
SungHyun ♥
cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member
This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading
4th dec 2011, Dorm Super Junior 11th Floor. .
Teet, teeet, teeeeeet….
Hyosung menekan Interkom dorm lantai 11 dengan tidak sabar. Ia menggigil kedinginan, baju yang dikenakannya ternyata tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya. Jelas saja, ia dengan bodohnya hanya memakai hoodie, tanpa syal dan sarung tangan serta hanya mengenakan hotpans dan stocking sebagai bawahan.
Semua itu karena ia mendapat sms mendadak dari Kyuhyun yang mengatakan bahwa ia sedang tidak enak badan. Hyosung benci kabar seperti itu, sangat benci. Setelah sebelumnya ia melihat sendiri berita dan foto-foto dari beberapa schedule yang Super Junior jalani, Kyuhyun memang tidak sepenuhnya sehat. Hyosung mati-matian menahan diri untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya karena ia yakin para hyung nya pasti menjaganya dengan baik. Dan disinilah ia, didepan dorm Kyuhyun dengan berpakaian seadanya sambil terus menggosokkan kedua tangannya, mencari kehangatan. Ia baru saja akan menekan tombol interkom lagi tetapi tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar.
Ryeowook muncul dengan mengenakan celemek dan memegang spatula. “ya! Hyosungie! Wae geudae?” pekik Wookie kesal. Ia sedang memasak didapur untuk makan malam dan merasa terganggu karena suara interkom yang berbunyi tanpa henti.
Hyosung segera masuk kedalam tanpa menghiraukan omongan Wookie. Ia segera menuju kamar Kyuhyun dan mengetuknya pelan. tidak ada jawaban. Wookie yang sedari tadi mengekori Hyosung menatapnya heran.
“Sungie.. apa yang kau lakukan?” tanya Wookie bingung. “ siapa yang kau cari ?” tanyanya lagi.
Hyosung menoleh kearah Wookie, “ mencari makhluk aneh itu. . dia ada didalam kan?” Hyosung memutar kenop pintu kamar Kyuhyun pelan.
“mwo?? Kyuhyunnie ? bukankan dia sedang-- musical? “ Wookie menggaruk kepalanya bingung. Setaunya tadi Kyuhyun pamit kepadanya untuk pergi musical.
Hyosung menatap Wookie tak percaya, “musical?!! Tapi dia bilang kalau—aargkh! Sial! Dia mengerjaiku lagi!! Cho Kyuhyun sialan! “ teriaknya kesal. Wajahnya merah menahan emosinya. Wookie berjalan mundur perlahan menjauh, takut menjadi sasaran kemarahan Hyosung.
“ bi bi biasanya kau kan tahu schedule nya. .” tanggap Wookie terbata. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.
“o! Hyosungie. . . annyeong~” sapa Sungmin yang baru saja selesai mandi, ia kelihatan sangat segar dan wangi sabun yang dipakainya tercium sangat harum.
“oppa!! “ bentak Hyosung.
Sungmin terkejut dan menatapnya heran, ia menggantungkan handuk kecilnya dileher. “ waeyo?“ tanyanya kalem. Ia sebenarnya tahu apa yang menyebabkan Hyosung kesal , bagaimana tidak ? dari balik pintu kamar mandi yang lumayan tebal itu, suara Hyosung bisa terdengar jelas hingga kedalam. Ditambah suasana dorm yang sepi makin memperjelas semuanya.
“ makhluk itu!! Dia berani-beraninya mengerjaiku dengan alasan kesehatannya!! Tetapi nyatanya dia sedang musical!! Sama sekali tidak lucu!! “ Hyosung berjalan mondar-mandir mencoba meredakan emosinya.
Sungmin tertawa pelan, “ memang benar dia tidak enak badan, tetapi kemarin.. saat LG fanmeeting dan MAMA di Singapura. Sekarang belum 100 % sehat sih, tapi ya kau tahu dia, kewajiban adalah nomor satu selama iya masih sanggup menjalaninya. “ Sungmin duduk di sofa dan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang tergantung dilehernya.
Wookie sudah kembali sibuk didapur sambil sesekali memperhatikan sahabatnya. Keduanya menatap Hyosung yang masih berjalan mondar-mandir sambil bertolak pinggang.
“ tapi dia tidak seharusnya seperti itu oppa!! Aku benci kabar seperti itu!! Dia tahu!! “ emosinya sudah mulai turun tetapi tetap saja ia masih kesal.
“Hyosungie….. aku sedang istirahat, pelankan suaramu…” teriak Yesung dari dalam kamar.
Hyosung menghela nafas panjang,” ne—algesseumnida—mianhae—“ sesalnya sambil duduk disamping Sungmin.
Sungmin menepuk pelan bahu Hyosung, “eiyy.. dia sedang mencari perhatianmu.. selama schedule kami diluar negeri kau tidak menghubunginya kan? “
“ mworago? Kalau begitu dia sukses.” Hyosung tersenyum hambar. “ tugas kuliahku menumpuk, aku mengiriminya sms, ya walau hanya sekali—“ akunya sambil bersandar di sofa.
“keucho! Itulah kalian, sok cuek tapi saling membutuhkan.” Kemudian sungmin bangkit dari sofa sambil tersenyum senang kearah kamarnya.
“tapi kan dia bisa melakukannya saat luang oppa.. “ protes Hyosung tidak terima.
“ aah~ masshita— Hyosungie, kau belum makan kan? Makan bersama kami ya? aku memasak sup ayam jamur.” Ajak wookie yang sedang menyiapkan makanan di meja.
Hyosung mengangkat kepalanya, menoleh malas kearah wookie. “ ne—“ jawabnya singkat. Ia jadi tertarik memperhatikan Wookie yang sedang menata makanan diatas meja, “ ah! Ryeonggu, oppaga eodiya? Aku belum melihatnya..”
“ Sukira. . hari ini terakhir mereka DJ . . .” jawab Wookie menggantung.
“jinjjayo?!!! “ Hyosung bangun dari sofa dan menghampiri Wookie, duduk dikursi makan.
“ne… karena schedule musical Eunhyuk hyung dan schedule Teuki hyung yang padat akhirnya mereka digantikan oleh aku dan Sungmin hyung. .” jelas Wookie. Senang sekaligus sedih, itulah expressi Wookie sekarang.
“ kau dan Sungmin oppa? ? wah~ chukkae Ryeonggu.. “ ucap Hyosung tulus. Ia sedikit paham perasaan Wookie, senang karena menjadi DJ baru dan sedih melihat kedua Hyungnya harus meninggalkan Sukira.
“gomawo Hyosungie. . hajiman—“
“aiyaa, kau dan Sungmin oppa pasti bisa sama bagusnya dengan EunTeuk DJ, fighting MinWook DJ!” Hyosung memberi semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.
“kekeke. . gomawo. . aigoo~ ayo kita makan, nanti makanannya menjadi dingin. Sungmin Hyung~, Yesung Hyung~ mokgohaja. . .” panggil Wookie kepada hyungnya.
Masing-masing pemilik nama keluar dari kamarnya masing-masing. Hyosung membantu Wookie menyiapkan nasi ke mangkok.
“aku pulang. . . .” sebuah suara seseorang yang bisa membuat emosi Hyosung naik lagi saat ini tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk. Hyosung segera berbalik untuk melihatnya.
“YA!! CHO KYU— HMPPPP” suara Hyosung tertahan oleh tangan Yesung yang membekap mulutnya. Yesung sudah sangat pusing mendengar teriakan Hyosung tadi, dan ia tidak ingin selera makannya jadi berkurang karena harus menyaksikan kedua orang yang suka sekali berteriak jika bertengkar.
“o! –kau sudah datang?” tanya Kyuhyun polos . “ ya hyung! kenapa kau membekapnya seperti itu? “ protes Kyuhyun.
“ neo! Cepat bersihkan dirimu dan segera makan! Kau akan berterima kasih kepadaku nanti. “ perintah Yesung. Kyuhyun mengangguk ngeri dan segera masuk ke kamarnya.
“dan kau! bisakah kalian bertengkar setelah selesai makan? Aku tidak mau nafsu makanku hilang. “ kali ini ia menujukannya kepada Hyosung dan melepas bekapannya.
“ne. .” akur Hyosung.
-000-
Suasana meja makan hanya dihiasi oleh suara kunyahan dan sumpit yang beradu dengan piring. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Hyosung menyuap makanannya malas, ia masih kesal dengan pria yang duduk tenang disampingnya, tidak menunjukkan wajah bersalah sama sekali.
“Hyosungie.. makan yang benar, jangan malas-malasan seperti itu.” Tegur Sungmin. Hyosung mengangguk dan membenarkan cara makannya.
“ah Kyuhyun-ah.. bagaimana musical mu tadi?” tanya Yesung mencoba mencairkan suasana.
“semuanya berjalan lancar.” Jawab Kyuhyun, singkat dan jelas. Matanya tetap tertuju ke makanannya.
Gagal, yesung gagal mencairkan suasana. Baik Hyosung dan Kyuhyun terus makan tanpa menoleh sama sekali.
“ Kyuhyun-ah, makan yang banyak. Hyosungie~ tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun, dia pasti lapar setelah musical tadi.” Gantian sungmin yang coba mencairkan suasana.
Hyosung reflex menoleh kearah sungmin dan memberi tatapan segalak mungkin, menolak melakukannya. “ tidak mungkin, fansnya sering mengirimkan maka—“
“ Hyosungie.. tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun..” ulang Sungmin tanpa terpengaruh oleh tatapan Hyosung.
Hyosung melotot kepada sungmin, menolak untuk yang kedua kalinya, ‘apa-apaan Sungmin oppa ini!’ Batinnya kesal. tetapi hanya senyuman manis yang diberikan Sungmin. Hyosung menghela nafas, “ne…” akhirnya ia mengalah dan beranjak untuk mengambilkan Kyuhyun nasi tambahan. Mereka lalu tersenyum jahil saat Hyosung mengambil nasi didapur dan kembali tenang saat Hyosung kembali.
“gomawo” ucap Kyuhyun tanpa menoleh.
Hyosung tidak menjawabnya, ia kembali duduk dan memakan sisa makanannya. Tiba-tiba sebuah kaki menendang kaki kanannya pelan. Hyosung menoleh kearah Kyuhyun malas,
Kyuhyun tetap memakan makanannya. bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kyuhyun menendang lagi, iseng. Hyosung kembali menoleh. Ketiga kalinya, Hyosung tidak menghiraukannya, membiarkan Kyuhyun menendang pelan kakinya. Empat kali, lima, enam, tujuh, delapan, Sembilan. . .
BRAKK!!
Hyosung memukul meja dengan sumpitnya kesal. “Ya!!” teriaknya kearah Kyuhyun.
“Hyosungieee.. biarkan dia makan dulu. .” cegah Wookie melihat Hyosung yang kembali emosi. Ia tidak mau peralatan makannya pecah semua karena pasangan aneh ini bertengkar.
Kyuhyun tersenyum menang. Merasa berhasil memancing emosi kekasihnya. ada saat dimana dia sangat senang jika Hyosung marah padanya, berarti kekasihnya ini memperhatikannya. Seperti sekarang, ia tahu Hyosung marah perihal sms yang dikirimkannya. Ia hanya ingin bertemu dengan kekasihnya, karena selama schedule kemarin hanya satu sms yang sampai di ponselnya, benar-benar satu sms. Tak ada panggilan sama sekali. Dan terakhir mereka bertemu adalah setelah ia pulang dari Spain. Kyuhyun mengulum senyum mengingat kejadian kemarin, saat mereka bersembunyi dari kejaran fans di gang kecil.
“aish! Jinjja.. “ keluh Hyosung kesal. Ia menghabiskan makannya segera. Kenapa semua orang disini seperti bersekongkol? Batinnya. “ aku selesai. .” ucap Hyosung lalu berdiri untuk membawa mangkoknya ke wastafel.
“aku juga selesai.. “ sambung Kyuhyun sambil meletakkan mangkoknya diatas mangkok Hyosung. Ia lalu berdiri untuk mengambil minum dan duduk di ruang tamu.
Hyosung terkejut melihat tingkah Kyuhyun yang seenaknya. Ia baru saja akan berteriak menegurnya, tetapi Wookie sudah lebih dulu mendorongnya “ sudahlah, ayo bantu aku mencucinya..” dan lagi-lagi Hyosung merasa mereka semua bersekongkol melindungi Kyuhyun dari kemarahannya.
-000-
Hyosung berjalan melewati Kyuhyun yang sedang menonton tv sambil berbaring di sofa. Ia mengganti sedang dorm dengan sepatunya. Kyuhyun bangun tiba-tiba. “ ya! kau mau kemana? “ tanyanya panik.
“Pulang! Wae?!” Hyosung menjawab galak sambil mengikat tali sepatunya. Ia sudah terlalu kesal untuk berada seruangan dengan makhluk aneh seperti Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal mendengar jawaban Hyosung.
Sungmin dan Yesung menggelengkan kepalanya bersamaan. Magnae nya ini memang keterlaluan jika sifat isengnya sudah kumat. Wookie keluar dari kamarnya sambil membawa iPad nya dan melihat kedua pasangan itu bermuka masam. Ia menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan, Kyuhyun menaikan bahunya kesal.
“Sungie, mau kemana? “ tanya Wookie menghampiri Hyosung.
“ aku ingin pulang Ryeonggu, nanti kemalaman, terima kasih makan malamnya. Annyeong ” Hyosung selesai memakai sepatunya,bersiap membuka pintu.
“ehem..” Kyuhyun berdeham. Wookie menoleh tetapi Hyosung tidak, hanya berhenti sebentar. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di atas kepala sambil mulutnya mengucapkan ‘ Andwae ‘ tanpa suara. Matanya melotot kearah Wookie, mengisyaratkan agar Wookie membujuk Hyosung supaya tidak jadi pulang. Wookie menolak, tetapi mata Kyuhyun semakin melotot seakan mengancam Wookie.
“o! Sungie.. bagaimana jika kita mendengarkan siaran oppa mu ?” Wookie menarik hoodie Hyosung.
Hyosung menggeleng, “ aku akan mendengarkannya di apartemenku saja.” Tangannya sudah memegang kenop pintu.
“ disini saja.. biar ramai, di apartemenmu kan sepi.” Sungmin ikut membantu, ia duduk di lantai bersandar pada sofa.
“bahta! Kita dengarkan bersama-sama, temani aku Hyosungie. .” Wookie mengeluarkan aegyo nya sambil menarik-narik hoodie Hyosung.
“Ryeonggu~” Hyosung menoleh malas dan menemukan Wookie yang sudah memasang wajah super aegyo nya dengan mata yang berbinar binar . “aish~ fine! “ kesekian kalinya ia mengalah untuk hari ini. Ia bukan orang yang gampang mengalah dan bukan juga orang yang keras kepala, ia diantara keduanya.
“Gomawooo “ ucap Wookie senang sambil mencubit pipi hyosung pelan. Kyuhyun melotot melihatnya, apa-apaan Kim Ryeowook itu?! Seenaknya mencubit pipi kekasihnya. Wookie sadar akan tatapan Kyuhyun tetapi ia mengabaikannya. ‘ Rasakan kau Kyuhyunnie! ‘ gumam Wookie jahil. Kyuhyun menjatuhkan badannya disofa dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Mereka duduk bersandar pada sofa yang ditiduri Kyuhyun, Wookie dengan Hyosung memakai iPad Wookie dan Sungmin sendiri. awalnya Hyosung berada diantara Wookie dan Sungmin tetapi Kyuhyun mengisyaratkan agar Wookie yang duduk ditengah. Wookie lama-lama menjadi kesal juga dengan sikap Kyuhyun, apa maunya anak ini!
Mereka menyaksikan sukira dengan serius, sesekali tertawa karena lelucon yang dibuat oleh EunTeuk DJ. Kyuhyun merasa diacuhkan, sehingga ia melancarkan aksi isengnya lagi. Ia menepuk bahu Hyosung, mencolek pipinya, menyentil telinganya pelan sampai memainkan helaian rambut hyosung yang tidak terikat. Tetapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Hyosung.
Kyuhyun gondok. Ia beranjak dari sofa menuju kamar, kemudian keluar dengan menenteng MacBook nya lalu duduk disamping Hyosung. Memainkan game kesayangannya. Mulutnya berkomentar ketika musuh-mushnya dalam game sedikit sulit dikalahkan, tetapi sama sekali Hyosung tidak terganggu dengan teriakan Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal, biasanya Hyosung akan protes sekali jika Kyuhyun terlalu heboh bermain game. Ia lalu men-Standby- kan Macbook nya dan merebut iPad Wookie.
“Kyuhyunnie!! Wae irae?! “ bentak wookie kesal, keisengan magnae nya ini sudah keterlaluan.
“aku juga mau menonton Sukira, kau berdua saja dengan Sungmin Hyung. “ Kyuhyun tersenyum polos kepada Hyosung dan dibalas dengan lirikan sinis oleh Hyosung.
“yo yo yo, ada yang mau ikut denganku ke Sukira?” Donghae tiba-tiba sudah berada didalam dorm mereka dengan pakaian lengkap tapi santai. “ o! Hyosungie annyeong~ “ sapa Donghae ramah.
“annyeong~ kau mau ke Sukira ? “ tanya Hyosung dan langsung mendapat lirikan maut dari Kyuhyun.
“ne~ mau ikut ? “ tawar Donghae tanpa menghiraukan Kyuhyun, “ Hyukie bilang omma dan appa mu juga datang. .”
“omma appa?? Woah. . tumben sekali. .” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun yang kembali menyaksikan Sukira, Kyuhyun pasti pasrah jika sudah menyangkut orangtua nya. Karena ia tinggal sendiri di apartemen kecil dekat dengan kampusnya. “ tak usah, aku akan bertemu omma minggu ini, sampaikan salamku kepada mereka ya.” tolaknya halus.
“alright.. akan aku sampaikan. Aku pergi dulu. .” Donghae melambaikan tangannya dan menghilang dibalik tembok, tetapi kemudian ia berbalik lagi. “ hampir lupa, Hyosungie annyeong “ pamit Donghae disertai kedipan mata dan senyum mautnya.
“HYUNG!!!” teriak Kyuhyun marah. Donghae lalu berlari keluar sambil tertawa kencang, begitupun Wookie, Sungmin dan Yesung yang menyaksikannya juga. Hyosung hanya tersenyum melihat sikap Kyuhyun. Donghae pernah ambil bagian dalam kisah cintanya sebelum bersama Kyuhyun. ia yang menyadarkan Hyosung bahwa perasaannya bukan untuknya, melainkan untuk Kyuhyun. walaupun Donghae sudah mempunyai kekasih tetapi Kyuhyun tetap waspada jika itu menyangkut Hyosung.
-000-
10 menit terakhir bersama DJ EunTeuk diSukira..
Hyosung menarik nafas dalam saat Leeteuk mulai berbicara di saat-saat terakhir mereka di Sukira. Ia memeluk kakinya erat dan menopangkan dagunya diatasnya. Kyuhyun menyerahkan iPadnya kepada Hyosung dan berjalan masuk kekamarnya. Hyosung tidak menghiraukannya dan tetap menyaksikan Sukira.
Tiba saatnya Eunhyuk berbicara, dari suaranya jelas sekali ia menahan agar tangisnya tidak pecah. Tetapi semakin lama ia berbicara, tangisnya akhirnya pecah juga. Melihatnya abangnya menangis membuat Hyosung mengalihkan pandangannya dari iPad dan terus menarik nafas dalam-dalam. Eunhyuk tak berhenti menagis sama sekali, Leeteuk yang juga sudah menangis masih bisa mengendalikannya. Tidak dengan Eunhyuk. Setelah benar-benar mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para pendengar, Eunhyuk menunduk dan mengeluarkan semua tangisnya, bahunya bergetar hebat. Nafasnya tersengal-sengal begitu juga dengan Leeteuk walau tidak sekencang Eunhyuk, tapi raut wajahnya menggambarkan semuanya.
Hyosung meluruskan kakinya, melihat kearah iPad yang masih menampilkan siaran abangnya masih menangis tertunduk. Beberapa staff bergantian menenangkannya dan membawakan hadiah dari para ELF yang berada diluar ruang siaran. Bahkan Donghae juga ikut menenangkannya tetapi tangisnya belum juga berhenti. Perlahan sebutir airmata mengalir di pipi Hyosung. Ia buru-buru mengusapnya dengan tangannya. Kemudian jatuh sebutir lagi, tapi kali ini Kyuhyun sudah menyodorkan tissue kepada Hyosung.
Hyosung mengambilnya, “ kau sudah persiapan ya?” candanya. Kebalikan dari ucapannya, lama-lama berubah menjadi isakan kecil.
“dasar cengeng. . abang dan adik sama saja. .” ledeknya sambil mengusap kepala Hyosung dengan penuh kasih sayang.
Sungmin dan Wookie tersenyum senang melihat pasangan disebelah mereka. Besok malam giliran mereka yang bertugas menjadi DJ, semoga mereka juga bisa sangat dicintai oleh listener Sukira seperti EunTeuk DJ dan menjalankan tugas sama baik bahkan lebih baik dari sebelumnya.
¬-000-
Hyosung memakai sepatunya terlebih dahulu, Kyuhyun masih mengambil kunci dan mantelnya di kamar. “mana mantelmu? Syalmu? Sarung tangan?” tanya Kyuhyun melihat Hyosung tidak mengenakan barang-barang yang tadi disebutkannya.
Hyosung menggeleng polos. Memang ia tidak mengenakan semuanya saat buru-buru kesini.
“Ya!! kau tahu udara diluar sangat dingin?! Dasar bodoh!” omel Kyuhyun sambil memakai sepatunya.
“YA!! siapa yang bodoh?! Aku segera kesini ketika kau sms bahwa kau tidak enak badan!! Aku tidak sempat memakai mantel dan lain-lain karena khawatir terhadapmu!! Tapi ternyata apa?? Kau membohongiku!! Kau pergi musical!! “ Hyosung setengah mati mencoba menstabilkan suaranya karena ia tahu ini sudah tengah malam.
Member lain pun keluar dari kamar masing-masing mendengar pertengkaran mereka. “ hah~ bertengkar juga akhirnya “ desah Wookie frustasi. Merasa usaha mereka sudah berhasil mengalihkan perhatian kedua pasangan tersebut dari pertengkaran.
“ aku hanya iseng. . “ jawab Kyuhyun santai.
“ iseng?! Aish jinjja!! NEO—“
Tiba-tiba pintu pun dibuka dari luar, “aku pu—“ Eunhyuk masuk dan terkejut melihat adiknya berada di dormnya. “ Hyo?? Sedang apa? Jam segini kenapa masih disini? “ tanyanya heran.
“ oppa~ “ Hyosung langsung memeluk Eunhyuk erat dan kembali menangis dipundak abangnya.
Eunhyuk menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu. Meminta penjelasan atas sikap adiknya dan semua kompak menunjuk kearah Kyuhyun yang juga bermuka masam.
“Wae?” tanyanya kepada Kyuhyun. yang ditanya malah menunjukkan seringaian yang memamerkan barisan rapi giginya.
“aigoo~ “ desah Eunhyuk . “ sudah-sudah jangan menangis lagi, sudah pulang sana. Besok baru diselesaikan masalahnya. Kau besok kuliah kan?” tanyanya sambil mengusap-usap punggung Hyosung menenangkan. Hyosung menganggukkan kepalanya pelan.
“kau mau diantar siapa untuk pulang?” sambung Eunhyuk lagi. Tangis Hyosung sudah berhenti dan ia melepaskan pelukannya dari Eunhyuk. Ia menghapus sisa airmata diwajahnya.
“ Donghae oppa!!” jawabnya mantap. tanpa menoleh kearah Kyuhyun lagi ia langsung berjalan keluar dorm menuju lantai 12.
“ya! ya! andwae!! shireo!! Kau pulang denganku! Ya! Lee Hyosung!! Jangan pergi keatas!! “ Kyuhyun reflex mengejar Hyosung yang berlari kearah lift.
“jangan mengikutiku!! Aku tidak mau diantar oleh mu!! “
“ shireo! aku yang mengantar!!”
Sementara para member didalam dorm hanya bisa menggelengkan kepala tidak percaya melihat kedua sifat pasangan itu yang seperti anak kecil.
“Mereka akan baik-baik saja.” Ucap Eunhyuk meyakinkan dirinya sendiri sebelum masuk kedalam kamarnya.
-000-
7th dec 2011, Seongnam Art Center, 10 p.m after 3 Musketeer Musical. . .
“Hyung, tolong antarkan aku ke apartemen Hyosung saja. “ pinta Kyuhyun kepada manager hyung. ia baru saja menyelesaikan perform musicalnya untuk hari ini. Entah kenapa ia tidak ingin pulang ke dormnya hari ini.
“jigeum? Tapi besok kau masih ada jadwal musical.” Sang manager mulai mejalankan mobilnya , ia melihat Kyuhyun melalui kaca spion tengah, menunggu jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun menyandarkan badannya, “ arra~ aku akan pulang besok pagi, musical besok jam 4 sore kan?”
“o, ne. . besok hubungi aku jika mau dijemput.”
Mobil yang membawa Kyuhyun melaju dengan kecepatan sedang melewati kota Seoul, ramai orang-orang yang baru saja menyelesaikan aktifitasnya untuk hari ini, termasuk dirinya. Memasuki tour Super Show 4, jadwalnya menjadi semakin padat. Belum lagi menjadi MC Radio Star dan perform Musical ini. Untunglah besok merupakan perform terakhir musical di bulan ini, tetepai tidak memungkinkan ada perubahan jadwal lagi nantinya.
“ Gomawo Hyung, besok aku hubungi lagi.” Mereka sudah sampai didepan apartemen Hyosung. Kyuhyun membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih.
“ne. . josimeyo. . nan ka~ “ pamit manager Hyung sebelum menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan.
Kyuhyun memandang apartemen Hyosung, kamarnya berada dilantai 2 serta tepat menghadap jalanan sehingga bisa melihat apakah penghuninya masih bangun atau tidak. Dan lampu ruang tamunya masih menyala terang. Kyuhyun segera masuk kedalam tanpa memberitahu Hyosung dahulu.
WRONG CODE
Layar kunci pengaman apartemen Hyosung menunjukkan bahwa Kyuhyun salah memasukka password. Ia mengerutkan keningnya bingung dan mengulanginya lagi pelan-pelan, mungkin saja ia lupa memasukkan satu huruf.
WRONG CODE
Lagi-lagi layarnya menunjukka tulisan yang sama. Kyuhyun mendengus kesal dan mengambil ponselnya, menekan recent call.
Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .
Suara ringtone ponsel terdengar dari dalam, wajah Kyuhyun menghangat mendengarnya, perlahan sebuah senyum mengembang diwajahnya. Kekasihnya memakai lagu Solo nya sebagai ringtone, setahunya ringtone terakhir kekasihnya masih lagu duet Eunhyuk dan Donghae Hyung, I wanna love you yang sempat didebatkan olehnya karena berkali kali ia memuji lagu itu dan menolak menggantinya dengan lagu Solonya. Kemudian suara ringtone itu berhenti.
“yobose—“
“kenapa kau ganti passwordnya?” semprot Kyuhyun, bahkan Hyosung pun belum selesai mengucapkan halo.
“ password apa? “ tanya Hyosung bingung.
“ apartemen mu lah “ Kyuhyun menjawab malas, ia menyenderkan tubuhnya dipintu.
“ jamkanman! Kau didepan ? mau apa kau kesini? ?” suara hyosung terdengar panik. Kondisinya sangat tidak pas, ia sedang pusing mengerjakan tugasnya.
“ buka dulu pintunya, aku cuma mau beristirahat disini, aku malas ke dorm. “ kyuhyun mulai mengeluh malas. Ia sudah capek sekali, butuh istirahat.
BRUKK
Pantat Kyuhyun sukses mencium lantai karena tiba-tiba saja Hyosung sudah membuka pintu apartemennya. “YA! LEE HYOSUNG!!” teriak Kyuhyun kesakitan.
Hyosung menahan tawa melihat Kyuhyun jatuh, “ Wae? ? jangan teriak-teriak sudah malam “ Hyosung menunjukkan wajah polos tanpa dosa nya.
“Kenapa tidak bilang kalau mau membuka pintu?!” Kyuhyun bangun sambil mengusap-usap pantatnya yang kesakitan.
“ siapa suruh bersandar pada pintu. .” hyosung menjawab santai sambil berjalan masuk kedalam.
“aish Jinjja!” Kyuhyun menyusulnya lalu mengunci leher Hyosung dengan lengannya.
“heek! Lep pas kaan.. “ Hyosung merasa tercekik karenanya tetapi segera tangannya bekerja untuk menyubit lengan Kyuhyun kuat.
“aaaaaa!!! APPOOOO!!!” Kyuhyun reflex melepaskan lengannya dari leher Hyosung dan mengusap-usap lengannya. “kejam..” desisnya kesal.
Hyosung tidak memperdulikannya, ia melepas kacamatanya dan menaruhnya dikepala. Ia berjalan masuk ke kamarnya kemudia keluar dengan membawa sebuah handuk. “ bersihkan dirimu dulu, kubuatkan coklat hangat setelahnya. “
Kyuhyun sedang melihat-lihat pekerjaan Hyosung, buku bertumpuk, laptop dan printer yang menyala serta segelas cappucinno yang sudah kosong dan semangkuk kripik kentang.
“sedang mengerjakan apa? Aku mengganggu?”.tanyanya sambil melepaskan mantelnya.
“ani~ itu hanya last editing untuk paper besok serta beberapa tugas yang harus diselesaikan untuk lusa. “ Hyosung meletakkan handuk Kyuhyun diatas sofa. Ia mengambil gelasnya yang kosong dan membawanya ke wastafel.
“sudah berapa gelas? “ selidik Kyuhyun. ia melapaskan mantelnya dan menaruhnya di sofa.
Hyosung menyengir, “ 2 gelas “ jawabnya.
“jinjja? “ tanya Kyuhyun tak yakin.
Hyosung tertawa hambar. Kyuhyun tahu kekasihnya ini cappucinno addict. “ 3 gelas. Tidak lebih lagi.”
Kyuhyun melirik sinis, kemudian ia melihat ponsel Hyosung yang tergeletak diatas meja. Ia mengambil handuk diatas sofa, lalu menaruh ponselnya dimeja setelah sebelumnya ia menekan tombol call ke nomor Hyosung. Ia berjalan santai kearah kamar mandi.
Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .
Hyosung reflex berlari mengambil ponselnya seperti pencuri yang takut tertangkap. Ia melihat caller id yang tertera dilayarnya
880203
Calling. .
Ia menggeram kesal kearah Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam kamar mandi.
“Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .” Kyuhyun bersenandung dari dalam kamar mandi. “ha ha ha.. aku selalu tahu bahwa kau memang mencintai ku Lee Hyosung “ ucapnya bangga diikuti tawa yang terbahak-bahak
“CHO KYUHYUN BABO!!” teriak Hyosung kearah kamar mandi. Lalu terdengarlah suara tawa lagi dari dalam kamar mandi.
-000-
“ kau sudah makan? “ tanya hyosung melihat Kyuhyun sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian bersih yang dibawanya. Ia lanjut mengerjakan tugasnya.
“o, sudah tadi disana. “ Kyuhyun menyesap sedikit coklat hangat yang disiapkan Hyosung. “ Kau ?”
“ sudah “ hyosung beranjak dari kursi belajarnya dan duduk di sebelah Kyuhyun. “ kenapa kau tidak pulang ke dorm? “
“ Beberapa hari kedepan aku sibuk sekali, tidak bisa bertemu denganmu. Mumpung ada waktu luang makanya aku kesini. “ Kyuhyun meneguk minumannya lalu menoleh kearah Hyosung yang memperhatikannya. “ enak~ lagipula Eunhyuk hyung musical, Wookie dan Sungmin Hyung DJ di sukira hanya ada Yesung Hyung di dorm. Sepi. . ” ucapnya lalu meneguk lagi.
Hyosung memperhatikan rambut Kyuhyun yang berantakan. Kadang ia lebih suka Kyuhyun seperti ini, lebih ganteng. Well, dia memang sudah ganteng dan Hyosung tak akan terang-terangan mengakuinya didepan Kyuhyun. “ lebih enak dari Wine? “ ledek Hyosung.
“jangan kau bandingkan, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.” Kyuhyun melirik Hyosung yang mengerucutkan bibirnya. Hyosung memang tidak terlalu menyukai hobinya yang suka minum wine sampai mabuk. Tapi dia mabuk jika ia sedang penat saja.
Kyuhyun memijat tengkuk lehernya perlahan. Hyosung kemudian beranjak menuju kamarnya lagi dan keluar membawa sebuah selimut dan bantal.
“buat apa? Aku kan tidur denganmu didalam.” Protes Kyuhyun iseng.
Hyosung melempar bantal yang dipegangnya kemuka Kyuhyun. “ jangan pernah berharap sekalipun. Sudah cepat habiskan minumanmu setelah itu istirahat. Kau terlihat capek sekali. “ ia juga menyerahkan selimutnya kepada Kyuhyun. “ atau kita tukeran? Kau didalam aku diluar? “ tawar Hyosung.
“ andwae! biar aku saja yang diluar.” Kyuhyun menghabiskan minumannya . “ kau tidak tidur? “
“sebentar lagi, tinggal sedikit lagi. Kau tidur saja duluan. “ Hyosung kembali mengerjakan tugasnya yang hampir selesai.
“Hyo-ya. .” panggil Kyuhyun.
“hmm. .” hyosung menggumam tanpa menoleh.
CUP. .
“ Jaljayo. . .” Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyosung dan mengucapkan selamat malam. Tanpa menunggu jawaban Hyosung, ia berbalik menuju sofanya dan merebahkan badannya untuk beristirahat.
Hyosung masih tak bergerak ditempatnya, ia masih shock akibat perbuatan Kyuhyun barusan. Mengecup kepalanya dan mengucapkan selamat tidur? Ini pertama kalinya selama mereka menjalin hubungan. Ia bersumpah akan membunuh Kyuhyun apabila suatu saat ia meledeknya dengan hal ini. Ia memberanikan diri menoleh kebelakang. Kyuhyun sudah tertidur, terdengar dengkuran halus dari mulutnya. Ia jadi bersemangat mengerjakan tugasnya dan selesai lebih cepat dari ayng diperkirakan.
Ia mematikan laptop dan printernya, ia membiarkan lampu meja belajarnya menyala tetapi mematikan lampu ruang tamu. Ia mengecek keadaan Kyuhyun sebelum tidur. Wajahnya tampak lelah sekali tetapi segaris senyum terukir diwajah tampannya. Hati Hyosung menghangat melihat pemandangan seperti ini, tidak semua orang bisa beruntung melihat Kyuhyun tidur dalam jarak sedekat ini. Ia membayangkan banyaknya fans yang sangat memuja-muja kekasihnya ini, dan ia sekali lagi merasa beruntung bisa menjadi kekasihnya. walaupun jalan yang ditempuhnya dalam hubungan ini tidak mudah sama sekali. Ia membetulkan letak selimut Kyuhyun.
“ Jaljayo oppa. .” ucapnya sambil mengusap pipi Kyuhyun. ia lalu masuk kedalam kamarnya.
-000-
Keesokan Paginya. . .
Kyuhyun terbangun karena panggilan di ponselnya, ia meraba letak ponselnya diatas meja.
Manager Hyung
Calling. .
Kyuhyun bangun dari tidurnya, “ yoboseyo Hyung, aku baru bangun.”
Ia mengusap-usap matanya dan terkejut melihat secangkir susu coklat dan sebuah roti isi sudah tersedia diatas meja. Asap yang keluar dari susu coklat tersebut menandakan bahwa itu baru saja dibuat. Ia mengedarkan pandangannya mengelilingi ruangan, tidak ada Hyosung.
“Kau mau dijemput jam berapa hyun-ah? “ tanya manager hyung diseberang sana.
Kyuhyun meniup susu coklatnya lalu meneguknya hingga setengah gelas. Ia mengangkat piring roti nya dan sebuah note jatuh diatas pangkuannya.
Morning ^^
Ketika kau bangun aku sudah berangkat kuliah. Tidurmu nyenyak sekali jadi aku tidak berpamitan denganmu. Aku sudah membuatkan susu coklat dan roti isi untukmu. Sarapan dulu sebelum kau kembali ke dorm. Kabari aku mengenai keadaanmu. Saat kau pergi jangan lupa mengunci pintunya.
Passwordnya. . .
880203
Aku bersumpah akan menggantinya lagi jika kau berani mengejekku tentang password ini.
Always,
Hyo..
Sebuah senyum mengembang di wajah Kyuhyun. ia meletakkan kembali piring rotinya. “30 menit lagi jemput aku Hyung.” ia lalu mematikan ponselnya dan mengambil handuk. Dengan bersenandung ia masuk kedalam kamar mandi.
Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .
-Kkeut-
note: another GAJE story from me ._.maaf kalo ada typo.. sekali lagi happy reading..
