Search..

Sabtu, 17 Desember 2011

[SungHyun Journey] Take Care





SungHyun ♥

cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member

This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading 


4th dec 2011, Dorm Super Junior 11th Floor. .

Teet, teeet, teeeeeet….

Hyosung menekan Interkom dorm lantai 11 dengan tidak sabar. Ia menggigil kedinginan, baju yang dikenakannya ternyata tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya. Jelas saja, ia dengan bodohnya hanya memakai hoodie, tanpa syal dan sarung tangan serta hanya mengenakan hotpans dan stocking sebagai bawahan.

Semua itu karena ia mendapat sms mendadak dari Kyuhyun yang mengatakan bahwa ia sedang tidak enak badan. Hyosung benci kabar seperti itu, sangat benci. Setelah sebelumnya ia melihat sendiri berita dan foto-foto dari beberapa schedule yang Super Junior jalani, Kyuhyun memang tidak sepenuhnya sehat. Hyosung mati-matian menahan diri untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya karena ia yakin para hyung nya pasti menjaganya dengan baik. Dan disinilah ia, didepan dorm Kyuhyun dengan berpakaian seadanya sambil terus menggosokkan kedua tangannya, mencari kehangatan. Ia baru saja akan menekan tombol interkom lagi tetapi tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar.

Ryeowook muncul dengan mengenakan celemek dan memegang spatula. “ya! Hyosungie! Wae geudae?” pekik Wookie kesal. Ia sedang memasak didapur untuk makan malam dan merasa terganggu karena suara interkom yang berbunyi tanpa henti.

Hyosung segera masuk kedalam tanpa menghiraukan omongan Wookie. Ia segera menuju kamar Kyuhyun dan mengetuknya pelan. tidak ada jawaban. Wookie yang sedari tadi mengekori Hyosung menatapnya heran.

“Sungie.. apa yang kau lakukan?” tanya Wookie bingung. “ siapa yang kau cari ?” tanyanya lagi.

Hyosung menoleh kearah Wookie, “ mencari makhluk aneh itu. . dia ada didalam kan?” Hyosung memutar kenop pintu kamar Kyuhyun pelan.

“mwo?? Kyuhyunnie ? bukankan dia sedang-- musical? “ Wookie menggaruk kepalanya bingung. Setaunya tadi Kyuhyun pamit kepadanya untuk pergi musical.

Hyosung menatap Wookie tak percaya, “musical?!! Tapi dia bilang kalau—aargkh! Sial! Dia mengerjaiku lagi!! Cho Kyuhyun sialan! “ teriaknya kesal. Wajahnya merah menahan emosinya. Wookie berjalan mundur perlahan menjauh, takut menjadi sasaran kemarahan Hyosung.

“ bi bi biasanya kau kan tahu schedule nya. .” tanggap Wookie terbata. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.

“o! Hyosungie. . . annyeong~” sapa Sungmin yang baru saja selesai mandi, ia kelihatan sangat segar dan wangi sabun yang dipakainya tercium sangat harum.

“oppa!! “ bentak Hyosung.

Sungmin terkejut dan menatapnya heran, ia menggantungkan handuk kecilnya dileher. “ waeyo?“ tanyanya kalem. Ia sebenarnya tahu apa yang menyebabkan Hyosung kesal , bagaimana tidak ? dari balik pintu kamar mandi yang lumayan tebal itu, suara Hyosung bisa terdengar jelas hingga kedalam. Ditambah suasana dorm yang sepi makin memperjelas semuanya.

“ makhluk itu!! Dia berani-beraninya mengerjaiku dengan alasan kesehatannya!! Tetapi nyatanya dia sedang musical!! Sama sekali tidak lucu!! “ Hyosung berjalan mondar-mandir mencoba meredakan emosinya.

Sungmin tertawa pelan, “ memang benar dia tidak enak badan, tetapi kemarin.. saat LG fanmeeting dan MAMA di Singapura. Sekarang belum 100 % sehat sih, tapi ya kau tahu dia, kewajiban adalah nomor satu selama iya masih sanggup menjalaninya. “ Sungmin duduk di sofa dan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang tergantung dilehernya.

Wookie sudah kembali sibuk didapur sambil sesekali memperhatikan sahabatnya. Keduanya menatap Hyosung yang masih berjalan mondar-mandir sambil bertolak pinggang.

“ tapi dia tidak seharusnya seperti itu oppa!! Aku benci kabar seperti itu!! Dia tahu!! “ emosinya sudah mulai turun tetapi tetap saja ia masih kesal.

“Hyosungie….. aku sedang istirahat, pelankan suaramu…” teriak Yesung dari dalam kamar.

Hyosung menghela nafas panjang,” ne—algesseumnida—mianhae—“ sesalnya sambil duduk disamping Sungmin.

Sungmin menepuk pelan bahu Hyosung, “eiyy.. dia sedang mencari perhatianmu.. selama schedule kami diluar negeri kau tidak menghubunginya kan? “

“ mworago? Kalau begitu dia sukses.” Hyosung tersenyum hambar. “ tugas kuliahku menumpuk, aku mengiriminya sms, ya walau hanya sekali—“ akunya sambil bersandar di sofa.

“keucho! Itulah kalian, sok cuek tapi saling membutuhkan.” Kemudian sungmin bangkit dari sofa sambil tersenyum senang kearah kamarnya.

“tapi kan dia bisa melakukannya saat luang oppa.. “ protes Hyosung tidak terima.

“ aah~ masshita— Hyosungie, kau belum makan kan? Makan bersama kami ya? aku memasak sup ayam jamur.” Ajak wookie yang sedang menyiapkan makanan di meja.

Hyosung mengangkat kepalanya, menoleh malas kearah wookie. “ ne—“ jawabnya singkat. Ia jadi tertarik memperhatikan Wookie yang sedang menata makanan diatas meja, “ ah! Ryeonggu, oppaga eodiya? Aku belum melihatnya..”

“ Sukira. . hari ini terakhir mereka DJ . . .” jawab Wookie menggantung.

“jinjjayo?!!! “ Hyosung bangun dari sofa dan menghampiri Wookie, duduk dikursi makan.

“ne… karena schedule musical Eunhyuk hyung dan schedule Teuki hyung yang padat akhirnya mereka digantikan oleh aku dan Sungmin hyung. .” jelas Wookie. Senang sekaligus sedih, itulah expressi Wookie sekarang.

“ kau dan Sungmin oppa? ? wah~ chukkae Ryeonggu.. “ ucap Hyosung tulus. Ia sedikit paham perasaan Wookie, senang karena menjadi DJ baru dan sedih melihat kedua Hyungnya harus meninggalkan Sukira.

“gomawo Hyosungie. . hajiman—“

“aiyaa, kau dan Sungmin oppa pasti bisa sama bagusnya dengan EunTeuk DJ, fighting MinWook DJ!” Hyosung memberi semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.

“kekeke. . gomawo. . aigoo~ ayo kita makan, nanti makanannya menjadi dingin. Sungmin Hyung~, Yesung Hyung~ mokgohaja. . .” panggil Wookie kepada hyungnya.

Masing-masing pemilik nama keluar dari kamarnya masing-masing. Hyosung membantu Wookie menyiapkan nasi ke mangkok.

“aku pulang. . . .” sebuah suara seseorang yang bisa membuat emosi Hyosung naik lagi saat ini tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk. Hyosung segera berbalik untuk melihatnya.

“YA!! CHO KYU— HMPPPP” suara Hyosung tertahan oleh tangan Yesung yang membekap mulutnya. Yesung sudah sangat pusing mendengar teriakan Hyosung tadi, dan ia tidak ingin selera makannya jadi berkurang karena harus menyaksikan kedua orang yang suka sekali berteriak jika bertengkar.

“o! –kau sudah datang?” tanya Kyuhyun polos . “ ya hyung! kenapa kau membekapnya seperti itu? “ protes Kyuhyun.

“ neo! Cepat bersihkan dirimu dan segera makan! Kau akan berterima kasih kepadaku nanti. “ perintah Yesung. Kyuhyun mengangguk ngeri dan segera masuk ke kamarnya.

“dan kau! bisakah kalian bertengkar setelah selesai makan? Aku tidak mau nafsu makanku hilang. “ kali ini ia menujukannya kepada Hyosung dan melepas bekapannya.

“ne. .” akur Hyosung.

-000-

Suasana meja makan hanya dihiasi oleh suara kunyahan dan sumpit yang beradu dengan piring. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Hyosung menyuap makanannya malas, ia masih kesal dengan pria yang duduk tenang disampingnya, tidak menunjukkan wajah bersalah sama sekali.

“Hyosungie.. makan yang benar, jangan malas-malasan seperti itu.” Tegur Sungmin. Hyosung mengangguk dan membenarkan cara makannya.

“ah Kyuhyun-ah.. bagaimana musical mu tadi?” tanya Yesung mencoba mencairkan suasana.

“semuanya berjalan lancar.” Jawab Kyuhyun, singkat dan jelas. Matanya tetap tertuju ke makanannya.

Gagal, yesung gagal mencairkan suasana. Baik Hyosung dan Kyuhyun terus makan tanpa menoleh sama sekali.

“ Kyuhyun-ah, makan yang banyak. Hyosungie~ tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun, dia pasti lapar setelah musical tadi.” Gantian sungmin yang coba mencairkan suasana.

Hyosung reflex menoleh kearah sungmin dan memberi tatapan segalak mungkin, menolak melakukannya. “ tidak mungkin, fansnya sering mengirimkan maka—“

“ Hyosungie.. tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun..” ulang Sungmin tanpa terpengaruh oleh tatapan Hyosung.

Hyosung melotot kepada sungmin, menolak untuk yang kedua kalinya, ‘apa-apaan Sungmin oppa ini!’ Batinnya kesal. tetapi hanya senyuman manis yang diberikan Sungmin. Hyosung menghela nafas, “ne…” akhirnya ia mengalah dan beranjak untuk mengambilkan Kyuhyun nasi tambahan. Mereka lalu tersenyum jahil saat Hyosung mengambil nasi didapur dan kembali tenang saat Hyosung kembali.

“gomawo” ucap Kyuhyun tanpa menoleh.

Hyosung tidak menjawabnya, ia kembali duduk dan memakan sisa makanannya. Tiba-tiba sebuah kaki menendang kaki kanannya pelan. Hyosung menoleh kearah Kyuhyun malas,
Kyuhyun tetap memakan makanannya. bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kyuhyun menendang lagi, iseng. Hyosung kembali menoleh. Ketiga kalinya, Hyosung tidak menghiraukannya, membiarkan Kyuhyun menendang pelan kakinya. Empat kali, lima, enam, tujuh, delapan, Sembilan. . .

BRAKK!!

Hyosung memukul meja dengan sumpitnya kesal. “Ya!!” teriaknya kearah Kyuhyun.

“Hyosungieee.. biarkan dia makan dulu. .” cegah Wookie melihat Hyosung yang kembali emosi. Ia tidak mau peralatan makannya pecah semua karena pasangan aneh ini bertengkar.

Kyuhyun tersenyum menang. Merasa berhasil memancing emosi kekasihnya. ada saat dimana dia sangat senang jika Hyosung marah padanya, berarti kekasihnya ini memperhatikannya. Seperti sekarang, ia tahu Hyosung marah perihal sms yang dikirimkannya. Ia hanya ingin bertemu dengan kekasihnya, karena selama schedule kemarin hanya satu sms yang sampai di ponselnya, benar-benar satu sms. Tak ada panggilan sama sekali. Dan terakhir mereka bertemu adalah setelah ia pulang dari Spain. Kyuhyun mengulum senyum mengingat kejadian kemarin, saat mereka bersembunyi dari kejaran fans di gang kecil.

“aish! Jinjja.. “ keluh Hyosung kesal. Ia menghabiskan makannya segera. Kenapa semua orang disini seperti bersekongkol? Batinnya. “ aku selesai. .” ucap Hyosung lalu berdiri untuk membawa mangkoknya ke wastafel.

“aku juga selesai.. “ sambung Kyuhyun sambil meletakkan mangkoknya diatas mangkok Hyosung. Ia lalu berdiri untuk mengambil minum dan duduk di ruang tamu.

Hyosung terkejut melihat tingkah Kyuhyun yang seenaknya. Ia baru saja akan berteriak menegurnya, tetapi Wookie sudah lebih dulu mendorongnya “ sudahlah, ayo bantu aku mencucinya..” dan lagi-lagi Hyosung merasa mereka semua bersekongkol melindungi Kyuhyun dari kemarahannya.

-000-

Hyosung berjalan melewati Kyuhyun yang sedang menonton tv sambil berbaring di sofa. Ia mengganti sedang dorm dengan sepatunya. Kyuhyun bangun tiba-tiba. “ ya! kau mau kemana? “ tanyanya panik.

“Pulang! Wae?!” Hyosung menjawab galak sambil mengikat tali sepatunya. Ia sudah terlalu kesal untuk berada seruangan dengan makhluk aneh seperti Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal mendengar jawaban Hyosung.

Sungmin dan Yesung menggelengkan kepalanya bersamaan. Magnae nya ini memang keterlaluan jika sifat isengnya sudah kumat. Wookie keluar dari kamarnya sambil membawa iPad nya dan melihat kedua pasangan itu bermuka masam. Ia menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan, Kyuhyun menaikan bahunya kesal.

“Sungie, mau kemana? “ tanya Wookie menghampiri Hyosung.

“ aku ingin pulang Ryeonggu, nanti kemalaman, terima kasih makan malamnya. Annyeong ” Hyosung selesai memakai sepatunya,bersiap membuka pintu.

“ehem..” Kyuhyun berdeham. Wookie menoleh tetapi Hyosung tidak, hanya berhenti sebentar. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di atas kepala sambil mulutnya mengucapkan ‘ Andwae ‘ tanpa suara. Matanya melotot kearah Wookie, mengisyaratkan agar Wookie membujuk Hyosung supaya tidak jadi pulang. Wookie menolak, tetapi mata Kyuhyun semakin melotot seakan mengancam Wookie.

“o! Sungie.. bagaimana jika kita mendengarkan siaran oppa mu ?” Wookie menarik hoodie Hyosung.

Hyosung menggeleng, “ aku akan mendengarkannya di apartemenku saja.” Tangannya sudah memegang kenop pintu.

“ disini saja.. biar ramai, di apartemenmu kan sepi.” Sungmin ikut membantu, ia duduk di lantai bersandar pada sofa.

“bahta! Kita dengarkan bersama-sama, temani aku Hyosungie. .” Wookie mengeluarkan aegyo nya sambil menarik-narik hoodie Hyosung.

“Ryeonggu~” Hyosung menoleh malas dan menemukan Wookie yang sudah memasang wajah super aegyo nya dengan mata yang berbinar binar . “aish~ fine! “ kesekian kalinya ia mengalah untuk hari ini. Ia bukan orang yang gampang mengalah dan bukan juga orang yang keras kepala, ia diantara keduanya.

“Gomawooo “ ucap Wookie senang sambil mencubit pipi hyosung pelan. Kyuhyun melotot melihatnya, apa-apaan Kim Ryeowook itu?! Seenaknya mencubit pipi kekasihnya. Wookie sadar akan tatapan Kyuhyun tetapi ia mengabaikannya. ‘ Rasakan kau Kyuhyunnie! ‘ gumam Wookie jahil. Kyuhyun menjatuhkan badannya disofa dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Mereka duduk bersandar pada sofa yang ditiduri Kyuhyun, Wookie dengan Hyosung memakai iPad Wookie dan Sungmin sendiri. awalnya Hyosung berada diantara Wookie dan Sungmin tetapi Kyuhyun mengisyaratkan agar Wookie yang duduk ditengah. Wookie lama-lama menjadi kesal juga dengan sikap Kyuhyun, apa maunya anak ini!

Mereka menyaksikan sukira dengan serius, sesekali tertawa karena lelucon yang dibuat oleh EunTeuk DJ. Kyuhyun merasa diacuhkan, sehingga ia melancarkan aksi isengnya lagi. Ia menepuk bahu Hyosung, mencolek pipinya, menyentil telinganya pelan sampai memainkan helaian rambut hyosung yang tidak terikat. Tetapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Hyosung.

Kyuhyun gondok. Ia beranjak dari sofa menuju kamar, kemudian keluar dengan menenteng MacBook nya lalu duduk disamping Hyosung. Memainkan game kesayangannya. Mulutnya berkomentar ketika musuh-mushnya dalam game sedikit sulit dikalahkan, tetapi sama sekali Hyosung tidak terganggu dengan teriakan Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal, biasanya Hyosung akan protes sekali jika Kyuhyun terlalu heboh bermain game. Ia lalu men-Standby- kan Macbook nya dan merebut iPad Wookie.

“Kyuhyunnie!! Wae irae?! “ bentak wookie kesal, keisengan magnae nya ini sudah keterlaluan.

“aku juga mau menonton Sukira, kau berdua saja dengan Sungmin Hyung. “ Kyuhyun tersenyum polos kepada Hyosung dan dibalas dengan lirikan sinis oleh Hyosung.

“yo yo yo, ada yang mau ikut denganku ke Sukira?” Donghae tiba-tiba sudah berada didalam dorm mereka dengan pakaian lengkap tapi santai. “ o! Hyosungie annyeong~ “ sapa Donghae ramah.

“annyeong~ kau mau ke Sukira ? “ tanya Hyosung dan langsung mendapat lirikan maut dari Kyuhyun.

“ne~ mau ikut ? “ tawar Donghae tanpa menghiraukan Kyuhyun, “ Hyukie bilang omma dan appa mu juga datang. .”

“omma appa?? Woah. . tumben sekali. .” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun yang kembali menyaksikan Sukira, Kyuhyun pasti pasrah jika sudah menyangkut orangtua nya. Karena ia tinggal sendiri di apartemen kecil dekat dengan kampusnya. “ tak usah, aku akan bertemu omma minggu ini, sampaikan salamku kepada mereka ya.” tolaknya halus.

“alright.. akan aku sampaikan. Aku pergi dulu. .” Donghae melambaikan tangannya dan menghilang dibalik tembok, tetapi kemudian ia berbalik lagi. “ hampir lupa, Hyosungie annyeong “ pamit Donghae disertai kedipan mata dan senyum mautnya.

“HYUNG!!!” teriak Kyuhyun marah. Donghae lalu berlari keluar sambil tertawa kencang, begitupun Wookie, Sungmin dan Yesung yang menyaksikannya juga. Hyosung hanya tersenyum melihat sikap Kyuhyun. Donghae pernah ambil bagian dalam kisah cintanya sebelum bersama Kyuhyun. ia yang menyadarkan Hyosung bahwa perasaannya bukan untuknya, melainkan untuk Kyuhyun. walaupun Donghae sudah mempunyai kekasih tetapi Kyuhyun tetap waspada jika itu menyangkut Hyosung.

-000-

10 menit terakhir bersama DJ EunTeuk diSukira..

Hyosung menarik nafas dalam saat Leeteuk mulai berbicara di saat-saat terakhir mereka di Sukira. Ia memeluk kakinya erat dan menopangkan dagunya diatasnya. Kyuhyun menyerahkan iPadnya kepada Hyosung dan berjalan masuk kekamarnya. Hyosung tidak menghiraukannya dan tetap menyaksikan Sukira.

Tiba saatnya Eunhyuk berbicara, dari suaranya jelas sekali ia menahan agar tangisnya tidak pecah. Tetapi semakin lama ia berbicara, tangisnya akhirnya pecah juga. Melihatnya abangnya menangis membuat Hyosung mengalihkan pandangannya dari iPad dan terus menarik nafas dalam-dalam. Eunhyuk tak berhenti menagis sama sekali, Leeteuk yang juga sudah menangis masih bisa mengendalikannya. Tidak dengan Eunhyuk. Setelah benar-benar mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para pendengar, Eunhyuk menunduk dan mengeluarkan semua tangisnya, bahunya bergetar hebat. Nafasnya tersengal-sengal begitu juga dengan Leeteuk walau tidak sekencang Eunhyuk, tapi raut wajahnya menggambarkan semuanya.

Hyosung meluruskan kakinya, melihat kearah iPad yang masih menampilkan siaran abangnya masih menangis tertunduk. Beberapa staff bergantian menenangkannya dan membawakan hadiah dari para ELF yang berada diluar ruang siaran. Bahkan Donghae juga ikut menenangkannya tetapi tangisnya belum juga berhenti. Perlahan sebutir airmata mengalir di pipi Hyosung. Ia buru-buru mengusapnya dengan tangannya. Kemudian jatuh sebutir lagi, tapi kali ini Kyuhyun sudah menyodorkan tissue kepada Hyosung.

Hyosung mengambilnya, “ kau sudah persiapan ya?” candanya. Kebalikan dari ucapannya, lama-lama berubah menjadi isakan kecil.

“dasar cengeng. . abang dan adik sama saja. .” ledeknya sambil mengusap kepala Hyosung dengan penuh kasih sayang.

Sungmin dan Wookie tersenyum senang melihat pasangan disebelah mereka. Besok malam giliran mereka yang bertugas menjadi DJ, semoga mereka juga bisa sangat dicintai oleh listener Sukira seperti EunTeuk DJ dan menjalankan tugas sama baik bahkan lebih baik dari sebelumnya.

¬-000-

Hyosung memakai sepatunya terlebih dahulu, Kyuhyun masih mengambil kunci dan mantelnya di kamar. “mana mantelmu? Syalmu? Sarung tangan?” tanya Kyuhyun melihat Hyosung tidak mengenakan barang-barang yang tadi disebutkannya.

Hyosung menggeleng polos. Memang ia tidak mengenakan semuanya saat buru-buru kesini.

“Ya!! kau tahu udara diluar sangat dingin?! Dasar bodoh!” omel Kyuhyun sambil memakai sepatunya.

“YA!! siapa yang bodoh?! Aku segera kesini ketika kau sms bahwa kau tidak enak badan!! Aku tidak sempat memakai mantel dan lain-lain karena khawatir terhadapmu!! Tapi ternyata apa?? Kau membohongiku!! Kau pergi musical!! “ Hyosung setengah mati mencoba menstabilkan suaranya karena ia tahu ini sudah tengah malam.

Member lain pun keluar dari kamar masing-masing mendengar pertengkaran mereka. “ hah~ bertengkar juga akhirnya “ desah Wookie frustasi. Merasa usaha mereka sudah berhasil mengalihkan perhatian kedua pasangan tersebut dari pertengkaran.

“ aku hanya iseng. . “ jawab Kyuhyun santai.

“ iseng?! Aish jinjja!! NEO—“

Tiba-tiba pintu pun dibuka dari luar, “aku pu—“ Eunhyuk masuk dan terkejut melihat adiknya berada di dormnya. “ Hyo?? Sedang apa? Jam segini kenapa masih disini? “ tanyanya heran.

“ oppa~ “ Hyosung langsung memeluk Eunhyuk erat dan kembali menangis dipundak abangnya.

Eunhyuk menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu. Meminta penjelasan atas sikap adiknya dan semua kompak menunjuk kearah Kyuhyun yang juga bermuka masam.

“Wae?” tanyanya kepada Kyuhyun. yang ditanya malah menunjukkan seringaian yang memamerkan barisan rapi giginya.

“aigoo~ “ desah Eunhyuk . “ sudah-sudah jangan menangis lagi, sudah pulang sana. Besok baru diselesaikan masalahnya. Kau besok kuliah kan?” tanyanya sambil mengusap-usap punggung Hyosung menenangkan. Hyosung menganggukkan kepalanya pelan.

“kau mau diantar siapa untuk pulang?” sambung Eunhyuk lagi. Tangis Hyosung sudah berhenti dan ia melepaskan pelukannya dari Eunhyuk. Ia menghapus sisa airmata diwajahnya.

“ Donghae oppa!!” jawabnya mantap. tanpa menoleh kearah Kyuhyun lagi ia langsung berjalan keluar dorm menuju lantai 12.

“ya! ya! andwae!! shireo!! Kau pulang denganku! Ya! Lee Hyosung!! Jangan pergi keatas!! “ Kyuhyun reflex mengejar Hyosung yang berlari kearah lift.

“jangan mengikutiku!! Aku tidak mau diantar oleh mu!! “

“ shireo! aku yang mengantar!!”

Sementara para member didalam dorm hanya bisa menggelengkan kepala tidak percaya melihat kedua sifat pasangan itu yang seperti anak kecil.

“Mereka akan baik-baik saja.” Ucap Eunhyuk meyakinkan dirinya sendiri sebelum masuk kedalam kamarnya.

-000-

7th dec 2011, Seongnam Art Center, 10 p.m after 3 Musketeer Musical. . .

“Hyung, tolong antarkan aku ke apartemen Hyosung saja. “ pinta Kyuhyun kepada manager hyung. ia baru saja menyelesaikan perform musicalnya untuk hari ini. Entah kenapa ia tidak ingin pulang ke dormnya hari ini.

“jigeum? Tapi besok kau masih ada jadwal musical.” Sang manager mulai mejalankan mobilnya , ia melihat Kyuhyun melalui kaca spion tengah, menunggu jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun menyandarkan badannya, “ arra~ aku akan pulang besok pagi, musical besok jam 4 sore kan?”

“o, ne. . besok hubungi aku jika mau dijemput.”

Mobil yang membawa Kyuhyun melaju dengan kecepatan sedang melewati kota Seoul, ramai orang-orang yang baru saja menyelesaikan aktifitasnya untuk hari ini, termasuk dirinya. Memasuki tour Super Show 4, jadwalnya menjadi semakin padat. Belum lagi menjadi MC Radio Star dan perform Musical ini. Untunglah besok merupakan perform terakhir musical di bulan ini, tetepai tidak memungkinkan ada perubahan jadwal lagi nantinya.

“ Gomawo Hyung, besok aku hubungi lagi.” Mereka sudah sampai didepan apartemen Hyosung. Kyuhyun membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih.

“ne. . josimeyo. . nan ka~ “ pamit manager Hyung sebelum menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan.

Kyuhyun memandang apartemen Hyosung, kamarnya berada dilantai 2 serta tepat menghadap jalanan sehingga bisa melihat apakah penghuninya masih bangun atau tidak. Dan lampu ruang tamunya masih menyala terang. Kyuhyun segera masuk kedalam tanpa memberitahu Hyosung dahulu.

WRONG CODE

Layar kunci pengaman apartemen Hyosung menunjukkan bahwa Kyuhyun salah memasukka password. Ia mengerutkan keningnya bingung dan mengulanginya lagi pelan-pelan, mungkin saja ia lupa memasukkan satu huruf.

WRONG CODE

Lagi-lagi layarnya menunjukka tulisan yang sama. Kyuhyun mendengus kesal dan mengambil ponselnya, menekan recent call.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

Suara ringtone ponsel terdengar dari dalam, wajah Kyuhyun menghangat mendengarnya, perlahan sebuah senyum mengembang diwajahnya. Kekasihnya memakai lagu Solo nya sebagai ringtone, setahunya ringtone terakhir kekasihnya masih lagu duet Eunhyuk dan Donghae Hyung, I wanna love you yang sempat didebatkan olehnya karena berkali kali ia memuji lagu itu dan menolak menggantinya dengan lagu Solonya. Kemudian suara ringtone itu berhenti.

“yobose—“

“kenapa kau ganti passwordnya?” semprot Kyuhyun, bahkan Hyosung pun belum selesai mengucapkan halo.

“ password apa? “ tanya Hyosung bingung.

“ apartemen mu lah “ Kyuhyun menjawab malas, ia menyenderkan tubuhnya dipintu.

“ jamkanman! Kau didepan ? mau apa kau kesini? ?” suara hyosung terdengar panik. Kondisinya sangat tidak pas, ia sedang pusing mengerjakan tugasnya.

“ buka dulu pintunya, aku cuma mau beristirahat disini, aku malas ke dorm. “ kyuhyun mulai mengeluh malas. Ia sudah capek sekali, butuh istirahat.

BRUKK

Pantat Kyuhyun sukses mencium lantai karena tiba-tiba saja Hyosung sudah membuka pintu apartemennya. “YA! LEE HYOSUNG!!” teriak Kyuhyun kesakitan.

Hyosung menahan tawa melihat Kyuhyun jatuh, “ Wae? ? jangan teriak-teriak sudah malam “ Hyosung menunjukkan wajah polos tanpa dosa nya.

“Kenapa tidak bilang kalau mau membuka pintu?!” Kyuhyun bangun sambil mengusap-usap pantatnya yang kesakitan.

“ siapa suruh bersandar pada pintu. .” hyosung menjawab santai sambil berjalan masuk kedalam.

“aish Jinjja!” Kyuhyun menyusulnya lalu mengunci leher Hyosung dengan lengannya.

“heek! Lep pas kaan.. “ Hyosung merasa tercekik karenanya tetapi segera tangannya bekerja untuk menyubit lengan Kyuhyun kuat.

“aaaaaa!!! APPOOOO!!!” Kyuhyun reflex melepaskan lengannya dari leher Hyosung dan mengusap-usap lengannya. “kejam..” desisnya kesal.

Hyosung tidak memperdulikannya, ia melepas kacamatanya dan menaruhnya dikepala. Ia berjalan masuk ke kamarnya kemudia keluar dengan membawa sebuah handuk. “ bersihkan dirimu dulu, kubuatkan coklat hangat setelahnya. “

Kyuhyun sedang melihat-lihat pekerjaan Hyosung, buku bertumpuk, laptop dan printer yang menyala serta segelas cappucinno yang sudah kosong dan semangkuk kripik kentang.
“sedang mengerjakan apa? Aku mengganggu?”.tanyanya sambil melepaskan mantelnya.

“ani~ itu hanya last editing untuk paper besok serta beberapa tugas yang harus diselesaikan untuk lusa. “ Hyosung meletakkan handuk Kyuhyun diatas sofa. Ia mengambil gelasnya yang kosong dan membawanya ke wastafel.

“sudah berapa gelas? “ selidik Kyuhyun. ia melapaskan mantelnya dan menaruhnya di sofa.

Hyosung menyengir, “ 2 gelas “ jawabnya.

“jinjja? “ tanya Kyuhyun tak yakin.

Hyosung tertawa hambar. Kyuhyun tahu kekasihnya ini cappucinno addict. “ 3 gelas. Tidak lebih lagi.”

Kyuhyun melirik sinis, kemudian ia melihat ponsel Hyosung yang tergeletak diatas meja. Ia mengambil handuk diatas sofa, lalu menaruh ponselnya dimeja setelah sebelumnya ia menekan tombol call ke nomor Hyosung. Ia berjalan santai kearah kamar mandi.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

Hyosung reflex berlari mengambil ponselnya seperti pencuri yang takut tertangkap. Ia melihat caller id yang tertera dilayarnya

880203
Calling. .

Ia menggeram kesal kearah Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam kamar mandi.

“Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .” Kyuhyun bersenandung dari dalam kamar mandi. “ha ha ha.. aku selalu tahu bahwa kau memang mencintai ku Lee Hyosung “ ucapnya bangga diikuti tawa yang terbahak-bahak

“CHO KYUHYUN BABO!!” teriak Hyosung kearah kamar mandi. Lalu terdengarlah suara tawa lagi dari dalam kamar mandi.

-000-

“ kau sudah makan? “ tanya hyosung melihat Kyuhyun sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian bersih yang dibawanya. Ia lanjut mengerjakan tugasnya.

“o, sudah tadi disana. “ Kyuhyun menyesap sedikit coklat hangat yang disiapkan Hyosung. “ Kau ?”

“ sudah “ hyosung beranjak dari kursi belajarnya dan duduk di sebelah Kyuhyun. “ kenapa kau tidak pulang ke dorm? “

“ Beberapa hari kedepan aku sibuk sekali, tidak bisa bertemu denganmu. Mumpung ada waktu luang makanya aku kesini. “ Kyuhyun meneguk minumannya lalu menoleh kearah Hyosung yang memperhatikannya. “ enak~ lagipula Eunhyuk hyung musical, Wookie dan Sungmin Hyung DJ di sukira hanya ada Yesung Hyung di dorm. Sepi. . ” ucapnya lalu meneguk lagi.

Hyosung memperhatikan rambut Kyuhyun yang berantakan. Kadang ia lebih suka Kyuhyun seperti ini, lebih ganteng. Well, dia memang sudah ganteng dan Hyosung tak akan terang-terangan mengakuinya didepan Kyuhyun. “ lebih enak dari Wine? “ ledek Hyosung.

“jangan kau bandingkan, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.” Kyuhyun melirik Hyosung yang mengerucutkan bibirnya. Hyosung memang tidak terlalu menyukai hobinya yang suka minum wine sampai mabuk. Tapi dia mabuk jika ia sedang penat saja.

Kyuhyun memijat tengkuk lehernya perlahan. Hyosung kemudian beranjak menuju kamarnya lagi dan keluar membawa sebuah selimut dan bantal.

“buat apa? Aku kan tidur denganmu didalam.” Protes Kyuhyun iseng.

Hyosung melempar bantal yang dipegangnya kemuka Kyuhyun. “ jangan pernah berharap sekalipun. Sudah cepat habiskan minumanmu setelah itu istirahat. Kau terlihat capek sekali. “ ia juga menyerahkan selimutnya kepada Kyuhyun. “ atau kita tukeran? Kau didalam aku diluar? “ tawar Hyosung.

“ andwae! biar aku saja yang diluar.” Kyuhyun menghabiskan minumannya . “ kau tidak tidur? “

“sebentar lagi, tinggal sedikit lagi. Kau tidur saja duluan. “ Hyosung kembali mengerjakan tugasnya yang hampir selesai.

“Hyo-ya. .” panggil Kyuhyun.

“hmm. .” hyosung menggumam tanpa menoleh.

CUP. .

“ Jaljayo. . .” Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyosung dan mengucapkan selamat malam. Tanpa menunggu jawaban Hyosung, ia berbalik menuju sofanya dan merebahkan badannya untuk beristirahat.

Hyosung masih tak bergerak ditempatnya, ia masih shock akibat perbuatan Kyuhyun barusan. Mengecup kepalanya dan mengucapkan selamat tidur? Ini pertama kalinya selama mereka menjalin hubungan. Ia bersumpah akan membunuh Kyuhyun apabila suatu saat ia meledeknya dengan hal ini. Ia memberanikan diri menoleh kebelakang. Kyuhyun sudah tertidur, terdengar dengkuran halus dari mulutnya. Ia jadi bersemangat mengerjakan tugasnya dan selesai lebih cepat dari ayng diperkirakan.

Ia mematikan laptop dan printernya, ia membiarkan lampu meja belajarnya menyala tetapi mematikan lampu ruang tamu. Ia mengecek keadaan Kyuhyun sebelum tidur. Wajahnya tampak lelah sekali tetapi segaris senyum terukir diwajah tampannya. Hati Hyosung menghangat melihat pemandangan seperti ini, tidak semua orang bisa beruntung melihat Kyuhyun tidur dalam jarak sedekat ini. Ia membayangkan banyaknya fans yang sangat memuja-muja kekasihnya ini, dan ia sekali lagi merasa beruntung bisa menjadi kekasihnya. walaupun jalan yang ditempuhnya dalam hubungan ini tidak mudah sama sekali. Ia membetulkan letak selimut Kyuhyun.

“ Jaljayo oppa. .” ucapnya sambil mengusap pipi Kyuhyun. ia lalu masuk kedalam kamarnya.

-000-

Keesokan Paginya. . .

Kyuhyun terbangun karena panggilan di ponselnya, ia meraba letak ponselnya diatas meja.

Manager Hyung
Calling. .

Kyuhyun bangun dari tidurnya, “ yoboseyo Hyung, aku baru bangun.”

Ia mengusap-usap matanya dan terkejut melihat secangkir susu coklat dan sebuah roti isi sudah tersedia diatas meja. Asap yang keluar dari susu coklat tersebut menandakan bahwa itu baru saja dibuat. Ia mengedarkan pandangannya mengelilingi ruangan, tidak ada Hyosung.

“Kau mau dijemput jam berapa hyun-ah? “ tanya manager hyung diseberang sana.
Kyuhyun meniup susu coklatnya lalu meneguknya hingga setengah gelas. Ia mengangkat piring roti nya dan sebuah note jatuh diatas pangkuannya.

Morning ^^
Ketika kau bangun aku sudah berangkat kuliah. Tidurmu nyenyak sekali jadi aku tidak berpamitan denganmu. Aku sudah membuatkan susu coklat dan roti isi untukmu. Sarapan dulu sebelum kau kembali ke dorm. Kabari aku mengenai keadaanmu. Saat kau pergi jangan lupa mengunci pintunya.
Passwordnya. . .
880203
Aku bersumpah akan menggantinya lagi jika kau berani mengejekku tentang password ini.

Always,
Hyo..

Sebuah senyum mengembang di wajah Kyuhyun. ia meletakkan kembali piring rotinya. “30 menit lagi jemput aku Hyung.” ia lalu mematikan ponselnya dan mengambil handuk. Dengan bersenandung ia masuk kedalam kamar mandi.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

-Kkeut-


note: another GAJE story from me ._.maaf kalo ada typo.. sekali lagi happy reading..

Senin, 12 Desember 2011

[SungHyun Journey] half day out..



SungHyun ♥

cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member

This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading 

2 November 2011, 08.00 am KST, Incheon Airport..

To: Hyo
Jeowasseoyo….


Sent

Hari ini Kyuhyun kembali ke tanah airnya, Korea Selatan, sembari menunggu manager hyung menjemputnya, Kyuhyun mengirimkan sebuah sms kepada orang yang sangat dirindukannya selama ia berlibur ke Spain. Berharap kekasihnya dapat menemaninya berlibur, tetapi apa daya, kekasihnya sedang fokus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian tengah semester.

Beep beep..

From : Hyo
Ne, Welcome Back ^^


“cih~” Kyuhyun mendesis. “ mwoya?? Beginikah sambutan atas kepulangan kekasihnya? hanya welcome back saja?” gerutu Kyuhyun.” Apa ia sama sekali tidak merindukanku? Bahkan ia tidak menghubungiku selama aku berlibur!” lanjutnya kesal.

Ia memilih tidak membalas sms nya lagi dan memasukkan ponselnya kembali kedalam kantong. Ia menopang dagunya dengan tangannya, “lama sekali mereka menjemputku” gumamnya bosan. ia mulai mencoba menghilangi kebosanannya dengan berdiri, berjalan mondar-mandir sampai kembali duduk lagi.

Ddin Ddin..

“aah, hyung.. akhirnya kau datang juga..” ucap Kyuhyun lega.

“Hyun-ah, mianhae membuatmu menunggu lama..” sesal manager hyung. ia memasukkan koper Kyuhyun kedalam bagasi mobil. “masuklah, kita kembali ke dorm.” Lanjut manager hyung sembari duduk dikursi pengemudi.

“oh” angguk Kyuhyun, ia membuka pintu mobil dan terkejut melihat seseorang entah yeoja atau namja, ia sendiri tidak yakin karena tubuhnya tertutup selimut dan wajahnya tertutup oleh topi yang digunakan untuk menutupi wajahnya.

“hyung, nuguya?” tanya Kyuhyun kebingungan dan setengah berbisik, takut membangunkan orang tersebut. Ia duduk dipinggir menyisakan jarak antara dirinya dengan orang tersebut. Matanya tetap tertuju kepada orang diseberangnya.

“nanti aku jelaskan dijalan.” Katanya kearah kaca spion tengah yang memperlihatkan wajah Kyuhyun yang masih kebingungan. Ia lalu menjalankan mobilnya meninggalkan airport.

“Kau benar-benar ingin tau siapa orang itu?” tanya manager hyung .

Kyuhyun melirik kearah seberang, “mmm, yaa tidak ju..”

“bukalah topi yang menutupi wajahnya..” perintah manager hyung.

Kyuhyun membulatkan matanya, “ mworago? Kenapa harus dilihat? Kenapa hyung tidak langsung memberitahu saja? Nanti dia mengira aku tidak sopan menganggunya yang sedang tidur, nanti image ku bisa ru..”

“aiyaaa, sudah buka saja kalau kau mau tahu..” potong manager hyung tidak sabar.

“hhh..” Kyuhyun menghela nafas berat. “ ye ye ye hyung..” jawabnya malas.
Ia mengulurkan tangannya ragu-ragu mengangkat topi yang menutupi orang itu. Diangkatnya pelan-pelan hingga terlihat bagian hidung sampai dagunya.

“yeoja?” pekik Kyuhyun pelan. Ia baru akan melanjutkan membuka topinya tetapi sebuah senyum yang amat sangat dikenalnya terbentuk diwajah orang itu. Merasa mengenalinya, Kyuhyun membuka topi itu dengan segera.

“YA!! Lee Hyosung!! Apa yang kau lakukan?!!” teriak Kyuhyun kearah yeoja yang ternyata adalah Hyosung.

“hahahahaha, gotcha!! Hahahaha” Hyosung tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kekasihnya. “ expressimu!! Hahaha heeekkkkkk” Kyuhyun tiba-tiba sudah memeluk Hyosung dengan sangat erat.

“ya!! ch cho kkyu hhhyu un, heeeek .. I i ni tter la lu e rrat” ucap Hyosung terbata-bata, tulangnya serasa hampir remuk karena pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk melihat Hyosung, tanpa melepaskan pelukannya . Lalu kemudian ia memeluk Hyosung lagi dan membenamkan wajahnya dilekukan leher dan bahu Hyosung.

“ya! wae irae?? Apa yang terjadi denganmu selama di Spain? Kita hanya tidak bertemu seminggu! Kau tidak malu dengan manager oppa?!” Hyosung bertanya panjang lebar atas sikap Kyuhyun yang berbeda. Sang manager mengulum senyum melihat dari kaca spion tengah.

“biarkan seperti ini.. sebentar lagi saja..” ucap Kyuhyun pelan. Hyosung seketika terdiam dan perlahan melingkarkan lengannya di punggung Kyuhyun. Berharap waktu membeku saat itu juga.

-000-

“ Jangan terlalu malam pulangnya. Kau masih banyak kegiatan Kyuhyun-ah dan kau perlu istirahat.” pesan manager hyung serius.

“ne, arraseo hyung.. mianhae telah merepotkan mu..” Kyuhyun menjawab patuh terhadap pesan manager hyung. ia meminta di drop disebuah taman yang lumayan ramai, ada beberapa pasangan yang sedang bercengkrama, haraboji yang sedang membaca Koran serta seorang ibu yang sedang mengajak bayinya berjalan-jalan. Ia meminta ijin untuk berjalan-jalan dengan Hyosung sebentar. Awalnya ide nya ditolak mentah-mentah oleh Hyosung mengingat Kyuhyun baru saja menempuh perjalanan udara yang sangat lama. Tapi setelah berdebat cukup lama akhirnya Hyosung mengiyakannya, dengan syarat Kyuhyun mengganti bajunya dan harus menyamar, karena Hyosung tidak mau kalau kekasihnya malah diburu oleh penggemarnya karena ide nya yang sedikit aneh. Dan sekarang Kyuhyun mengenakan hoodie biru tua dan memakai topi serta kacamata . Andalan bagi para idol yang menyamar. Tak lupa Hyosung melilitkan syal hingga menutupi setengah wajah Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menuju bangku disudut taman, diikuti Hyosung. Beberapa pasangan yang berada disitu menatap heran kearah mereka, merasa mengenali. Ditambah syal yang dililitkan diwajah Kyuhyun, membuat orang bertanya, “ apa yang dilakukan orang itu dengan syal yang menutupi setengah wajah dicuaca cerah seperti ini?”. Hyosung menundukkan kepalanya pasrah “ aku rasa ini bukan ide yang bagus” gumamnya.

“keurrom… kita terlihat seperti pasangan yang lainnya kan? Duduk berdua, menghabiskan waktu hingga matahari terbenam dan sang pria mengantarkan wanitanya pulang kerumah.” Ucap Kyuhyun sambil bersandar kebelakang.

“aahh, aku tidak betah dengan kacamata dan syal ini.. aku kepanasan..” Kyuhyun hendak melepaskan kacamatanya tetapi ditahan oleh Hyosung.

“andwae! jangan dilepas, jebalyo.. mungkin syalnya saja yang kau longgarkan.. ” mohon Hyosung.

Kyuhyun mengurungkan niatnya dan hanya membetulkan letak kacamatanya. Ia menoleh kearah Hyosung yang masih terdiam sambil menundukkan kepalanya. “aiyaa.. waeyoo? Kau tidak senang ku ajak kesini?” tanya Kyuhyun sedikit kecewa.

“a anieyoo.. aku hanyaa, kau, sikapmu sedikit berbeda, lebih..” Hyosung menggantung ucapannya.

Tuk..

Kyuhyun menjitak kepala Hyosung pelan, “ hahaha, kau ini sensitive sekali ya.. aku hanya mencoba menjadi pribadi yang lebih hangat..haha” Kyuhyun menertawakan ucapannya barusan.

“mwo?” Hyosung reflex menoleh kearah Kyuhyun.

“aahh, sudahlah lupakan saja. Ya! kenapa kau tidak menghubungiku selama aku di Spain? Kau tahu? Aku hampir saja di..”

“aku tahu, aku berulang kali menanyakan keadaan mu kepada manager oppa, aku melihat twitter mu.. “

“jinjjayo?? Lalu kenapa kau tidak menghubungiku saja??” tanya Kyuhyun heran.

“akuu… takut menganggumu.. tapi aku sangat bersyukur kau baik-baik saja dan sempat dibantu oleh ELF Spain “ ucap Hyosung lega.

“hhh” Kyuhyun menghela nafas lagi. “berhenti merasa seperti itu. Kau sama sekali tidak mengangguku Hyo.. aku kan sedang berlibur, sedang santai, mana mungkin sebuah sms atau telepon bisa mengangguku jika saat waktu kerja saja banyak sms dan telepon dari orang-orang termasuk kau. kalau kau mengganggu mana mungkin aku mengajakmu untuk berlibur bersama? ” Kyuhyun menatap Hyosung lekat.

Hyosung mendengarkan dan mencerna penjelasan Kyuhyun dengan baik, “Hajiman..”
“keumanhae Hyo.. arraseo?” tanya Kyuhyun tak ingin dibantah.

Hyosung mendengus kesal. “ neeee, arraseoyooo” ucapnya patuh.

“joha! Hahaha” Kyuhyun tertawa puas sambil mengacak-acak rambut Hyosung.
Hyosung membiarkan rambutnya diacak-acak oleh kekasihnya. ia melihat sekeliling, sepasang kekasih tengah berjalan melewati mereka dengan bergandengan tangan dan sesekali si wanita tertawa karena ucapan si pria,sangat serasi. Selintas ia membayangkan kalau itu adalah dirinya dan Kyuhyun, apakah mereka terlihat seserasi pasangan itu? Alangkah senangnya jika bisa berjalan bersama, menghabiskan waktu dengan mengenal lebih dalam pribadi masing-masing, mengerti lebih jauh pribadi masing-masing. Tetapi buru-buru ditepisnya pikiran itu, ia mengetuk kepalanya pelan.

“babo..” gumamnya. Kenapa ia mudah sekali berfikiran negative sih. Ia dan Kyuhyun punya cara sendiri untuk melakukan semua itu, ia yakin sekali. Dan mereka tidak perlu terlihat serasi, yang paling penting adalah sekarang ini dialah yang menjadi orang yang selalu ada disaat Kyuhyun lelah menjalani semuanya, mendengarkan dan mengucapkan 'semuanya akan baik-baik saja,kau pasti bisa menjalankannya, aku selalu percaya padamu' disaat Kyuhyun butuh dukungan. Dia harus bisa mengesampingkan bahkan membuang jauh-jauh semua pikiran negativenya.

“hwaiting..” ucapnya pelan. Hyosung memejamkan matanya dan meyakinkan hatinya bahwa semuanya pasti bisa mereka lalui.

Ia lalu menoleh kearah Kyuhyun yang tertunduk memegangi tengkuk lehernya. Hyosung melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Kyuhyun yang tertunduk, tak ada respon. Ia lalu menunduk untuk melihat wajah Kyuhyun.

Kyuhyun tertidur…

Wajahnya sangat damai tetapi tetap ada ekspresi lelah yang tercetak diwajahnya. Rasanya ingin sekali ia membenarkan posisi tidur kyuhyun dan membiarkannya tidur sepuasnya. Tapi ini ditaman, dan Kyuhyun masih punya segudang schedule yang menantinya, jadi itu sangat tidak mungkin. Ia berniat membangunkan Kyuhyun. tangannya terangkat untuk mengelus punggung Kyuhyun. “ Kyuhyun-ssi, ireonaseyo..” ucapnya pelan didekat telinga Kyuhyun sambil terus mengelus punggung Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi..”

“Cho Kyuhyun-ssi…”

Tetap belum bangun, Hyosung menghela nafas “ kenapa belum bangun juga? Baru sebentar tertidur, seharusnya belum terlalu pulas..”

“Kyuhyun-ssi..” panggil Hyosung lagi, ia berhenti mengelus punggung Kyuhyun dan ganti menepuk pundaknya pelan.

“Kyuhyun-ssiiiii….” Belum ada tanda-tanda Kyuhyun terbangun. Hyosung sedikit tidak sabar. Dan terus menepuk pundak Kyuhyun. harus bagaimana membangunkannya? Tidak mungkin ia membangunkannya dengan berteriak seperti saat dia membangunkannya di dorm. Bisa-bisa menjadi pusat perhatian ditaman.

“Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyooo….” Hyosung bergidik saat mengucapkannya. .

Tapi..

Kyuhyun tiba-tiba mengangkat wajahnya, “hoaammm, ye ye ye aku sudah bangun..” ucapnya sambil tersenyum kearah Hyosung. “begitu baru cara membangunkan yang benar, kekeke..” ia terkekeh geli. “Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyoooo hahaha neomu johahae..” tawanya lagi. “skor kita 1-1 “ ledek Kyuhyun.

Muka Hyosung memerah karena kesal , “YA!!! KYUHYUN-SSI!! NEO JINJJA!!” teriak Hyosung kesal. “BERANI-BERANINYA KA… hmmpp Hmmpp” Kyuhyun buru-buru menutup mulut Hyosung dengan tangannya sebelum mereka menjadi pusat perhatian.

“YAA!! Jangan menjambak rambutkuu!!” gantian Kyuhyun teriak karena rambutnya dijambak oleh Hyosung yang meminta ia segera menyingkirkan tangan yang membekap mulutnya dan langsung dilepas oleh Kyuhyun.

“Ya!! lain kali aku tidak akan mengucapkannya lagi! Ingat itu!!” sungut Hyosung kesal dan hanya dibalas dengan tawa oleh Kyuhyun. ya, tawa yang sangat lepas. Hyosung mengabadikan itu dalam ingatannya, karna tidak selalunya ia bisa melihat tawa itu.
Kyuhyun tiba-tiba berdiri,

“Kajja, kita mampir ke kedai eskrim dan aku akan mengantarmu pulang ke rumah.” Ajaknya.

“Ice cream? Really?” tanya Hyosung dengan mata berbinar.

“Nee… ppalli ppalli..” Kyuhyun berjalan lebih dulu, meninggalkan Hyosung yang masih diam ditempatnya berdiri.

“ yeay!!” pekik Hyosung senang dan berlari menyusul Kyuhyun. “ kita makan disana atau take away?” tanyanya setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun.

“mmm, take away, eotthe?” tanya Kyuhyun ragu. Ia memperhatikan perubahan ekspressi wajah Hyosung, ia sedikit bisa menebak ekspresi apa yang akan tercetak diwajah kekasihnya. tetapi kali ini berbeda, ekspresi yang tercetak malah sebaliknya.

“Neee.. gwaenchana, aku mau yang banyak kalau begitu.” Hyosung menjawab dengan riang disertai senyum manisnya.

Ekspresi itu menular ke Kyuhyun dan kontan membuatnya juga tersenyum senang. Ia lalu meraih tangan Hyosung, menggenggamnya dan memasukkan tangan mereka kedalam saku hoodienya.

“eh? Kyuhyun-ssi..” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan atas sikapnya.
Kyuhyun menoleh dan tersenyum “biarkan.. nikmati saja hari ini.. kita kan sedang berkencan..kekeke” Kyuhyun tertawa sendiri mendengar ucapannya.

Walaupun Kyuhyun tertawa setelah mengucapkan bahwa mereka sedang “Berkencan” tetapi Hyosung menganggap itu serius dan perlahan wajahnya memerah, tersipu malu. Hal yang langka sekali mereka lakukan, karena biasanya mereka hanya bertemu di dorm atau diapartemen Hyosung. Hyosung tersenyum malu mengingat kejadian hari ini, ia menundukkan kepalanya agar Kyuhyun tidak melihat wajahnya yang memerah seperti tomat.
Kyuhyun yang sedari tadi melihat dari sudut matanya tertawa senang dan mengusap kepala Hyosung dengan sebelah tangannya.

-000-

“double scoop strawberry ice cream, vanilla topping plus cherry chop, no whipe cream.” Hyosung menyebutkan pesanannya antusias. Matanya sibuk memperhatikan si pelayan menyiapkan pesanannya. “ satu lagi, double scoop vanilla chocolate no topping and whipe cream.” Ia menyebutkan pesanan Kyuhyun sembari menerima eskrim miliknya. Ia mengintip keluar kedai, memastikan Kyuhyun baik-baik saja, belum ada yang menyadari penyamarannya 100 %. Kyuhyun sibuk memainkan ponselnya.

“Agasshi..”

“ah, nee.. kamsahamnida, eolmaeyo?”

“semuanya 3000 won” ucap si pelayan ramah.
Hyosung menyerahkan 3 lembar uang 1000-an dan menyerahkannya kepada si pelayan.

“chogi.. namjachinguyeyo?” tanya si pelayan – yang dari penampilannya seusia dengan Hyosung - sambil melihat kearah Kyuhyun.

“ne??” Hyosung tersentak dan mengikuti arah pandang pelayan tersebut. Kyuhyun sudah melepaskan syalnya dan melipatnya. ‘ mwoya!! Kenapa syalnya dilepas?? ‘ batinnya panik. Matanya melotot horror kearah Kyuhyun. “nn ne.. waeyo?” jawabnya terbata.

Si pelayan menggelengkan kepalanya, “ah, anieyo.. hanya sekilas mirip dengan Kyuhyun Super Junior , tetapi tidak mungkin sepertinya. Mereka mana mungkin sempat mencari pacar ditengah jadwal yang padat. “

Deg!
Dasar bodoh! Sudah kubilang agar tetap memakai syalnya! Tidak sadarkah dia kalau dirinya sangat mudah dikenali! itu memang Super junior Kyuhyun! bukan hanya mirip! Teriaknya dalam hati. apa maksud pelayan ini dengan ‘tidak mungkin’ ? tanyanya lemas. Rasa sesak perlahan menyelimuti hatinya.

si pelayan tersenyum sambil memberikan struk pembelian. “ kamsahamnida, datang lagi lain kali.”

“ah, ne.. pasti..” jawabnya dengan senyum hambar. Hyosung membawa eskrimnya keluar kedai, menghampiri Kyuhyun. “ya! kenapa melepas syalnya?? Dimana otakmu?! ini.. “ ia memberikan pesanan Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak dan mengambilnya, “Gomawo.. aku kepanasan.. ” jawabnya santai.

“aigoo.. jeongmal..” keluh Hyosung, tidak mengerti jalan pikiran kekasihnya. “kaja!” ajak Hyosung sambil menyuapkan eskrim kedalam mulutnya.

Kyuhyun melirik jam tangannya, “masih banyak waktu, kita makan disini saja dulu, setelah itu baru kita pulang. Eotthe? “ tawarnya.

“ alright.. ” Hyosung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kyuhyun.
Hyosung menyuap eskrimnya malas, ia teringat percakapan singkatnya dengan pelayan tadi. Ia memperhatikan Kyuhyun yang memakan eskrim miliknya sambil tetap memainkan ponselnya. Ia membuang pandangannya kearah jalan raya. ‘tidak mungkin.. jadwal padat.. ‘ bisiknya pelan. Kata-kata pelayan tersebut memang ada benarnya. Jadwal kegiatan kekasihnya beserta member lainnya sangat padat, mengingat agency tempat mereka bernaung dan popularitas mereka yang sudah mendunia sehingga banyaknya permintaan konser di negara para ELF. “hhh..” desahnya berat. Lagi-lagi dirinya gampang termakan omongan orang lain.

Kyuhyun menoleh kearah Hyosung saat mendengar helaan nafas kekasihnya yang sedang termenung menatap jalan raya.


Tuk. .

Kyuhyun mencolek sedikit eskrimnya dan dioleskannya di pipi Hyosung.

“ ya!” seru Hyosung kaget. “ ige mwoya? “ tanyanya kesal sambil membersihkan eskrim diwajahnya dengan tisu.

Kyuhyun tertawa pelan. “ apa yang dikatakan pelayan itu sampai membuatmu seperti ini? Kulihat pelayan itu melirik kearahku berulang kali.”

“ ne? anieyo.. amugeosdo. . aku saja yang gampang termakan dengan omongan orang lain“. Hyosung menyuapkan eskrim kedalam mulutnya lagi.

Kyuhyun mengusap kepala Hyosung, “ otakmu harus diberi bodyguard agar ada yang menjaga dari serangan perkataan negative orang-orang disekitarmu.”

“ cis~ bodyguard mwoya? Dasar aneh. .” decak Hyosung sinis.

Segerombolan siswi sekolah melewati mereka sambil bercerita dan tertawa. Sekilas terdengar topik pembicaraannya adalah Super Junior yang sedang berlibur dan fans-fans yang beruntung bisa bertemu mereka saat liburan. Tanpa disadari, Kyuhyun dan Hyosung saling berpandangan, kemudian mereka ikut tertawa pelan bersama para siswi tersebut.

WHUSS..

Angin berhembus kencang dan menerbangkan topi yang dipakai oleh Kyuhyun. dengan wajah pucat dan rambut coklat terang atau lebih tepatnya berwarna keemasan, siapapun yang sedang lewat ataupun yang berjarak kurang lebih 50 meter dari mereka bisa langsung mengenali bahwa orang yang sedang duduk di kedai eskrim dan berbicang dengan seorang gadis adalah Cho Kyuhyun, member Super Junior. Ekspresi panik seketika menghiasi wajah keduanya. Kyuhyun segera bangun dari kursinya untuk mencari topinya.

“KYAAAAAA”

Terlambat. Para siswi tadi telah lebih dulu menyadari keberadaannya, penyamarannya terbongkar. Tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun menyambar syal yang tergantung di bangkunya dan segera menarik tangan Hyosung yang masih terdiam melihat kearah para siswi tersebut. “ Kaja kaja!!” ucapnya tak sabar sambil melilitkan syal dilehernya.
Para siswi tersebut berlomba-lomba berlari keluar kedai, mengejar Kyuhyun dan Hyosung yang berlari menghindari mereka.

“OPPAAA!!! KYUHYUN OPPA!!!” mereka terus berlari mengejar sambil meneriakkan nama Kyuhyun. membuat semua orang yang sedang berjalan menoleh kearah mereka. Kyuhyun dan Hyosung tidak memperdulikan tatapan orang-orang tersebut. Yang mereka pikirkan adalah dimana mereka harus bersembunyi. Kyuhyun tetap mengenggam tangan Hyosung, tidak melepaskannya sedikitpun.

“OPPAA!! OPPAA!!”

“KYUHYUN OPPAAA!!! JAMKANMANYOOOO!!!!”

Hyosung menoleh kebelakang dan melihat para siswo itu masih bersemangat mengejar mereka “ Kyuh hyunh shhii.. khi ta mahu kem mha nha?? “ tanya Hyosung dengan nafas tersengal, mereka sudah berlari secepat mungkin dan berhenti sejenak untuk beristirahat. “kyaaa..” tiba-tiba Kyuhyun sudah menarik tangannya agar mengikutinya belok kearah perumahan. Mereka lalu berlari lagi mencari tempat bersembunyi.

Kemudian Kyuhyun menarik Hyosung kesebuah gang kecil diantara 2 rumah. Kyuhyun melepaskan lilitan syal dilehernya dan digunakannya untuk menutupi kepala Hyosung. Ia mendekap Hyosung erat dan menolehkan kepalanya kearah yang berlawanan agar tidak terlihat. Sebisa mungkin ia merapat ke tembok dan melindungi Hyosung agar tidak terlihat. Hyosung memejamkan matanya, mencengkram hoodie kyuhyun, berharap persembunyian mereka ini sangat aman dan mengecoh para siswi tadi. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Nafas mereka terengah-engah, degup jantung mereka berdetak cepat sekali, keringat tak hentinya mengalir di badan mereka. Mereka ketakutan, merasa belum siap jika harus ketahuan publik.

“KYUHYUN OPPA!!” teriakan para siswi tersebut makin terdengar mendekat kearah mereka. Mata mereka makin terpejam erat, dekapan kyuhyun pun makin mengerat, jantung mereka makin berdegup kencang. Langkah kaki para siswi itu makin kencang terdengar.

“OPPAAA….” Tiga..

“KYUHYUN OPPAAAA…” dua..

“OPPAAAA….”

Satu…

Suara teriakan dan langkah kaki para siswi itu tepat berada disamping mereka. Mereka pasrah jika memang harus ketahuan, mungkin sekarang memang waktunya untuk memberitahu perihal hubungan mereka. Lutut Hyosung terasa lemas sekali, jika bukan karna Kyuhyun yang mendekapnya erat, mungkin ia sudah jatuh pingsan karena ketakutan. Dengan kepala yang berada di dada Kyuhyun, ia bisa dengan jelas mendengar degup jantung Kyuhyun yang seperti ingin keluar dari badannya sama seperti jantungnya. Apakah cuma sampai disini hubungannya dengan Kyuhyun? agencynya tidak mungkin mengijinkannya menjalin hubungan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Kyuhyun berusaha menenangkan pikirannya yang sibuk berfikir bahwa jika semuanya terungkap ia harus berusaha sekuat mungkin melindungi kekasihnya dari semua ini, mungkin melepasnya adalah jalan terbaik. Melepaskannya? Ntah dirinya sanggup atau tidak.

Seiring dengan berkelananya pikiran mereka, langkah kaki dan teriakan para siswi itu terdengar menjauh lalu lama kelamaan menghilang. Kyuhyun yang menyadarinya terlebih dahulu, perlahan menolehkan kepalanya untuk melihat situasi.

Kosong. . . sepi . . .

Kyuhyun menghela nafas lega, sangat lega. Satu hal yang langsung terlintas dipikirannya, bahwa tuhan masih memberinya kesempatan untuk tetap menjalani hubungan dengan Hyosung. Perlahan ia melonggarkan pelukannya, melihat kearah Hyosung yang msh mencengkram hoodienya erat.

Hyosung mendengar helaan nafas Kyuhyun, pelukannya pun melonggar. Apa mereka aman? Batinnya cemas. Ia memberanikan diri melihat situasi sebenarnya, tidak ada siapa-siapa, kosong dan sepi.

“aigooo…” hela Hyosung lega, seakan-akan sebuah benda berat yang dari tadi menimpanya telah diangkat. “ we’re safe? “ Hyosung mendongakkan kepalanya kearah Kyuhyun, lebih ke pernyataan bukan pertanyaan.

Kyuhyun tersenyum , “ nee.. “ ucapnya lega.

Hyosung menghela nafas dalam, membenamkan wajahnya kedada Kyuhyun. “ thank God..” bisiknya pelan.

Kyuhyun tertawa dan meletakkan dagunya diatas kepala Hyosung. Hari yang penuh kejutan, batinnya. Hyosung mengangkat kepalanya perlahan, Kyuhyun juga mengangkat dagunya dari kepala Hyosung. Posisi mereka belum berubah sama sekali, Hyosung masih berada dalam pelukan Kyuhyun, hanya sekarang wajah mereka berhadapan.

Kyuhyun menunduk melihat Hyosung begitu juga dengan Hyosung yang mendongak melihat Kyuhyun.Mereka bertatapan sejenak, tiba-tiba Hyosung bisa melihat bahwa wajah Kyuhyun perlahan makin mendekat ke wajahnya. Hyosung ingin mencoba untuk berontak dan melepaskan diri, namun entah setan apa yang menghipnotis dirinya saat matanya malah terpejam pelan dan tak berniat untuk melakukan apapun.

Lama kelamaan Hyosung bisa merasakan wajah Kyuhyun makin mendekat walau dengan mata yang terpejam. Sungguh, jantung Hyosung tak bisa berhenti berdebar seribu kali lipat lebih cepat. Tuhan, jika ini adalah waktu yang tepat, maka Hyosung tak akan menolak ciuma…

“HATSSYIIII!!!!”, tiba-tiba saja suara bersin itu terdengar jelas di telinga Hyosung dan diiringi dengan ‘hujan lokal’ yang tepat mengenai wajahnya. Hyosung membuka matanya dan melihat Kyuhyun sedang mengusap hidungnya dan bersin lagi, “HATTSYII!!”.

“ YA!! CHO KYUHYUN!! AKU MAU PULANG!!! SEN-DI-RI!!”

“ya! waeyo?! Aku akan mengantarmu!”

-000-

“Jangan berani datang ke apartemenku kalau tidak ku undang dan tidak penting!!”

“waeyo?!! Aku kan kekasihmu!! Lagi pula aku tahu passwordnya..”

“akan aku ganti!!”

“ya!! ada apa denganmu?? Kenapa tiba-tiba menjadi galak lagi??”

“Molla!!! Kau pikir saja sendiri!!”

-Kkeut-


note: wahahahaa, akibat mupeng sama ELF yang ketemu mereka semua saat liburan, jadinya iseng buat ff ini ._.v

Jumat, 28 Oktober 2011

[FF] Jealousy




cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: 2 AM JinWoon as Jung JinWoon


Basketball Indoor Court, Seoul Academy of Art..
“ HyoSungie.. nanti tolong foto aku ketika sedang bermain basket ya, ini kameranya..” Jinwoon memberikan sebuah kamera digital kepada Hyosung.
Hyosung memperhatikan kamera yang diberikan oleh jinwoon, “ nde, mau berapa banyak?” tanyanya.
Jinwoon tertawa mendengar pertanyaan hyosung, matanya menjadi sipit sekali ketika tertawa yang bagi sebagian orang yang kebanyakan adalah fansnya menganggap itu sangat menggoda. Hyosung setuju dengan pendapat itu, walaupun tidak 100 %.
“sebanyak yang kau mau saja.” Jawab jinwoon sambil melakukan pemanasan.
‘baiklah, kita akan mulai pertandingan SA Team VS SU Team , kepada para pemain harap memasuki lapangan’ . Announcer telah mengumumkan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
“ aku bermain dulu, jangan lupa fotonya. nanti kau akan kutraktir jika menang, doakan ya.” ucap jinwoon sambil berjongkok mengencangkan tali sepatunya.
“nde, arraso~ jinwonnie fighting!! “ ucap hyosung memberi semangat dengan mengepalkan sebelah tangannya.
Ia lalu mencari tempat duduk yang strategis agar bisa mendapatkan angle yang pas dan menghasilkan foto terbaik. Hari ini adalah pertandingan persahabatan antara, Seoul Academy of Art, tempat Hyosung dan Jinwoon kuliah, melawan Seoul University. Jinwoon adalah senior Hyosung 1 tingkat diatasnya. Awalnya Hyosung tidak terlalu tertarik berurusan dengan seorang idol seperti abangnya, HyukJae. Tapi dikarenakan Jinwoon pernah menolong Hyosung dalam suatu kejadian dikampus, jadilah mereka dekat seperti sekarang ini, dan sering sekali Hyosung mendapat tatapan kebencian dari para fans Jinwoon yang membenci kedekatan mereka. Hyosung pernah mengeluh dan menyuruh agar jinwoon menjauhinya , tapi jinwoon hanya berkata “ kau ini berteman dengan siapa? Aku atau mereka? Kenapa jadi memikirkan mereka?” dan Hyosung tidak pernah mengungkit-ungkit hal itu lagi.
“Jinwoon oppa!!! Fightiiing!!!” teriak para fans jinwoon. Jinwoon tersenyum sambil membuat love sign diatas kepalanya.
“kyaaaaa…” teriak para fans lagi.
“cih~ dasar entertainer..” cibir Hyosung.
Tak lama pluit dimulainya pertandingan berbunyi dan hyosung dengan cekatan mengabadikan setiap moment dengan kamera digital ditangannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan ringtone reff no other. Hyosung melihat caller id yang tertera diponselnya, nomor yang sangat familiar.
“yeobseo” jawab hyosung sedikit berteriak, suasana di lapangan sangat ramai dengan teriakan supporter.
“……”
“aish, mianhae, disini ramai sekali, kencangkan suaramu, aku tidak terlalu mendengarnya.” Teriak hyosung lagi. Ia menutup sebelah telinganya dengan jarinya.
“……”
“hah? Aku sedang menonton pertandingan basket dikampus, waeyo? ”
“……”
“ mollayo, mungkin sore hari.” jawab hyosung malas.
“…..”
“aku akan pulang naik bis, geokjeongmal , biasanya seperti itu. ” ucapnya dingin.
“…..”
“nde, arra~”
Hyosung memutus sambungan telepon, “ aneh sekali orang itu” gumamnya. Ia lalu memasukkan ponselnya kedalam saku dan kembali melanjutkan aktifitas nya, ikut bersorak ketika team kampusnya lebih unggul dan menyanyikan yel yel bersama penonton lainnya.

-000-
Super junior dorm , lt 12 …
Semua member sedang berkumpul di lantai 12, mereka akan merayakan keberhasilan kyuhyun menjadi juara 1 di immortal song 2, Kyuhyun mentraktir semua member dengan membelikan mereka 3 kotak pizza berukuran besar dan soju. Dan langsung disambut antusias oleh semua member yang sedang kepalaran, biasanya wookie memasak, tetapi hari ini ia sedang lelah sekali.
“kyuhyunie, tumben sekali kau merayakan hal seperti ini..” tanya ryeowook sambil menggigit sepotong pizza.
“wah, kau hebat kyuhyunnie, bisa menjadi juara 1 seperti ku, tidak sia-sia aku memberimu nasihat” ucap yesung bangga.
“ tidak usah banyak tanya, mood ku sedang bagus hari ini, kau nikmati saja pizza mu itu.” Jawab kyuhyun sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Wookie mendengus mendengar jawaban magnae nya dan ikut duduk di sofa.
“hyun ah, kau tidak mengajak hyosung kesini?” tanya Teuki yang langsung di-iya-kan oleh Eunhyuk.
Kyuhyun bangun dari sandarannya, “ oh iya, aku lupa..” ia menepuk pelan keningnya.
“hhhh” terdengar helaan nafas dari para member.
Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menekan kombinasi angka yang sudah dihafalnya diluar kepala.
“yeobseo” teriak suara diseberang sana, susananya sangat ramai, banyak orang bersorak-sorak.
Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya, “ Ya!! kau ingin membuatku tuli ya?” teriak kyuhyun.
Para member menoleh kearah kyuhyun, memperhatikan dengan seksama percakapan magnaenya itu.
“aish, mianhae, disini ramai sekali, kencangkan suaramu, aku tidak terlalu mendengarnya.”
“ cih~ Eoddigayo? “ tanya kyuhyun kesal.
“hah? Aku sedang menonton pertandingan basket dikampus, waeyo? ”
Kyuhyun mengerutkan keningnya, “ a anieyo.. jam berapa kau pulang?” ia menurunkan nada suaranya.
“ mollayo, mungkin sore hari.” Kyuhyun mencoba untuk sekasual mungkin, tapi tetap ada rasa khawatir didalam ucapannya.
“aku akan pulang naik bis, gokjongmal , biasanya seperti itu. ”
“ooh, kalau sempat mampirlah ke dorm, hati-hati dijalan.” Pesannya.
“nde, arra~”
Sambungan telepon pun diputus. Kyuhyun memegang tengkuk lehernya dan memijatnya pelan. Ia menyadari tatapan ingin tahu para hyungnya dari sudut matanya. Ia menghiraukannya dan menyandarkan kepalanya lagi di sofa.
“keurrae, dimana dia?” tanya Eunhyuk memecah keheningan. Member lain mulai melanjutkan makan mereka lagi.
“dikampus, menonton pertandingan basket” jawab kyuhyun singkat.
“ basket?” tanya eunhyuk meyakinkan. Ia terlihat memikirkan sesuatu dan detik berikutnya ia sudah berteriak.
“ya! hyun ah, apa dia cerita tentang jinwoon kepadamu?” tanya eunhyuk tak sabar.
“mworago? Jinwoon member 2AM ? “ tanya donghae bingung.
“nde, kau tahu kan kalau dia satu kampus dengan adikku?” tanya eunhyuk lagi.
“ndeeee, aku tahu hyung, dia pernah cerita tentang jinwoon kepadaku, jinwoon pernah menolongnya saat awal masuk kampus” jelas kyuhyun santai, mencoba menenangkan fikirannya.
“ aahh, jinwoonie.. ye ye ye.. aku pernah bermain basket dengannya dulu, dia sangat hebat ditambah postur tubuhnya yang tinggi semakin menunjang permainannya.” Kenang donghae.
“keurraeso.. mungkinkah dia juga bermain di team kampus nya?” eunhyuk mencoba menganalisis, ia meletakkan tangannya didepan mulutnya, bergaya seperti detektif.
Kyuhyun memejamkan matanya seolah tidak tertarik dengan percakapan hyungnya . Tapi telinganya yang aktif mendengarkan membuat nya ikut berfikir. Hyosung memang pernah cerita tentang jinwoon yang menolongnya saat awal masuk kampus, dia juga pernah beberapa kali ketika ditanya tentang kegiatannya, dijawab dengan “ aku sedang menonton pertandingan basket dikampus ”. Ia jadi memikirkan kata-kata eunhyuk hyung tentang kemungkinan jinwoon bergabung di team basket kampusnya, yang berarti itu bisa saja berhubungan dengan hyosung yang sering menonton pertandingan basket. Ia jadi membandingkan dirinya dengan jinwoon . Jinwoon tinggi, badannya seperti siwon hyung, suaranya juga bagus. sedangkan dirinya, well tidak jauh beda, ia tinggi, suaranya bagus hanya saja ia sedikit lebih pucat dan badannya tidak sebagus jinwoon. Mungkinkah hyosung tertarik kepada jinwoon? Tanyanya dalam hati. Tapi dengan cepat disanggahnya “andwae andwae! Shireo!” teriaknya dalam hati, mencoba mengusir fikiran negative itu. Ia membetulkan posisi bersandarnya, mendengarkan lagi dengan seksama.
Siwon tiba-tiba berkata “aahh, bahta! Hyehoon pernah bercerita padaku kalau ia menemani hyosung menonton pertandingan basket, ia dikenalkan dengan jinwoon yang waktu itu juga ada disana.” Jelasnya
Eunhyuk tiba-tiba menjentikkan jarinya, membuat semua member terkecuali kyuhyun menoleh padanya.
“got it!! Bisa disimpulkan kalau jinwoon juga bergabung dalam team tersebut, yang mana sering ditonton oleh adikku juga.” Dengan bangga eunhyuk mengatakan kesimpulannya.
Jantung kyuhyun tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Kenapa kesimpulan eunhyuk hyung bisa sama dengan pemikirannya.
“ya kyuhyun ah, apa kau tidak khawatir dengan semua ini? Bagaimana jika itu memang benar, bagaimana jika jinwoon yang mengajak adikku untuk menontonnya bermain basket? Kau bisa bayangkan adikku memberi semangat orang lain selain dirimu dan member? Bagaimana kalau setelah selesai mereka makan bersama? Atau jinwoon memaksanya untuk mengantarnya pulang sebagai rasa terimakasih telah menontonnya bertanding? Bagaimana jika semuanya itu terjadi? Kau kan tidak selalu ada disampingnya, kau pun juga jarang memberinya kabar..” eunhyuk berkata panjang lebar, mengeluarkan kata-kata yang mendramatisir, ia tidak bermaksud jahat terhadap magnae nya. Tapi terkadang ia juga kesal melihat hubungan mereka yang seperti itu, sok cuek tapi saling membutuhkan. Sebagai hyung/oppa pastinya ia ingin yang terbaik untuk dongsaengnya.
Member lain pun sudah melempar tatapan “apa yang kau lakukan hyuk?!”, wookie sudah berdiri perlahan dari sofa yang didudukinya, teuki hanya menggelengkan kepalanya. mereka tidak ingin ikut menjadi sasaran kemarahan kyuhyun karena terlalu ikut campur hubungan pribadinya. Tapi eunhyuk hanya tersenyum penuh arti menanggapinya.
“bagaimana jika…”
Belum sempat eunhyuk melanjutkan ucapannya, tiba-tiba kyuhyun berdiri, “hyung!! keumanhae!!” bentaknya.
Semua member terkejut karena bentakan kyuhyun. “aiyaaa, kyuhyun ah,jangan dengarkan orang itu” teuki bangun dari kursinya berniat menghampiri kyuhyun, disusul Siwon yang berdiri paling dekat dengan kyuhyun. Tapi kyuhyun segera mengambil jaketnya dan berjalan melewati Siwon kearah pintu. “aku pergi dulu” pamitnya disusul bantingan pintu yang lumayan keras.
Sepeninggal kyuhyun, semua member menatap kearah eunhyuk dan bergantian menyalahkannya atas perbuatannya itu, bagaimana jika setelah peristiwa ini bukannya malah menjadi baik tetapi menjadi semakin buruk, bagaimana jika kyuhyun tidak mau berbicara dengan mereka semua, bagaimana jika kyuhyun tidak focus menjalani aktifitasnya..
“ya ya ya!! dengarkan aku dulu, dengarkan penjelasanku. Aku sengaja melakukan itu semua, kedekatanku belakangan ini dengannya membuat aku mengenalnya lebih dekat, lebih memahaminya. Aku tidak memaksanya bercerita tentang hubungannya, tapi ia sendiri yang memulainya, dari situ aku tahu bagaimana sebenarnya perasaannya menjalani hubungan seperti ini. Dia mungkin tidak bisa seekspresif siwonnie dan seromantis donghae dalam berhubungan. Hanya saja, harga dirinya sangat tinggi, sehingga terkesan gengsi dan acuh.” Jelas Eunhyuk panjang lebar. Ia mengambil sepotong pizza dan memakannya.
“hajiman, apa semua itu benar? Bagaimana kalau ia berkelahi dengan jinwoonie?” tanya wookie khawatir
Eunhyuk menjitak kepala wookie pelan,” wookieyaaa, dia tidak mungkin sebodoh itu”
-000-
Kyuhyun sampai didepan kampus hyosung. Ia mengetik sebuah pesan.
To: 346xxxxxx
“kau sudah pulang? Kalau belum, aku ada didepan kampusmu dengan mobilku”
SENT

Indoor basketball court..
“chukkae jinwoonie, neomu daebak!! “ ucap hyosung senang sambil mengembalikan kamera jinwoon.
“gomawoyo~ itu karna kerja tim juga , bukan hanya aku individu” sanggahnya halus.
Hyosung memberikan sebotol air putih, “aah, sama saja..”
“oppa, oppa, bisakah kita berfoto sebentar” tanya seorang fans yang kelihatannya masih sekolah menengah, pertandingan ini memang terbuka untuk umum jadi wajar saja kalau para fans jinwoon benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.
“tentu saja,” jawab jinwoon ramah. “jamkanmanyo..” ucapnya pada hyosung.
Tiba-tiba message tone ponsel hyosung berbunyi, ia merogoh ponselnya disaku celana.
From: 398xxxxxx
“kau sudah pulang? Kalau belum, aku ada didepan kampusmu dengan mobilku”
Hyosung sedikit heran dengan sikap kyuhyun hari ini, ditambah tumben-tumbennya dia mau menjemputnya didepan kampus. Tanpa fikir panjang, Ia lalu pamit kepada jinwoon.
“jinwoonie, aku duluan ya, ada urusan penting. Annyeong” ia segera meninggalkan jinwoon yang masih bingung.
“traktirannya? Apa perlu kuantar?” tawarnya.
“lain kali saja. tidak perlu aku naik bis saja” tolak hyosung sambil melambaikan tangan kearah jinwoon.
“hhhh, arraso~” jinwoon mengangguk lesu sambil berjalan ke ruang ganti.
-000-
Hyosung sudah duduk dikursi penumpang sebelah kyuhyun. Ia memperhatikan kyuhyun dari ujung kepala sampai kaki lalu kembali lagi dan berhenti di sebuah wajah putih pucat dengan ekspresi yang sangat disayangkan jika harus dihiasi dengan ekspresi murung seperti itu.
“ya! kenapa melihatku seperti itu?” tanyanya tidak nyaman, lalu ia menatap kearah setir lagi.
“wae irae?? Kau sakit? Salah makan? Kalah bermain starcraft?” tanya hyosung bertubi-tubi.
Kyuhyun hanya menjawabnya dengan satu gelengan.
“cih~ kenapa dengan otakmu? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Ayolah, tidak seru jika kau berubah menjadi pendiam, siapa yang menjadi lawan bicara ku?” tanya hyosung tak sabar.
“hhhh, bisakah kita bicara berdua?” tanyanya datar.
Hyosung menengok kearah kursi penumpang belakang, tidak ada orang. “eh? Memangnya ada siapa lagi selain kita berdua dimobil ini? Aku tidak melihat ada orang lain”
“neoooo…” keluhnya.
“naega wae?” hyosung menjadi semakin bingung.
“kita pergi ketempat lain yang lebih tenang . baru aku akan mulai berbicara” kyuhyun mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya ketempat yang dituju.
-000-
Kyuhyun memutar posisi badannya sehingga menghadap kearah hyosung, begitupun sebaliknya. Ia menghela nafas panjang, mengatur emosinya dan menyusun kata-kata yang akan diucapkannya.
“keurrom.. langsung to the point, aku ingin bertanya tentang kedekatanmu dengan jinwoon.”
“jinwoonie?” tanya hyosung meyakinkan.
“ya! kau memanggilnya dengan panggilan seperti itu?!” teriak kyuhyun.
Hyosung reflex menutup sebelah telinganya, “ya! ini didalam mobil! Kau berbicara pelan pun aku dengar! “ teriaknya tak mau kalah.
“aish, sudahlah, biarkan aku menyelesaikan omonganku dulu. Iya aku ingin bertanya tentangnya, seberapa dekat kau dengannya? Apakah kau menonton basket karenanya? Apakah kau pernah jalan denganya? Apa kaaauu ya ya ya!! appo! Kenapa mencubitku?” teriak kyuhyun kesakitan sambil mengelus-elus lengannya.
“babo! Kau bilang kau pemenang olimpiade matematika! Tapi kenapa pikiran mu bodoh sekali dalam hal seperti ini ?! Kau kira aku wanita macam apa? Pergi sesuka hatinya dengan lelaki lain sedangkan ia sudah mempunyai kekasih?! Hah?! Lagipula aku dan jinwoon hanya berteman! Aku kan sudah pernah bilang padamu kalau dia pernah menolongku. Dan soal basket itu, itu karena aku memang menyukainya, makanya aku menontonnya.” Hyosung menarik nafas panjang setelah menjelaskan semuanya. Ia menatap kyuhyun kesal.
Segaris senyum mulai terukir diwajah kyuhyun setelah mendengarkan penjelasan hyosung, “ tapi jinwoon merupakan salah satu atlet di team kampusmu kan?”
“itu karena dia salah satu pemain terbaik yang ada dikampus kami, makanya disetiap pertandingan ia selalu menjadi pemain inti, kecuali jika ia ada tour bersama membernya. Hhh, kenapa sih kau mau capek-capek memikirkan hal seperti ini?” tanya hyosung heran, pasti ada sesuatu dibalik semua ini.
“anii~ hanya saja tadi eunhyuk hyung berbicara tentang kalian yang membuatku sedikit terintimidasi.” akunya malu sambil mengacak-acak rambutnya.
“aish, jinjja!! Liat saja nanti kalau aku bertemu dengannya! “ ancam hyosung.
“jamkanman.. kauuuuu cemburu ya dengan jinwoon?” tanya hyosung penuh selidik, ia menyipitkan matanya dan menatap kearah kyuhyun tajam.
“ya!! memangnya salah kalau aku cemburu?? Wajar saja kan?! Aku normal! Kau yang aneh! Tidak pernah cemburu terhadapku!!” jawab kyuhyun penuh napsu.
Mendengar perkataan kyuhyun, emosi hyosung terpancing. “Mwoya!!! ya!! cho kyuhyun!!! Kata siapa?!! Kau tahu, kisah cintamu yang kau ceritakan di strong heart itu, aku cemburu!! Kau bahkan tidak pernah menceritakannya kepadaku!! Semua perlakuan mu saat SJM fan meeting!! Aku tahu itu fan service!! Tapi tetap saja!! Belum lagi tingkah mu disemua event yang aku berani bertaruh bahwa fansmu makin bertambah banyak!!! Kau kira aku tidak pernah cemburu?! Kau bilang aku tidak normal?! Asal kau tahu, Aku ini terlalu normal sehingga tidak berani mengatakannya kepadamu karena takut menganggumu!!! Aku takut kalau itu malah menjadi beban untukmu!! Takut bahwa kau akan menganggapku kekanakan jika aku memberitahumu!! Kau dengar itu!! Kau dengar itu cho kyuhyun!!! Hh hh hh hh” hyosung mengeluarkan semua kekesalannya terhadap kyuhyun . jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, bahkan ia rasa bisa mendengar suara degupnya. Tangannnya masih terkepal keras diatas pangkuannya. ia mengatur nafasnya lagi. Matanya masih menatap kearah kyuhyun.
Perlahan sebuah senyum bahagia terukir diwajah tampan kyuhyun, ia memajukan badannya dan mengulurkan tangannya kepada hyosung.
“kemarilah..” ajaknya.
Hyosung masih mengatur emosinya yang meluap-luap barusan, Ia mengacuhkan kyuhyun dan melihat keluar kaca, tiba-tiba tangan kyuhyun sudah menariknya kedalam sebuah pelukan hangat yang bahkan sudah hyosung lupa bagaimana rasanya sebuah pelukan itu. Sudah sangat lama sekali sejak kyuhyun terakhir memberikan pelukan seperti ini. Kyuhyun mengelus rambut hyosung dan membenamkan wajahnya dirambut hyosung.
“gomawayo~ “ ucap kyuhyun tulus.
Ragu-ragu hyosung mengangkat tangannya, membalas pelukan kyuhyun dan meletakkan wajahnya diantara lekukan leher kyuhyun dengan bahunya, tak lama kyuhyun merasakan bahu hyosung bergetar dan terdengar isakan kecil dari mulut hyosung. Ia menepuk nepuk pelan punggung hyosung, mencoba menenangkan sambil mulutnya bersenandung . Dan tangisan hyosung pun menjadi semakin besar.
-000-
Kyuhyun membuka kaca lipat diatas hyosung dan menyuruhnya bercermin.
“lihat, wajahmu jelek sekali. Matamu bengkak seperti habis ditonjok hahahaha” ledek kyuhyun dan mendapat tatapan sinis dari hyosung.
“oh ya, kenapa kau menyuruhku ke dorm tadi?” hyosung teringat percakapannya dengan kyuhyun tadi siang.
“aahhh, bahta! Aku melupakannya.. ya! apa kau tidak tahu bahwa kekasihmu yang tampan ini meraih juara pertama dalam immortal song 2?” tanya kyuhyun bangga.
“jinjjayo? Aahh, daebak! Chukkae!! “ ucap hyosung senang.
Kyuhyun menaikkan dagunya membuat iya terkesan membanggakan dirinya “ kkk~ gomawo..” ucapnya sambil mengacak rambut hyosung.
Kriuukk kriukkkk…
Mereka berdua menoleh kearah sumber suara yang tak lain adalah perut hyosung yang sedang kelaparan. Mereka lalu tertawa bersama. Kyuhyun teringat pizza yang dibelinya di dorm tadi, ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi eunhyuk.
“hyung, sisakan aku pizza satu kotak ya” pesan kyuhyun.
“eh? Ssa ssatu kott tak?” jawab eunhyuk grogi.
Hyosung merebut ponsel kyuhyun dan berteriak
“ya!! oppadeul!! Sisakan kami 1 kotak ya!! aku sudah sangat lapar! Awas saja kalau saat kami sampai di dorm pizza nya tidak ada! Kalian siap siap menerima hadiah dari kami ya!! kkkk” ancam hyosung dengan nada yang sangat manis.
“wahahahaha, ayo cepat kita pulang! “ ajaknya kepada kyuhyun.
“ cis~ dasar jelek. “ gumam kyuhyun sambil menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya kembali ke dorm.

-000-

Selasa, 12 Juli 2011

[FF] in the rainy days..



HyeWon ♥

cast:
.: YOU as Park Hyehoon
.: Super Junior Siwon as Choi Siwon

HyeHoon duduk di balkon kamarnya yang berwarna violet. Dia duduk menghadap ke luar dan membiarkan angin segar menghembuskan rambutnya yang berkibar indah. Sesekali dia menghela nafas dengan berat sambil memfokuskan pandangannya ke sebuah penjuru yang bahkan ia sendiri tak tahu dimana ujungnya.
Tangannya sedang memegang ponsel dan mengecek inbox SMS’nya, namun hasilnya nihil. Tetap tak ada satupun pesan baru yang masuk kesana.
Jarinya beralih menekan beberapa nomor yang membentuk kombinasi angka yang sudah sangat ia hafal diluar kepala, namun beberapa detik kemudian..hasilnya sama. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan servis area..” HyeHoon agak memanyunkan bibirnya dan menekan tombol reject dengan agak emosi.

“haah, apa belum selesai recording 5jib nya?” desahnya kesal. Siwon sudah menyelesaikan filming dramanya di Taiwan beberapa hari yang lalu, dan sekarang ia sudah berada di Seoul kembali.
“kira-kira dia sudah makan belum ya?” tanyanya khawatir, ia lalu memeluk lututnya dan menelungkupkan kepalanya diatasnya. Selang beberapa detik berikutnya sebuah ide muncul di otaknya, ia beranjak dari duduknya dan turun ke dapur. Ia mengeluarkan bahan makanan seadanya dari kulkas dan mulai membuat bekal. Ini pertama kalinya Hyehoon membuatkan bekal untuk seorang Choi Siwon. karena ia tidak terlalu bisa memasak, mulai terdengarlah bunyi-bunyi barang berjatuhan sampai akhirnya teriakan kecil keluar dari mulutnya. Tangannya teriris pisau saat memotong gimbab, buru-buru disesapnya darah yang keluar, takut mengenai makanan yang sedang dibuatnya dan berlari menuju kotak P3K untuk mengambil plester. Terdengar salah satu pintu kamar bawah dibuka.

“hoon-ah, apa yang kau lakukan malam-malam didapur?” tanya Inyoung yang terbangun gara-gara suara gaduh yang didengarnya. “kau lapar? Bukannya masih ada makanan di meja makan?” lanjutnya lagi.

“aah onnie, mianhae kalau membangunkanmu, ani~ aku tidak lapar kok, aku hanya…” jawab hyehoon sambil menyembunyikan tangannya yang terluka dibelakang badannya, sekaligus menutupi bekalnya.

Inyoung berjalan menghampiri dongsaengnya dan mengintip apa yang disembunyikan dibalik badannya.
“ya!! tumben sekali kau membuat bekal.. dan.. kenapa dengan tanganmu? Teriris pisau? Aigoo~” omelnya kepada Hyehoon. Ia menggeser badan Hyehoon, “ apa-apaan bekal seperti ini? Jelek sekali, aku saja tidak nafsu untuk memakannya apalagi kekasihmu itu” lanjutnya lagi.

“onnie-ya, kau tahu kan aku tidak pernah membuat bekal seperti ini, jadi wajar sajalah jika hasilnya seperti ini, lagipula akukan belum selesai, jadi msh terlihat berantakan.” Gerutu hyehoon sambil memperhatikan onnienya yang sedang membereskan semuanya.

Inyoung mengganti kotak makannya dan menyusun ulang bekal yang dibuat hyehoon. “kau kan bisa minta bantuanku hoon-ah, lagipula inikan sudah malam ? Knapa tidak besok saja?” tanya Inyoung tanpa melihat Hyehoon, tangannya cekatan sekali membuat bekal.

“mm, aku takut mengganggu onnie, aku kan tidak enak. Mmm aku ingin mengantarkannya ke tempat mereka latihan.” Jawab Hyehoon tertunduk.

“kau ini! Aku kan onniemu, buat apa merasa sungkan? Dengan jungsoo saja kau bisa santai kenapa harus canggung denganku? Padahal kau tinggal denganku.”

Hyehoon merasa tersentak dengan omongan onnienya, memang benar jika ia lebih sering bercerita dengan Jungsoo yang notabene tinggal berjauhan dengannya, ia rela pergi ke dorm hanya untuk bercerita mengenai masalahnya dan meminta saran dari oppa nya, bahkan dia akan menyimpan masalahnya sendiri apabila oppanya tidak punya waktu untuk mendengarkan ceritanya. Ia kadang merasa perbedaan umur antara dirinya dengan onnienya terlalu jauh, itu yang kadang-kadang membuatnya canggung bercerita dengan onnienya. Ia lalu memeluk onnienya dari samping dan meletakkan dagunya dibahu Inyoung.
“onnie, mianhae jika aku membuat kau merasa seperti itu, tapi aku tidak bermaksud melakukannya. Mianhaeyo” ketara sekali ada penyesalan didalam ucapan Hyehoon, dan inyoung tidak ingin membuat adiknya lebih canggung lagi kepadanya. Ia meletakkan pisau dan mencopot sarung tangannya lalu mengarahkan tangannya untuk mengelus kepala Hyehoon.
“arrayo, gwenchana hoon-ah, lain kali kau harus lebih sering bercerita mengenai masalahmu kepadaku, dan jangan canggung lagi terhadapku. Kau tahu kan kalau oppa mu itu sibuk sekali, jadi tidak selalunya dia bisa membantumu, arrasso? ” jelas Inyoung sambil terus mengelus kepala hyehoon. Hyehoon menganggukkan kepalanya “ nde, arrasso onnie-ya, gomawoyo” ucapnya sungguh sungguh. Ia beruntung sekali mempunyai oppa dan onnie yang sangat baik dan sayang kepadanya dan mulai sekarang iya berjanji akan terbuka dengan onnie dan oppa nya.
Hyehoon mengangkat kepalanya dan tersenyum lega kearah Inyoung dan dibalas dengan senyuman yang sama. Inyoung mengangkat bekal yang sudah jadi dan menunjukkannya kepada Hyehoon.
“sudah selesai, apa kau yakin mau mengantarkannya malam ini? Oh iya, kau tidak membuatkannya untuk oppa mu?” tanya inyoung.
Hyehoon menepuk keningnya, “omo~ aku lupa, nde onnie, mari kira membuatkannya juga, bisa-bisa terjadi kecemburuan sosial disana nanti” ucapnya panik.
Inyoung tertawa melihat kelakuan dongsaengnya dan mulai membantunya membuat satu bekal lagi untuk jungsoo.

-000-

“kau yakin mau kutinggal sendirian?” tanya inyoung dari dalam mobil.
“nde onnie, gwenchana, nanti aku bisa diantar oleh siwon atau oppa” ucap hyehoon meyakinkan onnienya, ia tidak ingin onnienya khawatir padahal sebenarnya iya tidak yakin kalau siwon ataupun oppanya bisa mengantarnya pulang.
“ baiklah kalau begitu, aku pulang ya, kalau ada apa-apa hubungi aku, arrachi?” pesan inyoung.
“nde, algeseumnida onnie-ya.” jawab hyehoon patuh.
Sepeninggal inyoung, hyehoon menekan tombol 2, speed dial ke nomor kekasihnya. Lagi lagi yang menjawab adalah si operator. Kemudian ia beralih menghubungi oppanya. Terdengar nada sambung yang membuat wajah hyehoon sedikit senang.
“ yeobseo, hoon-ah “ jawab leeteuk sedikit berteriak, terdengar suara musik yang asing ditelinganya.
“ oppa~ apa aku mengganggu?” tanya hyehoon takut
“aah~ anii, kami baru saja selesai recording buat hari ini, waeyo?”
“hmm, apa siwon ada disana? “
“Siwon? Ada kok, kenapa?” leeteuk memberi isyarat kepada siwon untuk mengecek ponselnya.
Siwon buru-buru mengecek ponselnya dan ternyata ponselnya mati karean habis batere. Siwon menepuk keningnya dan leeteuk pun ikut-ikut menepuk keningnya.
“mmm, aku kok tidak bisa menghubunginya ya? apa dia sibuk oppa?”
“ anieyo, baterenya habis katanya” leeteuk memanggil siwon kearahnya.
“habis? Tidak biasanya dia seperti itu?” tanya hyehoon heran.
“aah, ini dia siwon, kau bicara langsung saja kepadanya” leeteuk menyerahkan ponselnya kepada siwon.
“baby? “ sapa siwon pelan.
“nde, ada apa dengan ponselmu?”
“low battery baby, mianhae. Aku lupa membawa charger biasa, hanya ada mobile charger di mobil” jelasnya.
“oo, gwenchana, sudah selesai recording?”
“sudah, baru saja. Kau kenapa belum tidur?”
“ sudah makan belum?”
“baby~ jawab pertanyaanku dulu. Aku belum makan.”
“cepatlah kebawah, kutunggu ditaman depan gedung ya.” belum sempat siwon menjawab, hyehoon sudah memutus sambungan telefon.
“ya baby!!” teriak siwon kearah ponsel.
Member yang lain menatap heran kearah siwon, “dia menungguku didepan taman gedung hyung” ucapnya seakan tau arti tatapan heran dari para member lainnya.
“mworago? Dibawah? Selarut ini? Aigoo~ dimana letak otak anak itu” omel leeteuk.
“cih~ sama bodohnya dengan orang itu” celetuk kyuhyun dan mendapat tatapan sinis dari siwon, leeteuk dan eunhyuk.
“waeyo? Aku Cuma mengeluarkan pendapat” jawab kyuhyun santai.
Siwon hanya bisa mengurut dada mendengar jawaban kyuhyun.
“hyung, aku kebawah dulu ya” pamit siwon.

Myoongsan Park..

Hyehoon duduk dibangku taman sambil memangku bekal yang dibawanya, ia memakai hoodie kebesaran dan legging hitam. Ia memandangi wallpaper ponselnya yang merupakan foto dirinya dengan siwon saat pertama kali mereka meresmikan hubungan mereka.
“baby..” panggil siwon yang sudah berada didepannya sekarang.
Hyehoon memandangi siwon lama, “ya tuhan, sudah lama sekali aku merindukan pemandangan seperti ini” batinnya, siwon berdiri didepannya dengan senyum ramahnya dan lesung pipi yang selalu membuat dirinya betah memandangi wajah siwon berjam-jam. Bagaimana bisa orang yang hanya memakai kaus polos berwarna biru tua dan topi bisa sebegitu tampannya dan membuat hyehoon tak ingin berkedip sedetikpun, takut kalau ini semua akan berakhir seperti mimpinya belakangan ini.



Siwon mengibaskan tangannya didepan wajah hyehoon, “ baby.. kau kenapa? Kenapa jadi bengong seperti ini?” ia lalu mengguncang-guncangkan badan hyehoon.
Detik berikutnya hyehoon sudah memeluk siwon erat. Siwon yang pada awalnya bingung melihat kekasihnya yang bengong langsung memahami situasi yang sebenarnya. Ia balas memeluk hyehoon erat, mendekapnya dan mengurungnya dalam lingkaran peluknya. Ia mencium puncak kepala hyehoon sambil memejamkan mata. “heii, miss me?” tanya siwon usil dan langsung mendapat cubitan dipinggangnya.
“ya baby!! Apo~” rengek siwon manja.
Hyehoon langsung berusaha melepaskan pelukannya dan bersiap-siap pulang, tetapi tangannya langsung ditarik oleh siwon dan dipeluknya hyehoon lebih erat lagi. Siwon membenamkan wajahnya diantara rambut hyehoon, “kajimaa, biarkan dulu seperti ini, aku sangat merindukanmu” bisiknya ditelinga hyehoon. Kontan muka hyehoon langsung memerah mendengar pengakuan siwon yang blak-blakan, ia berusaha mengatur detak jantungnya yang menjadi cepat akibat ucapan siwon.
“pasti mukamu sedang memerah sekarang” goda siwon lagi. Dan kali ini hyehoon gentian mencubit perutnya. Siwon tertawa terbahak, sudah lama sekali ia tidak menggoda kekasihnya secara langsung, biasanya hanya via telepon atau video call.
“ apa itu?” tanya siwon menunjuk bingkisan yang dibawa kekasihnya.
Hyehoon mengeluarkan bekal yang dibuatnya dan memberikannya kepada siwon, “ini, aku sudah bisa pastikan kau hanya minum segelas kopi dan satu wafel tadi pagi, makanya aku membuatkan kau bekal.” Jawab hyehoon sambil membuka tutup bekal.
“bekal? Kau yang membuatnya? Waaah~ tapi bukannya kau tidak bisa memasak?” tanya siwon takjub melihat perubahan kekasihnya.
“ya! aku bukannya tidak bisa, tapi belum belajar! Lagipula tadi onnie juga membantuku, ini ada satu lagi untuk soo oppa” hyehoon mengeluarkan bekal satunya lagi.
“gomawoyo hoon-ah” siwon mengecup pipi hyehoon dan langsung memamerkan senyum yang bisa membuat hyehoon speechless.
Hyehoon yang ingin protes terhadap perlakuan siwon mengurungkan niatnya “nde, cheonmaneyo” ucapnya tersipu.
“aku akan mengantarkannya ke leeteuk hyung dulu, kau tunggu disini ya, jangan pergi” perintah siwon.
“ ya ampun baby, memangnya aku mau kemana sih?”
“molla~ mungkin saja kan,” ia mengedipkan sebelah matanya dan berlari kedalam gedung.

“waah~ jalmokkhaseyo ” ucap siwon senang. Ia menyuapkan sebuah telur gulung kedalam mulutnya.
“eotthoke?” tanya hyehoon cemas.
“yummy, massitta, delicious!!” siwon menyuapkan satu telur gulung lagi kedalam mulutnya.
“jinjayo? Aish~ baguslah kalau begitu” ucap hyehoon lega.
Siwon tersenyum kearah kekasihnya dan mulai memakan lahap bekalnya.

Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh

“yeobseo, oppa?”
“hoon-ah, gomawo untuk bekalnya, kau yang membuatnya?”
“nde, cheonmaneyo oppa. Nde, tapi tadi dibantu onnie”
“noona? Tumben sekali?”
“iyaa, habis tadi aku berisik sekali, jadi onnie terbangun dan ikut membantuku”
“hahaha, arra~ lihatlah kearah lantai atas, kami semua sedang melihatmu” leeteuk melambaikan tangannya kearah bawah.
Hyehoon mendongak dan membalas lambaian tangan leeteuk. Siwon melihat kearah yang sama dan melambaikan tangan juga, ia melihat jari hyehoon yang berbalut plester.
“yasudah oppa, makanlah bekalmu.. salam untuk member yang lain”
“ oo, ye ye ye” jawab leeteuk.

Siwon telah menyelesaikan makannya dan mengambil minum yang disodorkan oleh hyehoon. “mianhae, telah merepotkanmu baby..” ucap siwon murung.
“eh baby? Maksudmu apa?” tanya hyehoon bingung melihat perubahan raut muka siwon.
Siwon mengambil tangan hyehoon yang terluka dan mengenggamnya. “ini pasti gara-gara membuatkan bekal untukku kan?”tanya siwon serius.
“aigoo baby, kenapa pede sekali sih?” elak hyehoon sambil memegang pipi siwon.
“aku serius baby…” siwon menatap hyehoon.
“aish, gwenchana, kan sudah diobati. Tidak usah terlalu membesarkan hal yang sepele deh.” Hyehoon tau kekasihnya ini mudah sekali merasa bersalah apabila terjadi sesuatu yang dikarenakan dirinya sendiri. dan ia tidak mau membuat malam ini menjadi tidak menyenangkan.
“arra~ “ ucap siwon sedikit mengerucutkan bibirnya.
Hyehoon tersenyum melihat expressi siwon, mood kekasihnya ini memang harus dijaga sekali, karena walaupun orang-orang melihatnya sebagai sosok yang sempurna, tapi lain dengan hyehoon, ia melihat sisi siwon yang lainnya, diri siwon yang sebenarnya.

Dilantai atas…

“haaah~ senangnya melihat mereka bisa bertemu lagi” ucap leeteuk bahagia.
“cih~ aku harus membiasakan lagi melihat pemandangan seperti ini” ucap kyuhyun.
“ya! hyun-ah, seharusnya kau juga seperti itu dengan adikku” seru eunhyuk.
“hyung! itu tidak akan terjadi, kami punya cara sendiri untuk melakukannya” ucap kyuhyun dengan tatapan sinis kearah para hyungnya.
“aish, ye ye yee.. jangan menatap kami seperti itu kyuhyunnie” eunhyuk buru-buru pindah kebelakang leeteuk.
“sudah sudah, mari kita makan bekal saja” leeteuk menengahi sebelum terjadi perang dunia ke 4.
-000-

“sekarang ceritakan tentang kegiatanmu selama di Taipei dan saat SMTown di Paris” ucap hyehoon antusias. Ia sudah mengubah posisi duduknya jadi menghadap siwon, siwon pun merubah posisinya juga menghadap hyehoon. “mworago? Kau yakin? Ini sudah larut malam loh” tanya siwon.
“nde, gwenchana, besok aku libur kok” hyehoon menjawab mantap. Melihat hyehoon yang antusias mendengar ceritanya, mood siwon mulai membaik. “ok then, which one first?”
“Taipei please” jawabnya senang. Kadang siwon melihat hyehoon seperti mempunyai 2 kepribadian ada saatnya ia seperti anak kecil, ada saatnya kekasihnya itu bisa lebih dewasa darinya, padahal beda umur mereka terpaut 6 tahun dan sejauh ini, 22 nya bisa mengimbangi dirinya.
“ok, di Taipei aku..”
Tik tik tik..
“oo, biga isseo?” hyehoon menengadahkan telapak tangannya, tetes demi tetes jatuh diatas tangannya.
“aish, baby ayo kita kedalam gedung saja” ajak siwon sambil menarik tangan hyehoon
“jamkanman baby, kotak bekalnya belum kubawa.”
“ppalli, nanti kau bisa sakit” siwon lalu memberikan topinya kepada hyehoon, mereka berlari menuju gedung SMent, tetapi hujan sudah terlanjur deras, sehingga siwon menarik hyehoon kearah sebuah toko berkanopi cukup lebar yang sudah tutup. Mereka menepuk-nepuk pakaian mereka, mencoba mengeringkannya. Hyehoon menoleh kearah siwon, dilihatnya siwon sedikit menggigil kedinginan karena ia memang tidak mengenakan baju hangat seperti dirinya.
“baby.. kau kedinginan ya? mau kupinjamkan baju hangat ku?” tanya hyehoon khawatir.
Siwon tersenyum, mencoba mengatasi dingin yang menyergap tubuhnya dan menggeleng “ aniyeyo, gwenchana, tidak usah, kau saja yang pakai, kalau kau yang sakit aku bisa lebih sedih.”
“kotjimal, kau kira aku baru mengenalmu kemarin hah?” desis hyehoon kesal.
“haha, baby kalau ngambek lucu deh” canda siwon .
“ya choi siwon!! Aku serius..” ucap hyehoon dengan nada tinggi, kekasihnya ini kadang-kadang suka sok kuat dihadapannya.
“ jeongmalyo baby, keurrom, bagaimana jika aku memelukmu? Supaya kita sama-sama hangat?” siwon memberikan penawaran.
Tapi belum sempat hyehoon menjawab, siwon sudah memeluknya dari belakang.
“baby…” ucap hyehoon tertahan.
“waeyo? Kau tidak suka kupeluk seperti ini?” tanya siwon, ada nada kecewa didalam perkataannya.
“anii~ aku suka kok, tapi bagaimana jika ada wartawan yang melihat? Kau bisa kena masalah kan?” hyehoon memainkan jari siwon yang mendekap erat tubuhnya.
Siwon menghela nafas berat dan meletakkan dagunya dipundak hyehoon “ baby.. mianhae.. mianhae kalau selalu membuatmu kurang nyaman dengan status ku sebagai artis, tapi aku mohon, jangan sebut nama wartawan dan yang lainnya sekarang. Biarkanlah seperti ini sekarang, aku hanya ingin bersamamu sekarang, memelukmu, melepas semua rindu yang kutahan sejak 3 bulan yang lalu. Kita juga tidak bisa seperti ini terus kan? Keurrae, saat ada kesempatan seperti ini maka biarkanlah berjalan apa adanya. Aku berharap kau tidak pernah berfikir untuk pergi dariku dan membiarkanku menjalani semuanya sendirian.” Mengalirlah kata-kata yang selama ini mengganjal dihatinya, menjadi beban fikirannya semenjak dia menjalin hubungan dengan kekasihnya ini. Rasa takut ditinggalkan karena statusnya sebagai member salah satu boyband papan atas selalu menghantuinya. Ia selalu berusaha agar hyehoon merasa nyaman bila bersamanya bukan merasa khawatir karena takut akan wartawan dan segala macam pemberitaan yang akan merusak image dirinya.
Hyehoon terdiam mendegarkan kata-kata yang mengalir dengan lancarnya dari mulut seorang choi siwon, luapan perasaanya selama ini. Ia mendengarkan dengan seksama dan mencerna baik-baik kata demi kata yang keluar. Bagaimana bisa kekasihnya ini memendam semuanya selama ini sendiri, tanpa berbagi dengannya. Well, dalam sebuah hubungan bukannya harus saling terbuka, demi kelancaran hubungan itu sendiri. hyehoon lalu berbalik menghadap siwon dan memegang kedua pipi siwon.
“ baby.. mianhae kalau aku merusak mood mu, tapi yang kau harus tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kau yang memintaku untuk pergi. Kau tidak seharusnya memikirkan dan memendam semuanya sendirian. Aku akan berusaha semampuku untuk selalu mendampingimu. Dan satu lagi yang perlu kau ingat, aku selalu mendukungmu. Arrachi?”
Siwon tersenyum, senyum yang mewakili semua perasaannya, bahagia, terharu, lega semuanya terangkum menjadi satu dan ini pertama kalinya hyehoon melihat senyuman itu. Senyum yang diakibatkan oleh perkataanya, dirinya. Ingin sekali rasanya hyehoon menghentikan waktu saat itu juga, membiarkan dirinya melihat senyuman itu untuk waktu yang lebih lama lagi.
“nde, arrachi baby.. gomawoyo kau mau bersabar denganku..” siwon merasa beruntung sekali bisa mempunyai kekasih seperti hyehoon.
“you are soooo welcome baby” ucap hyehoon senang.
Lalu keduanya terdiam, hyehoon melepaskan tangannya dari pipi siwon. Kedua menjadi salah tingkah dengan jarak mereka yang terlalu dekat, hyehoon bisa merasakan hembusan nafas siwon menerpa wajahnya. Hanya suara tetesan hujan yang terdengar semakin deras. Hyehoon menundukkan wajahnya tetapi siwon mengangkat dagunya dan mengarahkannya agar berhadapan dengannya. Hyehoon bisa merasakan jantungnya berdetak sangat cepat, begitu juga siwon. Siwon menatap mata hyehoon dalam, “can i?” tanya siwon tanpa mengalihkan tatapannya sama sekali.
Entah mendapat keberanian darimana, hyehoon menganggukkan kepalanya. Dengan berlatarkan suara hujan yang turun, siwon memajukan wajahnya, hyehoon memejamkan matanya dan perlahan ia merasakan siwon juga menarik wajahnya agar lebih mendekat. 5 centi, 4 centi, 3 centi, 2 centi, 1….

Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh

Bunyi ponsel hyehoon menginterupsi keduanya, hyehoon membuka matanya dan merogoh ponsel disakunya. “aish” siwon mengumpat pelan. Hyehoon tertawa melihat expressi siwon yang terlihat kesal karena bunyi ponselnya. Hyehoon memencet tombol loudspeaker.
“yeobseo oppa, waeyo?”
“hoon-ah, eodi?”
“aku ada di toko dekat gedung bersama siwon”
“oo, jangan pulang sebelum hujan berhenti, dan minta siwon untuk mengantarmu pulang, arrasso? “
“nde oppa, arrassoyo” hyehoon melihat kearah siwon yang sudah bersandar pada tembok sambil mengerucutkan bibirnya.
“hyung, kau mengganggu tau” teriak siwon kesal.
“ ya!! apa yang sedang kau lakukan dengan adikku siwon-ssi?” teriak leeteuk.
“mau tahu aja sih hyung” ledek siwon dan mendapat tatapan sinis dari hyehoon.
“aish, awas kau ya! yasudah, aku pulang duluan, antarkan adikku pulang dengan selamat siwon-ssi” pesan leeteuk.
“nde hyung, tenang saja, tidak akan lecet sedikitpun” jawab siwon patuh.
“oo.. annyeong”
Sambungan telefon pun diputus, rupanya hujan sudah berhenti. Siwon menarik tangan hyehoon, “ baby… kita lanjutin yuk yang tadi…” ajak siwon terus terang.
“aah baby, hujannya udah berenti tuh, kita pulang yuk. Lain kali aja deh lanjutinnya.” Elak hyehoon. Sebenarnya ia juga kesal dengan adanya telepon dari oppanya, kan belum tentu dia berani melakukannya lagi.
“yaah baby mah, ,” rengek siwon manja.
“chu~” hyehoon mengecup pipi siwon cepat.
“bukan disini baby, tapi disinii nih, disini..” siwon menunjuk bibirnya yang tipis.
Hyehoon tertawa mendengarnya, “ belum saatnya baby, ayuk ah kita pulang.” Hyehoon menarik tangan siwon agar ia beranjak dari senderannya.
Siwon bangun dari sandarannya dan mengerucutkan bibirnya lagi. Ia berjalan mengikuti hyehoon.
“iih, masa captainnya manyun melulu, jelek tau” ledek hyehoon.
“abisnya baby siihh..” rengek siwon lagi.
Hyehoon makin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku siwon yang seperti itu. Siwon merangkul bahu hyehoon mengajaknya untuk terus berjalan sementara hyehoon menyenderkan kepalanya kelengan siwon yang tengah merangkul dirinya.

“ I will never leave you until you ask me to… “
-park hyehoon-
“ please don’t ever give up on me, I’ll do my best to make you safe and warm”
-Choi Siwon-

@Siwon407 : rainy.. Lovely Sound…


-FIN-


thanks for reading, as usual please leave a comment ok..
dont be a silent reader ^^