Aku sudah sangat bersabar dengan semua sikapmu padaku. Aku merasa kehadiranku tidak dibutuhkan olehmu. Aku lelah dengan semuanya.” Perlahan kurasakan pelukannya padaku merenggang sampai akhirnya terlepas sama sekali. Aku memegang kedua pipinya, ia tidak berbicara sama sekali, tatapannya kosong.
“ mungkin aku bukan yang terbaik, maka aku merasa lebih baik melepasmu. Sangat berat bagiku, tapi aku sudah memikirkannya matang-matang.” Ucapku sambil menatap kedua matanya, tatapannya masih kosong. “mianhae Hyo, jeongmal mianhae my dear.” Kupejamkan mataku sambil mengecup keningnya lama lalu turun kehidungnya. Ia masih diam saja, tidak berbicara sepatah katapun. Aku tidak tega melihatnya seperti ini, tapi ini harus kulakukan. Demi kebaikan kami berdua.
“masuklah kedalam, terima kasih untuk semuanya Hyo. aku menyayangimu, selalu” ucapku sambil menuntunnya masuk kedalam.
Ia menghentikan langkahnya, “tidak usah, sampai sini saja. Hati-hati dijalan. Selamat malam” ia lalu berjalan masuk kedalam.
“nde, selamat malam. Mianhae Hyo, jeongmal mianhae” ucapku pelan dan berbalik menuju kemobil.
-000-

HyoSung POV..

Aku mengenakan hoodie ku dan berjalan turun kebawah, menghampiri KyuHyun yang sudah menunggu didepan rumah. ‘ ada yang ingin kubicarakan?’ cih~ aku sangat membenci kata-kata itu. Kenapa juga dia tiba-tiba menjadi serius seperti ini. Perasaanku menjadi tidak enak terhadap perubahan sikapnya. Kulihat Hyuk oppa sedang menonton ‘oh! My School’ sambil tertawa terbahak-bahak. Biasanya aku ikut menonton bersamanya, karena “Lee Joon- MBLAQ” merupakan salah satu pesertanya.
“mau kemana Hyo?” tanya Hyuk oppa saat melihat aku turun dari tangga.
“KyuHyun ingin bertemu denganku sebentar oppa, bolehkah?”
“waaah~ suatu kemajuan, boleh boleh, sepertinya kita harus merayakannya nih”
“ya oppa! Apa-apaan sih, aku kan hanya bertemu dengannya, kenapa kau semangat sekali sih?” aku jadi kesal sendiri dengan Hyuk oppa. Dia hanya tertawa melihatku. Aku pun mencibir kearahnya dan berjalan keluar.
“annyeong hyo ” sapanya. Dia terlihat tampan sekali mengenakan mantel hitam panjang seperti itu..
“annyeong oppa, tumben kau kesini. Kau sehat?” tanyaku heran.
“ aku sehat, ada yang ingin kubicarakan.” Ucapnya serius. Aku terkejut mendengarnya, jantungku berdegup kencang, perasaanku semakin buruk.
“oo, nde. Bicaralah.” Aku mengangguk dan memasukkan tanganku kesaku hoodieku. Mencoba mengatur detak jantungku.
“sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau benar-benar menyayangiku?” tanyanya pelan.
“cih~ pertanyaan apa ini? Kurasa kau juga sudah tau jawabannya kan” aku menatapnya sinis, pertanyaan macam apa ini? Benar-benar tidak penting!
“tidak, aku tidak mengetahuinya. Aku ingin mendengar kau mengatakannya didepanku.” Jawabnya santai, ia menantangku!
“ya! Apa maksudmu menanyakan hal ini padaku? Kau ingin menantangku?” tanyaku emosi.
“anii~ sudah jawab saja dear.”
Aku memalingkan mukaku, mengatur nafas menahan emosiku, “ya, aku benar-benar menyayangimu” jawabku akhirnya mengalah.
Ia tertawa dan berjalan kearahku, “bolehkah aku memelukmu?” tanyanya. Aku pun mengangguk (lumayan dingin2 ada yang meluk xD). Kurasakan lengannya, bahunya yang lebar dan dadanya yang bidang memeluk tubuhku yang terasa sangat kecil dalam pelukannnya. Aku agak sedikit berjinjit dan balas memeluknya. ya tuhan, nyaman sekali rasanya berada dalam pelukannya. Ia makin mengeratkan pelukannya padaku. Ia mengelus rambutku dan kemudian ia mengarahkan kepalaku agar tepat berada di dada bidangnya.
“Hyo-ah, apa kau tahu kalau aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri?” tanyanya. Aku mengangguk dalam pelukannya. Aku memejamkan mataku, menikmati situasi ini, sama sekali tak kulepaskan pelukanku darinya.
“ baguslah kalau begitu, aku senang kau mengetahuinya. Sekarang dengarkan aku baik-baik.”
“Aku sangat berterima kasih kau mau menemaniku selama 2 tahun ini. Sangat berterima kasih. Tapi jujur, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Aku sudah sangat bersabar dengan semua sikapmu padaku. Aku merasa kehadiranku tidak dibutuhkan olehmu. Aku lelah dengan semuanya.”lanjutnya lagi.
Aku benar benar terkejut mendengar ucapannya, aku mencoba mencerna kata-katanya dengan serius. Apa maksud semuanya? Ia ingin berpisah? Secepat inikah? Hanya sampai disinikah hubungan kami? Aku benar-benar tidak bisa berfikir jernih!! Tanpa sadar pelukanku terhadapnya menjadi agak longgar sampai akhirnya terlepas sama sekali. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Hatiku sangat sakit. Aku meyakinkan diriku untuk tidak mengeluarkan airmata sedikitpun didepannya. Ia tidak boleh tahu bahwa aku sangat hancur mendengarnya. Ia memegang kedua pipiku.
“ mungkin aku bukan yang terbaik, maka aku merasa lebih baik melepasmu. Sangat berat bagiku, tapi aku sudah memikirkannya matang-matang.” Ucapnya lagi. Hatiku makin sakit mendengarnya. . “mianhae Hyo, jeongmal mianhae my dear.” Ia lalu mengecup keningku lama baru kemudian turun kehidungku. Fikiranku benar-benar kosong, aku menatap lurus kedepan, tak ingin melihat wajahnya.
“masuklah kedalam, terima kasih untuk semuanya Hyo. aku menyayangimu, selalu” ia menuntunku masuk kedalam, tapi aku menghentikannya sampai didepan pagar.
“tidak usah, sampai sini saja. Hati-hati dijalan. Selamat malam” aku lalu berjalan masuk kedalam.
“nde, selamat malam. Mianhae Hyo, jeongmal mianhae” ucapnya pelan.
Aku masuk dan langsung mengunci pintu depan, masih jelas sekali ucapannya ditelingaku, ia memintaku untuk berpisah dengannya, sama sekali tidak pernah terfikirkan olehku. Fikiranku benar-benar kosong. Tiba-tiba hyuk oppa muncul dari balik dinding ruang tamu dan bersiap-siap memberiku selamat seperti ucapannya tadi. Tapi saat ia melihatku dengan kondisi seperti ini, ia mengurungkan niatnya.
“ya!! Hyo!! Wae? Kenapa tampangmu seperti itu? Ada apa lagi?” tanyanya khawatir, ia menarikku untuk duduk diruang tamu. “ wae geudae hyo? Ceritalah kepadaku, jangan selalu menyimpannya sendirian.” Lanjutnya lagi. Mendengar perkataannya, hatiku semakin sakit, kuaikui aku memang selalu menyimpan semuanya sendirian. Memberikan kesan cuek terhadap orang-orang disekitarku. Apa mungkin ini yang membuat mereka lelah berada disampingku? aku hanya tidak ingin merepotkan mereka. “oppaaaa~” teriakku sambil memeluknya, dan untuk pertama kalinya, aku menangis didepannya.

HyukJae POV..

Aku bersiap-siap mengejutkan adikku karena kemajuan sikapnya terhadap KyuHyun. Jujur, aku merasa salut terhadap Kyuhyun yang tak pernah mengeluh kepadaku atas sikap HyoSung yang suka seenaknya terhadap dirinya. Tapi semua manusia punya batas kesabaran bukan? Dan jika saatnya itu tiba, aku sudah menyiapkkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi diantara dia dan adikku. Seperti malam ini, kulihat Hyosung masuk kedalam rumah dengan tatapan kosong. Wajahnya agak pucat, aku lalu menarikknya untuk duduk di kursi ruang tamu.
“ wae geudae hyo? Ceritalah kepadaku, jangan selalu menyimpannya sendirian.” Bujukku lagi, kulihat ia masih tidak merespon ucapannku. Tiba-tiba detik berikutnya, ia berteriak memanggilku dan memelukku. Dan saat itu juga, kulihat sosok adikku yang sebenarnya, menangis dipelukkanku. Dan dari situlah aku tahu, bahwa semuanya sudah berakhir. Dia dan KyuHyun, sudah berakhir..
-000-

2 tahun kemudian..

Author POV..

“Hyosung-ah!! Apakah kau sudah selesai membereskan semuanya?” teriak Hyuk Jae dari lantai bawah.
“nde oppa, sebentar lagi selesai” jawab Hyosung. Ia sedang membereskan buku-buku dan memasukkannya kedalam koper, tiba-tiba sebuah foto terjatuh..
HyoSung mengambil foto tersebut. Foto seseorang yang selalu mengisi hatinya sampai saat ini. Foto ini diambil saat mereka pergi ke ski resort bersama. Tidak mudah baginya melupakan semuanya. Setelah malam itu, ia benar-benar mengintrospeksi dirinya. Mencoba menenangkan hatinya, terbuka dengan orang lain dan berharap jika ia dapat kembali ke masa lalu dan mengubah semua sikapnya terhadap Kyuhyun. Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang seharusnya diberikan kepada orang itu. Ia mengeluarkan sebuah vest semi sweater berwarana biru safir dari dalam lemari. Ia lalu berfikiran untuk memberikannya sebelum ia pergi ke jepang. Lalu ia memasukkannya kedalam kotak dan membungkusnya. Setelah selesai, ia menurunkan semua kopernya kebawah dan memandang berkeliling kearah kamarnya untuk terakhir kalinya.
“gwanchana?” suara HyukJae mengagetkannya.
“aish, oppa! Ngagetin aja, gwanchana oppa, aku hanya ingin melihat kamarku untuk terakhir kali.”
“oo, itu kotak apa?”
“aku ingin memberikannya kepadanya sebelum kita berangkat ke jepang oppa, bolehkah?”
HyukJae tersenyum dan mengelus kepala adiknya, “ of course Hyo, aku senang kalau kau masih mengingatnya. Tapi jangan terlalu berlarut-larut ok?”
“nde, arasso oppa”
“Kajja! Kita berangkat, takut terlambat.”
Mereka berangkat kebandara dengan menggunakan taksi, sebelumnya mereka mampir ke toko bunga baru kerumah Kyuhyun untuk memberikan kotak tersebut. Hyosung tidak memencet bel rumah itu dan memilih meletakkan kotak tersebut didepan pintu rumah, ia menaruh mawar putih diatas kotak tersebut. “Sampai bertemu lagi oppa, jaga dirimu baik-baik” ucapnya pelan. Tanpa sadar ia meneteskan airmatanya, “ nan bogoshipoyo oppa” bisiknya. Ia menghapus airmatanya dan berjalan kearah taksi.
“gwanchana?” tanya HyukJae.
“nde, gwanchana oppa” HyoSung tersenyum kearah abangnya.
“ok, mari kita jalan pak.”
“Annyeonghi Gyeseyo KyuHyun oppa” ucap HyoSung pelan.

If we loved again, I swear I’d love you right..
Wishing I’d realize what I had when you were mine..
I’d go back in time and change it, but I can’t..

-000-
KyuHyun memarkirkan mobilnya didepan, sengaja tidak ia masukkan ke garasi, toh ia akan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan kliennya. Ia terkejut melihat sebuah kotak dengan setangkai mawar putih diatasnya. ‘mawar putih?’ gumamnya. Seingatnya hanya satu orang yang ia kenal yang sangat menyukai mawar putih. Ia mengambil kotak tersebut dan membukanya. Sebuah vest semi sweater berwarna biru safir yang terlihat sangat hangat sekali jika dipakai. Terselip sebuah surat didalamnya, ia kemudian membacanya..

Dear KyuHyun Oppa..
Bagaimana kabarmu selama ini? Sehat kan? Baguslah kalau kau sehat. Aku juga baik-baik saja. Sebelumnya aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku selama ini terhadapmu, aku tahu ini sudah terlambat, tapi aku tetap ingin mengucapkannya. Kau tahu, ini adalah hadiah yang seharusnya kuberikan 3 tahun yang lalu, saat ulang tahunmu. Mianhae aku tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadamu, karena aku terlalu asik dengan sweater ini, kau tahu kan aku tidak bisa merajut, jadi butuh waktu lama untuk membuatnya. Aku harap kau menyukainya. Untuk mawar yg pernah kau tinggalkan didepan rumahku saat anniv kita, maaf aku merusakknya, makanya aku menggantinya sekarang. Kamsahamnida oppa, karna telah menjadi motivasiku sehingga aku bisa masuk univ yang kuinginkan. Jeongmal gomawoyo untuk semua kenangan yang kau berikan. Saat kau selesai baca surat ini, mungkin aku sudah tidak berada di korea lagi, appa menyuruhku dan hyuk oppa untuk pindah ke jepang dan meneruskan kuliahku disana. Semoga, saat liburan nanti kita masih bisa bertemu ya. Kirimkan salamku untuk semua hyungmu, sekali lagi mianhae, gomawoyo.. aku selalu menyayangimu oppa..
Always,
Hyo

“HyoSung-ah!!” teriak KyuHyun sambil berlari keluar. Ia melihat sekeliling mencari seseorang yang tak pernah sedikitpun meninggalkan hatinya. Ia terduduk dijalan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “mianhae Hyo, jeongmal mianhae hyo~” ucapnya berkali-kali. Ada sedikit rasa penyesalan dalam dirinya yang telah mengakhiri hubungan mereka waktu itu. Tetapi semuanya telah berlalu dan KyuHyun yakin ia masih punya kesempatan lainnya untuk kembali menjadikan HyoSung sebagai miliknya..


FIN

[FF] if i can go back..


YongPyong Departemen, Gangwon, Korea Selatan..

Author POV
Seorang pria keluar dari balik jajaran pohon pinus yang hampir seluruh daunnya berwarna putih karena tertutup oleh salju. Ia mengeratkan jaket hijau tebal di tubuhnya yang bisa dibilang kurusan semenjak pekerjaannya selama 2 tahun belakangan ini menjadi sangat sibuk. Ia juga membetulkan letak syal putih yang membalut lehernya kemudian memasukkan tangannya kedalam kantong, mencari kehangatan. Ia memandang berkeliling, tempat ini sangat sepi karena memang belum waktunya dibuka untuk umum. Ia masuk ke sebuah penginapan.
“Annyeong Haseyo “ ucapnya sambil mendorong pintu.
“Annyeong, Selamat Datang.” Jawab si resepsionis yang sedang membersihkan meja tamu. Ia menoleh kearah si pengunjung.
“KyuHyun ssi !!” ucap Sang Bin setengah teriak.
Ia menghampiri KyuHyun. “Apa kabar?! Sudah lama tidak kesini, mau menginap berapa hari?” tanya Sang Bin antusias. Kyuhyun merupakan pengunjung tetap di resort ski ini sejak ia masih belum sesibuk sekarang dan masih bersama seorang yang sangat ingin dia lupakan 2 tahun lalu.
“nde~ baik-baik saja Sang Bin ssi” jawab KyuHyun dengan senyum terpaksa. “ Anii~ saya hanya berkunjung kesini, sekedar menyegarkan pikiran.” Ucapnya sambil menggelengkan kepala.
“aaah, ara~” Sang Bin menganggukkan kepalanya, ia memperhatikan KyuHyun yang terlihat sangat lelah. Seingatnya terakhir mereka bertemu sekitar 2 tahun yang lalu dan biasanya kalau kesini, KyuHyun tidak pernah sendiri. Ia mengedarkan pandangannya keluar, mencari orang yang dimaksud.
“Hanya sendiri? tanyanya ragu.
“nde~ hanya sendiri.” jawab KyuHyun yakin.

Flashback…
9 Desember 2008

Hyo Sung POV..

“Hyo Sung-ah , aku sudah menunggu didepan rumahmu setengah jam lebih dan kau belum juga keluar menemuiku. Apa yang sedang kau lakukan sih?” tanyanya ditelepon dengan sabar.
“ya Oppa!! kau ini cerewet sekali sih. Tunggu sebentar, nanti aku akan menemuimu.” Balasku galak.
“ara~, akan kutunggu.” Jawabnya mengalah.
Kemudian aku memasang earphoneku kembali dan memutar playlist boyband favoritku, Super Junior. Aku bernyanyi mengikuti lagunya dan sesekali menari mengikuti koreo yang kulihat di videoklip. Tiba-tiba pintu kamarku diketuk, “masuk oppa, tidak kukunci kok” kataku. Kemudian pintu dibuka oleh oppa ku, Hyuk Jae.
“kau sedang apa Hyo ? Apa kau tahu kalau Kyu menunggumu diluar?” tanyanya.
“nde, tapi aku sedang tidak ingin bertemu dengannya oppa” jawabku santai.
Ia duduk diatas kasurku, “wae? Ada masalahkah? Kalaupun iya, pasti kau yang memulainya.” Tanyanya sinis.
“cih, kau seperti tidak mengenalku saja oppa, kalau aku sedang tidak ingin bertemu ya tidak.” Jawabku tak kalah sinis.
“dasar anak ini, nanti kalau semuanya berbalik kepadamu jangan bilang kalau aku tidak pernah mengingatkanmu” ucapnya sambil berjalan keluar dari kamarku.
Aku menutup pintu lalu berjalan kearah jendela dan melihat keluar. Kulihat ia sedang melamun sambil sesekali tersenyum,”cih~ apa yang sedang dipikirkannya”. Aku menuju kasur dan merebahkan tubuhku.
“aah~ aku memang tidak sedang ingin bertemu dengan namja itu, tidak baik jika dipaksakan bukan?” tanyaku pada diri sendiri. “nanti dia pasti akan pulang seperti biasanya”. Lanjutku lagi sambil memejamkan mata dan mencoba tidur.

KyuHyun POV..

Aku menarik nafas dalam-dalam, mencoba lebih bersabar dan menunggunya. Aku melirik jam tanganku, pukul 9.00, aku akan menunggunya 15 menit lagi. Hari ini adalah hari anniversary kami yang pertama, Entah ia mengingatnya atau tidak tapi yang jelas aku ingin sekali merayakannya. Jadi aku memutuskan untuk mengajaknya bertemu didepan rumahnya dan aku juga membawakan setangkai mawar putih kesukaannya. Selama kami berpacaran, frekuensi pertemuan kami bisa dihitung dengan jari. Mungkin dikarenakan jadwal kuliahku yang padat dan dia juga harus belajar untuk menempuh Ujian Negara. Jadi kami hanya bertemu jika benar-benar punya waktu kosong.
Aku tersenyum membayangkan wajahnya, yang selama 1 tahun ini telah menemani hari-hariku. Membuatku semangat untuk menjalani aktifitasku yang sangat padat.
” Aaah~ aku sangat merindukanmu Hyo.” Bisikku sambil terus menatap fotonya yang menjadi wallpaper ponselku.
Hyosung tidak suka bila aku kadang-kadang melakukan hal-hal yang romantis, aku tahu dia menyukainya, tapi ia terlalu gengsi untuk mengakuinya. Ya, dia amat sangat gengsi dan cuek. Tapi sekali lagi aku tahu kalau dia selalu memperhatikanku. Dia juga lebih sering bercerita dengan sahabatnya dibanding denganku. Well, aku memang tidak pernah memaksanya bercerita denganku. Tapi kadang-kadang aku ingin merasa dibutuhkan olehnya. Kami punya kegiatan rutin setiap bulannya, yaitu pergi ke ski resort. Awalnya dia selalu menolak dengan alasan tidak bisa bermain ski. Tetapi setelah aku paksa, ia akhirnya mau pergi. Aku mengajarinya bermain ski beberapa kali , tetapi ia lebih suka berfoto disana dengan alasan ‘sayang jika melewatkan pemandangan sebagus ini’. Aku mengalah dan mengikuti kemauannya. Aku hanya tidak ingin dia merasa tidak nyaman bersama denganku. Aku sangat menyayanginya, melebihi diriku sendiri walaupun kenyataanya dia lebih sering mengecewakanku dengan semua sikapnya. aku melihat jam tanganku lagi, ‘aish, kemana anak ini? Apa sih yang dilakukannya dirumah?’ gerutu ku. Aku coba menghubunginya lagi, tetapi tidak diangkat. ‘pasti sudah tertidur’ gumamku. Aku lalu meletakkan mawar putih itu didepan pintu rumahnya, “ Happy Anniversary Hyo, semoga tahun depan kita bisa merayakannya bersama.” harapku dan kemudian aku beranjak pulang.
-000-

3 Februari 2009

KyuHyun POV…

Aku baru saja selesai meminjam buku di perpustakaan kampus untuk tugas makalah yang harus dikumpulkan minggu depan. Tiba-tiba ponselku berbunyi.
Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
“SAENGIL CHUKKAHAMNIDA KYUHYUN-AH !!!” belum sempat aku mengucapkan halo, suara diseberang sudah lebih dulu berteriak. Aku menjauhkan ponselku dari telinga.
“YA!! Kalian mau membuatku tuli hah?!” bentakku kesal.
“MWOYA!! Kau ini tidak tahu berterima kasih! Sudah bagus kami mengucapkannya kepadamu. Aish jinjja!” marah Heechul hyung ditelepon.
Aku tertawa membayangkan expresi wajah Heechul hyung yang memerah seperti kepiting rebus. Belum lagi Kangin hyung, Hankyung hyung dan hyung-hyungku yang lainnya. 3 dari mereka adalah seniorku dikampus, sedangkan yang lainnya adalah teman ke 3 seniorku. Aku sangat nyaman bersama dengan mereka, mereka bahkan sudah kuanggap seperti keluargaku. Mereka selalu membantuku apabila aku mempunyai masalah, terutama dengan HyoSung. Aku sangat bersyukur bisa mengenal hyung seperti mereka.
“ahahaha, jeongmal gomapta hyungdeul, aku saja tidak ingat kalau hari ini ulang tahunku. Gomapseummnida hyung.” Aku sangat terharu mendengarnya.
“ye ye ye, kami sedang berada di restoran tempat biasa kita berkumpul, datanglah kesini, palli~” ucap Teukie hyung.
“nde, arasso~ 10 menit lagi aku akan sampai” aku mengakhiri pembicaraan dan memasukkan ponselku kedalam kantong jaketku.
Sebuah butiran dingin halus jatuh tepat diatas hidungku, aku menengadahkan kepalaku.
“aah, Salju, semoga ini menjadi pertanda baik dihari ulang tahunku ini.” harapku sambil berjalan menuju restoran tempat hyung ku berada.
Marvelous Restaurant…
“KyuHyun ah, hadiah apa yang kau dapat dari HyoSung ?” tanya Donghae hyung penasaran. Semua hyung pun tiba-tiba menghentikan makan mereka dan menatapku dengan wajah serius.
Aku yang sedang menikmati jjangmyeonku pun hampir tersedak melihat tampang serius mereka. Aku terbatuk dan langsung disodori minum oleh hankyung hyung. “ Ya! Hyung, kenapa muka kalian serius sekali.” Ucapku sambil memperhatikan mereka satu persatu.
“aish, jangan mengalihkan pembicaraan. Sudah cepat jawab.” Kata Siwon hyung .
“aish, kalian ini seperti tidak mengenal HyoSung saja. Dia bukan tipe yeoja yang suka memberikan kejutan ataupun hadiah.” Jawabku sambil melanjutkan memakan jjangmyeon.
“aahhhh~” semua hyungku menghela nafas berbarengan. Aku hampir tersedak lagi karena kelakuan mereka.
“aku heran sekali denganmu hyun-ah, bisa-bisanya kau menjalin hubungan dengan yeoja yang super cuek seperti HyoSung . Dan itu sudah berlangsung selama 1 tahun, ckck” Teuki hyung menggelengkan kepalanya karena heran.
“apa kau yakin kalau dia, emm, mianhe, benar-benar menganggapmu sebagai namjachingu nya?” sambung Sungmin hyung.
Aku tertawa mendengar perkataan hyung ku, “ apa yang sedang kalian bicarakan sih, tentu saja dia menganggapku sebagai namjachingunya dan aku sangat menikmati hubungan kami sekarang.” Kilahku sambil terus menghabiskan makananku. Aku sebisa mungkin tidak menunjukkan perasaan kecewaku. Cukup aku saja yang merasakan perasaan ini. Aku yang memilihnya menjadi yeojachinguku dan ini sudah merupakan resiko dari sebuah hubungan yang sedang kujalani dengannya sekarang ini.
“sudah sudah, kita kan mau merayakan ulang tahun dongsaeng kita, jadi lupakan saja hal-hal yang tadi.” Ucap Yesung hyung sambil mengangkat gelas minumannya, “untuk kyuhyun, semoga semua yang baik datang padanya dan semua yang buruk pergi darinya. Cheers”
“Cheers~” kami mengangkat gelas minuman masing-masing. Aku merasa lega karena yesung hyung menyelamatkan ku dari introgasi hyung lainnya. Aku melihat kearahnya dan tersenyum. Ia mengedipkan sebelah matanya kearahku tanda mengerti maksud senyumku kepadanya.
-000-

HyoSung POV…
Kelas intensive bimbingan belajar…

“HyoSung-ah .. bukannya hari ini ulang tahun kyuhyun oppa?” tanya HyeHoon tanpa melihatku sama sekali, matanya memperhatikan penjelasan seonsaengnim dan tangannya sibuk mencatat.
“jinjja? Tanggal berapa memang sekarang?” tanyaku dengan mata tetap tertuju kedepan memperhatikan penjelasan tentang “Limit tak hingga”. Aku sangat bodoh dalam matematika, dan untungnya aku mempunyai namjachingu yang expert dalam hal ini. Ya, aku mempunyai seorang namjachingu bernama Cho Kyuhyun yang sangat ahli dalam matematika. Dia pernah mengajariku beberapa kali, tetapi selalu berakhir dengan perdebatan karena aku gampang sekali menyerah apabila sudah tidak mengerti. Aku teringat waktu terakhir kami bertemu, sekitar 2 bulan yang lalu. Tetapi itu juga tidak bisa dibilang bertemu karena aku hanya melihatnya dari jendela kamarku.
“aish, anak ini. Ya! Kau ini punya masalah dengan ingatanmu ya? Sudah setahun kalian menjalin hubungan, kau belum juga mengingat tanggal lahirnya. Kasihan sekali kyuhyun oppa.” Omel Hye hoon sambil melirik sinis kearahku.
Aku tertawa melihat tatapan sinis dari Hyehoon,” molla, mungkin otakku tidak mau mengingatnya.” Jawabku santai.
“cih~ kalau nanti semuanya berbalik kepadamu jangan bilang kalau aku tidak pernah mengingatkanmu.” Ucapnya sinis.
Kata-kata yang sama seperti yang diucapkan hyuk oppa. Setahun? Omona~ aku tidak menyadarinya sama sekali. Mungkin aku akan menelponnya sepulang bimbingan ini, mengucapkan selamat ulang tahun, membelikan kue tart kecil, mengajaknya bertemu ditaman depan rumahku, memberikan kejutan…. Wait!! Apa yang kupikirkan? kenapa tiba-tiba aku berubah seperti ini. “errr~” aku menggelengkan kepalaku mencoba mengusir ide yang sama sekali bukan diriku.
-000-

Author POV…
Kyuhyun menoleh sekilas kearah ponselnya yang diletakkan di samping laptopnya. Tidak ada sms ataupun panggilan dari HyoSung . “Kemana dia? Apa dia melupakannya?” batin kyuhyun kecewa. Ia lalu melanjutkan bermain game dan berharap saat dia melihat ponselnya lagi akan ada sms atau panggilan dari yeoja itu.
Sementara itu di rumah HyoSung..
HyoSung mengeluarkan sebuah kardus dari dalam taksi, dan membayar taksinya. “aish, lumayan berat ternyata” keluhnya. Ia memutar kenop pintu dan ternyata dikunci. Lalu ia menekan bel rumahnya dengan tidak sabar berkali-kali. “ oppa!! Palli, bukakan pintu” teriaknya. Hyuk Jae berlari kearah pintu depan dan segera membukakan pintu. Dilihatnya dongsaengnya membawa sebuah kardus sedang.
“ya! Apa isi kardus ini? Experiment apa lagi yang ingin kau lakukan?” tanya Hyuk Jae penasaran. Dongsaengnya ini suka sekali membeli barang dalam jumlah banyak dan pada akhirnya hanya akan berakhir digudang belakang rumah. Pemborosan!! (u,u)
HyoSung terus berjalan menuju kamarnya dilantai atas, “ mau tau aja sih oppa” jawabnya acuh.
Hyuk jae merasa kesal dengan jawaban dongsaengnya ini , “mwoya!! Kau ini selalu membantah jika kuberitahu, nanti aku laporkan kepada appa dan eomma agar uang jajanmu dikurangi!!” teriak Hyuk dari lantai bawah.
HyoSung hanya tertawa menanggapi perkataan oppa nya itu, dia tahu kalau oppanya tidak akan tega melaporkan semuanya kepada orang tua mereka. Hyuk oppa terlalu menyayanginya, walaupun kadang-kadang Hyo membantah perkataannya. Hidup terpisah dari orang tua mereka yang berada di Jepang membuat Hyuk sangat menjaga dongsaeng satu-satunya itu. Membantunya dalam segala hal walaupuun Hyo tidak pernah memintanya. HyoSung mendorong pintu kamarnya dengan kaki dan meletakkan kardus yang dibawanya diatas kasurnya. Ia membuka kardus itu. Setumpuk benang wool yang terlihat sangat lembut dan hangat serta alat-alat merajut. Ia mengeluarkannya dari kardus dan meletakkannya di atas kasur. Lalu ia juga mengeluarkan buku panduan merajut yang dibelinya sepulang bimbel tadi dan melihat-lihat isinya. “Aish, jinjja! Kenapa petunjuknya sulit sekali sih” gerutunya. “ ya! Cho KyuHyun, apa yang kau lakukan hingga bisa membuatku melakukan ini semua, hah?!” katanya kesal dan mulai merajut mengikuti buku panduan yang dibelinya.
-000-

3 bulan sudah semenjak hari ulang tahun Kyuhyun, mereka belum pernah bertemu lagi. Kadang-kadang saat Kyuhyun mempunyai waktu, HyoSung sedang ada kegiatan. Begitupun sebaliknya, saat HyoSung punya waktu luang, Kyuhyun mempunyai kegiatan. Telepon atau sms pun bisa dihitung selama sebulan ini. HyoSung sangat sibuk mempersiapkan dirinya untuk menempuh ujian Negara dan ujian masuk universitas. Ia ingin sekali bisa seperti Kyuhyun, diterima di universitas nomor satu di Korea Selatan, Universitas of Seoul. Sejujurnya ia merasa sangat bangga mempunyai namjachingu seperti KyuHyun. Pintar matematika tapi juga gamers expert, suaranya bagus, tinggi, ganteng, baik daaan sangat sabar. Ya, Kyuhyun sangat sabar menghadapi HyoSung yang childish. Ia merasa tidak cukup baik untuk Kyuhyun. Dan itu adalah alasan terbesar mengapa HyoSung jarang mengajaknya bertemu duluan, mengesankan bahwa dirinya adalah orang yang sangat tidak perduli terhadap hubungan mereka. Padahal dilubuk hati HyoSung yang paling dalam, rasa sayangnya terhadap Kyuhyun sama besarnya seperti Kyuhyun terhadapnya hanya saja HyoSung tidak pernah menunjukkannya.
‘Press the reset press press the reset’
HyoSung meletakkan rajutannya yang baru setengah jadi. Semuanya dikarenakan setiap kali salah merajut, ia lalu membuka semuanya dan mengulangnya dari awal. Ia meraih ponselnya di meja belajar. Sebuah sms,

From: nae KyuHyun
“Hyo-ah.. bisakah kita bertemu hari ini? Bogoshipo. Apa kau punya waktu luang?”
HyoSung tersenyum membaca sms nya, tetapi ia tidak langsung membalasnya. Ia meletakkan ponselnya kembali dan berfikir sejenak. “ nado bogoshipo oppa” ucapnya pelan nyaris berbisik. “tapi aku harus menyelesaikan rajutanku sebelum ujian Negara yang tinggal sebulan lagi.” Lanjutnya lagi. Ia lalu mengetik sms,

To: nae KyuHyun
“mianhae oppa, aku sedang ada kerjaan. Lain kali saja ya,”

From: nae KyuHyun
“ aah, ara~ gwanchana.”

To: nae KyuHyun
“ gomawo oppa. “
-000-

Kyuhyun POV…

aku berdiri didepan jendela kamarku, menunggu sms balasan dari HyoSung.
From: nae HyoSung

“mianhae oppa, aku sedang ada kerjaan. Lain kali saja ya,”
Aku tersenyum miris membacanya. Sudah kuduga ia akan menolak untuk bertemu denganku. ‘Ada apa sih sebenarnya? Kenapa ia seperti menghindari ku? Apa salahku padanya?’ Aku terus bertanya-tanya dalam hati. Aku menjatuhkan tubuhku ke kasur. Membalas sms nya.

To : nae HyoSung
“ aah, ara~ gwanchana.”

From : nae HyoSung
“ gomawo oppa. “

Aku menghela nafas dalam. Aku sangat merindukannya, amat sangat merindukannya. 3 bulan tidak bertemu dengan pasangan kita, apa itu hal yang wajar? Sedangkan kami tinggal di kota yang sama. Rumah kami juga hanya berjarak 1 jam. ‘Apa dia tidak merindukanku? Apa ia sudah tak ingin bersamaku?’ aku terus bertanya pada diriku. Aku butuh jawaban untuk semua ini. Aku sudah mulai lelah dengan semua ini. Aku memejamkan mataku mencoba mengusir semua pertanyaan yang meluap-luap di kepalaku, tapi nihil. Aku mengambil ponselku berniat menghubungi salah satu hyungku dan mengajaknya bertemu. Kulihat wallpaper ponselku, foto ini diambil pada saat kami terakhir bertemu 4 bulan yang lalu.
Rasanya aku ingin sekali berteriak dan memeluknya. “aarrgkhh!!!” aku menggeram. Segera ku lihat recent call dan mendial ulang nomor itu.
“yeoboseo, hankyung hyung.. ada waktu?”
“ aah hyun-ah, wae geudae? Aku baru saja ingin keluar rumah”
“ ani~ aku hanya ingin minum kopi bersama, tapi kalau kau ada acara, yasudah.”
“ani~ aku bisa kok, kutunggu kau ditempat biasa ya”
“oo.. ara~ “
Aku bangun dari tempat tidur dan bergegas pergi.
-000-

Hankyung POV….

Aku datang lebih dulu ke café , aku memilih tempat duduk dibelakang, dekat jendela. Aku memesan segelas mochiato hangat dan satu slice tiramissu cake. Tak lama Kyuhyun datang, aku melambaikan tangan memberi isyarat tempat dudukku. Penampilannya sangat berantakan, wajahnya kusam, sangat tidak bersemangat. Dan aku sudah bisa menebak apa penyebab semuanya.
“mianhae hyung, tadi agak macet. Sudah lama kah?” tanyanya.
“gwanchana, aku juga baru datang kok. Aku sudah memesan segelas mochiato dan tiramisu cake, kau mau apa?” tawarku sambil memanggil pelayan.
“frozen cappucinno satu” jawabnya cepat.
“ya! Kau ini, udara diluar sangat dingin, kau malah memesan minuman yang dingin juga. Nanti kau bisa sakit tau.” Omelku. Aneh sekali anak ini, otaknya sedang konslet sepertinya.
“tidak akan hyung, kepalaku sudah sangat panas. Aku butuh minuman dingin untuk menetralkannya” jawabnya asal.
Pelayanpun pergi menyiapkan minuman kami. Pesananku datang lebih dulu, dan kemudian disusul oleh pesanannya.
Aku meminum mochiatoku, “ berceritalah kepadaku hyun-ah. Aku siap mendengarkanmu.” Kataku to the point.
“mworago? Cerita? Apa yang mau kuceritakan? Aku tidak punya cerita hyung.” Kilahnya sambil membuang pandangannya keluar jendela. Aku dengan jelas bisa melihat sorot matanya yang menunjukkan kerinduan, kekecewaan pada seseorang.
“jangan coba-coba membohongiku hyun-ah. Aku sudah lama mengenalmu. Dan aku terlalu hafal perubahan expresimu.”
“hhh~” hembusan nafasnya berat sekali, apa lagi sih yang terjadi diantara dirinya dan HyoSung. Aku memang tidak pernah memaksa kyuhyun untuk bercerita padaku. Aku cukup tau diri untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Dan biasanya dia yang akan mengajakku bertemu jika sedang suntuk. Tapi kali ini sepertinya ia terlihat sangat lelah. Bukan secara fisik, tapi hati dan perasaannya.
“aku.. mulai merasa lelah hyung… menjalani hubungan ini.. hhhh” ia memulai ceritanya dengan terbata-bata. Aku mendengarkannya dengan seksama.
“ aku masih menyayanginya, tapi aku merasa dia menjauhiku. aku paham kalau dia sibuk mempersiapkan diri untuk menempuh serangkaian ujian dalam waktu dekat ini. Tapi..” ucapannya tiba-tiba terhenti.
“tapi apa hyun-ah?” aku memajukan badanku dan mendengarkan lebih seksama tiap kata yang keluar dari mulutnya.
“apakah meluangkan waktu sekitar 2 jam, ah tidak 1 jam saja untuk menemuiku begitu sulit? Sebegitu sibuknyakah ia belajar? Padahal setauku dia bukan orang yang betah belajar hingga berjam-jam.” Ia terlihat sangat kacau, jelas sekali kalau ia terluka, merasa diacuhkan oleh orang yang disayanginya.
“aku merindukannya hyung, aku hanya ingin ia meluangkan waktunya sedikiiiit saja untuk menemuiku.” Suaranya bergetar, kulihat matanya mulai memerah. Tapi ia segera menengadahkan kepalanya keatas dan bersender pada bangku.
“hyun-ah, aku amat sangat mengerti perasaanmu. Aku tidak menyangka kau sebegitu menyayanginya. Aku sangat salut kepadamu. Mampu bertahan selama setahun ini. Memang terkadang dalam sebuah hubungan, ada masa dimana seseorang merasa rasa sayangnya hanya bertepuk sebelah tangan. Atau bisa dibilang masa jenuh. Aku bukannya ingin memperburuk keadaan,tetapi itu wajar, dan aku rasa kalau kalian bisa melewatinya rasa sayang kalian satu sama lain akan semakin kuat. Tetapi aku bukan HyoSung , aku tidak bisa menjawab semuanya, aku hanya bisa mendengarkan, memberi saran dan mendoakan yang terbaik bagi kalian berdua. Aku harap kalian bisa membicarakan semuanya secara dewasa, tidak gegabah. Ya paling tidak setelah ia menyelesaikan ujiannya, agar tidak menganggunya. Kau tidak mau bukan, jika karena kau dia menjadi tidak focus dengan ujiannya. Aku minta kau bersabar sebentar lagi. Aku tahu kau orang yang kuat hyun-ah. Apapun keputusannya nanti, aku pasti mendukungmu.”
Ia bangun dari sandarannya, “arasso hyung, gomawoyo.. aku merasa lebih baik sekarang. Aku pasti akan melakukan semua saran darimu. Aku akan menenangkan fikiranku sampai waktunya tiba.” Katanya yakin.
Aku menghela nafas lega, “ baguslah kalau begitu. Sebagai namja, kita harus bisa mengambil keputusan dengan benar dan tidak plin-plan.”
-000-