Search..

Jumat, 12 Oktober 2012

[SungHyun Journey] Ficlet


SungHyun ♥
cast: .: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
 .: Super Junior Member
 Rate: PG-13
This is just a fanfic, no bash ^^

       Hyosung merapikan buku beserta alat tulisnya. Ia baru saja menyelesaikan kegiatan terakhirnya  hari ini. ia sekarang bekerja magang menjadi assisten dosen di kampusnya. Awalnya ia hanya bermaksud  berpartisipasi saja dengan menyerahkan lamaran pekerjaan ke bagian administrasi, hitung-hitung mengisi waktu luang. Kuliahnya di semester ini tidak terlalu padat tetapi tetap saja tugas selalu setia menjadi sahabat seorang mahasiswi seperti dirinya ini. tetapi ternyata ia mendapat undangan untuk interview dan jadilah ia seorang assisten seperti sekarang.

        Ini merupakan minggu pertamanya sebagai asissten dan tanpa disadari cukup membuatnya sibuk dengan padatnya jadwal kelas yang dimiliki dosen yang di-assisten-kannya. Ia mengunci ruang kelas setelah kosong dan bergegas menuju ruang dosen untuk membuat rekap kehadiran.
        
        Sambil menunggu bus nya yang belum datang juga, ia merogoh saku celana jeansnya untuk mengambil ponsel dan disambut oleh wallpaper foto seseorang yang sedang tersenyum dengan senangnya karena tepat dihadapannya terdapat meja dengan penuh makanan yang lezat. Semua orang pasti tahu karena itu foto yang di post oleh pemiliknya di akun sosialnya. Dengan refleks Hyosung mengusap layar ponselnya. Sebuah perasaan rindu teramat sangat menjalar dihatinya. Rasanya belum lama ia berbincang dengan orang di wallpaper itu kemarin, tetapi terasa seperti lama tidak berinteraksi.

        Lamunannya dibuyarkan oleh bunyi klakson bus yang akan ditumpanginya. Ia segera masuk ke bus dan duduk bersandar pada jendela. Untunglah esok merupakan libur Chukseok, sehingga ia bisa istirahat dan mengunjungi orangtuanya. Ia kemudian mengambil ponselnya lagi, membuka aplikasi kakaotalk dan mengganti statusnya.

보고싶어…… ㅠㅠ

-00-
        Semua member Super Junior  sedang berkumpul di lantai 11 untuk makan malam bersama. Seperti biasa, Ryeowook yang bertugas didapur sementara yang lain menonton televisi kecuali Kyuhyun yang berkutat dengan game nya di dalam kamar. Eunhyuk yang sedang memegang ponselnya tiba-tiba bertanya.
                “ Kyuhyunie eodi? “
                “ kamarnya, game “ jawab Shindong singkat tanpa menoleh.
                “ aigoo.. “ keluhnya sambil menggelengkan kepalanya.
                “ kau ini seperti baru mengenalnya saja. “ komentar Leeteuk yang juga mengecek ponselnya dan semenit kemudian ia ikut berkomentar , “aigooo …” dengan senyum sekilas yang memperlihatkan lesung pipi nya.
                “ ya! Kenapa kalian ber-aigoo bersama ? “ tanya Donghae penasaran.  Member lain pun jadi menoleh karena seruan donghae.
                “ kekeke anieyo.. “ sanggah Eunhyuk, “ nanti kau juga tahu “ sambungnya lagi semakin membuat member lain mengerutkan keningnya.
        Seruan dari Ryeowook  menandakan bahwa masakannya sudah matang dan meminta member lain membantunya untuk membawa masakan tersebut ke ruang tengah karena meja makan mereka yang kecil tak cukup untuk semua member yang ada sekarang.
                “ Kyuhyun-ah ayo makan!!” teriak Ryeowook di depan pintu kamar kyuhyun. Seketika terdengar suara orang berlari dari dalam dan pintu yang dibuka dengan tergesa-gesa.
                “ aku datang!” serunya sambil mengelus perutnya yang kelaparan. Kemudian mereka berkumpul dan mulai makan.
                “ ponselmu mana? “ tanya Eunhyuk disela kunyahannya.
                Kyuhyun menoleh kearahnya dengan heran, “ ada dikantong celanaku” jawabnya sambil menggunakan dagunya untuk menunjuk kearah kantongnya.
                “ sekali sekali cek lah ponsel mu jika sedang bermain game.” Jelas Eunhyuk yang semakin membuat Kyuhyun heran. Kyuhyun lalu meletakkan sumpitnya dan mengecek ponselnya, lalu kemudian wajahnya perlahan memerah karena malu. Member lain pun mau tidak mau jadi ikut penasaran dan mengecek ponsel masing-masing. Eunhyuk berbisik ‘katalk’ kepada mereka . Kyuhyun lalu meletakkan ponselnya dan melanjutkan makannya yang tertunda. Ia sedikit menundukkan kepalanya dan menghindari tatapan iseng para hyungnya yang bersiap meledeknya.
                “ Hyung, besok kita tidak ada schedule kan? “ tanya Kyuhyun setelah selesai makan.
                “ setahu ku untuk jadwal grup tidak ada..  “ jawab Leeteuk sambil mengingat-ingat .
                Eunhyuk menepuk pundak Kyuhyun lalu merangkulnya, “ pergilah kesana sebentar baru setelah itu kau pergi mengunjungi keluargamu.. “  sarannya.
                Kyuhyun mengangguk pelan, “ araseo.. aku juga berencana seperti itu. “ jawabnya.
                “ ah siwon-ah.. “ panggil Leeteuk kepada Siwon yang berjalan kearah balkon, “ adikku..” belum sempat Leeteuk menyelesaikan omongannya, Siwon sudah memberinya jawaban.
                “ aku sedang menelfonnya hyung “ jawabnya sambil melambaikan ponselnya kearah  Leeteuk.
               “ ah.. joha.. baik-baiklah kalian ya.. “ gumamnya pelan dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya.
-00-
        Kyuhyun mengendarai mobilnya pagi-pagi sekali berharap ia bisa sampai tujuan sebelum kekasihnya bangun, dan sepertinya itu berhasil karena sesampainya ia disana, dengan berharap bahwa kekasihnya ini tidak iseng mengganti lagi password keamanannya. Kondisi apartemennya masih sunyi senyap.
    Kyuhyun menyibakkan gorden ruang tengah dan membuka jendelanya, membiarkan siklus udaranya berganti dengan udara sejuk pagi hari. Ia lalu menuju dapur untuk membuat coklat hangat dan setangkup roti dengan selai coklat untuk dirinya. Lalu ia duduk disofa dan menyalakan televisi.
     Sementara didalam kamar, Hyosung samar-samar mendengar suara orang bercakap- cakap didepan kamarnya sehingga ia memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan bergegas keluar. Ia terkejut melihat siluet seseorang didepan jendela ruang tamunya yang sedang bercakap-cakap diponsel, matanya langsung mengenali sosok itu,  “ Kyu-ssi.. “ panggilnya pelan.
     Kyuhyun menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya, “ oh! Annyeong.. “ sapanya sedikit terkejut. “ ne eomma, aku akan kesana nanti.. ne… “ ia lalu menyudahi pembicaraannya di telepon dan menghampiri Hyosung yang sedang bersandar di dinding sambil mengusap-usap matanya.
                “ kau terganggu oleh suaraku menelpon ya? “ tanyanya sambil mengusap kepala Hyosung.
             Hyosung tersenyum sekilas, “ apa yang kau lakukan pagi-pagi disini? “ tanyanya heran sambil mengikat rambutnya menjadi satu.
                “ ah.. itu karena ada seseorang yang rindu padaku tetapi malu untuk mengakuinya sehingga hanya berani menulisnya di kakaotalk.” Ledeknya kepada Hyosung.
     Hyosung meninju pelan lengan Kyuhyun sambil menyembunyikan rasa malunya. Ia beranjak menginggalkan Kyuhyun yang sedang besar kepala karena merasa menang melihat Hyosung tidak membalas kata-katanya.
    Kyuhyun reflek menarik tangan Hyosung dan menariknya kedalam sebuah pelukan erat dan hangat. Jantung Hyosung langsung berdetak cepat. ‘ astaga cho kyuhyun, kau bisa membuatku kena serangan jantung dipagi hari ‘ batin Hyosung panik.
              “ Na do… “ bisik Kyuhyun ditelinga Hyosung, ia lalu membenamkan wajahnya di lekukan leher Hyosung. Dengan tersipu Hyosung membalas pelukan Kyuhyun dengan melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Mereka kemudian larut dalam pelukan hangat tersebut.
               “ Kau sudah sarapan ? “ tanya Hyosung sambil membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun, menghirup harum parfum yang dikenakan kekasihnya.
             “ sudah barusan, aku membuat roti isi dan coklat hangat kekeke”  jawabnya sambil mengelus punggung Hyosung.
            “ bagus lah.. kau mau mengunjungi keluargamu setelah ini? “ tanya Hyosung lagi, kini mereka telah berganti posisi dengan punggung Kyuhyun bersandar pada dinding.
         “ hmm..”  angguk Kyuhyun. “ tapi setelah aku mengobati kerinduan orang dipelukanku ini“ godanya lagi.
           Hyosung tersipu lagi dan segera melepaskan pelukannya untuk berhadapan dengan Kyuhyun dan bersiap membalas ledekkan Kyuhyun. Tetapi aksinya terhenti ketika Kyuhyun mencium cepat bibirnya. Membuat Hyosung mematung ditempat. Pikirannya mendadak kosong.  ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Jantungnya pun makin berdetak tak karuan seperti ingin keluar dari tulang rusuk yang melindunginya.
          Kyuhyun tersenyum puas melihat efek dari ciumannya. Ia juga tak menyangka bahwa dirinya bisa seberani ini. First Kiss mereka pertama kali. Debaran jantung Kyuhyun pun juga meningkat drastis. Melihat Hyosung belum bereaksi  juga, ia lalu mengelus pipi Hyosung dan menarik dagu Hyosung dan mengarahkannya lagi sembari Kyuhyun mendekatkan wajah mereka berdua. Kyuhyun mencium bibir Hyosung  untuk kedua kalinya. Kali ini lebih pelan dan lembut, hembusan nafas keduanya menjadi seirama, sehingga Hyosung reflek memejamkan matanya dan membalas ciuman Kyuhyun dengan mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun.
         Sekian menit berlalu, Kyuhyun menyudahi  ciuman mereka dan menempelkan dahi mereka berdua. Ia tersenyum malu, “ gwaenchana ? “ tanyanya sambil menatap mata Hyosung lekat dan mengelus pipi Hyosung berulang kali.
           Hyosung tersipu dan menganggukkan kepalanya, “ oh.. “ jawabnya pelan . Kyuhyun menghela nafas lega karena ternyata kekasihnya juga menikmati moment mereka tadi. Kemudian ia memeluk Hyosung  lagi dengan erat . “ kau bersiaplah.. aku akan mengantarmu ke rumah orang tuamu setelah kita sarapan bersama, lalu aku mengunjungi keluargaku. “ jelas Kyuhyun.
      Hyosung menangguk dan melepaskan  pelukannya, “ baiklah.. istirahatlah disofa, aku akan bersiap-siap dulu “. Kyuhyun mengangguk dan membiarkan Hyosung berjalan ke kamar mandi. Tapi kemudian mereka saling memanggil bersamaan. Kyuhyun langsung mendahului Hyosung untuk berbicara, “ gomawo.. “ ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.
        Untuk kesekian kalinya Hyosung tersipu dan mengucapkan kata yang ingin disampaikannya, “ Na do gomawo.. Oppa “ tepat dikata Oppa, ia mengecilkan volume suaranya dan bergegas menuju kamar mandi. Kyuhyun yang ternyata mendengarnya tak bisa menyembunyikan rasa senang bercampur malunya. Ia kembali duduk disofa dan menghabiskan coklat hangatnya sambil menonton tv.

-Kkeut-