Search..

Selasa, 12 Juli 2011

[FF] in the rainy days..



HyeWon ♥

cast:
.: YOU as Park Hyehoon
.: Super Junior Siwon as Choi Siwon

HyeHoon duduk di balkon kamarnya yang berwarna violet. Dia duduk menghadap ke luar dan membiarkan angin segar menghembuskan rambutnya yang berkibar indah. Sesekali dia menghela nafas dengan berat sambil memfokuskan pandangannya ke sebuah penjuru yang bahkan ia sendiri tak tahu dimana ujungnya.
Tangannya sedang memegang ponsel dan mengecek inbox SMS’nya, namun hasilnya nihil. Tetap tak ada satupun pesan baru yang masuk kesana.
Jarinya beralih menekan beberapa nomor yang membentuk kombinasi angka yang sudah sangat ia hafal diluar kepala, namun beberapa detik kemudian..hasilnya sama. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan servis area..” HyeHoon agak memanyunkan bibirnya dan menekan tombol reject dengan agak emosi.

“haah, apa belum selesai recording 5jib nya?” desahnya kesal. Siwon sudah menyelesaikan filming dramanya di Taiwan beberapa hari yang lalu, dan sekarang ia sudah berada di Seoul kembali.
“kira-kira dia sudah makan belum ya?” tanyanya khawatir, ia lalu memeluk lututnya dan menelungkupkan kepalanya diatasnya. Selang beberapa detik berikutnya sebuah ide muncul di otaknya, ia beranjak dari duduknya dan turun ke dapur. Ia mengeluarkan bahan makanan seadanya dari kulkas dan mulai membuat bekal. Ini pertama kalinya Hyehoon membuatkan bekal untuk seorang Choi Siwon. karena ia tidak terlalu bisa memasak, mulai terdengarlah bunyi-bunyi barang berjatuhan sampai akhirnya teriakan kecil keluar dari mulutnya. Tangannya teriris pisau saat memotong gimbab, buru-buru disesapnya darah yang keluar, takut mengenai makanan yang sedang dibuatnya dan berlari menuju kotak P3K untuk mengambil plester. Terdengar salah satu pintu kamar bawah dibuka.

“hoon-ah, apa yang kau lakukan malam-malam didapur?” tanya Inyoung yang terbangun gara-gara suara gaduh yang didengarnya. “kau lapar? Bukannya masih ada makanan di meja makan?” lanjutnya lagi.

“aah onnie, mianhae kalau membangunkanmu, ani~ aku tidak lapar kok, aku hanya…” jawab hyehoon sambil menyembunyikan tangannya yang terluka dibelakang badannya, sekaligus menutupi bekalnya.

Inyoung berjalan menghampiri dongsaengnya dan mengintip apa yang disembunyikan dibalik badannya.
“ya!! tumben sekali kau membuat bekal.. dan.. kenapa dengan tanganmu? Teriris pisau? Aigoo~” omelnya kepada Hyehoon. Ia menggeser badan Hyehoon, “ apa-apaan bekal seperti ini? Jelek sekali, aku saja tidak nafsu untuk memakannya apalagi kekasihmu itu” lanjutnya lagi.

“onnie-ya, kau tahu kan aku tidak pernah membuat bekal seperti ini, jadi wajar sajalah jika hasilnya seperti ini, lagipula akukan belum selesai, jadi msh terlihat berantakan.” Gerutu hyehoon sambil memperhatikan onnienya yang sedang membereskan semuanya.

Inyoung mengganti kotak makannya dan menyusun ulang bekal yang dibuat hyehoon. “kau kan bisa minta bantuanku hoon-ah, lagipula inikan sudah malam ? Knapa tidak besok saja?” tanya Inyoung tanpa melihat Hyehoon, tangannya cekatan sekali membuat bekal.

“mm, aku takut mengganggu onnie, aku kan tidak enak. Mmm aku ingin mengantarkannya ke tempat mereka latihan.” Jawab Hyehoon tertunduk.

“kau ini! Aku kan onniemu, buat apa merasa sungkan? Dengan jungsoo saja kau bisa santai kenapa harus canggung denganku? Padahal kau tinggal denganku.”

Hyehoon merasa tersentak dengan omongan onnienya, memang benar jika ia lebih sering bercerita dengan Jungsoo yang notabene tinggal berjauhan dengannya, ia rela pergi ke dorm hanya untuk bercerita mengenai masalahnya dan meminta saran dari oppa nya, bahkan dia akan menyimpan masalahnya sendiri apabila oppanya tidak punya waktu untuk mendengarkan ceritanya. Ia kadang merasa perbedaan umur antara dirinya dengan onnienya terlalu jauh, itu yang kadang-kadang membuatnya canggung bercerita dengan onnienya. Ia lalu memeluk onnienya dari samping dan meletakkan dagunya dibahu Inyoung.
“onnie, mianhae jika aku membuat kau merasa seperti itu, tapi aku tidak bermaksud melakukannya. Mianhaeyo” ketara sekali ada penyesalan didalam ucapan Hyehoon, dan inyoung tidak ingin membuat adiknya lebih canggung lagi kepadanya. Ia meletakkan pisau dan mencopot sarung tangannya lalu mengarahkan tangannya untuk mengelus kepala Hyehoon.
“arrayo, gwenchana hoon-ah, lain kali kau harus lebih sering bercerita mengenai masalahmu kepadaku, dan jangan canggung lagi terhadapku. Kau tahu kan kalau oppa mu itu sibuk sekali, jadi tidak selalunya dia bisa membantumu, arrasso? ” jelas Inyoung sambil terus mengelus kepala hyehoon. Hyehoon menganggukkan kepalanya “ nde, arrasso onnie-ya, gomawoyo” ucapnya sungguh sungguh. Ia beruntung sekali mempunyai oppa dan onnie yang sangat baik dan sayang kepadanya dan mulai sekarang iya berjanji akan terbuka dengan onnie dan oppa nya.
Hyehoon mengangkat kepalanya dan tersenyum lega kearah Inyoung dan dibalas dengan senyuman yang sama. Inyoung mengangkat bekal yang sudah jadi dan menunjukkannya kepada Hyehoon.
“sudah selesai, apa kau yakin mau mengantarkannya malam ini? Oh iya, kau tidak membuatkannya untuk oppa mu?” tanya inyoung.
Hyehoon menepuk keningnya, “omo~ aku lupa, nde onnie, mari kira membuatkannya juga, bisa-bisa terjadi kecemburuan sosial disana nanti” ucapnya panik.
Inyoung tertawa melihat kelakuan dongsaengnya dan mulai membantunya membuat satu bekal lagi untuk jungsoo.

-000-

“kau yakin mau kutinggal sendirian?” tanya inyoung dari dalam mobil.
“nde onnie, gwenchana, nanti aku bisa diantar oleh siwon atau oppa” ucap hyehoon meyakinkan onnienya, ia tidak ingin onnienya khawatir padahal sebenarnya iya tidak yakin kalau siwon ataupun oppanya bisa mengantarnya pulang.
“ baiklah kalau begitu, aku pulang ya, kalau ada apa-apa hubungi aku, arrachi?” pesan inyoung.
“nde, algeseumnida onnie-ya.” jawab hyehoon patuh.
Sepeninggal inyoung, hyehoon menekan tombol 2, speed dial ke nomor kekasihnya. Lagi lagi yang menjawab adalah si operator. Kemudian ia beralih menghubungi oppanya. Terdengar nada sambung yang membuat wajah hyehoon sedikit senang.
“ yeobseo, hoon-ah “ jawab leeteuk sedikit berteriak, terdengar suara musik yang asing ditelinganya.
“ oppa~ apa aku mengganggu?” tanya hyehoon takut
“aah~ anii, kami baru saja selesai recording buat hari ini, waeyo?”
“hmm, apa siwon ada disana? “
“Siwon? Ada kok, kenapa?” leeteuk memberi isyarat kepada siwon untuk mengecek ponselnya.
Siwon buru-buru mengecek ponselnya dan ternyata ponselnya mati karean habis batere. Siwon menepuk keningnya dan leeteuk pun ikut-ikut menepuk keningnya.
“mmm, aku kok tidak bisa menghubunginya ya? apa dia sibuk oppa?”
“ anieyo, baterenya habis katanya” leeteuk memanggil siwon kearahnya.
“habis? Tidak biasanya dia seperti itu?” tanya hyehoon heran.
“aah, ini dia siwon, kau bicara langsung saja kepadanya” leeteuk menyerahkan ponselnya kepada siwon.
“baby? “ sapa siwon pelan.
“nde, ada apa dengan ponselmu?”
“low battery baby, mianhae. Aku lupa membawa charger biasa, hanya ada mobile charger di mobil” jelasnya.
“oo, gwenchana, sudah selesai recording?”
“sudah, baru saja. Kau kenapa belum tidur?”
“ sudah makan belum?”
“baby~ jawab pertanyaanku dulu. Aku belum makan.”
“cepatlah kebawah, kutunggu ditaman depan gedung ya.” belum sempat siwon menjawab, hyehoon sudah memutus sambungan telefon.
“ya baby!!” teriak siwon kearah ponsel.
Member yang lain menatap heran kearah siwon, “dia menungguku didepan taman gedung hyung” ucapnya seakan tau arti tatapan heran dari para member lainnya.
“mworago? Dibawah? Selarut ini? Aigoo~ dimana letak otak anak itu” omel leeteuk.
“cih~ sama bodohnya dengan orang itu” celetuk kyuhyun dan mendapat tatapan sinis dari siwon, leeteuk dan eunhyuk.
“waeyo? Aku Cuma mengeluarkan pendapat” jawab kyuhyun santai.
Siwon hanya bisa mengurut dada mendengar jawaban kyuhyun.
“hyung, aku kebawah dulu ya” pamit siwon.

Myoongsan Park..

Hyehoon duduk dibangku taman sambil memangku bekal yang dibawanya, ia memakai hoodie kebesaran dan legging hitam. Ia memandangi wallpaper ponselnya yang merupakan foto dirinya dengan siwon saat pertama kali mereka meresmikan hubungan mereka.
“baby..” panggil siwon yang sudah berada didepannya sekarang.
Hyehoon memandangi siwon lama, “ya tuhan, sudah lama sekali aku merindukan pemandangan seperti ini” batinnya, siwon berdiri didepannya dengan senyum ramahnya dan lesung pipi yang selalu membuat dirinya betah memandangi wajah siwon berjam-jam. Bagaimana bisa orang yang hanya memakai kaus polos berwarna biru tua dan topi bisa sebegitu tampannya dan membuat hyehoon tak ingin berkedip sedetikpun, takut kalau ini semua akan berakhir seperti mimpinya belakangan ini.



Siwon mengibaskan tangannya didepan wajah hyehoon, “ baby.. kau kenapa? Kenapa jadi bengong seperti ini?” ia lalu mengguncang-guncangkan badan hyehoon.
Detik berikutnya hyehoon sudah memeluk siwon erat. Siwon yang pada awalnya bingung melihat kekasihnya yang bengong langsung memahami situasi yang sebenarnya. Ia balas memeluk hyehoon erat, mendekapnya dan mengurungnya dalam lingkaran peluknya. Ia mencium puncak kepala hyehoon sambil memejamkan mata. “heii, miss me?” tanya siwon usil dan langsung mendapat cubitan dipinggangnya.
“ya baby!! Apo~” rengek siwon manja.
Hyehoon langsung berusaha melepaskan pelukannya dan bersiap-siap pulang, tetapi tangannya langsung ditarik oleh siwon dan dipeluknya hyehoon lebih erat lagi. Siwon membenamkan wajahnya diantara rambut hyehoon, “kajimaa, biarkan dulu seperti ini, aku sangat merindukanmu” bisiknya ditelinga hyehoon. Kontan muka hyehoon langsung memerah mendengar pengakuan siwon yang blak-blakan, ia berusaha mengatur detak jantungnya yang menjadi cepat akibat ucapan siwon.
“pasti mukamu sedang memerah sekarang” goda siwon lagi. Dan kali ini hyehoon gentian mencubit perutnya. Siwon tertawa terbahak, sudah lama sekali ia tidak menggoda kekasihnya secara langsung, biasanya hanya via telepon atau video call.
“ apa itu?” tanya siwon menunjuk bingkisan yang dibawa kekasihnya.
Hyehoon mengeluarkan bekal yang dibuatnya dan memberikannya kepada siwon, “ini, aku sudah bisa pastikan kau hanya minum segelas kopi dan satu wafel tadi pagi, makanya aku membuatkan kau bekal.” Jawab hyehoon sambil membuka tutup bekal.
“bekal? Kau yang membuatnya? Waaah~ tapi bukannya kau tidak bisa memasak?” tanya siwon takjub melihat perubahan kekasihnya.
“ya! aku bukannya tidak bisa, tapi belum belajar! Lagipula tadi onnie juga membantuku, ini ada satu lagi untuk soo oppa” hyehoon mengeluarkan bekal satunya lagi.
“gomawoyo hoon-ah” siwon mengecup pipi hyehoon dan langsung memamerkan senyum yang bisa membuat hyehoon speechless.
Hyehoon yang ingin protes terhadap perlakuan siwon mengurungkan niatnya “nde, cheonmaneyo” ucapnya tersipu.
“aku akan mengantarkannya ke leeteuk hyung dulu, kau tunggu disini ya, jangan pergi” perintah siwon.
“ ya ampun baby, memangnya aku mau kemana sih?”
“molla~ mungkin saja kan,” ia mengedipkan sebelah matanya dan berlari kedalam gedung.

“waah~ jalmokkhaseyo ” ucap siwon senang. Ia menyuapkan sebuah telur gulung kedalam mulutnya.
“eotthoke?” tanya hyehoon cemas.
“yummy, massitta, delicious!!” siwon menyuapkan satu telur gulung lagi kedalam mulutnya.
“jinjayo? Aish~ baguslah kalau begitu” ucap hyehoon lega.
Siwon tersenyum kearah kekasihnya dan mulai memakan lahap bekalnya.

Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh

“yeobseo, oppa?”
“hoon-ah, gomawo untuk bekalnya, kau yang membuatnya?”
“nde, cheonmaneyo oppa. Nde, tapi tadi dibantu onnie”
“noona? Tumben sekali?”
“iyaa, habis tadi aku berisik sekali, jadi onnie terbangun dan ikut membantuku”
“hahaha, arra~ lihatlah kearah lantai atas, kami semua sedang melihatmu” leeteuk melambaikan tangannya kearah bawah.
Hyehoon mendongak dan membalas lambaian tangan leeteuk. Siwon melihat kearah yang sama dan melambaikan tangan juga, ia melihat jari hyehoon yang berbalut plester.
“yasudah oppa, makanlah bekalmu.. salam untuk member yang lain”
“ oo, ye ye ye” jawab leeteuk.

Siwon telah menyelesaikan makannya dan mengambil minum yang disodorkan oleh hyehoon. “mianhae, telah merepotkanmu baby..” ucap siwon murung.
“eh baby? Maksudmu apa?” tanya hyehoon bingung melihat perubahan raut muka siwon.
Siwon mengambil tangan hyehoon yang terluka dan mengenggamnya. “ini pasti gara-gara membuatkan bekal untukku kan?”tanya siwon serius.
“aigoo baby, kenapa pede sekali sih?” elak hyehoon sambil memegang pipi siwon.
“aku serius baby…” siwon menatap hyehoon.
“aish, gwenchana, kan sudah diobati. Tidak usah terlalu membesarkan hal yang sepele deh.” Hyehoon tau kekasihnya ini mudah sekali merasa bersalah apabila terjadi sesuatu yang dikarenakan dirinya sendiri. dan ia tidak mau membuat malam ini menjadi tidak menyenangkan.
“arra~ “ ucap siwon sedikit mengerucutkan bibirnya.
Hyehoon tersenyum melihat expressi siwon, mood kekasihnya ini memang harus dijaga sekali, karena walaupun orang-orang melihatnya sebagai sosok yang sempurna, tapi lain dengan hyehoon, ia melihat sisi siwon yang lainnya, diri siwon yang sebenarnya.

Dilantai atas…

“haaah~ senangnya melihat mereka bisa bertemu lagi” ucap leeteuk bahagia.
“cih~ aku harus membiasakan lagi melihat pemandangan seperti ini” ucap kyuhyun.
“ya! hyun-ah, seharusnya kau juga seperti itu dengan adikku” seru eunhyuk.
“hyung! itu tidak akan terjadi, kami punya cara sendiri untuk melakukannya” ucap kyuhyun dengan tatapan sinis kearah para hyungnya.
“aish, ye ye yee.. jangan menatap kami seperti itu kyuhyunnie” eunhyuk buru-buru pindah kebelakang leeteuk.
“sudah sudah, mari kita makan bekal saja” leeteuk menengahi sebelum terjadi perang dunia ke 4.
-000-

“sekarang ceritakan tentang kegiatanmu selama di Taipei dan saat SMTown di Paris” ucap hyehoon antusias. Ia sudah mengubah posisi duduknya jadi menghadap siwon, siwon pun merubah posisinya juga menghadap hyehoon. “mworago? Kau yakin? Ini sudah larut malam loh” tanya siwon.
“nde, gwenchana, besok aku libur kok” hyehoon menjawab mantap. Melihat hyehoon yang antusias mendengar ceritanya, mood siwon mulai membaik. “ok then, which one first?”
“Taipei please” jawabnya senang. Kadang siwon melihat hyehoon seperti mempunyai 2 kepribadian ada saatnya ia seperti anak kecil, ada saatnya kekasihnya itu bisa lebih dewasa darinya, padahal beda umur mereka terpaut 6 tahun dan sejauh ini, 22 nya bisa mengimbangi dirinya.
“ok, di Taipei aku..”
Tik tik tik..
“oo, biga isseo?” hyehoon menengadahkan telapak tangannya, tetes demi tetes jatuh diatas tangannya.
“aish, baby ayo kita kedalam gedung saja” ajak siwon sambil menarik tangan hyehoon
“jamkanman baby, kotak bekalnya belum kubawa.”
“ppalli, nanti kau bisa sakit” siwon lalu memberikan topinya kepada hyehoon, mereka berlari menuju gedung SMent, tetapi hujan sudah terlanjur deras, sehingga siwon menarik hyehoon kearah sebuah toko berkanopi cukup lebar yang sudah tutup. Mereka menepuk-nepuk pakaian mereka, mencoba mengeringkannya. Hyehoon menoleh kearah siwon, dilihatnya siwon sedikit menggigil kedinginan karena ia memang tidak mengenakan baju hangat seperti dirinya.
“baby.. kau kedinginan ya? mau kupinjamkan baju hangat ku?” tanya hyehoon khawatir.
Siwon tersenyum, mencoba mengatasi dingin yang menyergap tubuhnya dan menggeleng “ aniyeyo, gwenchana, tidak usah, kau saja yang pakai, kalau kau yang sakit aku bisa lebih sedih.”
“kotjimal, kau kira aku baru mengenalmu kemarin hah?” desis hyehoon kesal.
“haha, baby kalau ngambek lucu deh” canda siwon .
“ya choi siwon!! Aku serius..” ucap hyehoon dengan nada tinggi, kekasihnya ini kadang-kadang suka sok kuat dihadapannya.
“ jeongmalyo baby, keurrom, bagaimana jika aku memelukmu? Supaya kita sama-sama hangat?” siwon memberikan penawaran.
Tapi belum sempat hyehoon menjawab, siwon sudah memeluknya dari belakang.
“baby…” ucap hyehoon tertahan.
“waeyo? Kau tidak suka kupeluk seperti ini?” tanya siwon, ada nada kecewa didalam perkataannya.
“anii~ aku suka kok, tapi bagaimana jika ada wartawan yang melihat? Kau bisa kena masalah kan?” hyehoon memainkan jari siwon yang mendekap erat tubuhnya.
Siwon menghela nafas berat dan meletakkan dagunya dipundak hyehoon “ baby.. mianhae.. mianhae kalau selalu membuatmu kurang nyaman dengan status ku sebagai artis, tapi aku mohon, jangan sebut nama wartawan dan yang lainnya sekarang. Biarkanlah seperti ini sekarang, aku hanya ingin bersamamu sekarang, memelukmu, melepas semua rindu yang kutahan sejak 3 bulan yang lalu. Kita juga tidak bisa seperti ini terus kan? Keurrae, saat ada kesempatan seperti ini maka biarkanlah berjalan apa adanya. Aku berharap kau tidak pernah berfikir untuk pergi dariku dan membiarkanku menjalani semuanya sendirian.” Mengalirlah kata-kata yang selama ini mengganjal dihatinya, menjadi beban fikirannya semenjak dia menjalin hubungan dengan kekasihnya ini. Rasa takut ditinggalkan karena statusnya sebagai member salah satu boyband papan atas selalu menghantuinya. Ia selalu berusaha agar hyehoon merasa nyaman bila bersamanya bukan merasa khawatir karena takut akan wartawan dan segala macam pemberitaan yang akan merusak image dirinya.
Hyehoon terdiam mendegarkan kata-kata yang mengalir dengan lancarnya dari mulut seorang choi siwon, luapan perasaanya selama ini. Ia mendengarkan dengan seksama dan mencerna baik-baik kata demi kata yang keluar. Bagaimana bisa kekasihnya ini memendam semuanya selama ini sendiri, tanpa berbagi dengannya. Well, dalam sebuah hubungan bukannya harus saling terbuka, demi kelancaran hubungan itu sendiri. hyehoon lalu berbalik menghadap siwon dan memegang kedua pipi siwon.
“ baby.. mianhae kalau aku merusak mood mu, tapi yang kau harus tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kau yang memintaku untuk pergi. Kau tidak seharusnya memikirkan dan memendam semuanya sendirian. Aku akan berusaha semampuku untuk selalu mendampingimu. Dan satu lagi yang perlu kau ingat, aku selalu mendukungmu. Arrachi?”
Siwon tersenyum, senyum yang mewakili semua perasaannya, bahagia, terharu, lega semuanya terangkum menjadi satu dan ini pertama kalinya hyehoon melihat senyuman itu. Senyum yang diakibatkan oleh perkataanya, dirinya. Ingin sekali rasanya hyehoon menghentikan waktu saat itu juga, membiarkan dirinya melihat senyuman itu untuk waktu yang lebih lama lagi.
“nde, arrachi baby.. gomawoyo kau mau bersabar denganku..” siwon merasa beruntung sekali bisa mempunyai kekasih seperti hyehoon.
“you are soooo welcome baby” ucap hyehoon senang.
Lalu keduanya terdiam, hyehoon melepaskan tangannya dari pipi siwon. Kedua menjadi salah tingkah dengan jarak mereka yang terlalu dekat, hyehoon bisa merasakan hembusan nafas siwon menerpa wajahnya. Hanya suara tetesan hujan yang terdengar semakin deras. Hyehoon menundukkan wajahnya tetapi siwon mengangkat dagunya dan mengarahkannya agar berhadapan dengannya. Hyehoon bisa merasakan jantungnya berdetak sangat cepat, begitu juga siwon. Siwon menatap mata hyehoon dalam, “can i?” tanya siwon tanpa mengalihkan tatapannya sama sekali.
Entah mendapat keberanian darimana, hyehoon menganggukkan kepalanya. Dengan berlatarkan suara hujan yang turun, siwon memajukan wajahnya, hyehoon memejamkan matanya dan perlahan ia merasakan siwon juga menarik wajahnya agar lebih mendekat. 5 centi, 4 centi, 3 centi, 2 centi, 1….

Oh tai wan mei Ni yan li wo chu xian Wo bu rang shui Ti wo zai ni shen bian woahh

Bunyi ponsel hyehoon menginterupsi keduanya, hyehoon membuka matanya dan merogoh ponsel disakunya. “aish” siwon mengumpat pelan. Hyehoon tertawa melihat expressi siwon yang terlihat kesal karena bunyi ponselnya. Hyehoon memencet tombol loudspeaker.
“yeobseo oppa, waeyo?”
“hoon-ah, eodi?”
“aku ada di toko dekat gedung bersama siwon”
“oo, jangan pulang sebelum hujan berhenti, dan minta siwon untuk mengantarmu pulang, arrasso? “
“nde oppa, arrassoyo” hyehoon melihat kearah siwon yang sudah bersandar pada tembok sambil mengerucutkan bibirnya.
“hyung, kau mengganggu tau” teriak siwon kesal.
“ ya!! apa yang sedang kau lakukan dengan adikku siwon-ssi?” teriak leeteuk.
“mau tahu aja sih hyung” ledek siwon dan mendapat tatapan sinis dari hyehoon.
“aish, awas kau ya! yasudah, aku pulang duluan, antarkan adikku pulang dengan selamat siwon-ssi” pesan leeteuk.
“nde hyung, tenang saja, tidak akan lecet sedikitpun” jawab siwon patuh.
“oo.. annyeong”
Sambungan telefon pun diputus, rupanya hujan sudah berhenti. Siwon menarik tangan hyehoon, “ baby… kita lanjutin yuk yang tadi…” ajak siwon terus terang.
“aah baby, hujannya udah berenti tuh, kita pulang yuk. Lain kali aja deh lanjutinnya.” Elak hyehoon. Sebenarnya ia juga kesal dengan adanya telepon dari oppanya, kan belum tentu dia berani melakukannya lagi.
“yaah baby mah, ,” rengek siwon manja.
“chu~” hyehoon mengecup pipi siwon cepat.
“bukan disini baby, tapi disinii nih, disini..” siwon menunjuk bibirnya yang tipis.
Hyehoon tertawa mendengarnya, “ belum saatnya baby, ayuk ah kita pulang.” Hyehoon menarik tangan siwon agar ia beranjak dari senderannya.
Siwon bangun dari sandarannya dan mengerucutkan bibirnya lagi. Ia berjalan mengikuti hyehoon.
“iih, masa captainnya manyun melulu, jelek tau” ledek hyehoon.
“abisnya baby siihh..” rengek siwon lagi.
Hyehoon makin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku siwon yang seperti itu. Siwon merangkul bahu hyehoon mengajaknya untuk terus berjalan sementara hyehoon menyenderkan kepalanya kelengan siwon yang tengah merangkul dirinya.

“ I will never leave you until you ask me to… “
-park hyehoon-
“ please don’t ever give up on me, I’ll do my best to make you safe and warm”
-Choi Siwon-

@Siwon407 : rainy.. Lovely Sound…


-FIN-


thanks for reading, as usual please leave a comment ok..
dont be a silent reader ^^