
cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: 2 AM JinWoon as Jung JinWoon
Basketball Indoor Court, Seoul Academy of Art..
“ HyoSungie.. nanti tolong foto aku ketika sedang bermain basket ya, ini kameranya..” Jinwoon memberikan sebuah kamera digital kepada Hyosung.
Hyosung memperhatikan kamera yang diberikan oleh jinwoon, “ nde, mau berapa banyak?” tanyanya.
Jinwoon tertawa mendengar pertanyaan hyosung, matanya menjadi sipit sekali ketika tertawa yang bagi sebagian orang yang kebanyakan adalah fansnya menganggap itu sangat menggoda. Hyosung setuju dengan pendapat itu, walaupun tidak 100 %.
“sebanyak yang kau mau saja.” Jawab jinwoon sambil melakukan pemanasan.
‘baiklah, kita akan mulai pertandingan SA Team VS SU Team , kepada para pemain harap memasuki lapangan’ . Announcer telah mengumumkan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
“ aku bermain dulu, jangan lupa fotonya. nanti kau akan kutraktir jika menang, doakan ya.” ucap jinwoon sambil berjongkok mengencangkan tali sepatunya.
“nde, arraso~ jinwonnie fighting!! “ ucap hyosung memberi semangat dengan mengepalkan sebelah tangannya.
Ia lalu mencari tempat duduk yang strategis agar bisa mendapatkan angle yang pas dan menghasilkan foto terbaik. Hari ini adalah pertandingan persahabatan antara, Seoul Academy of Art, tempat Hyosung dan Jinwoon kuliah, melawan Seoul University. Jinwoon adalah senior Hyosung 1 tingkat diatasnya. Awalnya Hyosung tidak terlalu tertarik berurusan dengan seorang idol seperti abangnya, HyukJae. Tapi dikarenakan Jinwoon pernah menolong Hyosung dalam suatu kejadian dikampus, jadilah mereka dekat seperti sekarang ini, dan sering sekali Hyosung mendapat tatapan kebencian dari para fans Jinwoon yang membenci kedekatan mereka. Hyosung pernah mengeluh dan menyuruh agar jinwoon menjauhinya , tapi jinwoon hanya berkata “ kau ini berteman dengan siapa? Aku atau mereka? Kenapa jadi memikirkan mereka?” dan Hyosung tidak pernah mengungkit-ungkit hal itu lagi.
“Jinwoon oppa!!! Fightiiing!!!” teriak para fans jinwoon. Jinwoon tersenyum sambil membuat love sign diatas kepalanya.
“kyaaaaa…” teriak para fans lagi.
“cih~ dasar entertainer..” cibir Hyosung.
Tak lama pluit dimulainya pertandingan berbunyi dan hyosung dengan cekatan mengabadikan setiap moment dengan kamera digital ditangannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan ringtone reff no other. Hyosung melihat caller id yang tertera diponselnya, nomor yang sangat familiar.
“yeobseo” jawab hyosung sedikit berteriak, suasana di lapangan sangat ramai dengan teriakan supporter.
“……”
“aish, mianhae, disini ramai sekali, kencangkan suaramu, aku tidak terlalu mendengarnya.” Teriak hyosung lagi. Ia menutup sebelah telinganya dengan jarinya.
“……”
“hah? Aku sedang menonton pertandingan basket dikampus, waeyo? ”
“……”
“ mollayo, mungkin sore hari.” jawab hyosung malas.
“…..”
“aku akan pulang naik bis, geokjeongmal , biasanya seperti itu. ” ucapnya dingin.
“…..”
“nde, arra~”
Hyosung memutus sambungan telepon, “ aneh sekali orang itu” gumamnya. Ia lalu memasukkan ponselnya kedalam saku dan kembali melanjutkan aktifitas nya, ikut bersorak ketika team kampusnya lebih unggul dan menyanyikan yel yel bersama penonton lainnya.
-000-
Super junior dorm , lt 12 …
Semua member sedang berkumpul di lantai 12, mereka akan merayakan keberhasilan kyuhyun menjadi juara 1 di immortal song 2, Kyuhyun mentraktir semua member dengan membelikan mereka 3 kotak pizza berukuran besar dan soju. Dan langsung disambut antusias oleh semua member yang sedang kepalaran, biasanya wookie memasak, tetapi hari ini ia sedang lelah sekali.
“kyuhyunie, tumben sekali kau merayakan hal seperti ini..” tanya ryeowook sambil menggigit sepotong pizza.
“wah, kau hebat kyuhyunnie, bisa menjadi juara 1 seperti ku, tidak sia-sia aku memberimu nasihat” ucap yesung bangga.
“ tidak usah banyak tanya, mood ku sedang bagus hari ini, kau nikmati saja pizza mu itu.” Jawab kyuhyun sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Wookie mendengus mendengar jawaban magnae nya dan ikut duduk di sofa.
“hyun ah, kau tidak mengajak hyosung kesini?” tanya Teuki yang langsung di-iya-kan oleh Eunhyuk.
Kyuhyun bangun dari sandarannya, “ oh iya, aku lupa..” ia menepuk pelan keningnya.
“hhhh” terdengar helaan nafas dari para member.
Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menekan kombinasi angka yang sudah dihafalnya diluar kepala.
“yeobseo” teriak suara diseberang sana, susananya sangat ramai, banyak orang bersorak-sorak.
Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya, “ Ya!! kau ingin membuatku tuli ya?” teriak kyuhyun.
Para member menoleh kearah kyuhyun, memperhatikan dengan seksama percakapan magnaenya itu.
“aish, mianhae, disini ramai sekali, kencangkan suaramu, aku tidak terlalu mendengarnya.”
“ cih~ Eoddigayo? “ tanya kyuhyun kesal.
“hah? Aku sedang menonton pertandingan basket dikampus, waeyo? ”
Kyuhyun mengerutkan keningnya, “ a anieyo.. jam berapa kau pulang?” ia menurunkan nada suaranya.
“ mollayo, mungkin sore hari.” Kyuhyun mencoba untuk sekasual mungkin, tapi tetap ada rasa khawatir didalam ucapannya.
“aku akan pulang naik bis, gokjongmal , biasanya seperti itu. ”
“ooh, kalau sempat mampirlah ke dorm, hati-hati dijalan.” Pesannya.
“nde, arra~”
Sambungan telepon pun diputus. Kyuhyun memegang tengkuk lehernya dan memijatnya pelan. Ia menyadari tatapan ingin tahu para hyungnya dari sudut matanya. Ia menghiraukannya dan menyandarkan kepalanya lagi di sofa.
“keurrae, dimana dia?” tanya Eunhyuk memecah keheningan. Member lain mulai melanjutkan makan mereka lagi.
“dikampus, menonton pertandingan basket” jawab kyuhyun singkat.
“ basket?” tanya eunhyuk meyakinkan. Ia terlihat memikirkan sesuatu dan detik berikutnya ia sudah berteriak.
“ya! hyun ah, apa dia cerita tentang jinwoon kepadamu?” tanya eunhyuk tak sabar.
“mworago? Jinwoon member 2AM ? “ tanya donghae bingung.
“nde, kau tahu kan kalau dia satu kampus dengan adikku?” tanya eunhyuk lagi.
“ndeeee, aku tahu hyung, dia pernah cerita tentang jinwoon kepadaku, jinwoon pernah menolongnya saat awal masuk kampus” jelas kyuhyun santai, mencoba menenangkan fikirannya.
“ aahh, jinwoonie.. ye ye ye.. aku pernah bermain basket dengannya dulu, dia sangat hebat ditambah postur tubuhnya yang tinggi semakin menunjang permainannya.” Kenang donghae.
“keurraeso.. mungkinkah dia juga bermain di team kampus nya?” eunhyuk mencoba menganalisis, ia meletakkan tangannya didepan mulutnya, bergaya seperti detektif.
Kyuhyun memejamkan matanya seolah tidak tertarik dengan percakapan hyungnya . Tapi telinganya yang aktif mendengarkan membuat nya ikut berfikir. Hyosung memang pernah cerita tentang jinwoon yang menolongnya saat awal masuk kampus, dia juga pernah beberapa kali ketika ditanya tentang kegiatannya, dijawab dengan “ aku sedang menonton pertandingan basket dikampus ”. Ia jadi memikirkan kata-kata eunhyuk hyung tentang kemungkinan jinwoon bergabung di team basket kampusnya, yang berarti itu bisa saja berhubungan dengan hyosung yang sering menonton pertandingan basket. Ia jadi membandingkan dirinya dengan jinwoon . Jinwoon tinggi, badannya seperti siwon hyung, suaranya juga bagus. sedangkan dirinya, well tidak jauh beda, ia tinggi, suaranya bagus hanya saja ia sedikit lebih pucat dan badannya tidak sebagus jinwoon. Mungkinkah hyosung tertarik kepada jinwoon? Tanyanya dalam hati. Tapi dengan cepat disanggahnya “andwae andwae! Shireo!” teriaknya dalam hati, mencoba mengusir fikiran negative itu. Ia membetulkan posisi bersandarnya, mendengarkan lagi dengan seksama.
Siwon tiba-tiba berkata “aahh, bahta! Hyehoon pernah bercerita padaku kalau ia menemani hyosung menonton pertandingan basket, ia dikenalkan dengan jinwoon yang waktu itu juga ada disana.” Jelasnya
Eunhyuk tiba-tiba menjentikkan jarinya, membuat semua member terkecuali kyuhyun menoleh padanya.
“got it!! Bisa disimpulkan kalau jinwoon juga bergabung dalam team tersebut, yang mana sering ditonton oleh adikku juga.” Dengan bangga eunhyuk mengatakan kesimpulannya.
Jantung kyuhyun tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Kenapa kesimpulan eunhyuk hyung bisa sama dengan pemikirannya.
“ya kyuhyun ah, apa kau tidak khawatir dengan semua ini? Bagaimana jika itu memang benar, bagaimana jika jinwoon yang mengajak adikku untuk menontonnya bermain basket? Kau bisa bayangkan adikku memberi semangat orang lain selain dirimu dan member? Bagaimana kalau setelah selesai mereka makan bersama? Atau jinwoon memaksanya untuk mengantarnya pulang sebagai rasa terimakasih telah menontonnya bertanding? Bagaimana jika semuanya itu terjadi? Kau kan tidak selalu ada disampingnya, kau pun juga jarang memberinya kabar..” eunhyuk berkata panjang lebar, mengeluarkan kata-kata yang mendramatisir, ia tidak bermaksud jahat terhadap magnae nya. Tapi terkadang ia juga kesal melihat hubungan mereka yang seperti itu, sok cuek tapi saling membutuhkan. Sebagai hyung/oppa pastinya ia ingin yang terbaik untuk dongsaengnya.
Member lain pun sudah melempar tatapan “apa yang kau lakukan hyuk?!”, wookie sudah berdiri perlahan dari sofa yang didudukinya, teuki hanya menggelengkan kepalanya. mereka tidak ingin ikut menjadi sasaran kemarahan kyuhyun karena terlalu ikut campur hubungan pribadinya. Tapi eunhyuk hanya tersenyum penuh arti menanggapinya.
“bagaimana jika…”
Belum sempat eunhyuk melanjutkan ucapannya, tiba-tiba kyuhyun berdiri, “hyung!! keumanhae!!” bentaknya.
Semua member terkejut karena bentakan kyuhyun. “aiyaaa, kyuhyun ah,jangan dengarkan orang itu” teuki bangun dari kursinya berniat menghampiri kyuhyun, disusul Siwon yang berdiri paling dekat dengan kyuhyun. Tapi kyuhyun segera mengambil jaketnya dan berjalan melewati Siwon kearah pintu. “aku pergi dulu” pamitnya disusul bantingan pintu yang lumayan keras.
Sepeninggal kyuhyun, semua member menatap kearah eunhyuk dan bergantian menyalahkannya atas perbuatannya itu, bagaimana jika setelah peristiwa ini bukannya malah menjadi baik tetapi menjadi semakin buruk, bagaimana jika kyuhyun tidak mau berbicara dengan mereka semua, bagaimana jika kyuhyun tidak focus menjalani aktifitasnya..
“ya ya ya!! dengarkan aku dulu, dengarkan penjelasanku. Aku sengaja melakukan itu semua, kedekatanku belakangan ini dengannya membuat aku mengenalnya lebih dekat, lebih memahaminya. Aku tidak memaksanya bercerita tentang hubungannya, tapi ia sendiri yang memulainya, dari situ aku tahu bagaimana sebenarnya perasaannya menjalani hubungan seperti ini. Dia mungkin tidak bisa seekspresif siwonnie dan seromantis donghae dalam berhubungan. Hanya saja, harga dirinya sangat tinggi, sehingga terkesan gengsi dan acuh.” Jelas Eunhyuk panjang lebar. Ia mengambil sepotong pizza dan memakannya.
“hajiman, apa semua itu benar? Bagaimana kalau ia berkelahi dengan jinwoonie?” tanya wookie khawatir
Eunhyuk menjitak kepala wookie pelan,” wookieyaaa, dia tidak mungkin sebodoh itu”
-000-
Kyuhyun sampai didepan kampus hyosung. Ia mengetik sebuah pesan.
To: 346xxxxxx
“kau sudah pulang? Kalau belum, aku ada didepan kampusmu dengan mobilku”
SENT
Indoor basketball court..
“chukkae jinwoonie, neomu daebak!! “ ucap hyosung senang sambil mengembalikan kamera jinwoon.
“gomawoyo~ itu karna kerja tim juga , bukan hanya aku individu” sanggahnya halus.
Hyosung memberikan sebotol air putih, “aah, sama saja..”
“oppa, oppa, bisakah kita berfoto sebentar” tanya seorang fans yang kelihatannya masih sekolah menengah, pertandingan ini memang terbuka untuk umum jadi wajar saja kalau para fans jinwoon benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.
“tentu saja,” jawab jinwoon ramah. “jamkanmanyo..” ucapnya pada hyosung.
Tiba-tiba message tone ponsel hyosung berbunyi, ia merogoh ponselnya disaku celana.
From: 398xxxxxx
“kau sudah pulang? Kalau belum, aku ada didepan kampusmu dengan mobilku”
Hyosung sedikit heran dengan sikap kyuhyun hari ini, ditambah tumben-tumbennya dia mau menjemputnya didepan kampus. Tanpa fikir panjang, Ia lalu pamit kepada jinwoon.
“jinwoonie, aku duluan ya, ada urusan penting. Annyeong” ia segera meninggalkan jinwoon yang masih bingung.
“traktirannya? Apa perlu kuantar?” tawarnya.
“lain kali saja. tidak perlu aku naik bis saja” tolak hyosung sambil melambaikan tangan kearah jinwoon.
“hhhh, arraso~” jinwoon mengangguk lesu sambil berjalan ke ruang ganti.
-000-
Hyosung sudah duduk dikursi penumpang sebelah kyuhyun. Ia memperhatikan kyuhyun dari ujung kepala sampai kaki lalu kembali lagi dan berhenti di sebuah wajah putih pucat dengan ekspresi yang sangat disayangkan jika harus dihiasi dengan ekspresi murung seperti itu.
“ya! kenapa melihatku seperti itu?” tanyanya tidak nyaman, lalu ia menatap kearah setir lagi.
“wae irae?? Kau sakit? Salah makan? Kalah bermain starcraft?” tanya hyosung bertubi-tubi.
Kyuhyun hanya menjawabnya dengan satu gelengan.
“cih~ kenapa dengan otakmu? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Ayolah, tidak seru jika kau berubah menjadi pendiam, siapa yang menjadi lawan bicara ku?” tanya hyosung tak sabar.
“hhhh, bisakah kita bicara berdua?” tanyanya datar.
Hyosung menengok kearah kursi penumpang belakang, tidak ada orang. “eh? Memangnya ada siapa lagi selain kita berdua dimobil ini? Aku tidak melihat ada orang lain”
“neoooo…” keluhnya.
“naega wae?” hyosung menjadi semakin bingung.
“kita pergi ketempat lain yang lebih tenang . baru aku akan mulai berbicara” kyuhyun mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya ketempat yang dituju.
-000-
Kyuhyun memutar posisi badannya sehingga menghadap kearah hyosung, begitupun sebaliknya. Ia menghela nafas panjang, mengatur emosinya dan menyusun kata-kata yang akan diucapkannya.
“keurrom.. langsung to the point, aku ingin bertanya tentang kedekatanmu dengan jinwoon.”
“jinwoonie?” tanya hyosung meyakinkan.
“ya! kau memanggilnya dengan panggilan seperti itu?!” teriak kyuhyun.
Hyosung reflex menutup sebelah telinganya, “ya! ini didalam mobil! Kau berbicara pelan pun aku dengar! “ teriaknya tak mau kalah.
“aish, sudahlah, biarkan aku menyelesaikan omonganku dulu. Iya aku ingin bertanya tentangnya, seberapa dekat kau dengannya? Apakah kau menonton basket karenanya? Apakah kau pernah jalan denganya? Apa kaaauu ya ya ya!! appo! Kenapa mencubitku?” teriak kyuhyun kesakitan sambil mengelus-elus lengannya.
“babo! Kau bilang kau pemenang olimpiade matematika! Tapi kenapa pikiran mu bodoh sekali dalam hal seperti ini ?! Kau kira aku wanita macam apa? Pergi sesuka hatinya dengan lelaki lain sedangkan ia sudah mempunyai kekasih?! Hah?! Lagipula aku dan jinwoon hanya berteman! Aku kan sudah pernah bilang padamu kalau dia pernah menolongku. Dan soal basket itu, itu karena aku memang menyukainya, makanya aku menontonnya.” Hyosung menarik nafas panjang setelah menjelaskan semuanya. Ia menatap kyuhyun kesal.
Segaris senyum mulai terukir diwajah kyuhyun setelah mendengarkan penjelasan hyosung, “ tapi jinwoon merupakan salah satu atlet di team kampusmu kan?”
“itu karena dia salah satu pemain terbaik yang ada dikampus kami, makanya disetiap pertandingan ia selalu menjadi pemain inti, kecuali jika ia ada tour bersama membernya. Hhh, kenapa sih kau mau capek-capek memikirkan hal seperti ini?” tanya hyosung heran, pasti ada sesuatu dibalik semua ini.
“anii~ hanya saja tadi eunhyuk hyung berbicara tentang kalian yang membuatku sedikit terintimidasi.” akunya malu sambil mengacak-acak rambutnya.
“aish, jinjja!! Liat saja nanti kalau aku bertemu dengannya! “ ancam hyosung.
“jamkanman.. kauuuuu cemburu ya dengan jinwoon?” tanya hyosung penuh selidik, ia menyipitkan matanya dan menatap kearah kyuhyun tajam.
“ya!! memangnya salah kalau aku cemburu?? Wajar saja kan?! Aku normal! Kau yang aneh! Tidak pernah cemburu terhadapku!!” jawab kyuhyun penuh napsu.
Mendengar perkataan kyuhyun, emosi hyosung terpancing. “Mwoya!!! ya!! cho kyuhyun!!! Kata siapa?!! Kau tahu, kisah cintamu yang kau ceritakan di strong heart itu, aku cemburu!! Kau bahkan tidak pernah menceritakannya kepadaku!! Semua perlakuan mu saat SJM fan meeting!! Aku tahu itu fan service!! Tapi tetap saja!! Belum lagi tingkah mu disemua event yang aku berani bertaruh bahwa fansmu makin bertambah banyak!!! Kau kira aku tidak pernah cemburu?! Kau bilang aku tidak normal?! Asal kau tahu, Aku ini terlalu normal sehingga tidak berani mengatakannya kepadamu karena takut menganggumu!!! Aku takut kalau itu malah menjadi beban untukmu!! Takut bahwa kau akan menganggapku kekanakan jika aku memberitahumu!! Kau dengar itu!! Kau dengar itu cho kyuhyun!!! Hh hh hh hh” hyosung mengeluarkan semua kekesalannya terhadap kyuhyun . jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, bahkan ia rasa bisa mendengar suara degupnya. Tangannnya masih terkepal keras diatas pangkuannya. ia mengatur nafasnya lagi. Matanya masih menatap kearah kyuhyun.
Perlahan sebuah senyum bahagia terukir diwajah tampan kyuhyun, ia memajukan badannya dan mengulurkan tangannya kepada hyosung.
“kemarilah..” ajaknya.
Hyosung masih mengatur emosinya yang meluap-luap barusan, Ia mengacuhkan kyuhyun dan melihat keluar kaca, tiba-tiba tangan kyuhyun sudah menariknya kedalam sebuah pelukan hangat yang bahkan sudah hyosung lupa bagaimana rasanya sebuah pelukan itu. Sudah sangat lama sekali sejak kyuhyun terakhir memberikan pelukan seperti ini. Kyuhyun mengelus rambut hyosung dan membenamkan wajahnya dirambut hyosung.
“gomawayo~ “ ucap kyuhyun tulus.
Ragu-ragu hyosung mengangkat tangannya, membalas pelukan kyuhyun dan meletakkan wajahnya diantara lekukan leher kyuhyun dengan bahunya, tak lama kyuhyun merasakan bahu hyosung bergetar dan terdengar isakan kecil dari mulut hyosung. Ia menepuk nepuk pelan punggung hyosung, mencoba menenangkan sambil mulutnya bersenandung . Dan tangisan hyosung pun menjadi semakin besar.
-000-
Kyuhyun membuka kaca lipat diatas hyosung dan menyuruhnya bercermin.
“lihat, wajahmu jelek sekali. Matamu bengkak seperti habis ditonjok hahahaha” ledek kyuhyun dan mendapat tatapan sinis dari hyosung.
“oh ya, kenapa kau menyuruhku ke dorm tadi?” hyosung teringat percakapannya dengan kyuhyun tadi siang.
“aahhh, bahta! Aku melupakannya.. ya! apa kau tidak tahu bahwa kekasihmu yang tampan ini meraih juara pertama dalam immortal song 2?” tanya kyuhyun bangga.
“jinjjayo? Aahh, daebak! Chukkae!! “ ucap hyosung senang.
Kyuhyun menaikkan dagunya membuat iya terkesan membanggakan dirinya “ kkk~ gomawo..” ucapnya sambil mengacak rambut hyosung.
Kriuukk kriukkkk…
Mereka berdua menoleh kearah sumber suara yang tak lain adalah perut hyosung yang sedang kelaparan. Mereka lalu tertawa bersama. Kyuhyun teringat pizza yang dibelinya di dorm tadi, ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi eunhyuk.
“hyung, sisakan aku pizza satu kotak ya” pesan kyuhyun.
“eh? Ssa ssatu kott tak?” jawab eunhyuk grogi.
Hyosung merebut ponsel kyuhyun dan berteriak
“ya!! oppadeul!! Sisakan kami 1 kotak ya!! aku sudah sangat lapar! Awas saja kalau saat kami sampai di dorm pizza nya tidak ada! Kalian siap siap menerima hadiah dari kami ya!! kkkk” ancam hyosung dengan nada yang sangat manis.
“wahahahaha, ayo cepat kita pulang! “ ajaknya kepada kyuhyun.
“ cis~ dasar jelek. “ gumam kyuhyun sambil menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya kembali ke dorm.
-000-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar