Search..

Jumat, 12 Oktober 2012

[SungHyun Journey] Ficlet


SungHyun ♥
cast: .: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
 .: Super Junior Member
 Rate: PG-13
This is just a fanfic, no bash ^^

       Hyosung merapikan buku beserta alat tulisnya. Ia baru saja menyelesaikan kegiatan terakhirnya  hari ini. ia sekarang bekerja magang menjadi assisten dosen di kampusnya. Awalnya ia hanya bermaksud  berpartisipasi saja dengan menyerahkan lamaran pekerjaan ke bagian administrasi, hitung-hitung mengisi waktu luang. Kuliahnya di semester ini tidak terlalu padat tetapi tetap saja tugas selalu setia menjadi sahabat seorang mahasiswi seperti dirinya ini. tetapi ternyata ia mendapat undangan untuk interview dan jadilah ia seorang assisten seperti sekarang.

        Ini merupakan minggu pertamanya sebagai asissten dan tanpa disadari cukup membuatnya sibuk dengan padatnya jadwal kelas yang dimiliki dosen yang di-assisten-kannya. Ia mengunci ruang kelas setelah kosong dan bergegas menuju ruang dosen untuk membuat rekap kehadiran.
        
        Sambil menunggu bus nya yang belum datang juga, ia merogoh saku celana jeansnya untuk mengambil ponsel dan disambut oleh wallpaper foto seseorang yang sedang tersenyum dengan senangnya karena tepat dihadapannya terdapat meja dengan penuh makanan yang lezat. Semua orang pasti tahu karena itu foto yang di post oleh pemiliknya di akun sosialnya. Dengan refleks Hyosung mengusap layar ponselnya. Sebuah perasaan rindu teramat sangat menjalar dihatinya. Rasanya belum lama ia berbincang dengan orang di wallpaper itu kemarin, tetapi terasa seperti lama tidak berinteraksi.

        Lamunannya dibuyarkan oleh bunyi klakson bus yang akan ditumpanginya. Ia segera masuk ke bus dan duduk bersandar pada jendela. Untunglah esok merupakan libur Chukseok, sehingga ia bisa istirahat dan mengunjungi orangtuanya. Ia kemudian mengambil ponselnya lagi, membuka aplikasi kakaotalk dan mengganti statusnya.

보고싶어…… ㅠㅠ

-00-
        Semua member Super Junior  sedang berkumpul di lantai 11 untuk makan malam bersama. Seperti biasa, Ryeowook yang bertugas didapur sementara yang lain menonton televisi kecuali Kyuhyun yang berkutat dengan game nya di dalam kamar. Eunhyuk yang sedang memegang ponselnya tiba-tiba bertanya.
                “ Kyuhyunie eodi? “
                “ kamarnya, game “ jawab Shindong singkat tanpa menoleh.
                “ aigoo.. “ keluhnya sambil menggelengkan kepalanya.
                “ kau ini seperti baru mengenalnya saja. “ komentar Leeteuk yang juga mengecek ponselnya dan semenit kemudian ia ikut berkomentar , “aigooo …” dengan senyum sekilas yang memperlihatkan lesung pipi nya.
                “ ya! Kenapa kalian ber-aigoo bersama ? “ tanya Donghae penasaran.  Member lain pun jadi menoleh karena seruan donghae.
                “ kekeke anieyo.. “ sanggah Eunhyuk, “ nanti kau juga tahu “ sambungnya lagi semakin membuat member lain mengerutkan keningnya.
        Seruan dari Ryeowook  menandakan bahwa masakannya sudah matang dan meminta member lain membantunya untuk membawa masakan tersebut ke ruang tengah karena meja makan mereka yang kecil tak cukup untuk semua member yang ada sekarang.
                “ Kyuhyun-ah ayo makan!!” teriak Ryeowook di depan pintu kamar kyuhyun. Seketika terdengar suara orang berlari dari dalam dan pintu yang dibuka dengan tergesa-gesa.
                “ aku datang!” serunya sambil mengelus perutnya yang kelaparan. Kemudian mereka berkumpul dan mulai makan.
                “ ponselmu mana? “ tanya Eunhyuk disela kunyahannya.
                Kyuhyun menoleh kearahnya dengan heran, “ ada dikantong celanaku” jawabnya sambil menggunakan dagunya untuk menunjuk kearah kantongnya.
                “ sekali sekali cek lah ponsel mu jika sedang bermain game.” Jelas Eunhyuk yang semakin membuat Kyuhyun heran. Kyuhyun lalu meletakkan sumpitnya dan mengecek ponselnya, lalu kemudian wajahnya perlahan memerah karena malu. Member lain pun mau tidak mau jadi ikut penasaran dan mengecek ponsel masing-masing. Eunhyuk berbisik ‘katalk’ kepada mereka . Kyuhyun lalu meletakkan ponselnya dan melanjutkan makannya yang tertunda. Ia sedikit menundukkan kepalanya dan menghindari tatapan iseng para hyungnya yang bersiap meledeknya.
                “ Hyung, besok kita tidak ada schedule kan? “ tanya Kyuhyun setelah selesai makan.
                “ setahu ku untuk jadwal grup tidak ada..  “ jawab Leeteuk sambil mengingat-ingat .
                Eunhyuk menepuk pundak Kyuhyun lalu merangkulnya, “ pergilah kesana sebentar baru setelah itu kau pergi mengunjungi keluargamu.. “  sarannya.
                Kyuhyun mengangguk pelan, “ araseo.. aku juga berencana seperti itu. “ jawabnya.
                “ ah siwon-ah.. “ panggil Leeteuk kepada Siwon yang berjalan kearah balkon, “ adikku..” belum sempat Leeteuk menyelesaikan omongannya, Siwon sudah memberinya jawaban.
                “ aku sedang menelfonnya hyung “ jawabnya sambil melambaikan ponselnya kearah  Leeteuk.
               “ ah.. joha.. baik-baiklah kalian ya.. “ gumamnya pelan dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari wajahnya.
-00-
        Kyuhyun mengendarai mobilnya pagi-pagi sekali berharap ia bisa sampai tujuan sebelum kekasihnya bangun, dan sepertinya itu berhasil karena sesampainya ia disana, dengan berharap bahwa kekasihnya ini tidak iseng mengganti lagi password keamanannya. Kondisi apartemennya masih sunyi senyap.
    Kyuhyun menyibakkan gorden ruang tengah dan membuka jendelanya, membiarkan siklus udaranya berganti dengan udara sejuk pagi hari. Ia lalu menuju dapur untuk membuat coklat hangat dan setangkup roti dengan selai coklat untuk dirinya. Lalu ia duduk disofa dan menyalakan televisi.
     Sementara didalam kamar, Hyosung samar-samar mendengar suara orang bercakap- cakap didepan kamarnya sehingga ia memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan bergegas keluar. Ia terkejut melihat siluet seseorang didepan jendela ruang tamunya yang sedang bercakap-cakap diponsel, matanya langsung mengenali sosok itu,  “ Kyu-ssi.. “ panggilnya pelan.
     Kyuhyun menoleh ketika mendengar seseorang memanggilnya, “ oh! Annyeong.. “ sapanya sedikit terkejut. “ ne eomma, aku akan kesana nanti.. ne… “ ia lalu menyudahi pembicaraannya di telepon dan menghampiri Hyosung yang sedang bersandar di dinding sambil mengusap-usap matanya.
                “ kau terganggu oleh suaraku menelpon ya? “ tanyanya sambil mengusap kepala Hyosung.
             Hyosung tersenyum sekilas, “ apa yang kau lakukan pagi-pagi disini? “ tanyanya heran sambil mengikat rambutnya menjadi satu.
                “ ah.. itu karena ada seseorang yang rindu padaku tetapi malu untuk mengakuinya sehingga hanya berani menulisnya di kakaotalk.” Ledeknya kepada Hyosung.
     Hyosung meninju pelan lengan Kyuhyun sambil menyembunyikan rasa malunya. Ia beranjak menginggalkan Kyuhyun yang sedang besar kepala karena merasa menang melihat Hyosung tidak membalas kata-katanya.
    Kyuhyun reflek menarik tangan Hyosung dan menariknya kedalam sebuah pelukan erat dan hangat. Jantung Hyosung langsung berdetak cepat. ‘ astaga cho kyuhyun, kau bisa membuatku kena serangan jantung dipagi hari ‘ batin Hyosung panik.
              “ Na do… “ bisik Kyuhyun ditelinga Hyosung, ia lalu membenamkan wajahnya di lekukan leher Hyosung. Dengan tersipu Hyosung membalas pelukan Kyuhyun dengan melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Mereka kemudian larut dalam pelukan hangat tersebut.
               “ Kau sudah sarapan ? “ tanya Hyosung sambil membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun, menghirup harum parfum yang dikenakan kekasihnya.
             “ sudah barusan, aku membuat roti isi dan coklat hangat kekeke”  jawabnya sambil mengelus punggung Hyosung.
            “ bagus lah.. kau mau mengunjungi keluargamu setelah ini? “ tanya Hyosung lagi, kini mereka telah berganti posisi dengan punggung Kyuhyun bersandar pada dinding.
         “ hmm..”  angguk Kyuhyun. “ tapi setelah aku mengobati kerinduan orang dipelukanku ini“ godanya lagi.
           Hyosung tersipu lagi dan segera melepaskan pelukannya untuk berhadapan dengan Kyuhyun dan bersiap membalas ledekkan Kyuhyun. Tetapi aksinya terhenti ketika Kyuhyun mencium cepat bibirnya. Membuat Hyosung mematung ditempat. Pikirannya mendadak kosong.  ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Jantungnya pun makin berdetak tak karuan seperti ingin keluar dari tulang rusuk yang melindunginya.
          Kyuhyun tersenyum puas melihat efek dari ciumannya. Ia juga tak menyangka bahwa dirinya bisa seberani ini. First Kiss mereka pertama kali. Debaran jantung Kyuhyun pun juga meningkat drastis. Melihat Hyosung belum bereaksi  juga, ia lalu mengelus pipi Hyosung dan menarik dagu Hyosung dan mengarahkannya lagi sembari Kyuhyun mendekatkan wajah mereka berdua. Kyuhyun mencium bibir Hyosung  untuk kedua kalinya. Kali ini lebih pelan dan lembut, hembusan nafas keduanya menjadi seirama, sehingga Hyosung reflek memejamkan matanya dan membalas ciuman Kyuhyun dengan mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun.
         Sekian menit berlalu, Kyuhyun menyudahi  ciuman mereka dan menempelkan dahi mereka berdua. Ia tersenyum malu, “ gwaenchana ? “ tanyanya sambil menatap mata Hyosung lekat dan mengelus pipi Hyosung berulang kali.
           Hyosung tersipu dan menganggukkan kepalanya, “ oh.. “ jawabnya pelan . Kyuhyun menghela nafas lega karena ternyata kekasihnya juga menikmati moment mereka tadi. Kemudian ia memeluk Hyosung  lagi dengan erat . “ kau bersiaplah.. aku akan mengantarmu ke rumah orang tuamu setelah kita sarapan bersama, lalu aku mengunjungi keluargaku. “ jelas Kyuhyun.
      Hyosung menangguk dan melepaskan  pelukannya, “ baiklah.. istirahatlah disofa, aku akan bersiap-siap dulu “. Kyuhyun mengangguk dan membiarkan Hyosung berjalan ke kamar mandi. Tapi kemudian mereka saling memanggil bersamaan. Kyuhyun langsung mendahului Hyosung untuk berbicara, “ gomawo.. “ ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.
        Untuk kesekian kalinya Hyosung tersipu dan mengucapkan kata yang ingin disampaikannya, “ Na do gomawo.. Oppa “ tepat dikata Oppa, ia mengecilkan volume suaranya dan bergegas menuju kamar mandi. Kyuhyun yang ternyata mendengarnya tak bisa menyembunyikan rasa senang bercampur malunya. Ia kembali duduk disofa dan menghabiskan coklat hangatnya sambil menonton tv.

-Kkeut-

Minggu, 18 Maret 2012

[SungHyun Journey]



Title : HeartQuake

Length : Part 1/?

Genre : Romance

Cast:
Lee Hyosung
Cho Kyuhyun
And other cast

SungHyun ♥

11th jan 2012, Hyosung’s apartment..

Author POV..

“Hoon-ah.. eotthe?? Mereka menang tidak?”

Ini sudah yang kesekian kalinya Hyosung bertanya kepada Hyehoon, sahabatnya, yang sekarang sedang berada di apartemennya untuk sama-sama mengikuti perkembangan GDA atau Golden Disk Award 2012 yang dilaksanakan di Osaka, Jepang.

Hyosung memaksa Hyehoon ke apartemennya karena ia tidak ingin ketinggalan berita GDA, sedangkan ia besok ada ujian semester, jadilah Hyehoon yang stand by didepan iPad nya mengikuti perkembangan GDA melalui jejaring sosial dan Hyosung berkutat dengan materi ujiannya.

Hyehoon melempar bantal sofa kearah Hyosung, “ Ya! Sudah belajar saja sana, nanti aku pasti memberitahumu. Mungkin 2 awards lagi baru akan diumumkan pemenang Disk Daesang nya.” Omelnya.

“aish—“ Hyosung mendesis sambil menutup muka dengan telapak tangannya. Bagaimana bisa ia berkonsentrasi ditengah-tengah keadaan seperti ini. Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh ELF dan fans Kpop diseluruh dunia. hari yang diharapkan menjadi sejarah kenangan terindah bagi salah satu fandom kpop terbesar, ELF. Semua usaha dan perjuangan yang dilakukan akan terbalas atau malah terkhianati di hari ini.

Sebenarnya mereka ingin ikut pergi ke Osaka seperti Jongjin, tetapi apa daya ? pendidikan lebih penting dibandingkan yang lainnya. Orang tua mereka juga tidak mungkin akan mengijinkan mereka pergi. Hah, memang takdir menjadi anak bungsu, semua hal seakan di proteksi walaupun mereka sudah cukup umur untuk menghadapinya.

Pada saat yang bersamaan juga, Heechul yang sedang menjalani wajib militernya, sedang berada di sebuah acara dan membacakan puisi . semua orang sangat merindukannya. Rambutnya cepat sekali panjang. Padahal terakir kali melihatnya rambutnya masih botak!

“ ya ya ya Sungie! Palli palli, ini akan diumumkan siapa pemenangnya!” Hyehoon terus merefresh halaman web nya. Hyosung berlari duduk disamping Hyehoon, mereka berpegangan tangan dengan satu tangan dan tangan satunya melakukan finger cross.
‘ Tuhan.. jangan biarkan kejadian tahun lalu terulang kembali..’

@ELFforSJ SUPER JUNIOR WIN DISK DAESANG AWARD!!! CONGRATS BOYS

@EverlastingSJ SUPER JUNIOR GOT THE 26th DISK DAESANG AWARD!!! CONGRATULATION BOYS (cr: xxxx )

“KYAAAA!!!!”

Mereka bersorak kencang dan saling berpelukan, juga melompat-lompat diatas lantai karena bahagia. Lega—itulah yang sudah pasti dirasakan semua ELF di dunia ini, kerja keras mereka seakan tidak ada artinya dibanding kemenangan ini. Mereka berhasil memenuhi permintaan sang Leader sebelum pergi menjalankan Wajib Militer. Mereka menangis bahagia.

Hyosung segera mengambil ponselnya begitu juga dengan Hyehoon. Ingin mengucapkan selamat kepada seluruh member Super Junior. Setelah mengirimkan kepada seluruh member, mereka mengirimkan satu ucapan special untuk kekasih mereka.

To : 880203

Chukkahamnida, Kyu-ssi.. aku sangat bangga kepadamu, kepada kalian. Jaga kesehatanmu, cepat lah pulang ^^

SENT

To : baby CSW

Baby.. chukkaehaeyo. . kalian hebat!! Saranghae *kiss* take a rest please. . cepat pulang ya baby, aku menunggumu :*

SENT

-000-

13th jan 2012, Daejin University. .

Hyosung POV

“HUATCHIM!!”

Aku mengelap hidungku yang berair dengan tissue. Hidungku terasa gatal sekali, aku terus menggaruk hidungku hingga merah. Aku mengeratkan mantel yang menyelimuti tubuhku. aish—flu ini benar-benar mengganggu. Ujian untuk hari ini sudah kulewati dengan baik, aku segera beranjak keluar kelas. Kulihat Jinwoonie melambai-lambaikan tangannya kearahku. Lalu perlahan dia mendekat menghampiriku.

Aku terkejut melihat penampilannya sekarang, lebih…. Keren ? hahaha. Ia sedang sibuk shooting Dream High season 2 dan dalam drama itu, ia berperan menjadi seorang murid yang sedikit susah diatur tetapi berbakat. Tidak heran jika ia merubah penampilannya menjadi seperti sekarang ini.

“ Hyosungie—bagaimana ujian mu? Lama tak bertemu, kau kemana saja?” tanyanya disertai senyuman yang menunjukkan eye smilenya.

“ baik. Mwo?? Aku ? kau yang kemana.. dasar orang sibuk haha.. bagaimana kabar drama mu? “ aku menonjok lengannya pelan. Dan seperti biasa, beberapa yeoja yang lewat disekitar kami akan melemparkan tatapan sinis kepadaku melihat kedekatanku dengan Jinwoon.

Ia tersenyum malu, “ haha. Semuanya berjalan lancar, aku sangat senang karena ini merupakan drama pertama ku.”

“ chukka chukka “ aku bertepuk tangan pelan. “ ada schedule hari ini? “

ia mengangguk antusias “ eo, tapi hanya sampai sore, sebentar lagi kami selesai shooting. Episode pertama pun akan segera ditayangkan di KBS “ jelasnya.

“wah—baiklah, aku akan menontonnya haha..” aku melirik jam di tanganku, “ baiklah, aku pergi dulu. . sampai bertemu lagi. “ aku melambai kearahnya berjalan meninggalkannya.

“eh? Kau mau kemana?? “ teriaknya.

“ kerumah Eomma, sudah lama aku tak menjenguknya. Annyeong—“ aku melambaikan tangan lagi kepadanya dan segera menuju halte bis untuk menuju ke rumah eomma.

-000-

Aku turun di halte terdekat dari rumahku. Aku masih harus berjalan sekitar 100 meter agar sampai dirumah Eomma. “ HUATCHIM HUATCHIM!!” aku mengelap hidungku lagi. ini sudah entah yang keberapa kali aku bersin-bersin. Kepalaku juga menjadi sedikit pusing. Aigoo—sepertinya aku akan flu. Untunglah besok tidak ada jadwal ujian, jadi aku bisa beristirahat dirumah Eomma. Aku kangen sekali dengan Eomma, semenjak tinggal di apartemen, aku jadi semakin asyik dengan kuliahku.

Aku membuka pagar depan rumahku kemudian pintu utama rumahku perlahan-lahan, aku sengaja tidak membunyikan bel untuk memberi kejutan kepada mereka. Ah—tapi pasti appa sedang bekerja. Aku terkejut melihat ada beberapa sepatu yang asing untukku. ‘ ada tamu?’ batinku. Aku baru saja melepas sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah sampai kudengar suara teriakan orang yang sangat ku kenal dari dalam dan suara isak tangis seorang wanita.

“ ANDWAE!! Aku tidak akan memberikannya kepadamu!!” itu suara Appa. Loh? Appa tidak bekerja? Ada apa didalam? Berbagai pertanyaan langsung bermunculan di otakku. Aku memberanikan diri mengintip dari balik tembok. Appa sedang berdiri dengan kedua tangannya dipinggang menghadap sepasang suami istri yang—tunggu.. wajah ahjushi itu kenapa mirip sekali dengan ku? Aku seperti melihat wajahku versi pria di wajah ahjushi itu. Aku mengamati dengan lekat wajah ahjushi itu tetapi suara isak tangis yang semakin kencang membuyarkan konsentrasiku.

Kulihat eomma menangis tersedu-sedu di dalam dekapan sora onnie yang juga menangis. Lalu ahjumma itu juga terlihat menangis walau tidak seperti eomma. Wajah appa merah menahan amarahnya.

“ Kau tidak bisa seenaknya mengambilnya dari kami setelah dulu kalian meninggalkannya!!” appa melanjutkan omongannya kembali. Apa yang ingin diambil orang itu dari appa? Atau mungkin siapa yang ingin diambil dari appa??

“ Kami sangat menyesal Hyung.. dulu kami kira kehadiran seorang anak akan menyusahkan kehidupan kami. Saat itu kami baru saja merintis usaha kami Hyung. Kami berfikir seorang anak akan mengacaukan semuanya, mempersulit kami.” Ahjushi itu sekarang sudah terduduk di lantai sambil menangis. Seorang anak?? Entah kenapa jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Siapa anak yang dimaksud? Mengapa firasatku tidak enak. Aku tetap diam sambil terus mendengarkan percakapan didalam.

“ usaha kami sekarang sudah sukses Hyung, dan itu bertempat di England. Tetapi kami juga semakin bertambah tua. Kami juga kesepian Hyung hanya berdua saja. Kami ingin ada yang mewarisi semua hasil jerih payah kami.” Lanjut ahjushi itu lagi. Aku hampir saja berteriak tapi segera kututup mulutku dengan tanganku. England??

“cih—kenapa kau tidak mengandung anak lagi saja? Atau mengadopsi anak-anak dipanti asuhan? Banyak dari mereka yang juga membutuhkan kasih sayang orang tua!” sindir appa.

Kepalaku menjadi semakin pusing. Aku berpegangan pada sisi tembok. Aku mensugesti diriku agar tetap kuat, aku ingin mendengarkan semuanya sampai akhir. Karena jantungku tetap berdegup dua kali lebih cepat dan firasatku makin tidak enak.

“ Yoon Ji sudah tidak bisa hamil lagi Hyung. Rahimnya telah diangkat 2 tahun yang lalu karena kanker. Maka dari itu kami memberanikan diri kesini, mengambil anak kami yang pernah kami sia-siakan dulu. aku tahu ini memang memalukan hyung, kami bersalah, sangat-sangat menyesal hyung. Berilah kami kesempatan untuk memperbaikinya.“ ahjushi itu kini mulai memegang kaki Appa. Appa juga terlihat shock mendengar penjelasan ahjussi itu. Appa memijat keningnya dan berusaha melepaskan kakinya dari pegangan ahjushi itu. Appa kemudian duduk dan kelihatan seperti berfikir keras. Siapa anak yang dimaksud? Aku terus bertanya-tanya dalam hati mengenai kebenaran ini.

“ jangan ambil putri ku, aku mohon jangan ambil putriku.. “ isak tangis eomma kembali membuyarkan fikiranku, putri ?? eomma Cuma punya dua putri, sora eonnie dan aku. Apakah…

“yeobo… jangan berikan Hyosung ku kepada mereka , jangan biarkan mereka mengambil putri bungsuku.. aku mohon.. suruh mereka pergi dari sini.. jangan pernah kembali lagi kesini..” kata-kata eomma selanjutnya bagaikan petir yang menyambar tepat diatas kepalaku. Duniaku serasa berhenti berputar saat itu juga. Oksigen untukku bernafas seakan habis. Pandanganku kosong, kakiku melemas. Aku mencengkram meja kecil didekatku agar tidak jatuh.

Hyosung?? Aku mendengar eomma menyebut namaku? Aku tidak salah dengar kan? Putri bungsu eomma juga hanya aku dirumah ini. Kenapa harus aku?? Kenapa dari sekian banyaknya anak-anak didunia ini yang mengalaminya, aku termasuk diantaranya?? Apa salahku sampai orang tuaku menganggap aku adalah penghambat bagi karirnya? Bukankah karena mereka aku bisa hadir didunia ini? Hatiku seperti ditusuk oleh beribu pisau, sakit sekali. Bahkan aku tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, suaraku seperti hilang. Aku terus memukul-mukul pelan jantungku, mencoba menghilangkan rasa sakitnya.

Aku sudah terduduk lemas dilantai, berbagai macam fikiran buruk mulai memasuki otakku. Tapi satu, mengapa suaraku tidak bisa keluar? Apakah karena aku terlalu shock sehinga semuanya seperti tidak berfungsi.

“ pergilah.. aku tidak akan memberikan kesempatan kepada kalian. Aku tidak akan menyerahkan putriku kepada kalian. Berkali-kali pun kalian memohon aku tidak akan memberikannya. Aku sudah membuatkannya akta kelahiran dengan namaku, jadi kalian tidak bisa menggugat kami ke pengadilan. “ pernyataan Appa sedikit membuat hatiku lega, mereka menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Aku seperti tersadar segera bangun dari lantai dan memakai sepatuku. Aku harus keluar dari sini, aku tidak ingin mereka memergokiku dalam keadaan seperti ini.

Aku segera berlari dan menutup pintu dengan asal sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Aku tidak peduli, yang aku inginkan adalah menyendiri, menenangkan diriku, merilekskan pikiranku. Tetapi entah kenapa kakiku malah membawaku kearah taman bermain. Aku duduk disebuah ayunan di pojok taman, memperhatikan anak kecil yang bermain dengan riangnya. Seakan tidak ada satu masalah pun yang membebaninya.

Orang tua mereka pun senantiasa mendampingin mereka bermain, ah—senangnya . aku kembali memikirkan hal tadi, teringat beberapa percakapan yang lalu yang terasa janggal. .

Flashback Start..

“eomma, kenapa tidak ada foto eomma saat habis melahirkanku? Foto dengan onnie ada, oppa juga ada..” aku membuka-buka album foto keluarga yang tersusun rapi di rak ruang keluarga.
“eh? F foto mu? “ eomma terlihat gugup.

-00-

“appa , kenapa hanya aku yang bersekolah di asrama? aku kan tidak ingin jauh dari kalian. “
“ itu appa lakukan demi kebaikanmu juga Hyo.. kau pasti akan mengerti nanti. “ appa tersenyum sambil mengelus kepalaku.

-00-

“ oppa! Kenapa aku makin tidak mirip denganmu sih, dengan onnie pun tidak, appa eomma apalagi.. “ aku memperhatikan wajahku di cermin. Kami semua sedang berkumpul di ruang tamu, eunhyuk oppa sedang free sehingga ia pulang ke rumah.

“ hahaha jelas lah, kau kan bukan anak eomma dan appa” eunhyuk oppa menjulurkan lidahnya kearahku.

“ HyukJae!! Jaga bicaramu” bentak appa.

“ n ne appa, mianhae hyo..” eunhyuk oppa menundukkan wajahnya.

“ ah—gwenchana oppa, hehe aku tidak menganggapnya serius kok.”

‘ kenapa appa kelihatan begitu marah?’ batinku.

Flashback End..

Isnt she lovely.. isn’t she wonderful.. isn’t she precious..

Dering ponselku membuyarkan lamunanku. Aku merogoh saku mantelku. Sora Onnie.

“Yeoboseyo onnie..”

“ Hyo-ya.. eodigayo? “

“ na? mm baru saja keluar kampus.. waeyo?” aku menggigit bibir bawahku. Maaf onnie aku berbohong..

“ oh.. aku kira kau tadi kesini. Hmm, lagipula lama kau tidak mengunjungi kami. Kau sudah sama sibuknya seperti oppa mu. “ suara onnie terdengar sedih.

“ aniya onnie.. aku baru berencana kesana akhir pekan ini.. mianhae..” hatiku terasa sakit sekali, kenyataan yang aku dengar tadi masih terus berputar di otakku, ditambah sikap onnie yang seakan-akan tidak terjadi apa-apa makin membuatku sakit, mataku berair.

“ gwenchana.. o! suaramu agak lain, kau sakit? “

“ a anieyo.. Cuma sedikit flu, gwenchana.”

TESS

Airmataku jatuh juga akhirnya. Aku buru-buru mengusapnya. Tidak lucu ketika kita menangis di taman bermain yang penuh dengan keceriaan.

“ aigoo.. kau ini sudah tau gampang terkena flu sejak kecil, pakai baju hangatmu dan syal jika keluar. Pokoknya kau harus merasa hangat. Apalagi cuaca memang sedang dingin. Pemanas di apartemen mu masih berfungsi kan? Aku akan kesana merawatmu.”

Aku tak bisa menahannya lagi, aku benar-benar menangis sekarang. Perhatian yang sora onnie berikan terasa menyakitkan buatku. Bagaimana aku tidak begitu mencintai keluargaku sekarang? Mereka selama ini mencintaiku walaupun aku bukan darah daging mereka, hanya anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya karena mengejar usaha mereka dan memanggapnya sebagai penghambat kesuksesan mereka.

Tapi disisi lain aku merasa dibohongi juga, mengapa mereka tidak memberitahuku? Aku punya hak untuk tahu kan?? Kenapa aku harus mengetahuinya dengan cara seperti ini??

“ onnie.. gwenchana.. jeongmal.. aku bisa mengurus diriku sendiri.. tenang saja” aku memaksakan sebuah senyum diwajahku.

“ aku akan menghubungi hyukjae agar—“

“andwae! Jangan beritahu oppa, dia sibuk dengan jadwalnya. “

“ baiklah.. kabari aku lagi ya.. jangan lupa pesan ku tadi dan minum obat mu hyo..”

“ ne onnie.. gomawoyo.. salam buat appa dan eomma.. aku merindukan mereka..”

“ ne.. annyeong “

Aku memutuskan sambungan telepon. Angin berhembus kencang. Aku merapatkan mantelku dan mengayunkan ayunan yang kunaiki. Sudah lama aku tidak naik ayunan, rasanya menyenangkan jika bisa kembali kemasa-masa dahulu. Tak terasa matahari pun terbenam. Taman pun sudah sepi. Aku beranjak dari ayunan dan berjalan menuju halte bus.

-000-

Sepanjang perjalanan aku menyandarkan kepalaku dijendela. Kenapa aku terus memikirkan masalah tadi sih? Sakitnya sudah sedikit menghilang, tetapi jadi kepikiran terus. Apa yang harus kulakukan agar melupakannya? Aku memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di trotoar. Pertokoan, restoran dan coffeshop terlihat sangat membosankan untukku. Biasanya aku suka makan, window shopping atau duduk berjam-jam di coffeshop jika sedang stress.

Tapi tidak untuk kali ini. Aku ingin sesuatu yang beda dan sebuah iklan soju di baliho yang besar menarik perhatianku. Semenjak aku kembali ke korea aku belum pernah menyentuh minuman bernama soju tersebut. Walau jika sedang pergi bersama teman atau berkumpul di dorm super junior sekalipun. Aku sama sekali tidak tertarik mencobanya. Selama aku bersekolah diluar negeri pun aku sama sekali tidak berani menyentuh alcohol karena eomma dan appa melarangnya. Susah bertahan dengan apa yang kita yakini benar dimana lingkungan kita sangat berkebalikan dengan keyakinan kita itu. Dan aku pun mati-matian mempertahankannya. Tapi sekarang, entah kenapa rasa penasaranku tiba-tiba muncul, tanpa pikir panjang aku segera turun di halte terdekat. Kulangkahkan kakiku menuju sebuah restoran.

“ Gangnam?! Aku di gangnam?? “ pekikku kaget. Aku salah naik bus! Seharusnya aku naik bus menuju ke apartemenku bukan kearah.. dorm.

“eotthokhae… jinjja paboya..” aku memukul kepala ku pelan. Ada apa dengan otakku sih?

“annyeong haseyo.. selamat datang.. ”

“ye, a annyeong haseyo..” ucapku kikuk sambil membungkukkan badanku sekenanya.

“ silahkan duduk, mau pesan apa agashi? “

“ apakah ada soju? “ tanyaku ragu-ragu.

“ah ye, mau pesan berapa? “

“ 1 botol saja dulu “

“ lainnya? “

“ eobseo, itu saja. Kamsahamnida”

“ye, jamkanmanyo..”

Aku memijat keningku pelan. Ah, kenapa makin bertambah pusing sih? Bisakah ditunda sampai aku tiba di apartemen? . tak lama pesananku pun datang. Aku menuangkan sojunya ke gelas yang disediakan. Aku memperhatikan gelasku yang sudah penuh, “ gwenchana, kali ini saja..” . lalu aku mulai meneguk cairan di gelasku. Aku memejamkan mata saat menelannya, “ wlee..” aku menjulurkan lidahku. Rasa apa ini? Tapi kemudian aku menuangkannya lagi ke gelasku dan meminumnya sampai habis.

“ ahjumma.. satu botol lagi..” pesanku. Aku merasa kepalaku menjadi berat sehingga kuletakkan kepalaku diatas meja. Ahjumma tersebut telah mengantarkan pesananku. Aku langsung meminumnya lagi sampai habis. Entah apa yang mendorongku agar tetap minum atau memang otakku lagi-lagi tidak berfungsi dengan benar karena aku memesan lagi botol ke 3. Kepalaku benar-benar berat, kusanggah kepalaku dengan tangan kiriku.

“ agashi.. gwenchana? Kau sudah kelihatan mabuk, apakah kau sendirian saja? “ Tanya ahjumma khawatir.

“ ne?? aniya.. nan gwenchana.. “ ucapku sambil melambaikan tanganku kepada ahjumma.

“ ah ye.. tapi sebentar lagi kami tutup.. “

“ ne.. arraseo ahjumma.. “ ucapku meyakinkannya tapi aku ragu apakah wajahku meyakinkannya atau tidak.

Sepeninggal ahjumma ponselku berdering, aku merogohnya dari saku mantelku. Tanpa melihat si penelpon aku langsung mengangkatnya.

“ yeobseoo..”

“ ………..”

“ nuguseyo? “ tanyaku tidak fokus, kepalaku semakin pusing.

“ …………”

“ ah.. anieyo.. hahaha na? aku di gangnam.. haha”

“ ……….“

“ hahaha.. ye ye ye..” aku menjawab semampuku karena kepalaku menjadi semakin pusing. Samar- samar kudengar suara diseberang yang terus berteriak memanggilku di telepon.

-000-

Author POV

Jinwoon dan member 2AM baru saja selesai makan malam bersama di restoran tak jauh dari dorm mereka. Mereka berbincang terlebih dahulu di parkiran. Angin yang berhembus sedikit kencang sehingga jinwoon mengeluarkan beanie yang dibawanya di saku mantelnya untuk menghangatkan kepalanya.

“ aigoo. . kau hanya punya satu beanie itu ya? Aku bosan melihatnya tahu. “ protes seulong melihat jinwoon memakai Beanie yang sama lagi.

“ aish hyung, kau ini seperti tidak pernah menerima barang dari orang yang special sih?” Jokwon memandang sinis kepada seulong. Seulong pun diam. Changmin sibuk berbincang dengan manager nya sehingga tidka menghiraukan percakapan dongsaengnya.

Jinwoon terkekeh melihat kedua hyungnya. “ bahta! Kau iri ya hyung? “ ledek jinwoon yang dibalas jitakan oleh seulong. Jinwoon mendengus kesal. Ia jadi teringat si pemberi beanie tersebut. Sebuah senyum terukir dibibirnya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi satu nomor.

“…………”

“ Ya! Hyosungie! Suaramu..” Jinwoon terkejut mendengar suara Hyosung yang seperti orang mabuk. Jokwon dan seulong saling berpandangan melihat magnae mereka.

“…………”

“ Jinwoon. Ya! Eoddiesso? Kau mabuk?? “ volume suara jinwoon cukup keras sehingga membuat changmin dan manager mereka menoleh ditengah pembicaraan mereka yang serius. Seulong dan Jokwon segera menghampiri Jinwoon dan menaruh telunjuk mereka dimulut masing-masing. Mengisyaratkan agar tidak terlalu kencang. Masalahnya mereka sedang berada diluar, kalau di dorm sih tidak masalah magnae mereka ini mau berteriak sekencang apapun saat menelepon.

“…….”

“ Gangnam?? Sedang apa disana? “ jinwoon makin bingung.

“……..”

“ ya! Ya! Hyosungie! Yeobseo.. yeobseo..” sambungan terputus. Jinwoon meremas beanie nya.

“ waeyo? “ Tanya Seulong bingung.

“ dia sepertinya mabuk. “ jawab jinwoon singkat.

“ keurrae.. “

“ Jokwon hyung, aku pinjam mobil mu ya, kau menumpang sama manager hyung saja ya.”

“ mwoya?? Shireo! “ tolak Jokwon.

“ jebal.. “ mohon Jinwoon.

“ aish, jinwoon-ah.. hubungi yang lain saja untuk menengoknya.. oppa nya? jangan gegabah jinwoon-ah..” nasihat seulong. Mereka sedang mempersiapkan untuk comeback album mereka. Jangan sampai tertunda karena kesalahan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan.

“ aku janji akan hati-hati hyung.. “ Jinwoon meminta kunci mobil ke Jokwon. Jokwon masih belum ikhlas memberikannya.

“ hyung.. kuncinya..” pinta jinwoon lagi. Dengan berat hati akhirnya Jokwon menyerahkan kunci mobilnya kepada Jinwoon.

“ ingat kau masih ada jadwal besok jinwoon-ah” pesan manager hyung.

“ algesseumnida hyung. annyeong “

Jinwoon melajukan mobilnya dengan kecepatan 60 km/jam. Jalanan sudah mulai sepi. Ia menghubungi ponsel Hyosung lagi. Tidak ada jawaban. Ia mencoba lagi. diangkat, suara seorang ahjumma. Jinwoon menanyakan alamat restoran milik ahjumma tersebut dan segera menuju kesana.

“ Hyosungie.. kenapa aku begitu khawatir.. “ gumam jinwoon pelan.

Jinwoon POV

Sesampainya aku disana, sang ahjumma sudah menunggu didepan tokonya dengan cemas. Aku melilitkan syal hingga menutupi mulutku dan bergegas kedalam restoran. Aku membungkuk memberi salam kepada ahjumma itu dan dia menunjuk kedalam restoran dimana Hyosung sedang tertidur dengan kepala dimeja.

Aku menyentuh bahunya pelan, membangunkannya. “ hyosungie.. ireona.. ayo kita pulang..” . ia tidak bergerak sama sekali, nafasnya sangat teratur. wajahnya terlihat lelah sekali. Aku jadi tidak tega membangunkannya. Aku baru berencana akan menggendongnya ke mobil tetapi tiba-tiba ia menggeliat.

“ hyosungie, ini aku Jinwoonie.. ayo kuantar pulang..” aku memegang tangannya untuk membantunya berdiri tetapi tangannya hangat, hampir panas. Dia sakit?? aku seketika menjadi panik.

“ kau demam??”

“ o! jinwoonie, apa yang kau lakukan disini? Aduh, kepalaku sakit sekali. “ ucapnya masih setengah sadar. Bau alcohol menyeruak dari mulutnya. Aigoo berapa banyak sih yang diminumnya?

“ kau minum berapa banyak hah?? Ayo kuantar pulang.” Aku membantunya berdiri dan mengambil ponselnya yang tergeletak dimeja. Aku membayar bill nya.

“ apartemenku jauh sekali, aku tidak mau pulang. “ tolaknya.

“gomawo ahjumma… ya! Terus kau mau kemana? Kau demam. Mau ke rumah sakit?” tawarku. Aku membuka pintu mobil dengan satu tangan dan mendudukannya di kursi penumpang.

“ shireo… aku sehat kok. “ detik kemudian ia sudah kembali tertidur.

Apa yang harus aku lakukan? Kenapa tiba-tiba aku menjadi blank? Kalau dia tidak mau ke apartemennya lalu kemana? Apartemenku? Tidak mungkin! Ke rumah sakit? dia tidak mau.

“ oppa.. oppa..”

Aku menoleh kearahnya, ternyata ia mengigau dalam tidurnya. Chamkan! Eunhyuk Hyung!! Aigoo… bagaimana bisa aku sebodoh ini ckck, aku mengambil ponselnya untuk mencari nomor eunhyuk hyung. Aku terkejut melihat wallpaper ponselnya.. foto… Kyuhyun hyung?? Sepertinya foto ini di crop. Karena ada potongan lengan seorang wanita rambutnya panjang tergerai. Siapa wanita difoto ini? Aku jadi sedikit curiga, Ah—diakan memang elf dan penggemar kyuhyun hyung. Dan ini bukan waktunya mengkhawatirkan hal semacam ini. Segera kucari kontak Eunhyuk hyung diponselnya.

“ yeobseo Hyo-ya..” sapa Eunhyuk hyung.

“ anii hyung.. ini Jinwoon.. “

“ Jinwoon?? Adikku?”

“ apa kau bisa menjemputnya? Dia sedikit mabuk dan sepertinya juga demam hyung.” Aku menjelaskan keadaanya.

“ mwo?? Mabuk?? Demam?? Bagaimana bisa?? “ Tanya Eunhyuk hyung panik.

“ akan aku jelaskan nanti hyung, dimana kau mau menjemputnya hyung? “

“ aku masih ada musical Jinwoon-ah, kalian dimana?”

“ kami di Gangnam, apa aku antarkan saja ke dorm mu hyung? “ tawarku karena sepertinya Eunhyuk hyung masih sibuk.

“ o! ne ne, nanti ada member yang menjemputnya disana, bertemu diparkiran bagaimana? Maaf merepotkanmu Jinwoon-ah”

“ ne.. ah anieyo hyung. Aku sama sekali tidak repot. Baiklah, aku berangkat sekarang hyung. Annyeong “

Aku mengembalikan ponselnya kedalam saku mantelnya.

“ kyu-ssi, kyuhyun-ssi..” aku baru akan menutup pintu mobil ketika kudengar ia mengigau lagi dengan nama yang berbeda.. aku terbelalak menatapnya.. Kyuhyun hyung???

-TBC-

Senin, 13 Februari 2012

Lee HyoSung Profile



Real Name : Lee Hyo Sung

West Name : Sapphire Lee

Place/Birth Of Date : Gyeonggi , 03 september 1992

Height : 168cm

Weight : 55 kg

Status : Daejin University - Visual Information Design Student

Favourite Food : Spaghetti, Ddukbokki, Chocolate, ice cream, cookies

Favourite Drink : Mineral water, Cappucinno

Favourite Place: Apartment and coffe shop

Hobbies : Watching Movies, Listening Music

Family :
• Full Parents – Mr. and Mrs. Lee
• Old Sister – Lee Sora
• Old Brother – Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk

Blood : O

Speciality : English, Sketch.

Gadget : Blackberry Torch , Macbook Pro and iPod Shuffle.

Celebrity Crush : Robert Pattinson, Adam Levine (Maroon 5), Joe Jonas and MBLAQ Lee Joon

Some Facts about Hyo Sung :

> Hyosung menyukai pantai. Ia juga menyukai hujan. Dan ia adalah seorang Cappucinno addict.



> Hyosung bersekolah asrama diluar negeri. Di keluarganya hanya ia yang bersekolah diluar negeri. Dan kembali ke Korea setelah menyelesaikan High School nya.

> Hyosung merupakan E.L.F . Ia menjadi E.L.F baru setelah kembali ke Korea. Bukan hanya karena abangnya dan kekasihnya merupakan salah satu member grup tersebut, tetapi karena dia benar-benar mengagumi Grup tersebut.

> Bersahabat dengan Park Hyehoon, adik dari Park Jungsoo a.k.a Leeteuk .



> Tidak suka warna pink, well pink yang terlalu mencolok. Dia suka protes jika Sungmin memberinya barang berwarna pink.—“

> Lebih suka memakai sneakers atau flat shoes. Tapi terkadang memakai high heels juga.

> Betah duduk berjam-jam di coffe shop, entah itu mengerjakan tugas sampai melamun.



> Ia suka music bergenre Pop, Pop-Rock, Ballad.

> Merasa lebiih dekat dengan Eunhyuk dibandingkan dengan Sora, Ia juga mempunyai seekor anjing yang diberi nama White




> Jika sedang bosan, ia suka menulis apapun yang melintas dikepalanya.

> Awal menjadi ELF ia sudah menyukai Kyuhyun dan Donghae, ia adalah WonKyu shipper!! tapi ia tidak pernah terang-terangan mengaku kepada Kyuhyun. Dan pertama kali bertemu langsung dengan Kyuhyun adalah saat acara bersama keluarga super junior. (.____.)

> Jika sedang kangen dengan Kyuhyun, ia akan mengindari semua hal yang bisa membuatnya semakin kangen. Ia tahu bahwa mereka bukan seperti pasangan normal lainnya yang bisa bebas bertemu, jadi sebisa mungkin ia mengatasinya sendiri.

> Bersahabat juga dengan Ryeowook karena merasa nyaman dengan kepribadian ryeowook yang hangat dan Jinwoon 2am karena jinwoon menolongnya dari suatu kejadian di kampusnya secara tidak sengaja.

> Suka berbicara dengan bahasa inggris karena sudah terbiasa dan sering mendapat protes “ kau ini orang korea atau bukan sih?” ._.v

> Mengagumi Yesung dan sering minta diajarkan menyanyi olehnya, walaupun Kyuhyun juga bisa mengajarkannya..

> Sebelum berpacaran dengan Kyuhyun, ia dekat sekali dengan Donghae sampai ia pernah menaruh perasaan terhadap Donghae. Tetapi pada akhirnya hatinya lebih memilih Kyuhyun.

> Ia bukan pribadi yang gampang terbuka dengan sembarang orang. Ia juga gampang sekali stress. Ia tipe pendengar bukan pembicara.

> Ia juga sedikit tertarik dalam bidang fotografi tetapi tidak menekuninya.

> negara yang ingin sekali dikunjunginya adalah Inggris dan Thailand.


Hyosung’s Gallery


-Hyosung dan kameranya-


-Hyosung, Eomma dan Eunhyuk-


-Hyosung sehabis jogging-


-Hyosung dan Jinwoon 2AM-




-Hyosung at Coffee Shop-


-kkeut-

hahaha.. ini iseng aja sih, cuma nuangin ide yang ada dikepala.. yang gasuka ya gausah baca haha..
disini kan hyosung pacarnya kyuhyun, tapi kenapa gak ada foto bareng kyuhyun? ya karena tau sendiri kan ELF and Kyuhyun biased buanyaaakkk banget. jadi demi keamanan bersama (?) mereka gak mau foto bareng. begitu ceritanya..^^

ullzang : choi seo hee

Senin, 23 Januari 2012

[ SungHyun Journey ] Songfic: How Are You Doing ?





Title : How Are You Doing ?

Length : One Shoot

Genre : Romance, Angst

Category : Songfic

Rate : PG

Cast:
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Lee Hyosung
Cho Kyuhyun
And other cast

Note : fanfic ini terinspirasi sama lagunya Sung Si Kyung – Jal Jinaesseyo yang pernah dinyanyiin sama Kyuhyun secara live, tapi saya kurang tau kapan dan dimananya dia nyanyiin lagu ini (.____.). Setting waktunya ini sekitar saat-saatnya mereka udah harus berkeluarga ya, udah gak sesibuk sekarang (._.)v

Here’s the song

This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading 

SungHyun ♥

Faded photographs in my desk drawer

I’m grateful for the days that left me with smiles


Super Junior’s Dorm 11th floor. . .

KyuHyun POV

Aku membuka laci meja disamping tempat tidurku, mencari duplikat kunci mobilku yang tercampur dengan teks lagu-lagu bagian ku yang kuberi coretan-coretan tanda agar aku mudah menghafalkan nada dan lyricnya serta kertas-kertas lainnya yang aku sendiri lupa mengapa aku menyimpan begitu banyak kertas di laci ini.

“ Kyuhyunie, sudah ketemu? “ aku menoleh kearah Ryeowook yang berdiri didepan pintu kamarku. Lalu kembali sibuk mencari kunci ku diantara kertas-kertas tersebut.

“ heung—belum, aku ingat kalau aku mena—“ kata-kataku terhenti saat menemukan sebuah foto yang warnanya sudah memudar. Foto ini.. foto aku bersama seseorang yang pernah sangat kusayangi, anio masih sangat kusayangi sampai saat ini. Aku teringat usahanya yang sangat giat memaksaku agar berfoto dengannya, kami berdua tersenyum puas karena baru saja berhasil menjahili semua Hyung agar membeli Pizza untuk kami. Wajah serta senyumnya masih tercetak jelas diingatanku walaupun sudah 4 tahun terhitung sejak kami memutuskan untuk berpisah dan menjalani hidup masing-masing sendiri, mencari yang terbaik untuk kami berdua.

“ Kyuhyun-ah aku menemukan kunci asli mu di se—“ aku mendengar Eunhyuk hyung berteriak dari arah ruang tamu hingga akhirnya terhenti saat didepan pintu kamarku.

Ryeowook mengambil kunci dari tangan Eunhyuk hyung “ kami letakkan disini ya “ ia menaruhnya diatas kasur Sungmin Hyung lalu mendorong badan Eunhyuk hyung agar berbalik meninggalkan aku yang masih menatap rindu kearah foto yang kupegang.

Precious times when I cherished all that I had

Each step has become a precious memory


“ HHHHHH… “ aku menghela nafas dengan berat, seakan sebuah beban besar baru saja ditaruh diatas pundakku. Mengapa semua memori saat kami masih bersama dulu muncul kembali disaat aku sudah berada di penghujung jalan dalam tahap melepasnya, merelakannya bahagia bersama dengan orang lain yang bisa menyayanginya lebih dariku. Semuanya masih jelas teringat di benakku, bagaimana aku melewati hari-hariku bersamanya. Bahkan sampai sekarang pun aku masih mensyukuri bahwa dia pernah menjadi bagian hidupku. Memberikan pelajaran hidup untukku dengan semua cobaan yang ada saat itu.

I wonder if you look at the photographs too

I wonder if you are still the same


Aku mengalihkan pandanganku ke lantai kayu yang ku pijak lalu kembali menatap foto ditanganku. “ apa kau masih menyimpannya juga Hyo? “ bisikku parau, aku memaksakan sebuah senyum diwajahku. Tak kusangka pengaruh perpisahan ini begitu besar buatku, terlebih untuk hatiku. Apakah kau masih sama seperti terakhir kita bertemu? Semenjak berpisah kami sama sekali tidak melakukan kontak komunikasi secara langsung, melalui Eunhyuk hyung lah kami menanyakan kabar, menitipkan salam , hanya sekedar itu saja tapi sangat berarti bagiku.

Apakah ia masih mudah mengangis ? apakah ia masih suka menghabiskan bergelas-gelas cappucinno jika sedang stress? Apakah ia masih suka berteriak jika sedang marah dan berbicara dengan bahasa inggris yang kadang aku sedikit kurang mengerti mengingat ia bersekolah asrama diluar negeri.

Whether I still live in your heart

I’m curious but I will try to hold on

Because I know that no matter how much we try to turn back time

We are no longer who we used to be


Aku membaringkan tubuhku ke kasur menatap nanar kearah langit-langit kamarku. Apakah aku masih menempati sedikit ruang dihatimu? Masih adakan kesempatan kedua untuk kita kembali bersama? Ah—aku seketika menjadi sangat penasaran dengan semua ini. Tapi aku tahu, kemungkinannya sangat kecil, bahkan hampir tidak mungkin. Aku tidak ingin melihatnya terluka karena diriku lagi, cukup saat itu saja aku pertama dan terakhir melukai hatinya.

Pandanganku sedikit blur, mataku mulai terasa berat. “ hoahm..” aku menguap lalu mengusap mataku agar menjernihkan pandanganku. Aku melirik jam tanganku, masih ada waktu sekitar 2 jam sampai waktu makan malam. Lambat laun mataku makin terasa berat, aku memblok sinar lampu kamar yang menyinariku dengan lenganku lalu memejamkan mataku setelah sebelumnya aku menaruh foto tersebut tepat diatas dadaku dan menutupnya dengan tangan kananku.

I’m going to let go of the last remaining hope

I will step aside so you can move on

My love for you is not enough

I hope you find someone who will fill up that empty space

I hope you let go of our memories

I wish you happiness



“ Ya! Kyuhyun-ssi ireonaseyo! Kyuhyun-ssi!” aku merasa seseorang menguncang-guncangkan badanku dengan kencang agar aku terbangun. Aish—aku baru saja tidur, kenapa menganggu orang yang sedang tidur sih?

“Kyuhyun-ssiiiiiii, ireonaseyo!! Ireona!!” aku mengerutkan keningku, mataku masih terpejam tetapi telingaku sudah lebih dulu bangun. Suara ini—hanya ada satu orang di dunia ini yang berani membangunkannya dengan berteriak seperti ini. Tapi itu tidak mungkin, pemilik suara itu tidak berada di Negara yang sama lagi dengan dirinya.

“aigoo—Kyuhyun oppa!! Ireona!! Ya babo!! Ireona!!” kenapa sekarang suaranya makin tidak asing lagi?? Tubuhku makin diguncang0guncang dengan hebat. Aku membuka mataku perlahan mengerjapkannya berkali-kali menyesuaikan dengan cahaya yang ada. Siluet seseorang yang sangat ingin kulihat selama bertahun-tahun tergambar jelas didepan mataku yang masih sedikit buram. Aku segera bangun dari tidurku dan duduk di atas kasur, mencoba membuat mataku bisa melihat jernih dengan membuka-tutup mataku bergantian.

Sepasang kaki sedang berpijak diatas lantai kamarku, aku terus memperhatikannya hingga keatas, ke wajah si pemilik kaki tersebut. Seorang wanita dengan wajah merah karena kesal dan kedua tangannya diletakkan di pinggangnya tengah menatapnya dengan tatapan ingin memutilasiku. Ini kan—maldo andwae!! Aku pasti sudah gila!!

“ ya!! Kau ini susah sekali sih dibangunkan?! Tidak berubah dari dulu, tsk “ kulihat ia menggelengkan kepalanya heran. Aku ingin memastikan bahwa itu benar dirinya, aku berdiri hingga wajahnya sedikit mendongak menatapku.

“ Hyo-ya. . “ aku memanggil namanya pelan, nyaris berbisik.

“ mwoya?! “ jawabnya galak. Benar!! Ini benar dia!! Aku reflex memeluknya erat, menenggelamkan tubuhnya dengan pelukanku.

“heeekkk—aku bb bi ssa mma ti se ssak c cho kkyu hyun!!” ia memukul-mukul lenganku agar aku melepaskan pelukanku. Aku tidak memperdulikannya, aku menghirup harum rambutnya terasa sangat familiar di hidungku.

“ aaa!! Appo!! Ya!! “ aku melepaskan pelukanku dan ganti mengusap-usap lenganku karena cubitannya.

“ rasakan!” ia tersenyum menang. Ah—aku akhirnya bisa melihat senyuman itu lagi.

Aku kembali duduk dikasur dan menepuk-nepuk kasur disampingku, menyuruhnya untuk duduk. “ bagaimana kabarmu? “ aku memutar posisi dudukku sehigga berhadapan dengannya.

“ fine, as always. You?”

“ nado. . bagaimana kau bisa kesini? “ tanyaku heran.

“ bisa lah, kau tidak perlu tahu. Kekeke “ ia tertawa lagi, membuatku semakin merindukannya.

Hening lama menyelimuti kami berdua. Aku terus memperhatikannya, seakan dia akan hilang jika aku melepaskan pandanganku darinya. Aku tiba-tiba teringat dengan rasa penasaranku tadi. “ Hyo-ya. .”

Ia menoleh kearahku. Aku menatap matanya dalam, sorot kerinduan terpancar jelas dimatanya, sama sepertiku. “ apa kau bahagia? “ tanyaku to the point.

Ia tersenyum hangat setalah sebelumnya sedikit tersentak dengan pertanyaanku. “ ne. . tentu saja aku bahagia. . kau juga kan?”

Aku mengangguk pelan, “ ne. . mianhae Hyo-ya, nan jal meotessoyo—“ aku merasa perlu mengucapkan ini lagi, meminta maaf kepadanya.

“ eiyyy . .” ia mengusap punggungku pelan “ gwaenchana. . itu sudah berlalu. . aku sudah baik-baik saja. . kalau tidak aku mana mau datang kesini. Kekeke.. “ ia tertawa lagi, tuhan. . aku merindukan semua tentangnya.

“ aku lega mendengarnya langsung dari mulutmu, sekarang dengarkan aku baik-baik. . “ aku memegang kedua lengannya dan mengarahkan tubuhnya agar menghadapku. Aku menatap matanya dan mulai berbicara.

“ aku akan benar-benar melepaskanmu, aku tidak akan mencoba lagi agar kita bisa bersama kembali. Aku akan menyingkir sehingga kau bisa melanjutkan hidupmu dengan lebih baik. Seluruh cintaku belum cukup untukmu, aku berharap ada seseorang yang akan melengkapinya untukmu. Tutuplah semua kenangan tentang kita, simpan ditempat yang aman sehingga tidak akan menganggu siapapun. Aku harap kau bahagia Hyo. .” aku tidak menyangka kata-kata seperti itu bisa mengalir lancar dari mulutku. Kulihat ia juga tidak menyangka akan kata-kataku barusan, ia masih menatapku menunggu kata-kata selanjutnya dariku.

Even if you miss me from time to time

Even if you meet somebody new

Even if you miss the days gone by

Please don’t be sorry

I will still love you

Even if I am able to go back to the days

When I didn’t know you

Please don’t regret the days gone by

Just remember the good memories that we shared

When all that mattered was us


“jawab dengan jujur, apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu selama ini? “ ia menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan.

Aku meraih dagunya dan mengarahkan wajahnya kearahku ,“ apakah aku masih menempati sedikit ruang dihatimu? “ diam. Ia tidak menjawabnya, ia memejamkan matanya dan sebutir air mata jatuh ke pipinya. Aku segera menghapusnya dengan tanganku.

“ aku mohon Hyo—kau harus membuka hatimu. Jangan pernah menyesali semuanya yang pernah terjadi Hyo. . jangan pernah meminta untuk kembali ke masa saat kita belum mengenal satu sama lain, cukup syukuri semuanya yang pernah berkaitan dengan kita.” Aku merasa mataku memanas, segera kualihkan pandanganku ke penjuru kamar. Ia menangis tanpa suara, hanya bahunya saja yang bergetar.

If we ever meet again

I hope to see you with someone who treats you well

I hope we can both smile

I hope for that day to come




“ jika suatu saat kita bertemu lagi, aku berharap kau sudah bahagia bersama orang yang menyayangimu lebih dari yang pernah kuberikan. Geuddaekajii jal jinaesseyo. . . “

Until that day

I hope you are well

Aku merengkuhnya dalam pelukanku lagi, tidak erat tetapi kusalurkan semua perasaan ku selama ini lewat pelukan ini. Mungkin ini yang terakhir aku bisa memeluknya seperti ini, jadi aku tidak ingin menyia-nyiakannya. Ia masih terus menangis tanpa suara didadaku, aku mengelus-elus kepalanya. Aku mencium puncak kepalanya lama, lalu aku beralih ke keningnya. Sebuah memori terlintas dan membuatku tersenyum . ia sangat anti jika berkaitan dengat kening. Aku terus mencium keningnya lama, lebih lama dari puncak kepalanya.

Ia perlahan mendongakkan kepalanya, tangisnya sudah berhenti hanya tersisa isakan-isakan kecil. Aku mencium ujung hidungnya lalu menatapnya lagi. Aku mendekatkan wajahku kearahnya, mataku terpejam perlahan begitu pula dengannya.

Aku mencium lembut bibirnya, cukup lama. entah darimana datangnya keberanian ini, aku jelas tidak akan menyia-nyiakannya. Ini adalah first kiss kami. Lalu aku perlahan menyudahi ciuman ini, cukup sampai disini. Kami sama-sama membuka mata dan tersenyum malu karena kejadian tadi. Aku mengecup bibirnya cepat dan kembali memeluknya. Aku harus bisa merelakannya, melihatnya bahagia bersama orang lain akan lebih berarti untukku.

“ ya! Kau kelihatan gemuk kekeke. . sepertinya ia merawatmu dengan baik sehingga kau seperti ini. Kau harus menjaganya juga dengan baik. Kau juga harus bahagia bersamanya. Kita harus bisa lebih baik!” ia sudah kembali bersemangat sekarang. Aku tersenyum lega melihatnya. Aku tahu dia bukan gadis yang lemah, ia tahu bagaimana mengatasi masalahnya dengan caranya sendiri. Jika begini aku baru bisa melepasnya dengan tenang.

“ ne.. kita harus bisa lebih baik. .” aku mengelus kepalanya pelan.

“ eh? Suara apa itu? “ tanyanya heran.

“ suara? Aku tidak mendengar apa-apa , jangan menipuku.” Aku melirik sinis kearahnya.

“ ya! Aku serius. Aku mau mencarinya.. “ ia lalu berlari keluar mencari sumber suara itu. Aku berusaha mengejarnya, tetapi aku tidak bisa bergerak sama sekali. Aku berteriak memanggilnya tetapi kenapa suaraku kecil sekali? Aku tidak bisa mendengar suaraku sendiri. Aku berteriak meminta tolong tetapi tidak ada yang mendengarku. Perlahan terdengar suara musik , aku mengikuti sumber suara tersebut sampai benar-benar jelas lalu tiba-tiba aku jatuh kedalam sebuah lubang yang dalam.

DEG!


Aku bangun dengan terkejut, badanku basah oleh keringat. Aku mengambil ponselku yang berdering dimeja sebelah tempat tidurku.

“ yeobseo. .” aku langsung mengangkatnya tanpa melihat caller id nya.

“ oppa. . eodigayo ? “

“ o. . Chaehyun-ah, aku masih di dorm. . waeyo? “ aku melihat jam tanganku, jam 6. Satu jam aku sudah tertidur. Jamkanman—bukannya aku baru saja bertemu Hyo? Bukankah dia ada disini? Aku segera bangun dan berjalan keluar kamar, semua member sibuk dengan kegiatan masing-masing.

“jamkanman Chaehyun-ah. . “ aku menutup mic ponselku, “ chogi. . apakah tadi ada tamu? Wanita mungkin? “ aku bertanya kepada semua orang di ruang tamu.

“ pfft, kau bangun-bangun langsung menanyakan tamu, wanita pula. ChaeHyun pasti sedih mendengarnya kekeke “ Yesung menahan tawanya melihat kelakuan dongsaengnya.

“ tidak ada siapa-siapa dari tadi, hanya member saja. “ jawab Ryeowook yang sedang asyik bermain dengan ipadnya.

Aku mengerutkan kening, bagaimana bisa seperti ini? Aku baru saja bertemu Hyo dikamarku, apa ini mimpi? Tapi kenapa terasa sangat nyata? Aku bahkan masih bisa merasakan kehadirannya saat aku memeluknya tadi.

“ hei Magnae. . mau sampai kapan kau diamkan telepon dari Chaehyun? “ celetuk Eunhyuk yang sedang asyik membaca majalah di sofa. Aku teringat Chaehyun yang masih menelepon. Aku mengangkatnya dan kembali masuk ke kamar.

“ jika itu adikku pasti kau tidak akan selamat selama sehari itu. “ celetuk Eunhyuk lagi. Aku terhenti di ambang pintu mendengarnya dan memutuskan untuk mengabaikannya.

“ kau pulang jam berapa? “ tanyaku kepada Chaehyun diseberang sana.

“ sebentar lagi oppa, kau jadi mau menjemputku ? “

“ ne, aku akan mandi dulu, kau tunggu saja disitu jika aku belum sampai. Arraseo? “

“ arraseo oppa. Tidak usah buru-buru. Hati-hati menyetirnya. Sampai jumpa. Saranghae .”

“ ne. . nado saranghae. .”

Klik

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya berulang kali. Aku menyentuh bibirku, first kiss nya. . masih terasa sekali. Benarkan ini Cuma mimpi? Kenapa sangat terasa nyata sekali. . percakapan dengan Hyo pun masih bisa kuingat semuanya.
“ Hyo ya.. kau harus bahagia. . aku harus bahagia. . kita harus lebih baik. .” aku berbicara kepada foto yang tergeletak diatas kasur ku. “ annyeonghi gaseyo Hyo-ya. .” aku memasukkan kembali foto tersebut kedalam laci.

End Kyuhyun POV

-000-

London, England. .

Hyosung POV. .

KRIIING

Aku terbagun karena bunyi alarm pororo ku. Badanku basah oleh keringat, mimpiku..

Aku memandang berkeliling, ini masih kamarku, tetapi bukannya baru saja aku berada di korea, di dormnya ? aku baru saja berbincang dengannya. Dan juga dia. . first kiss kami. . juga ucapan selamat tinggal darinya. . terasa begitu nyata.

Mungkin ini memang sudah saatnya aku move on. Sudah saatnya aku membuka hatiku. Memberi kesempatan orang lain untuk mengisi hatiku. .

aku melihat kearah sebuah foto lama yang masih terbingkai di meja samping tempat tidurku.

“ Naega Jal Jinaeyo oppa.. “





-kkeut-