Seperti hari-hari sebelumnya, Nirra berangkat ke kampus membawa si jazzy kesayangannya. Ia membuka pagar depan dan sekilas melihat rumah didepannya. Ia menyalakan mesin mobilnya.
“tumben ga telat lu?” ejek Iyan seraya memasukkan gitarnya kedalam mobil.
“elu yak, pagi-pagi udah ngajakin gue ribut.” Semprot Nirra.
“haduu, ade gue paling manis kalo lagi marah.” Lanjut Iyan lagi sambil mencolek dagu Nirra.
“nyeehh… berangkat gih sana.” Kata Nirra sambil mendorong abangnya agar cepat masuk kedalam mobilnya.
“ahahhaa, yaudah, gue berangkat dulu ya.” Pamit Iyan.
Nirra melambaikan tangannya kepada abangnya lalu berjalan memasuki mobil. Didalam, ia terus memperhatikan rumah yang pagarnya masih tertutup rapat.
“come on, open the gate, im so curious to see who’s own the house now?” ucapnya penasaran sambil menopang kepalanya di setir mobil.
Ia memperhatikan jam, ‘masih jam 07.30, masih ada waktu sebentar’ gumamnya.
Nirra sengaja bangun pagi-pagi untuk melihat si Empunya rumah baru didepannya. Dia terlalu penasaran untuk membuktikan mimpinya akan jadi kenyataan atau sekedar bunga tidur saja. Dan disinilah dia sekarang, didalam mobil menunggu si pemilik rumah baru keluar. Tak lama, pintu pagar pun dibuka,ternyata seorang laki-laki paruh baya –dari pakaiannya sepertinya tukang kebunnya- yang membuka , si pemilik rumah baru saja menaiki motor Kawasaki Ninja 250 cc-nya yang berwarna biru sama seperti jazz-nya, matching banget sama helmnya yang juga biru.
“cowok?!!” teriaknya kaget. Sama seperti dimimpinya.
“yah, mana keliatan kalo pake helm.” Lanjutnya.
Si pengendara motor itu menyalakan mesin motornya dan tampak berbicara dengan si tukang kebun. Setelah selesai, si pengendara motor melihat kearah mobil Nirra. ia sadar kalau sedari tadi ada yang memperhatikannya dari dalam mobil didepan. Sedangkan Nirra tidak terlalu sadar karna si pengendara motor hanya membuka kaca helmnya, bukan seluruh helmnya.Si pengendara motor tersenyum di balik helm. Ia menutup kaca helm dan meninggalkan rumahnya.
“yah, ga seru ah, ga keliatan mukanya.” Nirra sedikit kecewa karena ia gagal melihat wajah cowok itu. Hpnya tiba-tiba berbunyi, ‘Sina (work) calling’,
“ Kenapa Sin?”
“ yoboseo, nirra-ssi eodiissneungeoya?” tanya Sina dalam bahasa Korea.
“ baru mau jalan gue. wae geulae?” Nirra sedikit mengerti bahasa korea karena Sina sering berbicara dalam bahasa korea dan Sina pernah mengajarinya dan Hae.
“amugeosdo. josim nirra-ssi.” Suara Sina diseberang terdengar bersemangat.
“ne, naneun geos-ibnida.” Ucap Nirra yakin. Ia lalu menjalankan Jazz-nya menuju kampus.
Kampus B, fakultas bahasa, Universitas Negeri Indonesia.
“Nirra! Nirr!” panggil Hae setengah teriak. Dengan posisi duduk mereka yang bersebelahan seharusnya Hae tidak perlu teriak untuk memanggil Nirra, tapi dari tadi Hae memperhatikan Nirra hanya mencorat-coret kertas di bindernya bukan mencatat penjelasan dari si Dosen.
“aduuh Hae, nggak pake teriak kali.” Respon Nirra kesal sambil menutup telinganya sebelah.
“nyeeh, lagian di panggil pelan nggak jawab.” Balasnya nggak kalah kesal. “mikirin siapa si?” tanya Hae penasaran.
“Narhae.” Jawab Nirra asal sambil menutup bindernya.
“konslet lu.” Respon Hae sambil menjitak kepala Nirra.
Keduanya pun tertawa dan bercanda di tengah penjelasan si dosen yang lebih memilih melanjutkan penjelasannya daripada menegur kedua mahasiswanya, dari main sikut-sikutan, jitak-jitakan -kepala Nirra diapit oleh lengan Hae agar Hae bisa menjitaknya dengan leluasa- sampai jambak-jambakan rambut. Dan tak lama dosen pun menutup pertemuan pagi ini dengan sebuah tugas yang harus di Email-kan paling lambat 2 hari setelah di berikan.
“elaah, mau New Year aja pake ngasi tugas segala dah. Rese banget tuh dosen.” Gerutu Nirra sambil merapikan rambutnya yang di acak-acak oleh Hae pada saat mereka bercanda tadi.
“biarin, biar mahasiswanya pada pinter, khususnya elu.” Ledek Hae sambil menjulurkan lidahnya dan berlari keluar dari kelas.
“Shoot! Narhaeeeee!!” teriaknya dari dalam kelas.
*--*
Hae, meeting Kfest nya dimajuin jd skrg, nnti plg duluan aja ya.
“Sms dari siapa?” tanya Nirra sambil menyuap gado-gado punya Hae kemulutnya.
“dari Sina, nih.” Hae menunjukan sms dari Sina dan merebut sendok yang ada di tangan Nirra. Setelah membaca sms, Nirra kembali merebut sendoknya lagi. Ia sedang malas untuk makan, makanya ia lebih memilih merecoki Hae dan semuanya terhenti ketika HP Nirra berbunyi.
“de, jemput gue di kampus ya, mobil gue di bengkel, ngambek tiba-tiba tuh mobil.” Belum sempat Nirra mengucap ‘halo’, bang Iyan sudah nyerocos dan membuat Nirra hampir keselek. Ia meneguk air mineralnya.
“hah? Emang ga bisa bareng temen elu?” ia menoleh kearah Hae yang sedang menghabiskan makanannya.
“males gue, pada mau jalan dulu soalnya.” Suara Iyan terdengar kesal.
“iya iya, gue baru mau jalan nih, tunggu aja ya.” Nirra mengiyakan sambil mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan dan menyelipkannya di bawah piring gado-gado Hae. ia memberi isyarat kepada Hae untuk pergi keparkiran.
“bang, uangnya di bawah piring ya.” Teriak Hae kepada si penjual. Ia lalu berjalan mengikuti Nirra.
“ok, jangan lama-lama ya.” Iyan menyudahi pembicaraannya.
Nirra menutup HP nya dan mengeluarkan kunci mobil.” Mobil bang Iyan masuk bengkel deket kampusnya. Gue disuruh jemput dia. Lu mau kemana?.”
Hae masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya. Ia membuka kaca mobil, “gampang lah, belom tau juga mau kemana. Ya, udah be careful ya.”
“I will, kalau ada apa-apa call me ya.” Nirra masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya. Ia membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepada Hae “duluan ya, bye.”
Sebuah motor melintas didepan mobil Nirra, di kampusnya walaupun tempat parkir mobil dan motor lumayan jauh tapi jalan keluar dari kampusnya hanya satu, yaitu dekat parkiran mobil. Tetapi jalurnya terpisah, motor di kiri dan mobil di kanan. Motor yang sama seperti yang dilihatnya pagi tadi sebelum berangkat ke kampus.’bukannya itu motor yg tdi pagi ya? Helm nya juga’ batinnya. ia memperhatikan si pengendara motor yang sedang membayar parkir.’kok sama persis sih?’ batinnya lagi. Motor itu berlalu meninggalkan kampus, tetapi Nirra masih memperhatikannya sampai motor itu benar-benar hilang dari pandangannya. Suara ketukan di kaca mobil membuyarkan fikirannya. Ia melihat Hae yang berdiri diluar, lalu ia menurunkan kaca mobilnya.” Are you okay?” tanya Hae. “ kok nggak jalan si? Udah pada ngantri tuh yang mau keluar.” Lanjutnya lagi.
Nirra tersenyum dan menggelengkan kepalanya.” I’m okay”. Ucapnya meyakinkan.” Gue duluan ya.” Ia menaikan kaca mobilnya dan menjalankan mobil.
Hae melambaikan tangan dan kembali ke mobilnya. Ia mengawasi mobil Nirra sampai benar-benar hilang dari pandangannya.’aneh deh hari ini lu Nirr, tadi di kelas, sekarang di parkiran’ batinnya. tapi ia tak ingin bertanya lebih jauh, takut Nirra merasa tidak nyaman, jadi ia menunggu Nirra yang bercerita langsung kepadanya.
*--*
Korean faculty meeting room, 2.30 pm
“jeoseumnida, jilmun?” Teukkie melihat berkeliling kearah juniornya. karena tidak ada tanda-tanda bahwa para junior ingin bertanya, maka Teukkie pun mengakhiri meetingnya.”cukup sekian untuk meeting kali ini, kamsahamnida.” Ucapnya sambil membungkukkan badan.
“cheonmaneyo, sunbae. Annyeong.” Ucap para junior berbarengan.
Sina merapikan notesnya dan memasukkan kedalam tas,ia berjalan keluar dari meeting room sambil sesekali menyapa para senior dan junior. Sesampainya di tempat parkir, ponselnya berdering. ia merogoh ponselnya yang berada di kantong celana jeansnya, ‘nomor siapa nih’ batinnya.
Sina: “hallo,”
Andrew: “ya, Sina-ssi. Ini gue Andrew. Lu lagi dimana?”
Sina: ( ia cukup terkejut bahwa Andrew yang menghubunginya duluan.)
” Oh, Andrew. Gue baru aja selesai meeting di kampus. Ada apa?”
Andrew: “anio, Cuma pengen ngobrol-ngobrol aja, ada waktu?”
Sina: “mwo? Ngobrol sama gue?”
Andrew: “ahaha.”(Andrew tertawa mendengarnya)
“iyalah, gue kan telfonnya ke nomer lu, masa gue mau ngomong ama temen lu.”
Sina: “ahahaaa, iya juga ya, mau ketemu dimana emangnya?’
Andrew: “ J.Co Citos? 3 pm?”
Sina: “ne, arayo”
Andrew: ”jeoseumnida, to mannayo.”
Setelah koneksi hp terputus, Sina tak henti-hentinya tersenyum. Ia masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang telah disepakatinya dengan Andrew.
*--*
Bengkel Simple, sebelah kampus IKJ, waktu yang sama..
“baaangg, masih lama apa?” rengek Nirra kepada abangnya, ia sudah menghabiskan botol kedua air mineral 600 ml nya dikarenakan cuaca hari ini sangatlah panas dan ia sudah bosan sekali menunggu di dalam mobil. Saat di telfon tadi abangnya hanya minta di jemput, tetapi nyatanya ia harus menemani abangnya di bengkel sampai si montir selesai membetulkan mobilnya. Dan bukan bang Iyan namanya kalau tidak bisa membujuk Nirra. Aryand tersenyum melihat adiknya yang sudah uring-uringan gara-gara di suruh nunggu di bengkel. Ia berjalan menghampiri Nirra yang berada di dalam mobil.
“bentar lagi selesai kok, sabar ya” katanya sambil mengusap kepala Nirra.
“katanya minta di temenin, tapi kok gue udah jamuran ya dari tadi sendirian di mobil?” sindir Nirra.
“hah? Jorok deh, masa jamuran sih, ih ga kenal ah.” Canda Iyan.
“nyeeehhh, gue tuh nyindir elu kali.”
“ahhahaa, iyaa, kalo gue ga ngelyatin, nanti dianya asal-asalan ngebenerinnya, kan gue juga jadi tau dimana rusaknya, padahal gue kan hati-hati banget make mobilnya.” Iyan menjelaskan dengan sabar. Nirra hanya bisa menghela nafas, ‘bener juga ya, gue kok oon banget si’ batinnya. setelah melihat Nirra memahami penjelasannya, ia kembali mengawasi si montir bekerja.
15 menit kemudian
“De, de, bangun, pulang yuk, udah selesai nih.” Aryand membangunkan Nirra yang tertidur di mobil.
Nirra terbangun dan menguap, “hoaahhmm, udah selesai bang?”
“udah, pulang yuk, bisa nyetir kan?”
“bisa kok, tenang aja.” Ucapnya sambil mengusap mata.
“yaudah,jangan ngantuk ya, lu jalan duluan.”
“semangaad Nirr, ga boleh ngantuk!!” teriak Nirra kepada dirinya sendiri kemudian ia menyalakan mesin dan berjalan pulang diikuti abangnya. Setelah setengah jam perjalanan dari bengkel ke komplek rumahnya, akhirnya sampai juga ia di depan rumah berpagar putih dan bercat biru cerah (kalau ini pasti nirra yang mengusulkan). Ia turun dan membuka pintu pagar, lalu memasukkan mobilnya kedalam garasi disusul dengan mobil Aryand. Nirra buru-buru masuk kedalam rumah, “kunci ya pagernya bang, gue pengen ke toilet.” Teriaknya kepada Aryand.
“jaah, ga usah pake teriak kali ke toiletnya, ga enak banget didengarnya.” Protes Aryand sambil berjalan kearah pagar. Tiba-tiba pagar rumah depan terbuka, dan keluarlah si pemilik rumah sambil membawa sekarung penuh sampah daun kering. Sepertinya habis kerja bakti membersihkan halaman karena dari tampangnya sangat kelelahan.’oh, ini yang punya rumah’ batin Aryand. Si pemilik rumah melihat Aryand dan tersenyum.
“kayanya abis kerja bakti nih,” tegur Aryand duluan.
“ahaha, iya nih, udah lama kosong kayanya ni rumah. Rumput di taman belakangnya udah tinggi-tinggi banget ” Katanya sambil memperhatikan rumahnya, ia menaruh sampahnya di depan pagar rumahnya, lalu berjalan menghampiri Aryand. ia melepas sarung tangannya “gue Argie, baru pindah kemaren sore gue.” Ia mengulurkan tangan kearah Aryand, mengajak berkenalan.
Aryand mengerut keningnya mendengar bahasa Indonesia Argie yang terdengar agak aneh.
“gue Aryand, tapi lu bisa panggil gue Iyan, sebenernya panggilan dari ade gue si. Ahhaaa, pindah darimana ?”
Argie mengusap keningnya yang berkeringat.” Di hotel.”
Aryand mengerutkan keningnya lagi mendengar jawaban singkat Argie, “ maksudnya?”
“gue pindah dari Seoul seminggu yang lalu, baru 6 bulan disana gue udah ga betah, kangen suasana Indonesia, padahal keluarga gue disana semua, makanya setelah selesai semester 1, gue langsung pindah. Nyari rumah yang ga terlalu jauh sama kampus, so, here I am.” Jelasnya sambil mengipas-ngipas dengan sarung tangannya.
“ahaha, bukannya seharusnya betah ya? Disana kan dingin plus ga macet kaya di Jakarta gini,” Aryand tertawa mendengar alasan Argie.
"wait, setau gue kampus yang paling deket dari sini cuma UNI, lu pindah kesitu? fakultas apa?" lanjut Aryand.
"iya.pend. matematika" jawabnya mantap.
Aryand menepuk pundak Argie,“whoa, a hard one, isn't it? by the way, welcome back kalo gitu, kalo perlu bantuan tinggal kerumah aja.”
Argie pun tertawa mendengar ucapan Aryand, “Thanks ya yan, very helpfull buat gue yang tinggal sendirian, ahhaaa.”
Mereka lalu mengobrol banyak hal dan ternyata mereka punya banyak kesamaan,dari segi hobi misalnya, mereka sama-sama suka games dan nyanyi. Tapi Aryand sudah jarang bermain game karena selalu diprotes mama dan Nirra. Dari atas Nirra melihat abangnya sedang berbicara dengan seseorang.’siapa tuh? Jangan-jangan orang baru itu lagi! ’ batinnya panik. Ia terus memperhatikan abangnya dan lawan bicara abangnya. Sedangkan dari bawah Argie merasa ada yang memperhatikannya dari jendela kamar atas rumah Aryand, lalu ia menoleh keatas dan mendapati sepasang mata tengah memperhatikannya dengan lekat. Ia tersenyum dan menganggukkan kepala, memberi isyarat perkenalan kemudian kembali fokus mengobrol dengan Aryand. Nirra pun gelagapan gara-gara ketahuan sedang memperhatikan orang itu. Ia buru-buru menutup gordennya dan berbalik menuju kasurnya.
“whoaaa!!” ia tersandung karpet teddynya dan jatuh sukses mencium karpet. ”shoot! kejadian juga ni mimpi, argkkh! Nightmare!!’’. Teriaknya.
*--*
JCo, Cilandak Town Square, 3.05 pm
Sina berjalan terburu-buru masuk kedalam mall, ia melirik jam tangannya, ‘aduh, telat 5 menit lagi gue’ gumamnya. Perjalanan ke citos yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit, harus molor menjadi 35 menit dikarenakan macetnya jalanan. Sesampainya di JCo, ia celingukan mencari Andrew, untuk sekarang ini ia lebih suka kalau Andrew datang lebih telat darinya, jadinya kesan ‘jam karet’ ga ada didirinya. Ini kan pertama kalinya ketemu Andrew di luar kampus, walaupun kemarin waktu nemenin ibu belanja di Lotte ketemu juga, tapi itu kan nggak sengaja, jadi ga dihitung. Tapi sepertinya harapan Sina nggak terkabul karna dari jauh ia melihat seseorang yang duduk didekat jendela melambai kearahnya. Sina melengos pelan dan tersenyum paksa. Ia berjalan menghampiri Andrew.
“heii, sorry gue telat. Macet banget tadi, udah lama nunggu?”
Andrew tersenyum melihat Sina,” ga papa lagi, cuma telat 5 menit doang kok, gue juga baru dateng.”
Sina mencoba untuk tidak grogi melihat Andrew yang tersenyum kepadanya. Besar banget pengaruh Andrew kepadanya, Ia melihat meja didepannya yang masih kosong, ‘kayanya emang baru dateng deh si Andrew’ batinnya. “ohh, baguslah kalo gitu, ehhe.”
Andrew memberikan menu kepada Sina, “ mau pesen apa Na?. tanyanya sambil melihat-lihat menu.
Sina menoleh kearah Andrew, menajamkan pendengarannya, tadi Andrew memanggilnya apa?
“Na? mau pesen apa?” ulang Andrew lagi karena yang ditanya belum menjawab. Matanya tetap melihat kearah menu.
‘Na? kok kayanya kalo dia yang manggil gitu enak banget didengernya’ batinnya sambil tersenyum. “eh iya, Caffe Avocado sama Tiramissu aja.”
Kemudian Andrew memanggil waiter, “ caffe avocado nya satu, tiramisu donnut nya 2, sama cappuccino opera nya satu ya mas.” Pesannya kepada si waiter.
Si waiter mencatatnya dengan cepat, “ ditunggu 15 menit ya mas. Terimakasih.”
Setelah si waiter pergi Andrew tersenyum lagi kepada Sina,” tadi lu bilang baru abis meeting di kampus pas gue telfon, meeting apa?” tanyanya.
Sina setengah mati memerintahkan otaknya agar tetap relaks melihat senyum Andrew.” Oh, meeting buat Kfest tahun depan, Januari sih.” Jawabnya sekasual mungkin.
“oh ya? Lu committee-nya? Keren donk.” Pujinya tulus.
Sina senang banget Andrew muji dia, “ ahhaa, iyaa, diajakin join sama Teukkie sunbae. Gue seneng banget bisa join, apalagi gue kan baru semester 2.” Jawabnya bangga.
Andrew melihat Sina kaget, “mwo? Teukkie hyung? Dia sepupu gue tau!!” Jelasnya kepada Sina.
“ omona! Jeongmal? Ahahaaa. What a surprise!” Sina terkejut mendengar semuanya. Pantes aja Teukkie sunbae ganteng, sepupunya aja gantengnya minta ampun.
“jadi committee bagian apa emang?”
“bagian penjab. Stand, sendirian lagi, lumayan repot pastinya. aahha.”
“wah, pasti seru tuh, boleh gue bantu?” tanyanya sungguh-sungguh.
“eh, serius lu? emangnya bisa?” Sina bingung mendengar pertanyaan Andrew.
“serius lah, nanti gue coba ngomong sama hyung, pasti bisa.” Jawab Andrew yakin.
Waiter pun datang membawakan pesanan mereka, “ selamat menikmati” katanya. Andrew mengucapkan terimakasih kepada si waiter.
“yuk dimakan Na,” katanya sambil meminum cappuccino operanya.
“ne, selamat makan” Sina mulai menggigit donatnya,’kenapa tiap denger si Andrew manggil gue “Na”, gue ngerasa nyaman banget ya,’ batinnya sambil melihat keluar jendela.
“rumah lu emang dimana Na?” tanya Andrew sambil menyuapkan potongan donat terakhirnya.
“Depok Mutiara Buana, elu?”
“ooh, berarti nggak terlalu jauh dari kampus donk? Gue di Pondok Indah Residence.”
“ya lumayanlah, stengah jam ke kampus, berapa bersaudara lu?”
“gue cuma berdua ama ade gue, cewek, baru kelas 2 SMU. Elu?”
“gue juga cuma berdua ama abang gue, tapi dia udah kerja jadi software analyze.”
Dering ponsel Andrew menginterupsi pembicaraan mereka, “bentar ya Na,” katanya pada Sina.
Sina memperhatikan Andrew yang sedang menerima telefon,’siapa yang telfon ya? Kok serius amat si kayanya.’ Batinnya sambil meminum caffe avocadonya. Hari ini Andrew kelihatan ganteng banget -kemaren-kemaren juga sih-, dengan long sleeve shirt kotak-kotak warna krem dan coklat yang di gulung sampai sikunya dan levi’s jeans hitam. Andrew tersenyum kearah Sina dan menjauhkan ponselnya,” bentar ya Na” ucapnya dengan ekspresi tidak enak. “iya, tenang aja.” ucap Sina santai. Sina melihat berkeliling, ia melihat beberapa cewek yang sedang antri di counter melihat kearah mejanya dan berbisik-bisik. Ia melihat arah pandang cewek-cewek itu, ‘ooh, ngeliatin Andrew toh, ahhaa’ batinnya sambil tertawa. Ia menikmati pandangan sirik cewek-cewek itu, ‘pasti pada envy deh’ gumamnya.
“kenapa Na?” tanya Andrew yang baru saja selesai menerima telefon.
“eh, gapapa kok, ada problem ya? Kok kyaknya serius banget ngomongnya?” jawabnya kikuk,
“oh, nggak kok, itu ade gue ijin mau nginep di rumah temennya.” Jelasnya. “ udah selesai makannya? Ada mau jalan kemana lagi?”
“ooh, udah kok, kayanya nggak ada deh, kenapa emang? Elu ada urusan lagi ya?” tanya Sina sedikit kecewa
“emm, iya niih, gue harus ke Lotte Gandaria, pulang sekarang gapapa?” Andrew merasa tidak enak sama Sina.
“owkay, gapapa kok, gue toilet dulu ya.” Ia berjalan kearah toilet.
“gue tunggu didepan ya.”
Andrew membayar bill nya dan membawa map Sina keluar dari J.Co. Sina menghampiri Andrew yang berdiri di depan lalu mereka berjalan kearah parkiran.
“ gue anter sampe rumah ya,” ucap Andrew tiba-tiba.
“eh, nggak usah, elu kan masih ada urusan lagi, lagipula gue bawa mobil kok” tolak Sina halus.
“gue tau kok, tapi gue pengen nganterin elu dulu baru ke Lotte. Please, Jangan nolak ya.” Mohon Andrew.
“mm, Yaudah terserah elu aja.” Akhirnya Sina mengiyakan.
Rupanya tempat parkir mobil mereka hanya berselisih 3 mobil, kemudian Sina berjalan duluan diikuti mobil Andrew. Dijalan Sina berulang kali melihat mobil Andrew lewat kaca spion tengah, ‘ gila, beneran nganterin kali dia’ ucapnya tidak percaya. Dan saat masuk komplek perumahan Sina pun mobil Andrew masih tetap berada di belakang mobilnya. Sina mengklakson rumahnya, kemudian si mbak membukakan gerbang. Sina berjalan menghampiri mobil Andrew setelah memasukkan mobilnya ke garasi. Andrew keluar dari dalam mobil.
“oh, ini rumah lu, gampang diinget rutenya. Ahahha, yaudah gue jalan dulu ya, makasih buat hari ini ya Na,” Pamit Andrew sambil melambaikan tangannya ke Sina (pastinya sambil tersenyum).
“ iya, sama-sama, josim Andrew –ssi.” Kata Sina sambil melambaikan tangan juga.
“ne, naneun geos-ibnida.” Kata Andrew sambil masuk kedalam mobil.
Sina menutup gerbang setelah Andrew pergi, baru selangkah ia berbalik tiba-tiba bel rumahnya berbunyi, ia membuka gerbang lagi dan melihat Andrew yang berdiri di depannya.
“Na, besok gue masih bisa ngajak lu jalan lagi?” Andrew bertanya kepada Sina yang masih bingung melihatnya.
Sina nggak bisa menyembunyikan senyumnya melihat Andrew yang balik lagi kerumahnya hanya untuk menyanyakan hal yang seharusnya bisa dilakukan via telfon atau sms.
“iya, pasti.” Jawabnya mantap.
Andrew lalu pamit lagi (kali ini beneran) kepada Sina. Sina pun masuk kedalam rumah dengan hati berbunga-bunga. ‘ what a nice day’ ucapnya.
Sedangkan di mobil, Andrew men-dial Teukkie, sepupunya.
Andrew : “yoboseo, hyung?”
Teukkie: “wae?”
Andrew : “kekurangan panitia buat Kfest nggak?” tanya Andrew to the point.
Teukkie :” mm, sebenernya nggak si, tapi panitia penjab. Stand memang membutuhkan tenaga laki-laki,karena pasti akan sibuk sekali.sedangkan yang ada baru penjab. perempuan.”
Andrew :”owkay, I’m in.”
Teukkie :”mwo? Jeongmal?” teukkie pun bingung kenapa Andrew tiba-tiba mau ikut menjadi panitia padahal sebelumnya tidak pernah mau.
Andrew :”I’m serious hyung, okay, bye.”
Andrew memutus koneksi telefon dan meninggalkan Teukkie yang masih bertanya-tanya akan pernyataan Andrew yang tiba-tiba. Sedangkan di dalam mobil, Andrew menyalakan CD Playernya dan bersenandung mengikuti lagu yang diputar.’ That’s will gonna be a nice day’ batinnya.
*--*
Search..
Jumat, 31 Desember 2010
Sabtu, 18 Desember 2010
No Other part 2
“Bang, rumah didepan masih kosong ga sih?” tanya Nirra kepada abangnya yang sedang berlatih vocal dengan gitarnya. Abang Nirra, Aryand, kuliah di IKJ jurusan Post-Modern Music.
“masih deh kyanya dek, kenapa emangnya? Ga biasanya nanyain hal yang ga penting?” tanya bang iyan heran.
“ah, gapapa kok bang, just asked.” Jawabnya sambil ngeloyor pergi ke kamarnya.
Sementara itu di rumahnya, Sina sedang berbaring di atas kasurnya sambil senyum-senyum sendriri membayangkan accident kecil yang berbuntut perkenalan dengan si Andrew dan berakhir dengan disturbing call dari Hae.
“seinget gue, gue ga mimpi apa-apa deh, malah si Nirra yang mimpi. Haduuh, mampus gue, ga berhenti senyum nih”. Ucapnya sendiri.
“ehem, kenapa ga bisa berhenti senyum dek?” tanya Bang Eja, abangnya Sina.
“eh, abang, apaan si, kok masuk ga ketok dulu si? Kalo aku lagi ganti baju gimana?”cerocos Sina.
“halah, jam sgini kan byasanya kamu lagi dengerin lagu dan dari abis mandi sore kamu pasti udah ganti baju tidur. So, ga mungkin abang asal masuk.” Bang Eja menyangkal ucapan Sina.
“ah, abang mah tau aja dah.” Kata Sina malu.
“yaudah, abang ga mau ganggu kamu yang lagi kasmaran. Cuma tadi ibu pesen kalo besok setelah pulang kampus anterin ibu ke Lotte mart buat Monthly Shopping. Ok.”
“iya, besok Sina anter ibu”.
Sepeninggal abangnya, Sina pun melanjutkan me-review accident tadi sing sambil menarik selimut. Berharap si Andrew ini dateng ke mimpinya.
“annyonghi jumuseyo Andrew, nice dream.” Ucap Sina sambil mematikan lampu tidurnya.
Sedangkan di sebuah hotel di bilangan Senayan, seorang cowok tengah sibuk membereskan barang-barangnya, siap untuk check out besok pagi.
“owkay, finished. Capek juga ya ternyata.” Ucapnya.
“malam, pak Doni, rumah yang saya pesan sudah ada kan? Cinere? Oh ya, never mind, I’ll go with that. Besok pagi saya check out dari hotel jam 9 pagi, dan furniture yang saya pesan? Ok kalau begitu. Satu lagi, transkrip nilai saya ke uni yang baru? Ok. Terima kasih.” Ia pun menyudahi pembicaraan di handphonenya.
“Can’t wait for tomorrow” gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
*--*
“Hae, Jemput gue donk, w males bawa mobil nih. Ya, please” mohon Nirra di Handphone.
“elah, bilang aja lu minta temenin telat. Yaudah, w bentar lagi nyampe.” Hae pun menutup Handphonenya. Ia lalu berbalik arah menuju rumah Nirra.
“tin tin..” Hae membunyikan klakson mobilnya.
“iya Hae, gue lagi pake sepatu.” Teriak Nirra dari dalem rumah.
Bang Iyan pun keluar dan menyapa Narhae.ia juga akan berangkat ke kampusnya tapi arahnya berkebalikan dari arah kampus Nirra, makanya Nirra ga mau bareng abangnya soalnya bisa lebih parah telatnya.
“Sabar aja ya Hae sama ade w, heran gue juga.hobinya telat melulu.” Ledek Iyan yang langsung dapet cubitan di lengannya.
“Sirik aja lu bang.” Cibir Nirra.
“jahahaa, kalo gue ga sabar di tabok gue nanti ma dia, galakan dia daripada gue.” Hae pun ikut ngeledekin Nirra.
“udah deh, both of you, better don’t ruin my day.” Ucapnya sambil masuk kedalam mobil Hae.
“duluan bang.” Pamit Hae.
“hati-hati ya.” Pesan Iyan yang cuma dibales acungan jempol dari Hae.
Terios Hae pun melaju meninggalkan rumah Nirra menuju kampus mereka di daerah Senayan. Sesampainya di kampus mereka langsung menuju kelas dan Thank’s God dosennya pun telat.
Dikelas, Sina melihat Levi’s watch-nya, jam 11, masih setengah jam lagi. ‘lama amat si ni matkul, biasanya gue betah sama matkul yang ini. Kok hari ini nggak ya?’. Ia pun mengirim sms ke Nirra.
Selesai jam berapa lu? Gue kok lagi males belajar ya? Ketemu di kantin ya.
Di kelas Nirra dan Hae, Nirra melihat sms yang masuk ke HP nya dan memperlihatkannya ke Hae.
“tumben banget dia, masih Shock gara-gara love accident kemaren kayanya ya?” canda Hae.
Nirra pun hanya tersenyum dan membalas.
Jam 11.30 dear, kalo katanya Hae lu masih shock gara-gara love accident kemaren.makanya males belajar.
Sina ketawa ngakak ngelyat sms dari Nirra.
Bilang sama si Hae, jan kemana-mana, gue pengen nabok dia. :P
Sama halnya dengan Sina, Nirra dan Hae pun ketawa ngakak membacanya.
11.30
Akhrinya jam menunjukan pukul 11.30 yang disambut Sina dengan senyum kelegaan. Ia langsung berjalan menuju kantin yang terletak lebih dekat dengan kelasnya daripada kelas kedua sahabatnya.
“Sina ssi” panggil seseorang.
Sina menoleh dan mencari-cari orang yang memanggilnya, ia melihat Teukkie, Senior di fakultasnya melambaikan tangan kearahnya menandakan kalau ia yang memanggil Sina. Lalu Teukkie berlari menghampirinya.
“Sunbae? Wae?” tanyanya bingung. Ga biasanya Teukkie terburu-beru seperti ada sesuatu yang penting.
“ahahha, anio, saya ingin mengajak kamu untuk bergabung dalam kepanitiaan KFest bulan depan.” Jelasnya.
“mwo? Jeongmal? Kenapa bisa saya?”tanyanya heran.
“ahaha, saya mendapat saran dari teman-teman kamu kalau kamu adalah orang yang cocok untuk diajak bergabung dalam kepanitiaan ini. Saya sendiri ketuanya. Saya mengikut sertakan junior-junior agar kalian punya pengalaman juga. Eotteohge? Wanna join?” tawar Teukkie lagi.
“oohh, ne, kamsahamnida sunbae.” Jawab Sina senang.
“ok! Meetingnya hari sabtu besok ya di ruang senat pukul 01.00 pm.” Katanya sambil meninggalkan Sina.
“ne, saya akan datang” belum sempat sina menjawab si senior udah ngeloyor pergi.
Lalu Sina melanjutkan perjalanannya ke kantin, dari jauh ia melihat Nirra yang sedang memesan lunchnya.
“heii,, makan apa lu Hae?” tanya Sina.
“eh elu, w makan chiken katsu, lu mau apa? Nirra kwetiau seafood tuh.”
“hem, gue mie goreng seafood aja deh, sama air mineralnya ya mas.”pesannya
“Sin, ngobrol apa lu ama si Teukkie?” tanya Nirra.
“itu, w diajakin join buat panitia KFest taun depan. Meetingnya hari sabtu besok.”jelasnya.
“asiik, sibuk nih” canda Hae.
“Kayanya si gitu” balasnya bangga.
“jaah, belagu lu.” Kata Hae sambil mengacak-acak rambut Sina.
Sina cuma ketawa aja dibilang gitu sama Hae, kemudian pesanan mereka pun datang dan segera dilahap masing-masing pemesan. Setelah selesai, mereka pun ngobrol-ngobrol sebentar agar makanan mereka dapat dicerna dengan baik sebelum mereka pulang kerumah masing-masing.
“eh, lu berdua mau kemana? Gue mau nganter ibu buat Monthly Shopping di Lotte mart Gandaria city katanya lebih lengkap disana.” Kata Sina.
“kayanya ga kemana-mana deh Sin, lagi males gue, elu Hae? Tanya Nirra.
“ya paling gue juga pulang, tapi nganter elu dulu lah Nirr, eh tapi sekalian mampir ke 7eleven ya, gue mau beli slurpy dulu.”kata Hae.
“owkay, gue ikut aja deh.” Kata Nirra.
“owkay, gue duluan ya, see u, bye” pamit Sina.
“salam buat ibu ya, bye” kata Hae.
“eh Hae, gue ke toilet dulu ya, lu tolong bayar makanannya ya.” Ucap Nirra sambil berjalan ke toilet
Sina membuka auto-lock mobilnya, memperhatikan sekitar mencari-cari orang yang nggak sengaja di tabraknya kemarin tapi nihil, X-5 nya pun yang biasa terparkir di depan mobil Hae ga ada.’ah, kok gue jadi nyariin dia si? Bener konslet kayanya gue.’ Gumanya sambil menggelengkan kepalanya. Lalu ia melajukan mobilnya ke rumahnya.
“Jangan langsung pulang deh Nirr,temenin w beli makanan buat si Fishy ya, mumpung gue ada waktu, nanti pulangnya kita beli es krim deh.” Kata Hae tiba-tuba dengan tatapan memohon.
Fishy adalah ikan-ikan koi hias peliharaan Hae,hadiah ulang tahun dari Nirra dan Sina biar Hae ga kesepian. sebenernya mau dinamain Sina,Nirra dan Hae, katanya biar dia selalu inget sama Sina dan Nirra, tapi karna corak ikannya sama semua, akhirnya Hae memanggil ikan-ikannya Fishy, biar simple katanya.
“ett dah si Hae, muka lu ga enak banget dah. Iyaa, gue temenin kok. Jangan kesorean ya pulangnya.” Nirra mengiyakan.
Hae pun langsung sumringah dan berjanji kalo pulangnya ga ampe sore. Mereka menuju jalan Barito, disitu berjejer toko-toko yang menjual Pet Animal dan Aksesorisnya. Setelah selesai membeli makanna si Fishy, mereka langsung menuju 7eleven untuk membeli slurpy dan setelah itu menuju rumah Nirra.dan bukan Jakarta namanya kalo ga macet. Tapi untungnya jalan menuju rumah Nirra ga sepenuhnya macet, jadi mereka bisa sampai dengan cepat.
“thanks ya Nirr, gue langsung pulang ya. Salam buat bang Iyan and nyokap lu. See u” ucapnya.
Detik selanjutnya mobil Hae udah menghilang dari pandangan Nirra. ‘suka banget si bawa mobil ngebut’. Nirra membuka gerbang rumahnya dan masuk, saat ingin menutup gerbang ia melihat rumah didepannya tidak lagi bertuliskan DIJUAL, halamannya sudah bersih dari daun-daun kering,rumputnya juga sudah di potong. Dan ternyata rumah didepannya itu lebih besar dari rumahnya. Ia pun heran,
“hah? Beneran jadi kenyataan nih kayanya mimpi gue? Oh God, “ ucapnya sambil menepuk keningnya. Lalu ia menutup gerbang dan masuk kedalam rumah.
*--*
Sina memperhatikan belanjaan di trolly yang didorongnya. ‘Si ibu kalo belanja ga kira-kira deh, ini mah bukan sebulan ga belanja, tapi 2 bulan ga belanja.’ Pikirnya. Dan Ibu pun masih sibuk membaca daftar belanjaan yang di tulis si mbak.
“ Sina?” panggil seseorang.
Sina pun mencoba mencerna suara orang yang memanggilnya.’kaya gue kenal dah suaranya’ lalu ia menoleh kearah orang yang memanggilnya.
“bener kan, elu yang kemarin nabrak gue kan di parkiran kampus?” tanya orang itu.
Sina masih surprised melihat orang yang memanggilnya, ‘Andrew! Dia ngenalin gue coba, ayeyeyeey’ sorak Sina dalam hati.’tapi ngapain dia disini?’ lanjut Sina lagi.
“eh Andrew, iya, ehhee, jadi malu gue.” Ucap Sina tersipu
“ahahaa, biasa aja kali, belanja atau cuma nemenin?” tanyanya sambil melihat kearah trolly Sina.
“iya nih, nemenin ibu belanja, lu sendiri ngapain? Kok ga bawa trolly?” tanya Sina penasaran
“ahahhaa, gue cuma ngontrol keadaan disini aja, tadi juga abis dari Lotte Mart yang di Kemang.” Jawabnya
‘oiaa, kok gue bisa lupa ya, bokapnya kan yang punya Lotte shopping group di Indonesia. Haduu, Konslet banget si gue”. rutuknya dalam hati.
“oohhh…” Sina cuma bisa ber-oh aja.
“hahaha, oh iya Sin, boleh gue minta no HP elu?” tanya Andrew.
“eh? Buat apa Drew?”
“ya buat kalo gue ada perlu sama elu, jadinya gampang. Kan skrang kita udah kenal.” Jelas Andrew.
Setelah mereka bertukar nomor HP, Andrew pamit karna dia harus pergi ke cabang yang lain. Sina pun melanjutkan menemani Ibu-nya shopping.
*--*
“masih deh kyanya dek, kenapa emangnya? Ga biasanya nanyain hal yang ga penting?” tanya bang iyan heran.
“ah, gapapa kok bang, just asked.” Jawabnya sambil ngeloyor pergi ke kamarnya.
Sementara itu di rumahnya, Sina sedang berbaring di atas kasurnya sambil senyum-senyum sendriri membayangkan accident kecil yang berbuntut perkenalan dengan si Andrew dan berakhir dengan disturbing call dari Hae.
“seinget gue, gue ga mimpi apa-apa deh, malah si Nirra yang mimpi. Haduuh, mampus gue, ga berhenti senyum nih”. Ucapnya sendiri.
“ehem, kenapa ga bisa berhenti senyum dek?” tanya Bang Eja, abangnya Sina.
“eh, abang, apaan si, kok masuk ga ketok dulu si? Kalo aku lagi ganti baju gimana?”cerocos Sina.
“halah, jam sgini kan byasanya kamu lagi dengerin lagu dan dari abis mandi sore kamu pasti udah ganti baju tidur. So, ga mungkin abang asal masuk.” Bang Eja menyangkal ucapan Sina.
“ah, abang mah tau aja dah.” Kata Sina malu.
“yaudah, abang ga mau ganggu kamu yang lagi kasmaran. Cuma tadi ibu pesen kalo besok setelah pulang kampus anterin ibu ke Lotte mart buat Monthly Shopping. Ok.”
“iya, besok Sina anter ibu”.
Sepeninggal abangnya, Sina pun melanjutkan me-review accident tadi sing sambil menarik selimut. Berharap si Andrew ini dateng ke mimpinya.
“annyonghi jumuseyo Andrew, nice dream.” Ucap Sina sambil mematikan lampu tidurnya.
Sedangkan di sebuah hotel di bilangan Senayan, seorang cowok tengah sibuk membereskan barang-barangnya, siap untuk check out besok pagi.
“owkay, finished. Capek juga ya ternyata.” Ucapnya.
“malam, pak Doni, rumah yang saya pesan sudah ada kan? Cinere? Oh ya, never mind, I’ll go with that. Besok pagi saya check out dari hotel jam 9 pagi, dan furniture yang saya pesan? Ok kalau begitu. Satu lagi, transkrip nilai saya ke uni yang baru? Ok. Terima kasih.” Ia pun menyudahi pembicaraan di handphonenya.
“Can’t wait for tomorrow” gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
*--*
“Hae, Jemput gue donk, w males bawa mobil nih. Ya, please” mohon Nirra di Handphone.
“elah, bilang aja lu minta temenin telat. Yaudah, w bentar lagi nyampe.” Hae pun menutup Handphonenya. Ia lalu berbalik arah menuju rumah Nirra.
“tin tin..” Hae membunyikan klakson mobilnya.
“iya Hae, gue lagi pake sepatu.” Teriak Nirra dari dalem rumah.
Bang Iyan pun keluar dan menyapa Narhae.ia juga akan berangkat ke kampusnya tapi arahnya berkebalikan dari arah kampus Nirra, makanya Nirra ga mau bareng abangnya soalnya bisa lebih parah telatnya.
“Sabar aja ya Hae sama ade w, heran gue juga.hobinya telat melulu.” Ledek Iyan yang langsung dapet cubitan di lengannya.
“Sirik aja lu bang.” Cibir Nirra.
“jahahaa, kalo gue ga sabar di tabok gue nanti ma dia, galakan dia daripada gue.” Hae pun ikut ngeledekin Nirra.
“udah deh, both of you, better don’t ruin my day.” Ucapnya sambil masuk kedalam mobil Hae.
“duluan bang.” Pamit Hae.
“hati-hati ya.” Pesan Iyan yang cuma dibales acungan jempol dari Hae.
Terios Hae pun melaju meninggalkan rumah Nirra menuju kampus mereka di daerah Senayan. Sesampainya di kampus mereka langsung menuju kelas dan Thank’s God dosennya pun telat.
Dikelas, Sina melihat Levi’s watch-nya, jam 11, masih setengah jam lagi. ‘lama amat si ni matkul, biasanya gue betah sama matkul yang ini. Kok hari ini nggak ya?’. Ia pun mengirim sms ke Nirra.
Selesai jam berapa lu? Gue kok lagi males belajar ya? Ketemu di kantin ya.
Di kelas Nirra dan Hae, Nirra melihat sms yang masuk ke HP nya dan memperlihatkannya ke Hae.
“tumben banget dia, masih Shock gara-gara love accident kemaren kayanya ya?” canda Hae.
Nirra pun hanya tersenyum dan membalas.
Jam 11.30 dear, kalo katanya Hae lu masih shock gara-gara love accident kemaren.makanya males belajar.
Sina ketawa ngakak ngelyat sms dari Nirra.
Bilang sama si Hae, jan kemana-mana, gue pengen nabok dia. :P
Sama halnya dengan Sina, Nirra dan Hae pun ketawa ngakak membacanya.
11.30
Akhrinya jam menunjukan pukul 11.30 yang disambut Sina dengan senyum kelegaan. Ia langsung berjalan menuju kantin yang terletak lebih dekat dengan kelasnya daripada kelas kedua sahabatnya.
“Sina ssi” panggil seseorang.
Sina menoleh dan mencari-cari orang yang memanggilnya, ia melihat Teukkie, Senior di fakultasnya melambaikan tangan kearahnya menandakan kalau ia yang memanggil Sina. Lalu Teukkie berlari menghampirinya.
“Sunbae? Wae?” tanyanya bingung. Ga biasanya Teukkie terburu-beru seperti ada sesuatu yang penting.
“ahahha, anio, saya ingin mengajak kamu untuk bergabung dalam kepanitiaan KFest bulan depan.” Jelasnya.
“mwo? Jeongmal? Kenapa bisa saya?”tanyanya heran.
“ahaha, saya mendapat saran dari teman-teman kamu kalau kamu adalah orang yang cocok untuk diajak bergabung dalam kepanitiaan ini. Saya sendiri ketuanya. Saya mengikut sertakan junior-junior agar kalian punya pengalaman juga. Eotteohge? Wanna join?” tawar Teukkie lagi.
“oohh, ne, kamsahamnida sunbae.” Jawab Sina senang.
“ok! Meetingnya hari sabtu besok ya di ruang senat pukul 01.00 pm.” Katanya sambil meninggalkan Sina.
“ne, saya akan datang” belum sempat sina menjawab si senior udah ngeloyor pergi.
Lalu Sina melanjutkan perjalanannya ke kantin, dari jauh ia melihat Nirra yang sedang memesan lunchnya.
“heii,, makan apa lu Hae?” tanya Sina.
“eh elu, w makan chiken katsu, lu mau apa? Nirra kwetiau seafood tuh.”
“hem, gue mie goreng seafood aja deh, sama air mineralnya ya mas.”pesannya
“Sin, ngobrol apa lu ama si Teukkie?” tanya Nirra.
“itu, w diajakin join buat panitia KFest taun depan. Meetingnya hari sabtu besok.”jelasnya.
“asiik, sibuk nih” canda Hae.
“Kayanya si gitu” balasnya bangga.
“jaah, belagu lu.” Kata Hae sambil mengacak-acak rambut Sina.
Sina cuma ketawa aja dibilang gitu sama Hae, kemudian pesanan mereka pun datang dan segera dilahap masing-masing pemesan. Setelah selesai, mereka pun ngobrol-ngobrol sebentar agar makanan mereka dapat dicerna dengan baik sebelum mereka pulang kerumah masing-masing.
“eh, lu berdua mau kemana? Gue mau nganter ibu buat Monthly Shopping di Lotte mart Gandaria city katanya lebih lengkap disana.” Kata Sina.
“kayanya ga kemana-mana deh Sin, lagi males gue, elu Hae? Tanya Nirra.
“ya paling gue juga pulang, tapi nganter elu dulu lah Nirr, eh tapi sekalian mampir ke 7eleven ya, gue mau beli slurpy dulu.”kata Hae.
“owkay, gue ikut aja deh.” Kata Nirra.
“owkay, gue duluan ya, see u, bye” pamit Sina.
“salam buat ibu ya, bye” kata Hae.
“eh Hae, gue ke toilet dulu ya, lu tolong bayar makanannya ya.” Ucap Nirra sambil berjalan ke toilet
Sina membuka auto-lock mobilnya, memperhatikan sekitar mencari-cari orang yang nggak sengaja di tabraknya kemarin tapi nihil, X-5 nya pun yang biasa terparkir di depan mobil Hae ga ada.’ah, kok gue jadi nyariin dia si? Bener konslet kayanya gue.’ Gumanya sambil menggelengkan kepalanya. Lalu ia melajukan mobilnya ke rumahnya.
“Jangan langsung pulang deh Nirr,temenin w beli makanan buat si Fishy ya, mumpung gue ada waktu, nanti pulangnya kita beli es krim deh.” Kata Hae tiba-tuba dengan tatapan memohon.
Fishy adalah ikan-ikan koi hias peliharaan Hae,hadiah ulang tahun dari Nirra dan Sina biar Hae ga kesepian. sebenernya mau dinamain Sina,Nirra dan Hae, katanya biar dia selalu inget sama Sina dan Nirra, tapi karna corak ikannya sama semua, akhirnya Hae memanggil ikan-ikannya Fishy, biar simple katanya.
“ett dah si Hae, muka lu ga enak banget dah. Iyaa, gue temenin kok. Jangan kesorean ya pulangnya.” Nirra mengiyakan.
Hae pun langsung sumringah dan berjanji kalo pulangnya ga ampe sore. Mereka menuju jalan Barito, disitu berjejer toko-toko yang menjual Pet Animal dan Aksesorisnya. Setelah selesai membeli makanna si Fishy, mereka langsung menuju 7eleven untuk membeli slurpy dan setelah itu menuju rumah Nirra.dan bukan Jakarta namanya kalo ga macet. Tapi untungnya jalan menuju rumah Nirra ga sepenuhnya macet, jadi mereka bisa sampai dengan cepat.
“thanks ya Nirr, gue langsung pulang ya. Salam buat bang Iyan and nyokap lu. See u” ucapnya.
Detik selanjutnya mobil Hae udah menghilang dari pandangan Nirra. ‘suka banget si bawa mobil ngebut’. Nirra membuka gerbang rumahnya dan masuk, saat ingin menutup gerbang ia melihat rumah didepannya tidak lagi bertuliskan DIJUAL, halamannya sudah bersih dari daun-daun kering,rumputnya juga sudah di potong. Dan ternyata rumah didepannya itu lebih besar dari rumahnya. Ia pun heran,
“hah? Beneran jadi kenyataan nih kayanya mimpi gue? Oh God, “ ucapnya sambil menepuk keningnya. Lalu ia menutup gerbang dan masuk kedalam rumah.
*--*
Sina memperhatikan belanjaan di trolly yang didorongnya. ‘Si ibu kalo belanja ga kira-kira deh, ini mah bukan sebulan ga belanja, tapi 2 bulan ga belanja.’ Pikirnya. Dan Ibu pun masih sibuk membaca daftar belanjaan yang di tulis si mbak.
“ Sina?” panggil seseorang.
Sina pun mencoba mencerna suara orang yang memanggilnya.’kaya gue kenal dah suaranya’ lalu ia menoleh kearah orang yang memanggilnya.
“bener kan, elu yang kemarin nabrak gue kan di parkiran kampus?” tanya orang itu.
Sina masih surprised melihat orang yang memanggilnya, ‘Andrew! Dia ngenalin gue coba, ayeyeyeey’ sorak Sina dalam hati.’tapi ngapain dia disini?’ lanjut Sina lagi.
“eh Andrew, iya, ehhee, jadi malu gue.” Ucap Sina tersipu
“ahahaa, biasa aja kali, belanja atau cuma nemenin?” tanyanya sambil melihat kearah trolly Sina.
“iya nih, nemenin ibu belanja, lu sendiri ngapain? Kok ga bawa trolly?” tanya Sina penasaran
“ahahhaa, gue cuma ngontrol keadaan disini aja, tadi juga abis dari Lotte Mart yang di Kemang.” Jawabnya
‘oiaa, kok gue bisa lupa ya, bokapnya kan yang punya Lotte shopping group di Indonesia. Haduu, Konslet banget si gue”. rutuknya dalam hati.
“oohhh…” Sina cuma bisa ber-oh aja.
“hahaha, oh iya Sin, boleh gue minta no HP elu?” tanya Andrew.
“eh? Buat apa Drew?”
“ya buat kalo gue ada perlu sama elu, jadinya gampang. Kan skrang kita udah kenal.” Jelas Andrew.
Setelah mereka bertukar nomor HP, Andrew pamit karna dia harus pergi ke cabang yang lain. Sina pun melanjutkan menemani Ibu-nya shopping.
*--*
Kamis, 16 Desember 2010
No Other part 1
“waah, siapa tuh? ganteng juga.” Gumam Nirra pelan. Ia terus memperhatikan cowok yang sedang berdiri di depan rumah yg bertuliskan “Di Jual” dari jendela kamarnya. Kamar Nirra terletak di lantai atas jadinya semua pemandangan komplek terlihat jelas dari jendela kamarnya. Dari gelagatnya si sepertinya orang itu penghuni baru rumah yg di jual di depan rumahnya itu.ia terus memperhatikan cowok itu dengan seksama sampai akhirnya si cowok itu nengok ke arahnya. “shoot! Dia ngeliat gue lagi, aduh mampus gue, ketahuan dah.” Ucap Nirra sambil buru-buru menutup jendela kamarnya dan berlari kea rah kasurnya, tapi ia tersandung karpet teddy bear di kamarnya sehingga ia terjatuh dan sukses mencium karpetnya.
“shoot! Sialan mimpi itu lagi.” Nirra terbangun dari tidurnya dan langsung melihat jam weker di samping tempat tidurnya.
“gila, baru jam 6? Pagi banget si, gue kan masuk jam 9.” Ia pun langsung menarik selimutnya lagi dan melanjutkan tidurnya.
*---*
Nirra memarkir mobilnya tepat dibawah pohon yang rindang. Tempat itu sudah menjadi favoritnya dalam memarkirkan mobil. Kalo orang-orang pasti pada takut mobilnya lecet karena kejatuhan ranting pohon maka Nirra masa bodo. Toh untungnya dia belum pernah kejadian kok, dan kalaupun sampai kejadian berarti itu emang udah nasib dia. Lalu ia langsung menuju kantin fakultas bahasa tempat ia biasa nongkrong bersama kedua sahabatnya,Sina dan Narhae . Dari kejauhan ia melihat Hae melambaikan tangan kearahnya.Nirra langsung berjalan menghampirinya.
“Mas, teh botol satu ya.” Pesannya kepada si penjual minum.
“Lu pada dah sarapan?” tanyanya kepada kedua sahabatnya.
“Lu ga liat ni mangkok bersih di depan kita? W ma si Hae udah abis semangkok bakso sambil nungguin lu dateng ampe laper lagi nih sekarang.”sindir Sina.
Yang disindir cuma bisa senyum-senyum aja. “Elah, elu, makan lagi aja ngapa..” jawabnya asal.
Hae pun melihat ODM chocolate watch-nya, jam yang selalu bikin Nirra ngiler ngeliatnya.
”jam 12, dan elu nanya kita udah sarapan atau belom? Lu lagi konslet ya? Seharusnya lu nanya kita udah Lunch atau belum kali Nirr.”
“Lu kenapa baru dateng? Bolos pelajaran Mr.Fritz lagi, emang lu ga mau UAS ya?” lanjutnya lagi.
“Elah, lu pada ngapa si? Siang bolong gini marah-marah, makin panas tau. Gue tuh kesiangan, gara gara mimpi sialan itu w kebangun jam 6. Yaudah w tidur lagi. Eh kesiangan deh.. hehe” jelas nya.
“hah? Lu mimpiin tu cowok lagi? Demen amat si tu cowok mampir ke mimpi lu. Ahahahaa” . joke Sina.
“siapa si siapa si?” Tanya Hae.
“itu, si Nirra udah berapa kali mimpiin cowok yang kyanya bakalan jadi tetangga barunya di mimpinya, nah dia ketauan ngintipin tu cowok dari jendela kamarnya dan apesnya dia selalu nyungsep gara-gara ketauan.” Jelas Sina.
“bahhahaaaaa, koclak mampus mimpi lu, Nirra Nirra, semangat aja ya.” Ledek Hae.
Nirra pun mencibir. “elu ya, bukannya simpati kek ama gue malah di ketawain.bagus gue enggak benjol beneran.”
“jahahhaaaa” kali ini gantian Sina yang ngakak.
Nirra pun jadi ikut ketawa gara-gara sahabat-sahabatnya ini suka banget ngetawain dia kalo dia lagi unlucky,jadinya kaya MoodBooster gitu deh. Dia pun jadi teringat mimpinya tadi pagi, ‘kenapa berkali-kali ya mimpinya, sama lagi. Jangan-jangan pertanda ga baik nih, soalnya akhir mimpinya gue pasti jatuh melulu’ gumamnya.
Nirra, Sina dan Narhae udah sahabatan sejak mereka SMA. Deianirra Briantama anak ke 2 dari 2 bersaudara yang moody dan tomboi tapi kalo udah bareng sama Sina dan Narhae bisa jadi orang Psikopat. Aveceena Athadi, anak bungsu dari 2 bersaudara, yang kadang girly kadang tomboy,sabar (kebalikan dari Nirra),yang ngefans banget sama KPop terutama Super Junior dan almost everyday talk about this stuff (bikin Nirra ketularan juga), yang selalu jadi tempat curhatnya Nirra. Dan Narhae Adiwijaya, anak tunggal yang selalu kesepian, ganteng (kalo kata Nirra dan Sina mirip Donghae-nya SuJu),baik (pkoknya perfect dah), yang selalu siap ngelindungin kedua sahabat ceweknya ini, yang selalu ada setiap saat di butuhin,dan sampai dikira Gay lantaran belum juga punya cewek . Mereka kuliah di universitas yang sama yaitu Universitas Negeri Indonesia. Nirra dan Hae di fakultas Bahasa Inggris sedangkan Sina di fakultas Bahasa Korea. Mereka selalu ngumpul di kantin saat makan siang atau jam kosong. Rumah mereka pun ga terlalu jauh, Nirra di Bukit Cinere Indah, Hae di Depok Riverside dan Sina di Depok Mutiara Buana.
“eh Hae, kita udah ga ada kelas lagi kan ya? Elu Sin?” tanya Nirra kepada dua sahabatnya.
“iya, kita ga ada.” Jawab Hae
“w juga ga ada kok, mau balik apa jalan dulu?” tanya Sina.
“mm, jalan aja dulu yuk, w bosen nih di rumah, gimana?”ajak Hae.
“owkay, kebetulan gue lagi ga bawa mobil, jadi gue ikut elu ya Nirr.” Kata Sina.
“Lah, emang Civic lu kemana Sin?” Tanya Nirra.
“di bawa abang gue, city dia lagi di bengkel, gue deh yang kena.”jawab Sina bete.
“jaah, yaudah, ntar gue anter pulang.” Hibur Nirra.
Mereka lalu berjalan ke tempat parkir sambil membicarakan kemana mereka akan pergi. Tiba-tiba handphone Sina berbunyi, ia mencari-cari Hp di dalam tasnya sambil terus berjalan tanpa melihat ke depan.
“Aduuh!!” teriak Sina dan orang yang di tabraknya bersamaan.
“Omo, mianhae, gue ga senga-“ omongan Sina pun terhenti. Sina emang suka reflek ngomong Korean, dan penyebab terhentinya omongan dia adalah karena orang yang dia tabrak adalah si Andrew Choi. Cowok blasteran indo-korean yang gantengnya nyamain Siwon-nya Suju (lagi-lagi perbandingannya suju), yang kalo senyum bikin orang yang di senyuminnya melting, yang tajir mampus dan anak fakultas Pend.Fisika. Dream Guy-nya cewek cewek sekampus deh pokoknya.
Andrew pun cuma tersenyum yang bikin Sina makin bengong ngelyatnya. “its okay, gue nggak kenapa-kenapa kok, lain kali kalo nyari sesuatu di tas berhenti aja dulu, menghindari tabrakan kaya gini lagi.”
Hae dan Nirra pun senyum-senyum ngelyat Sina Speechless gitu di depan si Andrew.
“Sin, lu gapapa?” tanya Nirra sambil senyum-senyum.
“ah, speak lu Nirr, bilang aja mw ngeledekin gue” gumam Sina dalam hati.
“eh iyaa. Gomawoyo, eh makasih yaa. Sekali lagi sorry, gue sama sekali nggak sengaja” kata Sina nervous
“ne, cheonmaneyo. Gue ngerti Korean kok. Joneun Andrew imnida , Physic Faculty.” Kata Andrew sambil mengulurkan tangan.
“eh, joneun Sina imnida, Korean Faculty. Mannaseo bangapseummnida.” Balas Sina sambil menjabat tangan Andrew.
“Sin, come on..” teriak Hae..
“iihh, rese banget dah si Hae, ga bisa ngelyat gue seneng dikit.”gumamnya lagi.
“kayanya temen lu dah nunggu tuh. Yaudah, gue duluan ya, nice to meet you.” Andrew pun berlalu menuju mobilnya.meninggalkan Sina yang masih unbelievable dengan kejadian hari ini. Andrew choi, crush-nya selama seminggu ini ketemu dalam moment yang gga banget gara-gara dia yang nabrak dan ngajak dia kenalan duluan.
“Aveceena, come on, we’re gonna late dear.” Panggil Nirra lagi dan menyadarkannya dari frozen momentnya barusan.
“ne, I’m coming”. Lalu ia berjalan ke menyusul Hae dan Nirra sambil melihat call log-nya tadi, “Bang Eja (work)”. “gomawo oppa” gumamnya sambil tersenyum.
*--*
“shoot! Sialan mimpi itu lagi.” Nirra terbangun dari tidurnya dan langsung melihat jam weker di samping tempat tidurnya.
“gila, baru jam 6? Pagi banget si, gue kan masuk jam 9.” Ia pun langsung menarik selimutnya lagi dan melanjutkan tidurnya.
*---*
Nirra memarkir mobilnya tepat dibawah pohon yang rindang. Tempat itu sudah menjadi favoritnya dalam memarkirkan mobil. Kalo orang-orang pasti pada takut mobilnya lecet karena kejatuhan ranting pohon maka Nirra masa bodo. Toh untungnya dia belum pernah kejadian kok, dan kalaupun sampai kejadian berarti itu emang udah nasib dia. Lalu ia langsung menuju kantin fakultas bahasa tempat ia biasa nongkrong bersama kedua sahabatnya,Sina dan Narhae . Dari kejauhan ia melihat Hae melambaikan tangan kearahnya.Nirra langsung berjalan menghampirinya.
“Mas, teh botol satu ya.” Pesannya kepada si penjual minum.
“Lu pada dah sarapan?” tanyanya kepada kedua sahabatnya.
“Lu ga liat ni mangkok bersih di depan kita? W ma si Hae udah abis semangkok bakso sambil nungguin lu dateng ampe laper lagi nih sekarang.”sindir Sina.
Yang disindir cuma bisa senyum-senyum aja. “Elah, elu, makan lagi aja ngapa..” jawabnya asal.
Hae pun melihat ODM chocolate watch-nya, jam yang selalu bikin Nirra ngiler ngeliatnya.
”jam 12, dan elu nanya kita udah sarapan atau belom? Lu lagi konslet ya? Seharusnya lu nanya kita udah Lunch atau belum kali Nirr.”
“Lu kenapa baru dateng? Bolos pelajaran Mr.Fritz lagi, emang lu ga mau UAS ya?” lanjutnya lagi.
“Elah, lu pada ngapa si? Siang bolong gini marah-marah, makin panas tau. Gue tuh kesiangan, gara gara mimpi sialan itu w kebangun jam 6. Yaudah w tidur lagi. Eh kesiangan deh.. hehe” jelas nya.
“hah? Lu mimpiin tu cowok lagi? Demen amat si tu cowok mampir ke mimpi lu. Ahahahaa” . joke Sina.
“siapa si siapa si?” Tanya Hae.
“itu, si Nirra udah berapa kali mimpiin cowok yang kyanya bakalan jadi tetangga barunya di mimpinya, nah dia ketauan ngintipin tu cowok dari jendela kamarnya dan apesnya dia selalu nyungsep gara-gara ketauan.” Jelas Sina.
“bahhahaaaaa, koclak mampus mimpi lu, Nirra Nirra, semangat aja ya.” Ledek Hae.
Nirra pun mencibir. “elu ya, bukannya simpati kek ama gue malah di ketawain.bagus gue enggak benjol beneran.”
“jahahhaaaa” kali ini gantian Sina yang ngakak.
Nirra pun jadi ikut ketawa gara-gara sahabat-sahabatnya ini suka banget ngetawain dia kalo dia lagi unlucky,jadinya kaya MoodBooster gitu deh. Dia pun jadi teringat mimpinya tadi pagi, ‘kenapa berkali-kali ya mimpinya, sama lagi. Jangan-jangan pertanda ga baik nih, soalnya akhir mimpinya gue pasti jatuh melulu’ gumamnya.
Nirra, Sina dan Narhae udah sahabatan sejak mereka SMA. Deianirra Briantama anak ke 2 dari 2 bersaudara yang moody dan tomboi tapi kalo udah bareng sama Sina dan Narhae bisa jadi orang Psikopat. Aveceena Athadi, anak bungsu dari 2 bersaudara, yang kadang girly kadang tomboy,sabar (kebalikan dari Nirra),yang ngefans banget sama KPop terutama Super Junior dan almost everyday talk about this stuff (bikin Nirra ketularan juga), yang selalu jadi tempat curhatnya Nirra. Dan Narhae Adiwijaya, anak tunggal yang selalu kesepian, ganteng (kalo kata Nirra dan Sina mirip Donghae-nya SuJu),baik (pkoknya perfect dah), yang selalu siap ngelindungin kedua sahabat ceweknya ini, yang selalu ada setiap saat di butuhin,dan sampai dikira Gay lantaran belum juga punya cewek . Mereka kuliah di universitas yang sama yaitu Universitas Negeri Indonesia. Nirra dan Hae di fakultas Bahasa Inggris sedangkan Sina di fakultas Bahasa Korea. Mereka selalu ngumpul di kantin saat makan siang atau jam kosong. Rumah mereka pun ga terlalu jauh, Nirra di Bukit Cinere Indah, Hae di Depok Riverside dan Sina di Depok Mutiara Buana.
“eh Hae, kita udah ga ada kelas lagi kan ya? Elu Sin?” tanya Nirra kepada dua sahabatnya.
“iya, kita ga ada.” Jawab Hae
“w juga ga ada kok, mau balik apa jalan dulu?” tanya Sina.
“mm, jalan aja dulu yuk, w bosen nih di rumah, gimana?”ajak Hae.
“owkay, kebetulan gue lagi ga bawa mobil, jadi gue ikut elu ya Nirr.” Kata Sina.
“Lah, emang Civic lu kemana Sin?” Tanya Nirra.
“di bawa abang gue, city dia lagi di bengkel, gue deh yang kena.”jawab Sina bete.
“jaah, yaudah, ntar gue anter pulang.” Hibur Nirra.
Mereka lalu berjalan ke tempat parkir sambil membicarakan kemana mereka akan pergi. Tiba-tiba handphone Sina berbunyi, ia mencari-cari Hp di dalam tasnya sambil terus berjalan tanpa melihat ke depan.
“Aduuh!!” teriak Sina dan orang yang di tabraknya bersamaan.
“Omo, mianhae, gue ga senga-“ omongan Sina pun terhenti. Sina emang suka reflek ngomong Korean, dan penyebab terhentinya omongan dia adalah karena orang yang dia tabrak adalah si Andrew Choi. Cowok blasteran indo-korean yang gantengnya nyamain Siwon-nya Suju (lagi-lagi perbandingannya suju), yang kalo senyum bikin orang yang di senyuminnya melting, yang tajir mampus dan anak fakultas Pend.Fisika. Dream Guy-nya cewek cewek sekampus deh pokoknya.
Andrew pun cuma tersenyum yang bikin Sina makin bengong ngelyatnya. “its okay, gue nggak kenapa-kenapa kok, lain kali kalo nyari sesuatu di tas berhenti aja dulu, menghindari tabrakan kaya gini lagi.”
Hae dan Nirra pun senyum-senyum ngelyat Sina Speechless gitu di depan si Andrew.
“Sin, lu gapapa?” tanya Nirra sambil senyum-senyum.
“ah, speak lu Nirr, bilang aja mw ngeledekin gue” gumam Sina dalam hati.
“eh iyaa. Gomawoyo, eh makasih yaa. Sekali lagi sorry, gue sama sekali nggak sengaja” kata Sina nervous
“ne, cheonmaneyo. Gue ngerti Korean kok. Joneun Andrew imnida , Physic Faculty.” Kata Andrew sambil mengulurkan tangan.
“eh, joneun Sina imnida, Korean Faculty. Mannaseo bangapseummnida.” Balas Sina sambil menjabat tangan Andrew.
“Sin, come on..” teriak Hae..
“iihh, rese banget dah si Hae, ga bisa ngelyat gue seneng dikit.”gumamnya lagi.
“kayanya temen lu dah nunggu tuh. Yaudah, gue duluan ya, nice to meet you.” Andrew pun berlalu menuju mobilnya.meninggalkan Sina yang masih unbelievable dengan kejadian hari ini. Andrew choi, crush-nya selama seminggu ini ketemu dalam moment yang gga banget gara-gara dia yang nabrak dan ngajak dia kenalan duluan.
“Aveceena, come on, we’re gonna late dear.” Panggil Nirra lagi dan menyadarkannya dari frozen momentnya barusan.
“ne, I’m coming”. Lalu ia berjalan ke menyusul Hae dan Nirra sambil melihat call log-nya tadi, “Bang Eja (work)”. “gomawo oppa” gumamnya sambil tersenyum.
*--*
Jumat, 27 Agustus 2010
the expendables...

emmm...
maybe w tlat bett ngomongi ni film,, ato mungkin ga jga..
secara ni film baru release 13 aug 2010..
sedikit resensi ya..
film ini di bintangi sma aktor tahun 80-an..
kya sylvester stallone, jason statham, jet li, bruce willis dll..
and di sutradarain langsung sma sylvester sendiri..
kren kan?
film ni bsa di bilang sadis jga,, secara mreka nembak and bunuh orang kya maenan, kga ada ampunnya...
huft...
seru deh..
tapi ni bkan film horor ya,,
bagi para action movie lovers,, pasti bkalan nyesel ketinggalan film ini..
ahahhaa....
so, sempetin nnton deh...
Senin, 09 Agustus 2010
hm...

ehehee,,,
bngung ma perasaan sendirin tuh wajar gag si?
w kuq lagi bngung bett ya...
knapa rasanya kngen bgt, padahal w yang end this relationship...
gara2 bis nnton film " the last song ",
yang so touchy bget,, w mndadak kgen bgt sma orang itu,,
but i doubt he will...
trus Ost. Alladin yang so sweet,,,
oh my dear god..
">
Sabtu, 07 Agustus 2010
streesss.....

huft...
ampe sekarang blun di terima di universitas mana pun...
nyesek bett...
tapi emang yang namanya kenyataan tuh gag selalu sesuai dengan keinginan...
disaat w pen bett masuk stan,,,
eh blum hoki...
maybe emg bukan jalan w kali yak....
ehehheee....
dah mana sekarang yang di unj sitenya blun bisa di akses lagi...
error mlulu...
tape deh...
pkoknya sabar ajh deh w,,,
kalu emg udah jalannya ya di terima,,,
kalo kga yodeh..
kita cari yang lain...
ya ga?
blajar ikhlas,,, sabar,, lapang hati....
Senin, 26 Juli 2010
anyerrrr....
heii heiii...
kmaren hari minggu w ke anyerr...
hwaa,
sneng bett...
karna nyampenya udah aga sore jadinya ombaknya gede2..
jadi makin seru deh....
sempet kegulung ombak yang gede ampe 3 kali...
kaki pada merah2, luka2...
ahaha...
tapi seruuuu....
dah gitu di foto sama om tyo,, serasa jadi model,,, ahaha...
karna mu mabil backgrounnya ombak..
jadinya harus rela deh kegulung ombak..
bayarannya mahal tuh....
ahaha...
mu ngejar sunset,, tapi mendung jadinya kga jadi dah...
ahahahaha,....
kmaren hari minggu w ke anyerr...
hwaa,
sneng bett...
karna nyampenya udah aga sore jadinya ombaknya gede2..
jadi makin seru deh....
sempet kegulung ombak yang gede ampe 3 kali...
kaki pada merah2, luka2...
ahaha...
tapi seruuuu....
dah gitu di foto sama om tyo,, serasa jadi model,,, ahaha...
karna mu mabil backgrounnya ombak..
jadinya harus rela deh kegulung ombak..
bayarannya mahal tuh....
ahaha...
mu ngejar sunset,, tapi mendung jadinya kga jadi dah...
ahahahaha,....
Jumat, 16 Juli 2010
The Rain...


Hujan...
blakangan ini sering banget yang namanya hujan...
apalagi di rumah w...
tapi emang lagi musim hujan si...
sebenernya w suka bgt sama hujan,,,
terutama yang deres bgt...
kalu ujan yang gerimis doank, trus becek2 kaga jelas gitu, w males bget...
bkin kotor doank...
tapi, gara2 sering ujan,, bkin w tambah melankolis ajh...
seakan2 hujan tuh nemenin w buat crying together,,,,
Pen bett w nangis sekenceng2nya...
biar lega hati w...
rasanya nyesek banget....

tapi walopun kya gitu... hujan yang buat w punya kenangan sama ex w...
its hard to forget him...
Utopia - Hujan.mp3">
ahaha..
i noe this post its kinda over(baca: lebai)...
but this is my true feelings...
Kamis, 15 Juli 2010
everything...
Michael Buble-Everything.mp3">
lagu ini keren bett liriknya...
coba ajh w msi jadian...
w kasi ni lagu ke dy...
masalahnya adalah,,, w bru tau ni lagu setelah w ptus,,,
huaaaa....T.T
You're a falling star, you're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And you're the perfect thing to say.
And you play it coy but it's kinda cute.
Ah, when you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend that you don't know it's true.
'cause you can see it when I look at you.
[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, you make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.
And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.
lagu ini keren bett liriknya...
coba ajh w msi jadian...
w kasi ni lagu ke dy...
masalahnya adalah,,, w bru tau ni lagu setelah w ptus,,,
huaaaa....T.T
You're a falling star, you're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And you're the perfect thing to say.
And you play it coy but it's kinda cute.
Ah, when you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend that you don't know it's true.
'cause you can see it when I look at you.
[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, you make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.
And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.
Quiz,,
Rabu, 14 Juli 2010
driving lesson...
PP Facebook and Twitter w nyang baru...


Heii..
check out my new pict of facebook..
ahaha....
which titled Me and my Crush
di situ ada my 1st husband, brendon urie,,,
trus ada kim bumnya naia... ahahah...
ada minoz si ganteng punya umat...
ada My joe whom i always waiting for...
wkwkwkwkwk...
ada David Henrie si Justin Russo di wizard of waverly place...
Truz si christian Bautista yang suka bnget ngegombal lwat lagu...
ahahaha...
and si marcell chandrawinata... yang bru2 ni w masukin list my Crush....
nah kalu yang ini pp twitter w,,,
ada Marcell, my joe, My husband and My ex dear,,,,
huhuhu...
kaga ada kerjaan bett ya w...
ngedit2 foto org...
tp ni alah satu project w...
ahaha...
so,,,enjoy it...
Selasa, 13 Juli 2010
song of the day...

Beautiful Girl.. by Christian Bautista
Beautiful girl wherever you are
I knew when I saw you you had opened the door
I knew that I´d love again after a long long while
I´d love again.
You said "hello" and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I´d love again after a long long while
I´d love again.
Refrain : It was destiny´s game
For when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.
Whenever you are I fear that I might
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Have lost you forever like a song in the night
Now that I've loved again after a long long while
I´ve loved again.
Repeat Refrain
Beautiful girl I´ll search on for you
'Til all of your loveliness in my arms come true
You've made me love again after a long long while
In love again
'And I´m glad that it´s you
'Hmm beautiful girl
Waktu denger lagu ni tuh serasa di gombalin sama chris....
uuhhh....
mana ganteng bet lagi dy di video klip ini....
ahahaha....
Senin, 12 Juli 2010
my new post...
Langganan:
Komentar (Atom)



