Search..

Sabtu, 17 Desember 2011

[SungHyun Journey] Take Care





SungHyun ♥

cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member

This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading 


4th dec 2011, Dorm Super Junior 11th Floor. .

Teet, teeet, teeeeeet….

Hyosung menekan Interkom dorm lantai 11 dengan tidak sabar. Ia menggigil kedinginan, baju yang dikenakannya ternyata tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya. Jelas saja, ia dengan bodohnya hanya memakai hoodie, tanpa syal dan sarung tangan serta hanya mengenakan hotpans dan stocking sebagai bawahan.

Semua itu karena ia mendapat sms mendadak dari Kyuhyun yang mengatakan bahwa ia sedang tidak enak badan. Hyosung benci kabar seperti itu, sangat benci. Setelah sebelumnya ia melihat sendiri berita dan foto-foto dari beberapa schedule yang Super Junior jalani, Kyuhyun memang tidak sepenuhnya sehat. Hyosung mati-matian menahan diri untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya karena ia yakin para hyung nya pasti menjaganya dengan baik. Dan disinilah ia, didepan dorm Kyuhyun dengan berpakaian seadanya sambil terus menggosokkan kedua tangannya, mencari kehangatan. Ia baru saja akan menekan tombol interkom lagi tetapi tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar.

Ryeowook muncul dengan mengenakan celemek dan memegang spatula. “ya! Hyosungie! Wae geudae?” pekik Wookie kesal. Ia sedang memasak didapur untuk makan malam dan merasa terganggu karena suara interkom yang berbunyi tanpa henti.

Hyosung segera masuk kedalam tanpa menghiraukan omongan Wookie. Ia segera menuju kamar Kyuhyun dan mengetuknya pelan. tidak ada jawaban. Wookie yang sedari tadi mengekori Hyosung menatapnya heran.

“Sungie.. apa yang kau lakukan?” tanya Wookie bingung. “ siapa yang kau cari ?” tanyanya lagi.

Hyosung menoleh kearah Wookie, “ mencari makhluk aneh itu. . dia ada didalam kan?” Hyosung memutar kenop pintu kamar Kyuhyun pelan.

“mwo?? Kyuhyunnie ? bukankan dia sedang-- musical? “ Wookie menggaruk kepalanya bingung. Setaunya tadi Kyuhyun pamit kepadanya untuk pergi musical.

Hyosung menatap Wookie tak percaya, “musical?!! Tapi dia bilang kalau—aargkh! Sial! Dia mengerjaiku lagi!! Cho Kyuhyun sialan! “ teriaknya kesal. Wajahnya merah menahan emosinya. Wookie berjalan mundur perlahan menjauh, takut menjadi sasaran kemarahan Hyosung.

“ bi bi biasanya kau kan tahu schedule nya. .” tanggap Wookie terbata. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.

“o! Hyosungie. . . annyeong~” sapa Sungmin yang baru saja selesai mandi, ia kelihatan sangat segar dan wangi sabun yang dipakainya tercium sangat harum.

“oppa!! “ bentak Hyosung.

Sungmin terkejut dan menatapnya heran, ia menggantungkan handuk kecilnya dileher. “ waeyo?“ tanyanya kalem. Ia sebenarnya tahu apa yang menyebabkan Hyosung kesal , bagaimana tidak ? dari balik pintu kamar mandi yang lumayan tebal itu, suara Hyosung bisa terdengar jelas hingga kedalam. Ditambah suasana dorm yang sepi makin memperjelas semuanya.

“ makhluk itu!! Dia berani-beraninya mengerjaiku dengan alasan kesehatannya!! Tetapi nyatanya dia sedang musical!! Sama sekali tidak lucu!! “ Hyosung berjalan mondar-mandir mencoba meredakan emosinya.

Sungmin tertawa pelan, “ memang benar dia tidak enak badan, tetapi kemarin.. saat LG fanmeeting dan MAMA di Singapura. Sekarang belum 100 % sehat sih, tapi ya kau tahu dia, kewajiban adalah nomor satu selama iya masih sanggup menjalaninya. “ Sungmin duduk di sofa dan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang tergantung dilehernya.

Wookie sudah kembali sibuk didapur sambil sesekali memperhatikan sahabatnya. Keduanya menatap Hyosung yang masih berjalan mondar-mandir sambil bertolak pinggang.

“ tapi dia tidak seharusnya seperti itu oppa!! Aku benci kabar seperti itu!! Dia tahu!! “ emosinya sudah mulai turun tetapi tetap saja ia masih kesal.

“Hyosungie….. aku sedang istirahat, pelankan suaramu…” teriak Yesung dari dalam kamar.

Hyosung menghela nafas panjang,” ne—algesseumnida—mianhae—“ sesalnya sambil duduk disamping Sungmin.

Sungmin menepuk pelan bahu Hyosung, “eiyy.. dia sedang mencari perhatianmu.. selama schedule kami diluar negeri kau tidak menghubunginya kan? “

“ mworago? Kalau begitu dia sukses.” Hyosung tersenyum hambar. “ tugas kuliahku menumpuk, aku mengiriminya sms, ya walau hanya sekali—“ akunya sambil bersandar di sofa.

“keucho! Itulah kalian, sok cuek tapi saling membutuhkan.” Kemudian sungmin bangkit dari sofa sambil tersenyum senang kearah kamarnya.

“tapi kan dia bisa melakukannya saat luang oppa.. “ protes Hyosung tidak terima.

“ aah~ masshita— Hyosungie, kau belum makan kan? Makan bersama kami ya? aku memasak sup ayam jamur.” Ajak wookie yang sedang menyiapkan makanan di meja.

Hyosung mengangkat kepalanya, menoleh malas kearah wookie. “ ne—“ jawabnya singkat. Ia jadi tertarik memperhatikan Wookie yang sedang menata makanan diatas meja, “ ah! Ryeonggu, oppaga eodiya? Aku belum melihatnya..”

“ Sukira. . hari ini terakhir mereka DJ . . .” jawab Wookie menggantung.

“jinjjayo?!!! “ Hyosung bangun dari sofa dan menghampiri Wookie, duduk dikursi makan.

“ne… karena schedule musical Eunhyuk hyung dan schedule Teuki hyung yang padat akhirnya mereka digantikan oleh aku dan Sungmin hyung. .” jelas Wookie. Senang sekaligus sedih, itulah expressi Wookie sekarang.

“ kau dan Sungmin oppa? ? wah~ chukkae Ryeonggu.. “ ucap Hyosung tulus. Ia sedikit paham perasaan Wookie, senang karena menjadi DJ baru dan sedih melihat kedua Hyungnya harus meninggalkan Sukira.

“gomawo Hyosungie. . hajiman—“

“aiyaa, kau dan Sungmin oppa pasti bisa sama bagusnya dengan EunTeuk DJ, fighting MinWook DJ!” Hyosung memberi semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.

“kekeke. . gomawo. . aigoo~ ayo kita makan, nanti makanannya menjadi dingin. Sungmin Hyung~, Yesung Hyung~ mokgohaja. . .” panggil Wookie kepada hyungnya.

Masing-masing pemilik nama keluar dari kamarnya masing-masing. Hyosung membantu Wookie menyiapkan nasi ke mangkok.

“aku pulang. . . .” sebuah suara seseorang yang bisa membuat emosi Hyosung naik lagi saat ini tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk. Hyosung segera berbalik untuk melihatnya.

“YA!! CHO KYU— HMPPPP” suara Hyosung tertahan oleh tangan Yesung yang membekap mulutnya. Yesung sudah sangat pusing mendengar teriakan Hyosung tadi, dan ia tidak ingin selera makannya jadi berkurang karena harus menyaksikan kedua orang yang suka sekali berteriak jika bertengkar.

“o! –kau sudah datang?” tanya Kyuhyun polos . “ ya hyung! kenapa kau membekapnya seperti itu? “ protes Kyuhyun.

“ neo! Cepat bersihkan dirimu dan segera makan! Kau akan berterima kasih kepadaku nanti. “ perintah Yesung. Kyuhyun mengangguk ngeri dan segera masuk ke kamarnya.

“dan kau! bisakah kalian bertengkar setelah selesai makan? Aku tidak mau nafsu makanku hilang. “ kali ini ia menujukannya kepada Hyosung dan melepas bekapannya.

“ne. .” akur Hyosung.

-000-

Suasana meja makan hanya dihiasi oleh suara kunyahan dan sumpit yang beradu dengan piring. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Hyosung menyuap makanannya malas, ia masih kesal dengan pria yang duduk tenang disampingnya, tidak menunjukkan wajah bersalah sama sekali.

“Hyosungie.. makan yang benar, jangan malas-malasan seperti itu.” Tegur Sungmin. Hyosung mengangguk dan membenarkan cara makannya.

“ah Kyuhyun-ah.. bagaimana musical mu tadi?” tanya Yesung mencoba mencairkan suasana.

“semuanya berjalan lancar.” Jawab Kyuhyun, singkat dan jelas. Matanya tetap tertuju ke makanannya.

Gagal, yesung gagal mencairkan suasana. Baik Hyosung dan Kyuhyun terus makan tanpa menoleh sama sekali.

“ Kyuhyun-ah, makan yang banyak. Hyosungie~ tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun, dia pasti lapar setelah musical tadi.” Gantian sungmin yang coba mencairkan suasana.

Hyosung reflex menoleh kearah sungmin dan memberi tatapan segalak mungkin, menolak melakukannya. “ tidak mungkin, fansnya sering mengirimkan maka—“

“ Hyosungie.. tolong ambilkan nasi lagi untuk Kyuhyun..” ulang Sungmin tanpa terpengaruh oleh tatapan Hyosung.

Hyosung melotot kepada sungmin, menolak untuk yang kedua kalinya, ‘apa-apaan Sungmin oppa ini!’ Batinnya kesal. tetapi hanya senyuman manis yang diberikan Sungmin. Hyosung menghela nafas, “ne…” akhirnya ia mengalah dan beranjak untuk mengambilkan Kyuhyun nasi tambahan. Mereka lalu tersenyum jahil saat Hyosung mengambil nasi didapur dan kembali tenang saat Hyosung kembali.

“gomawo” ucap Kyuhyun tanpa menoleh.

Hyosung tidak menjawabnya, ia kembali duduk dan memakan sisa makanannya. Tiba-tiba sebuah kaki menendang kaki kanannya pelan. Hyosung menoleh kearah Kyuhyun malas,
Kyuhyun tetap memakan makanannya. bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kyuhyun menendang lagi, iseng. Hyosung kembali menoleh. Ketiga kalinya, Hyosung tidak menghiraukannya, membiarkan Kyuhyun menendang pelan kakinya. Empat kali, lima, enam, tujuh, delapan, Sembilan. . .

BRAKK!!

Hyosung memukul meja dengan sumpitnya kesal. “Ya!!” teriaknya kearah Kyuhyun.

“Hyosungieee.. biarkan dia makan dulu. .” cegah Wookie melihat Hyosung yang kembali emosi. Ia tidak mau peralatan makannya pecah semua karena pasangan aneh ini bertengkar.

Kyuhyun tersenyum menang. Merasa berhasil memancing emosi kekasihnya. ada saat dimana dia sangat senang jika Hyosung marah padanya, berarti kekasihnya ini memperhatikannya. Seperti sekarang, ia tahu Hyosung marah perihal sms yang dikirimkannya. Ia hanya ingin bertemu dengan kekasihnya, karena selama schedule kemarin hanya satu sms yang sampai di ponselnya, benar-benar satu sms. Tak ada panggilan sama sekali. Dan terakhir mereka bertemu adalah setelah ia pulang dari Spain. Kyuhyun mengulum senyum mengingat kejadian kemarin, saat mereka bersembunyi dari kejaran fans di gang kecil.

“aish! Jinjja.. “ keluh Hyosung kesal. Ia menghabiskan makannya segera. Kenapa semua orang disini seperti bersekongkol? Batinnya. “ aku selesai. .” ucap Hyosung lalu berdiri untuk membawa mangkoknya ke wastafel.

“aku juga selesai.. “ sambung Kyuhyun sambil meletakkan mangkoknya diatas mangkok Hyosung. Ia lalu berdiri untuk mengambil minum dan duduk di ruang tamu.

Hyosung terkejut melihat tingkah Kyuhyun yang seenaknya. Ia baru saja akan berteriak menegurnya, tetapi Wookie sudah lebih dulu mendorongnya “ sudahlah, ayo bantu aku mencucinya..” dan lagi-lagi Hyosung merasa mereka semua bersekongkol melindungi Kyuhyun dari kemarahannya.

-000-

Hyosung berjalan melewati Kyuhyun yang sedang menonton tv sambil berbaring di sofa. Ia mengganti sedang dorm dengan sepatunya. Kyuhyun bangun tiba-tiba. “ ya! kau mau kemana? “ tanyanya panik.

“Pulang! Wae?!” Hyosung menjawab galak sambil mengikat tali sepatunya. Ia sudah terlalu kesal untuk berada seruangan dengan makhluk aneh seperti Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal mendengar jawaban Hyosung.

Sungmin dan Yesung menggelengkan kepalanya bersamaan. Magnae nya ini memang keterlaluan jika sifat isengnya sudah kumat. Wookie keluar dari kamarnya sambil membawa iPad nya dan melihat kedua pasangan itu bermuka masam. Ia menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan, Kyuhyun menaikan bahunya kesal.

“Sungie, mau kemana? “ tanya Wookie menghampiri Hyosung.

“ aku ingin pulang Ryeonggu, nanti kemalaman, terima kasih makan malamnya. Annyeong ” Hyosung selesai memakai sepatunya,bersiap membuka pintu.

“ehem..” Kyuhyun berdeham. Wookie menoleh tetapi Hyosung tidak, hanya berhenti sebentar. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di atas kepala sambil mulutnya mengucapkan ‘ Andwae ‘ tanpa suara. Matanya melotot kearah Wookie, mengisyaratkan agar Wookie membujuk Hyosung supaya tidak jadi pulang. Wookie menolak, tetapi mata Kyuhyun semakin melotot seakan mengancam Wookie.

“o! Sungie.. bagaimana jika kita mendengarkan siaran oppa mu ?” Wookie menarik hoodie Hyosung.

Hyosung menggeleng, “ aku akan mendengarkannya di apartemenku saja.” Tangannya sudah memegang kenop pintu.

“ disini saja.. biar ramai, di apartemenmu kan sepi.” Sungmin ikut membantu, ia duduk di lantai bersandar pada sofa.

“bahta! Kita dengarkan bersama-sama, temani aku Hyosungie. .” Wookie mengeluarkan aegyo nya sambil menarik-narik hoodie Hyosung.

“Ryeonggu~” Hyosung menoleh malas dan menemukan Wookie yang sudah memasang wajah super aegyo nya dengan mata yang berbinar binar . “aish~ fine! “ kesekian kalinya ia mengalah untuk hari ini. Ia bukan orang yang gampang mengalah dan bukan juga orang yang keras kepala, ia diantara keduanya.

“Gomawooo “ ucap Wookie senang sambil mencubit pipi hyosung pelan. Kyuhyun melotot melihatnya, apa-apaan Kim Ryeowook itu?! Seenaknya mencubit pipi kekasihnya. Wookie sadar akan tatapan Kyuhyun tetapi ia mengabaikannya. ‘ Rasakan kau Kyuhyunnie! ‘ gumam Wookie jahil. Kyuhyun menjatuhkan badannya disofa dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Mereka duduk bersandar pada sofa yang ditiduri Kyuhyun, Wookie dengan Hyosung memakai iPad Wookie dan Sungmin sendiri. awalnya Hyosung berada diantara Wookie dan Sungmin tetapi Kyuhyun mengisyaratkan agar Wookie yang duduk ditengah. Wookie lama-lama menjadi kesal juga dengan sikap Kyuhyun, apa maunya anak ini!

Mereka menyaksikan sukira dengan serius, sesekali tertawa karena lelucon yang dibuat oleh EunTeuk DJ. Kyuhyun merasa diacuhkan, sehingga ia melancarkan aksi isengnya lagi. Ia menepuk bahu Hyosung, mencolek pipinya, menyentil telinganya pelan sampai memainkan helaian rambut hyosung yang tidak terikat. Tetapi sama sekali tidak dihiraukan oleh Hyosung.

Kyuhyun gondok. Ia beranjak dari sofa menuju kamar, kemudian keluar dengan menenteng MacBook nya lalu duduk disamping Hyosung. Memainkan game kesayangannya. Mulutnya berkomentar ketika musuh-mushnya dalam game sedikit sulit dikalahkan, tetapi sama sekali Hyosung tidak terganggu dengan teriakan Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal, biasanya Hyosung akan protes sekali jika Kyuhyun terlalu heboh bermain game. Ia lalu men-Standby- kan Macbook nya dan merebut iPad Wookie.

“Kyuhyunnie!! Wae irae?! “ bentak wookie kesal, keisengan magnae nya ini sudah keterlaluan.

“aku juga mau menonton Sukira, kau berdua saja dengan Sungmin Hyung. “ Kyuhyun tersenyum polos kepada Hyosung dan dibalas dengan lirikan sinis oleh Hyosung.

“yo yo yo, ada yang mau ikut denganku ke Sukira?” Donghae tiba-tiba sudah berada didalam dorm mereka dengan pakaian lengkap tapi santai. “ o! Hyosungie annyeong~ “ sapa Donghae ramah.

“annyeong~ kau mau ke Sukira ? “ tanya Hyosung dan langsung mendapat lirikan maut dari Kyuhyun.

“ne~ mau ikut ? “ tawar Donghae tanpa menghiraukan Kyuhyun, “ Hyukie bilang omma dan appa mu juga datang. .”

“omma appa?? Woah. . tumben sekali. .” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun yang kembali menyaksikan Sukira, Kyuhyun pasti pasrah jika sudah menyangkut orangtua nya. Karena ia tinggal sendiri di apartemen kecil dekat dengan kampusnya. “ tak usah, aku akan bertemu omma minggu ini, sampaikan salamku kepada mereka ya.” tolaknya halus.

“alright.. akan aku sampaikan. Aku pergi dulu. .” Donghae melambaikan tangannya dan menghilang dibalik tembok, tetapi kemudian ia berbalik lagi. “ hampir lupa, Hyosungie annyeong “ pamit Donghae disertai kedipan mata dan senyum mautnya.

“HYUNG!!!” teriak Kyuhyun marah. Donghae lalu berlari keluar sambil tertawa kencang, begitupun Wookie, Sungmin dan Yesung yang menyaksikannya juga. Hyosung hanya tersenyum melihat sikap Kyuhyun. Donghae pernah ambil bagian dalam kisah cintanya sebelum bersama Kyuhyun. ia yang menyadarkan Hyosung bahwa perasaannya bukan untuknya, melainkan untuk Kyuhyun. walaupun Donghae sudah mempunyai kekasih tetapi Kyuhyun tetap waspada jika itu menyangkut Hyosung.

-000-

10 menit terakhir bersama DJ EunTeuk diSukira..

Hyosung menarik nafas dalam saat Leeteuk mulai berbicara di saat-saat terakhir mereka di Sukira. Ia memeluk kakinya erat dan menopangkan dagunya diatasnya. Kyuhyun menyerahkan iPadnya kepada Hyosung dan berjalan masuk kekamarnya. Hyosung tidak menghiraukannya dan tetap menyaksikan Sukira.

Tiba saatnya Eunhyuk berbicara, dari suaranya jelas sekali ia menahan agar tangisnya tidak pecah. Tetapi semakin lama ia berbicara, tangisnya akhirnya pecah juga. Melihatnya abangnya menangis membuat Hyosung mengalihkan pandangannya dari iPad dan terus menarik nafas dalam-dalam. Eunhyuk tak berhenti menagis sama sekali, Leeteuk yang juga sudah menangis masih bisa mengendalikannya. Tidak dengan Eunhyuk. Setelah benar-benar mereka mengucapkan selamat tinggal kepada para pendengar, Eunhyuk menunduk dan mengeluarkan semua tangisnya, bahunya bergetar hebat. Nafasnya tersengal-sengal begitu juga dengan Leeteuk walau tidak sekencang Eunhyuk, tapi raut wajahnya menggambarkan semuanya.

Hyosung meluruskan kakinya, melihat kearah iPad yang masih menampilkan siaran abangnya masih menangis tertunduk. Beberapa staff bergantian menenangkannya dan membawakan hadiah dari para ELF yang berada diluar ruang siaran. Bahkan Donghae juga ikut menenangkannya tetapi tangisnya belum juga berhenti. Perlahan sebutir airmata mengalir di pipi Hyosung. Ia buru-buru mengusapnya dengan tangannya. Kemudian jatuh sebutir lagi, tapi kali ini Kyuhyun sudah menyodorkan tissue kepada Hyosung.

Hyosung mengambilnya, “ kau sudah persiapan ya?” candanya. Kebalikan dari ucapannya, lama-lama berubah menjadi isakan kecil.

“dasar cengeng. . abang dan adik sama saja. .” ledeknya sambil mengusap kepala Hyosung dengan penuh kasih sayang.

Sungmin dan Wookie tersenyum senang melihat pasangan disebelah mereka. Besok malam giliran mereka yang bertugas menjadi DJ, semoga mereka juga bisa sangat dicintai oleh listener Sukira seperti EunTeuk DJ dan menjalankan tugas sama baik bahkan lebih baik dari sebelumnya.

¬-000-

Hyosung memakai sepatunya terlebih dahulu, Kyuhyun masih mengambil kunci dan mantelnya di kamar. “mana mantelmu? Syalmu? Sarung tangan?” tanya Kyuhyun melihat Hyosung tidak mengenakan barang-barang yang tadi disebutkannya.

Hyosung menggeleng polos. Memang ia tidak mengenakan semuanya saat buru-buru kesini.

“Ya!! kau tahu udara diluar sangat dingin?! Dasar bodoh!” omel Kyuhyun sambil memakai sepatunya.

“YA!! siapa yang bodoh?! Aku segera kesini ketika kau sms bahwa kau tidak enak badan!! Aku tidak sempat memakai mantel dan lain-lain karena khawatir terhadapmu!! Tapi ternyata apa?? Kau membohongiku!! Kau pergi musical!! “ Hyosung setengah mati mencoba menstabilkan suaranya karena ia tahu ini sudah tengah malam.

Member lain pun keluar dari kamar masing-masing mendengar pertengkaran mereka. “ hah~ bertengkar juga akhirnya “ desah Wookie frustasi. Merasa usaha mereka sudah berhasil mengalihkan perhatian kedua pasangan tersebut dari pertengkaran.

“ aku hanya iseng. . “ jawab Kyuhyun santai.

“ iseng?! Aish jinjja!! NEO—“

Tiba-tiba pintu pun dibuka dari luar, “aku pu—“ Eunhyuk masuk dan terkejut melihat adiknya berada di dormnya. “ Hyo?? Sedang apa? Jam segini kenapa masih disini? “ tanyanya heran.

“ oppa~ “ Hyosung langsung memeluk Eunhyuk erat dan kembali menangis dipundak abangnya.

Eunhyuk menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu. Meminta penjelasan atas sikap adiknya dan semua kompak menunjuk kearah Kyuhyun yang juga bermuka masam.

“Wae?” tanyanya kepada Kyuhyun. yang ditanya malah menunjukkan seringaian yang memamerkan barisan rapi giginya.

“aigoo~ “ desah Eunhyuk . “ sudah-sudah jangan menangis lagi, sudah pulang sana. Besok baru diselesaikan masalahnya. Kau besok kuliah kan?” tanyanya sambil mengusap-usap punggung Hyosung menenangkan. Hyosung menganggukkan kepalanya pelan.

“kau mau diantar siapa untuk pulang?” sambung Eunhyuk lagi. Tangis Hyosung sudah berhenti dan ia melepaskan pelukannya dari Eunhyuk. Ia menghapus sisa airmata diwajahnya.

“ Donghae oppa!!” jawabnya mantap. tanpa menoleh kearah Kyuhyun lagi ia langsung berjalan keluar dorm menuju lantai 12.

“ya! ya! andwae!! shireo!! Kau pulang denganku! Ya! Lee Hyosung!! Jangan pergi keatas!! “ Kyuhyun reflex mengejar Hyosung yang berlari kearah lift.

“jangan mengikutiku!! Aku tidak mau diantar oleh mu!! “

“ shireo! aku yang mengantar!!”

Sementara para member didalam dorm hanya bisa menggelengkan kepala tidak percaya melihat kedua sifat pasangan itu yang seperti anak kecil.

“Mereka akan baik-baik saja.” Ucap Eunhyuk meyakinkan dirinya sendiri sebelum masuk kedalam kamarnya.

-000-

7th dec 2011, Seongnam Art Center, 10 p.m after 3 Musketeer Musical. . .

“Hyung, tolong antarkan aku ke apartemen Hyosung saja. “ pinta Kyuhyun kepada manager hyung. ia baru saja menyelesaikan perform musicalnya untuk hari ini. Entah kenapa ia tidak ingin pulang ke dormnya hari ini.

“jigeum? Tapi besok kau masih ada jadwal musical.” Sang manager mulai mejalankan mobilnya , ia melihat Kyuhyun melalui kaca spion tengah, menunggu jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun menyandarkan badannya, “ arra~ aku akan pulang besok pagi, musical besok jam 4 sore kan?”

“o, ne. . besok hubungi aku jika mau dijemput.”

Mobil yang membawa Kyuhyun melaju dengan kecepatan sedang melewati kota Seoul, ramai orang-orang yang baru saja menyelesaikan aktifitasnya untuk hari ini, termasuk dirinya. Memasuki tour Super Show 4, jadwalnya menjadi semakin padat. Belum lagi menjadi MC Radio Star dan perform Musical ini. Untunglah besok merupakan perform terakhir musical di bulan ini, tetepai tidak memungkinkan ada perubahan jadwal lagi nantinya.

“ Gomawo Hyung, besok aku hubungi lagi.” Mereka sudah sampai didepan apartemen Hyosung. Kyuhyun membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih.

“ne. . josimeyo. . nan ka~ “ pamit manager Hyung sebelum menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan.

Kyuhyun memandang apartemen Hyosung, kamarnya berada dilantai 2 serta tepat menghadap jalanan sehingga bisa melihat apakah penghuninya masih bangun atau tidak. Dan lampu ruang tamunya masih menyala terang. Kyuhyun segera masuk kedalam tanpa memberitahu Hyosung dahulu.

WRONG CODE

Layar kunci pengaman apartemen Hyosung menunjukkan bahwa Kyuhyun salah memasukka password. Ia mengerutkan keningnya bingung dan mengulanginya lagi pelan-pelan, mungkin saja ia lupa memasukkan satu huruf.

WRONG CODE

Lagi-lagi layarnya menunjukka tulisan yang sama. Kyuhyun mendengus kesal dan mengambil ponselnya, menekan recent call.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

Suara ringtone ponsel terdengar dari dalam, wajah Kyuhyun menghangat mendengarnya, perlahan sebuah senyum mengembang diwajahnya. Kekasihnya memakai lagu Solo nya sebagai ringtone, setahunya ringtone terakhir kekasihnya masih lagu duet Eunhyuk dan Donghae Hyung, I wanna love you yang sempat didebatkan olehnya karena berkali kali ia memuji lagu itu dan menolak menggantinya dengan lagu Solonya. Kemudian suara ringtone itu berhenti.

“yobose—“

“kenapa kau ganti passwordnya?” semprot Kyuhyun, bahkan Hyosung pun belum selesai mengucapkan halo.

“ password apa? “ tanya Hyosung bingung.

“ apartemen mu lah “ Kyuhyun menjawab malas, ia menyenderkan tubuhnya dipintu.

“ jamkanman! Kau didepan ? mau apa kau kesini? ?” suara hyosung terdengar panik. Kondisinya sangat tidak pas, ia sedang pusing mengerjakan tugasnya.

“ buka dulu pintunya, aku cuma mau beristirahat disini, aku malas ke dorm. “ kyuhyun mulai mengeluh malas. Ia sudah capek sekali, butuh istirahat.

BRUKK

Pantat Kyuhyun sukses mencium lantai karena tiba-tiba saja Hyosung sudah membuka pintu apartemennya. “YA! LEE HYOSUNG!!” teriak Kyuhyun kesakitan.

Hyosung menahan tawa melihat Kyuhyun jatuh, “ Wae? ? jangan teriak-teriak sudah malam “ Hyosung menunjukkan wajah polos tanpa dosa nya.

“Kenapa tidak bilang kalau mau membuka pintu?!” Kyuhyun bangun sambil mengusap-usap pantatnya yang kesakitan.

“ siapa suruh bersandar pada pintu. .” hyosung menjawab santai sambil berjalan masuk kedalam.

“aish Jinjja!” Kyuhyun menyusulnya lalu mengunci leher Hyosung dengan lengannya.

“heek! Lep pas kaan.. “ Hyosung merasa tercekik karenanya tetapi segera tangannya bekerja untuk menyubit lengan Kyuhyun kuat.

“aaaaaa!!! APPOOOO!!!” Kyuhyun reflex melepaskan lengannya dari leher Hyosung dan mengusap-usap lengannya. “kejam..” desisnya kesal.

Hyosung tidak memperdulikannya, ia melepas kacamatanya dan menaruhnya dikepala. Ia berjalan masuk ke kamarnya kemudia keluar dengan membawa sebuah handuk. “ bersihkan dirimu dulu, kubuatkan coklat hangat setelahnya. “

Kyuhyun sedang melihat-lihat pekerjaan Hyosung, buku bertumpuk, laptop dan printer yang menyala serta segelas cappucinno yang sudah kosong dan semangkuk kripik kentang.
“sedang mengerjakan apa? Aku mengganggu?”.tanyanya sambil melepaskan mantelnya.

“ani~ itu hanya last editing untuk paper besok serta beberapa tugas yang harus diselesaikan untuk lusa. “ Hyosung meletakkan handuk Kyuhyun diatas sofa. Ia mengambil gelasnya yang kosong dan membawanya ke wastafel.

“sudah berapa gelas? “ selidik Kyuhyun. ia melapaskan mantelnya dan menaruhnya di sofa.

Hyosung menyengir, “ 2 gelas “ jawabnya.

“jinjja? “ tanya Kyuhyun tak yakin.

Hyosung tertawa hambar. Kyuhyun tahu kekasihnya ini cappucinno addict. “ 3 gelas. Tidak lebih lagi.”

Kyuhyun melirik sinis, kemudian ia melihat ponsel Hyosung yang tergeletak diatas meja. Ia mengambil handuk diatas sofa, lalu menaruh ponselnya dimeja setelah sebelumnya ia menekan tombol call ke nomor Hyosung. Ia berjalan santai kearah kamar mandi.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

Hyosung reflex berlari mengambil ponselnya seperti pencuri yang takut tertangkap. Ia melihat caller id yang tertera dilayarnya

880203
Calling. .

Ia menggeram kesal kearah Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam kamar mandi.

“Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .” Kyuhyun bersenandung dari dalam kamar mandi. “ha ha ha.. aku selalu tahu bahwa kau memang mencintai ku Lee Hyosung “ ucapnya bangga diikuti tawa yang terbahak-bahak

“CHO KYUHYUN BABO!!” teriak Hyosung kearah kamar mandi. Lalu terdengarlah suara tawa lagi dari dalam kamar mandi.

-000-

“ kau sudah makan? “ tanya hyosung melihat Kyuhyun sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian bersih yang dibawanya. Ia lanjut mengerjakan tugasnya.

“o, sudah tadi disana. “ Kyuhyun menyesap sedikit coklat hangat yang disiapkan Hyosung. “ Kau ?”

“ sudah “ hyosung beranjak dari kursi belajarnya dan duduk di sebelah Kyuhyun. “ kenapa kau tidak pulang ke dorm? “

“ Beberapa hari kedepan aku sibuk sekali, tidak bisa bertemu denganmu. Mumpung ada waktu luang makanya aku kesini. “ Kyuhyun meneguk minumannya lalu menoleh kearah Hyosung yang memperhatikannya. “ enak~ lagipula Eunhyuk hyung musical, Wookie dan Sungmin Hyung DJ di sukira hanya ada Yesung Hyung di dorm. Sepi. . ” ucapnya lalu meneguk lagi.

Hyosung memperhatikan rambut Kyuhyun yang berantakan. Kadang ia lebih suka Kyuhyun seperti ini, lebih ganteng. Well, dia memang sudah ganteng dan Hyosung tak akan terang-terangan mengakuinya didepan Kyuhyun. “ lebih enak dari Wine? “ ledek Hyosung.

“jangan kau bandingkan, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.” Kyuhyun melirik Hyosung yang mengerucutkan bibirnya. Hyosung memang tidak terlalu menyukai hobinya yang suka minum wine sampai mabuk. Tapi dia mabuk jika ia sedang penat saja.

Kyuhyun memijat tengkuk lehernya perlahan. Hyosung kemudian beranjak menuju kamarnya lagi dan keluar membawa sebuah selimut dan bantal.

“buat apa? Aku kan tidur denganmu didalam.” Protes Kyuhyun iseng.

Hyosung melempar bantal yang dipegangnya kemuka Kyuhyun. “ jangan pernah berharap sekalipun. Sudah cepat habiskan minumanmu setelah itu istirahat. Kau terlihat capek sekali. “ ia juga menyerahkan selimutnya kepada Kyuhyun. “ atau kita tukeran? Kau didalam aku diluar? “ tawar Hyosung.

“ andwae! biar aku saja yang diluar.” Kyuhyun menghabiskan minumannya . “ kau tidak tidur? “

“sebentar lagi, tinggal sedikit lagi. Kau tidur saja duluan. “ Hyosung kembali mengerjakan tugasnya yang hampir selesai.

“Hyo-ya. .” panggil Kyuhyun.

“hmm. .” hyosung menggumam tanpa menoleh.

CUP. .

“ Jaljayo. . .” Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyosung dan mengucapkan selamat malam. Tanpa menunggu jawaban Hyosung, ia berbalik menuju sofanya dan merebahkan badannya untuk beristirahat.

Hyosung masih tak bergerak ditempatnya, ia masih shock akibat perbuatan Kyuhyun barusan. Mengecup kepalanya dan mengucapkan selamat tidur? Ini pertama kalinya selama mereka menjalin hubungan. Ia bersumpah akan membunuh Kyuhyun apabila suatu saat ia meledeknya dengan hal ini. Ia memberanikan diri menoleh kebelakang. Kyuhyun sudah tertidur, terdengar dengkuran halus dari mulutnya. Ia jadi bersemangat mengerjakan tugasnya dan selesai lebih cepat dari ayng diperkirakan.

Ia mematikan laptop dan printernya, ia membiarkan lampu meja belajarnya menyala tetapi mematikan lampu ruang tamu. Ia mengecek keadaan Kyuhyun sebelum tidur. Wajahnya tampak lelah sekali tetapi segaris senyum terukir diwajah tampannya. Hati Hyosung menghangat melihat pemandangan seperti ini, tidak semua orang bisa beruntung melihat Kyuhyun tidur dalam jarak sedekat ini. Ia membayangkan banyaknya fans yang sangat memuja-muja kekasihnya ini, dan ia sekali lagi merasa beruntung bisa menjadi kekasihnya. walaupun jalan yang ditempuhnya dalam hubungan ini tidak mudah sama sekali. Ia membetulkan letak selimut Kyuhyun.

“ Jaljayo oppa. .” ucapnya sambil mengusap pipi Kyuhyun. ia lalu masuk kedalam kamarnya.

-000-

Keesokan Paginya. . .

Kyuhyun terbangun karena panggilan di ponselnya, ia meraba letak ponselnya diatas meja.

Manager Hyung
Calling. .

Kyuhyun bangun dari tidurnya, “ yoboseyo Hyung, aku baru bangun.”

Ia mengusap-usap matanya dan terkejut melihat secangkir susu coklat dan sebuah roti isi sudah tersedia diatas meja. Asap yang keluar dari susu coklat tersebut menandakan bahwa itu baru saja dibuat. Ia mengedarkan pandangannya mengelilingi ruangan, tidak ada Hyosung.

“Kau mau dijemput jam berapa hyun-ah? “ tanya manager hyung diseberang sana.
Kyuhyun meniup susu coklatnya lalu meneguknya hingga setengah gelas. Ia mengangkat piring roti nya dan sebuah note jatuh diatas pangkuannya.

Morning ^^
Ketika kau bangun aku sudah berangkat kuliah. Tidurmu nyenyak sekali jadi aku tidak berpamitan denganmu. Aku sudah membuatkan susu coklat dan roti isi untukmu. Sarapan dulu sebelum kau kembali ke dorm. Kabari aku mengenai keadaanmu. Saat kau pergi jangan lupa mengunci pintunya.
Passwordnya. . .
880203
Aku bersumpah akan menggantinya lagi jika kau berani mengejekku tentang password ini.

Always,
Hyo..

Sebuah senyum mengembang di wajah Kyuhyun. ia meletakkan kembali piring rotinya. “30 menit lagi jemput aku Hyung.” ia lalu mematikan ponselnya dan mengambil handuk. Dengan bersenandung ia masuk kedalam kamar mandi.

Isn’t she lovely.. isn’t she wonderfull.. isn’t she precious. .

-Kkeut-


note: another GAJE story from me ._.maaf kalo ada typo.. sekali lagi happy reading..

Senin, 12 Desember 2011

[SungHyun Journey] half day out..



SungHyun ♥

cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member

This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading 

2 November 2011, 08.00 am KST, Incheon Airport..

To: Hyo
Jeowasseoyo….


Sent

Hari ini Kyuhyun kembali ke tanah airnya, Korea Selatan, sembari menunggu manager hyung menjemputnya, Kyuhyun mengirimkan sebuah sms kepada orang yang sangat dirindukannya selama ia berlibur ke Spain. Berharap kekasihnya dapat menemaninya berlibur, tetapi apa daya, kekasihnya sedang fokus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian tengah semester.

Beep beep..

From : Hyo
Ne, Welcome Back ^^


“cih~” Kyuhyun mendesis. “ mwoya?? Beginikah sambutan atas kepulangan kekasihnya? hanya welcome back saja?” gerutu Kyuhyun.” Apa ia sama sekali tidak merindukanku? Bahkan ia tidak menghubungiku selama aku berlibur!” lanjutnya kesal.

Ia memilih tidak membalas sms nya lagi dan memasukkan ponselnya kembali kedalam kantong. Ia menopang dagunya dengan tangannya, “lama sekali mereka menjemputku” gumamnya bosan. ia mulai mencoba menghilangi kebosanannya dengan berdiri, berjalan mondar-mandir sampai kembali duduk lagi.

Ddin Ddin..

“aah, hyung.. akhirnya kau datang juga..” ucap Kyuhyun lega.

“Hyun-ah, mianhae membuatmu menunggu lama..” sesal manager hyung. ia memasukkan koper Kyuhyun kedalam bagasi mobil. “masuklah, kita kembali ke dorm.” Lanjut manager hyung sembari duduk dikursi pengemudi.

“oh” angguk Kyuhyun, ia membuka pintu mobil dan terkejut melihat seseorang entah yeoja atau namja, ia sendiri tidak yakin karena tubuhnya tertutup selimut dan wajahnya tertutup oleh topi yang digunakan untuk menutupi wajahnya.

“hyung, nuguya?” tanya Kyuhyun kebingungan dan setengah berbisik, takut membangunkan orang tersebut. Ia duduk dipinggir menyisakan jarak antara dirinya dengan orang tersebut. Matanya tetap tertuju kepada orang diseberangnya.

“nanti aku jelaskan dijalan.” Katanya kearah kaca spion tengah yang memperlihatkan wajah Kyuhyun yang masih kebingungan. Ia lalu menjalankan mobilnya meninggalkan airport.

“Kau benar-benar ingin tau siapa orang itu?” tanya manager hyung .

Kyuhyun melirik kearah seberang, “mmm, yaa tidak ju..”

“bukalah topi yang menutupi wajahnya..” perintah manager hyung.

Kyuhyun membulatkan matanya, “ mworago? Kenapa harus dilihat? Kenapa hyung tidak langsung memberitahu saja? Nanti dia mengira aku tidak sopan menganggunya yang sedang tidur, nanti image ku bisa ru..”

“aiyaaa, sudah buka saja kalau kau mau tahu..” potong manager hyung tidak sabar.

“hhh..” Kyuhyun menghela nafas berat. “ ye ye ye hyung..” jawabnya malas.
Ia mengulurkan tangannya ragu-ragu mengangkat topi yang menutupi orang itu. Diangkatnya pelan-pelan hingga terlihat bagian hidung sampai dagunya.

“yeoja?” pekik Kyuhyun pelan. Ia baru akan melanjutkan membuka topinya tetapi sebuah senyum yang amat sangat dikenalnya terbentuk diwajah orang itu. Merasa mengenalinya, Kyuhyun membuka topi itu dengan segera.

“YA!! Lee Hyosung!! Apa yang kau lakukan?!!” teriak Kyuhyun kearah yeoja yang ternyata adalah Hyosung.

“hahahahaha, gotcha!! Hahahaha” Hyosung tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kekasihnya. “ expressimu!! Hahaha heeekkkkkk” Kyuhyun tiba-tiba sudah memeluk Hyosung dengan sangat erat.

“ya!! ch cho kkyu hhhyu un, heeeek .. I i ni tter la lu e rrat” ucap Hyosung terbata-bata, tulangnya serasa hampir remuk karena pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk melihat Hyosung, tanpa melepaskan pelukannya . Lalu kemudian ia memeluk Hyosung lagi dan membenamkan wajahnya dilekukan leher dan bahu Hyosung.

“ya! wae irae?? Apa yang terjadi denganmu selama di Spain? Kita hanya tidak bertemu seminggu! Kau tidak malu dengan manager oppa?!” Hyosung bertanya panjang lebar atas sikap Kyuhyun yang berbeda. Sang manager mengulum senyum melihat dari kaca spion tengah.

“biarkan seperti ini.. sebentar lagi saja..” ucap Kyuhyun pelan. Hyosung seketika terdiam dan perlahan melingkarkan lengannya di punggung Kyuhyun. Berharap waktu membeku saat itu juga.

-000-

“ Jangan terlalu malam pulangnya. Kau masih banyak kegiatan Kyuhyun-ah dan kau perlu istirahat.” pesan manager hyung serius.

“ne, arraseo hyung.. mianhae telah merepotkan mu..” Kyuhyun menjawab patuh terhadap pesan manager hyung. ia meminta di drop disebuah taman yang lumayan ramai, ada beberapa pasangan yang sedang bercengkrama, haraboji yang sedang membaca Koran serta seorang ibu yang sedang mengajak bayinya berjalan-jalan. Ia meminta ijin untuk berjalan-jalan dengan Hyosung sebentar. Awalnya ide nya ditolak mentah-mentah oleh Hyosung mengingat Kyuhyun baru saja menempuh perjalanan udara yang sangat lama. Tapi setelah berdebat cukup lama akhirnya Hyosung mengiyakannya, dengan syarat Kyuhyun mengganti bajunya dan harus menyamar, karena Hyosung tidak mau kalau kekasihnya malah diburu oleh penggemarnya karena ide nya yang sedikit aneh. Dan sekarang Kyuhyun mengenakan hoodie biru tua dan memakai topi serta kacamata . Andalan bagi para idol yang menyamar. Tak lupa Hyosung melilitkan syal hingga menutupi setengah wajah Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menuju bangku disudut taman, diikuti Hyosung. Beberapa pasangan yang berada disitu menatap heran kearah mereka, merasa mengenali. Ditambah syal yang dililitkan diwajah Kyuhyun, membuat orang bertanya, “ apa yang dilakukan orang itu dengan syal yang menutupi setengah wajah dicuaca cerah seperti ini?”. Hyosung menundukkan kepalanya pasrah “ aku rasa ini bukan ide yang bagus” gumamnya.

“keurrom… kita terlihat seperti pasangan yang lainnya kan? Duduk berdua, menghabiskan waktu hingga matahari terbenam dan sang pria mengantarkan wanitanya pulang kerumah.” Ucap Kyuhyun sambil bersandar kebelakang.

“aahh, aku tidak betah dengan kacamata dan syal ini.. aku kepanasan..” Kyuhyun hendak melepaskan kacamatanya tetapi ditahan oleh Hyosung.

“andwae! jangan dilepas, jebalyo.. mungkin syalnya saja yang kau longgarkan.. ” mohon Hyosung.

Kyuhyun mengurungkan niatnya dan hanya membetulkan letak kacamatanya. Ia menoleh kearah Hyosung yang masih terdiam sambil menundukkan kepalanya. “aiyaa.. waeyoo? Kau tidak senang ku ajak kesini?” tanya Kyuhyun sedikit kecewa.

“a anieyoo.. aku hanyaa, kau, sikapmu sedikit berbeda, lebih..” Hyosung menggantung ucapannya.

Tuk..

Kyuhyun menjitak kepala Hyosung pelan, “ hahaha, kau ini sensitive sekali ya.. aku hanya mencoba menjadi pribadi yang lebih hangat..haha” Kyuhyun menertawakan ucapannya barusan.

“mwo?” Hyosung reflex menoleh kearah Kyuhyun.

“aahh, sudahlah lupakan saja. Ya! kenapa kau tidak menghubungiku selama aku di Spain? Kau tahu? Aku hampir saja di..”

“aku tahu, aku berulang kali menanyakan keadaan mu kepada manager oppa, aku melihat twitter mu.. “

“jinjjayo?? Lalu kenapa kau tidak menghubungiku saja??” tanya Kyuhyun heran.

“akuu… takut menganggumu.. tapi aku sangat bersyukur kau baik-baik saja dan sempat dibantu oleh ELF Spain “ ucap Hyosung lega.

“hhh” Kyuhyun menghela nafas lagi. “berhenti merasa seperti itu. Kau sama sekali tidak mengangguku Hyo.. aku kan sedang berlibur, sedang santai, mana mungkin sebuah sms atau telepon bisa mengangguku jika saat waktu kerja saja banyak sms dan telepon dari orang-orang termasuk kau. kalau kau mengganggu mana mungkin aku mengajakmu untuk berlibur bersama? ” Kyuhyun menatap Hyosung lekat.

Hyosung mendengarkan dan mencerna penjelasan Kyuhyun dengan baik, “Hajiman..”
“keumanhae Hyo.. arraseo?” tanya Kyuhyun tak ingin dibantah.

Hyosung mendengus kesal. “ neeee, arraseoyooo” ucapnya patuh.

“joha! Hahaha” Kyuhyun tertawa puas sambil mengacak-acak rambut Hyosung.
Hyosung membiarkan rambutnya diacak-acak oleh kekasihnya. ia melihat sekeliling, sepasang kekasih tengah berjalan melewati mereka dengan bergandengan tangan dan sesekali si wanita tertawa karena ucapan si pria,sangat serasi. Selintas ia membayangkan kalau itu adalah dirinya dan Kyuhyun, apakah mereka terlihat seserasi pasangan itu? Alangkah senangnya jika bisa berjalan bersama, menghabiskan waktu dengan mengenal lebih dalam pribadi masing-masing, mengerti lebih jauh pribadi masing-masing. Tetapi buru-buru ditepisnya pikiran itu, ia mengetuk kepalanya pelan.

“babo..” gumamnya. Kenapa ia mudah sekali berfikiran negative sih. Ia dan Kyuhyun punya cara sendiri untuk melakukan semua itu, ia yakin sekali. Dan mereka tidak perlu terlihat serasi, yang paling penting adalah sekarang ini dialah yang menjadi orang yang selalu ada disaat Kyuhyun lelah menjalani semuanya, mendengarkan dan mengucapkan 'semuanya akan baik-baik saja,kau pasti bisa menjalankannya, aku selalu percaya padamu' disaat Kyuhyun butuh dukungan. Dia harus bisa mengesampingkan bahkan membuang jauh-jauh semua pikiran negativenya.

“hwaiting..” ucapnya pelan. Hyosung memejamkan matanya dan meyakinkan hatinya bahwa semuanya pasti bisa mereka lalui.

Ia lalu menoleh kearah Kyuhyun yang tertunduk memegangi tengkuk lehernya. Hyosung melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Kyuhyun yang tertunduk, tak ada respon. Ia lalu menunduk untuk melihat wajah Kyuhyun.

Kyuhyun tertidur…

Wajahnya sangat damai tetapi tetap ada ekspresi lelah yang tercetak diwajahnya. Rasanya ingin sekali ia membenarkan posisi tidur kyuhyun dan membiarkannya tidur sepuasnya. Tapi ini ditaman, dan Kyuhyun masih punya segudang schedule yang menantinya, jadi itu sangat tidak mungkin. Ia berniat membangunkan Kyuhyun. tangannya terangkat untuk mengelus punggung Kyuhyun. “ Kyuhyun-ssi, ireonaseyo..” ucapnya pelan didekat telinga Kyuhyun sambil terus mengelus punggung Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi..”

“Cho Kyuhyun-ssi…”

Tetap belum bangun, Hyosung menghela nafas “ kenapa belum bangun juga? Baru sebentar tertidur, seharusnya belum terlalu pulas..”

“Kyuhyun-ssi..” panggil Hyosung lagi, ia berhenti mengelus punggung Kyuhyun dan ganti menepuk pundaknya pelan.

“Kyuhyun-ssiiiii….” Belum ada tanda-tanda Kyuhyun terbangun. Hyosung sedikit tidak sabar. Dan terus menepuk pundak Kyuhyun. harus bagaimana membangunkannya? Tidak mungkin ia membangunkannya dengan berteriak seperti saat dia membangunkannya di dorm. Bisa-bisa menjadi pusat perhatian ditaman.

“Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyooo….” Hyosung bergidik saat mengucapkannya. .

Tapi..

Kyuhyun tiba-tiba mengangkat wajahnya, “hoaammm, ye ye ye aku sudah bangun..” ucapnya sambil tersenyum kearah Hyosung. “begitu baru cara membangunkan yang benar, kekeke..” ia terkekeh geli. “Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyoooo hahaha neomu johahae..” tawanya lagi. “skor kita 1-1 “ ledek Kyuhyun.

Muka Hyosung memerah karena kesal , “YA!!! KYUHYUN-SSI!! NEO JINJJA!!” teriak Hyosung kesal. “BERANI-BERANINYA KA… hmmpp Hmmpp” Kyuhyun buru-buru menutup mulut Hyosung dengan tangannya sebelum mereka menjadi pusat perhatian.

“YAA!! Jangan menjambak rambutkuu!!” gantian Kyuhyun teriak karena rambutnya dijambak oleh Hyosung yang meminta ia segera menyingkirkan tangan yang membekap mulutnya dan langsung dilepas oleh Kyuhyun.

“Ya!! lain kali aku tidak akan mengucapkannya lagi! Ingat itu!!” sungut Hyosung kesal dan hanya dibalas dengan tawa oleh Kyuhyun. ya, tawa yang sangat lepas. Hyosung mengabadikan itu dalam ingatannya, karna tidak selalunya ia bisa melihat tawa itu.
Kyuhyun tiba-tiba berdiri,

“Kajja, kita mampir ke kedai eskrim dan aku akan mengantarmu pulang ke rumah.” Ajaknya.

“Ice cream? Really?” tanya Hyosung dengan mata berbinar.

“Nee… ppalli ppalli..” Kyuhyun berjalan lebih dulu, meninggalkan Hyosung yang masih diam ditempatnya berdiri.

“ yeay!!” pekik Hyosung senang dan berlari menyusul Kyuhyun. “ kita makan disana atau take away?” tanyanya setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun.

“mmm, take away, eotthe?” tanya Kyuhyun ragu. Ia memperhatikan perubahan ekspressi wajah Hyosung, ia sedikit bisa menebak ekspresi apa yang akan tercetak diwajah kekasihnya. tetapi kali ini berbeda, ekspresi yang tercetak malah sebaliknya.

“Neee.. gwaenchana, aku mau yang banyak kalau begitu.” Hyosung menjawab dengan riang disertai senyum manisnya.

Ekspresi itu menular ke Kyuhyun dan kontan membuatnya juga tersenyum senang. Ia lalu meraih tangan Hyosung, menggenggamnya dan memasukkan tangan mereka kedalam saku hoodienya.

“eh? Kyuhyun-ssi..” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan atas sikapnya.
Kyuhyun menoleh dan tersenyum “biarkan.. nikmati saja hari ini.. kita kan sedang berkencan..kekeke” Kyuhyun tertawa sendiri mendengar ucapannya.

Walaupun Kyuhyun tertawa setelah mengucapkan bahwa mereka sedang “Berkencan” tetapi Hyosung menganggap itu serius dan perlahan wajahnya memerah, tersipu malu. Hal yang langka sekali mereka lakukan, karena biasanya mereka hanya bertemu di dorm atau diapartemen Hyosung. Hyosung tersenyum malu mengingat kejadian hari ini, ia menundukkan kepalanya agar Kyuhyun tidak melihat wajahnya yang memerah seperti tomat.
Kyuhyun yang sedari tadi melihat dari sudut matanya tertawa senang dan mengusap kepala Hyosung dengan sebelah tangannya.

-000-

“double scoop strawberry ice cream, vanilla topping plus cherry chop, no whipe cream.” Hyosung menyebutkan pesanannya antusias. Matanya sibuk memperhatikan si pelayan menyiapkan pesanannya. “ satu lagi, double scoop vanilla chocolate no topping and whipe cream.” Ia menyebutkan pesanan Kyuhyun sembari menerima eskrim miliknya. Ia mengintip keluar kedai, memastikan Kyuhyun baik-baik saja, belum ada yang menyadari penyamarannya 100 %. Kyuhyun sibuk memainkan ponselnya.

“Agasshi..”

“ah, nee.. kamsahamnida, eolmaeyo?”

“semuanya 3000 won” ucap si pelayan ramah.
Hyosung menyerahkan 3 lembar uang 1000-an dan menyerahkannya kepada si pelayan.

“chogi.. namjachinguyeyo?” tanya si pelayan – yang dari penampilannya seusia dengan Hyosung - sambil melihat kearah Kyuhyun.

“ne??” Hyosung tersentak dan mengikuti arah pandang pelayan tersebut. Kyuhyun sudah melepaskan syalnya dan melipatnya. ‘ mwoya!! Kenapa syalnya dilepas?? ‘ batinnya panik. Matanya melotot horror kearah Kyuhyun. “nn ne.. waeyo?” jawabnya terbata.

Si pelayan menggelengkan kepalanya, “ah, anieyo.. hanya sekilas mirip dengan Kyuhyun Super Junior , tetapi tidak mungkin sepertinya. Mereka mana mungkin sempat mencari pacar ditengah jadwal yang padat. “

Deg!
Dasar bodoh! Sudah kubilang agar tetap memakai syalnya! Tidak sadarkah dia kalau dirinya sangat mudah dikenali! itu memang Super junior Kyuhyun! bukan hanya mirip! Teriaknya dalam hati. apa maksud pelayan ini dengan ‘tidak mungkin’ ? tanyanya lemas. Rasa sesak perlahan menyelimuti hatinya.

si pelayan tersenyum sambil memberikan struk pembelian. “ kamsahamnida, datang lagi lain kali.”

“ah, ne.. pasti..” jawabnya dengan senyum hambar. Hyosung membawa eskrimnya keluar kedai, menghampiri Kyuhyun. “ya! kenapa melepas syalnya?? Dimana otakmu?! ini.. “ ia memberikan pesanan Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak dan mengambilnya, “Gomawo.. aku kepanasan.. ” jawabnya santai.

“aigoo.. jeongmal..” keluh Hyosung, tidak mengerti jalan pikiran kekasihnya. “kaja!” ajak Hyosung sambil menyuapkan eskrim kedalam mulutnya.

Kyuhyun melirik jam tangannya, “masih banyak waktu, kita makan disini saja dulu, setelah itu baru kita pulang. Eotthe? “ tawarnya.

“ alright.. ” Hyosung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kyuhyun.
Hyosung menyuap eskrimnya malas, ia teringat percakapan singkatnya dengan pelayan tadi. Ia memperhatikan Kyuhyun yang memakan eskrim miliknya sambil tetap memainkan ponselnya. Ia membuang pandangannya kearah jalan raya. ‘tidak mungkin.. jadwal padat.. ‘ bisiknya pelan. Kata-kata pelayan tersebut memang ada benarnya. Jadwal kegiatan kekasihnya beserta member lainnya sangat padat, mengingat agency tempat mereka bernaung dan popularitas mereka yang sudah mendunia sehingga banyaknya permintaan konser di negara para ELF. “hhh..” desahnya berat. Lagi-lagi dirinya gampang termakan omongan orang lain.

Kyuhyun menoleh kearah Hyosung saat mendengar helaan nafas kekasihnya yang sedang termenung menatap jalan raya.


Tuk. .

Kyuhyun mencolek sedikit eskrimnya dan dioleskannya di pipi Hyosung.

“ ya!” seru Hyosung kaget. “ ige mwoya? “ tanyanya kesal sambil membersihkan eskrim diwajahnya dengan tisu.

Kyuhyun tertawa pelan. “ apa yang dikatakan pelayan itu sampai membuatmu seperti ini? Kulihat pelayan itu melirik kearahku berulang kali.”

“ ne? anieyo.. amugeosdo. . aku saja yang gampang termakan dengan omongan orang lain“. Hyosung menyuapkan eskrim kedalam mulutnya lagi.

Kyuhyun mengusap kepala Hyosung, “ otakmu harus diberi bodyguard agar ada yang menjaga dari serangan perkataan negative orang-orang disekitarmu.”

“ cis~ bodyguard mwoya? Dasar aneh. .” decak Hyosung sinis.

Segerombolan siswi sekolah melewati mereka sambil bercerita dan tertawa. Sekilas terdengar topik pembicaraannya adalah Super Junior yang sedang berlibur dan fans-fans yang beruntung bisa bertemu mereka saat liburan. Tanpa disadari, Kyuhyun dan Hyosung saling berpandangan, kemudian mereka ikut tertawa pelan bersama para siswi tersebut.

WHUSS..

Angin berhembus kencang dan menerbangkan topi yang dipakai oleh Kyuhyun. dengan wajah pucat dan rambut coklat terang atau lebih tepatnya berwarna keemasan, siapapun yang sedang lewat ataupun yang berjarak kurang lebih 50 meter dari mereka bisa langsung mengenali bahwa orang yang sedang duduk di kedai eskrim dan berbicang dengan seorang gadis adalah Cho Kyuhyun, member Super Junior. Ekspresi panik seketika menghiasi wajah keduanya. Kyuhyun segera bangun dari kursinya untuk mencari topinya.

“KYAAAAAA”

Terlambat. Para siswi tadi telah lebih dulu menyadari keberadaannya, penyamarannya terbongkar. Tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun menyambar syal yang tergantung di bangkunya dan segera menarik tangan Hyosung yang masih terdiam melihat kearah para siswi tersebut. “ Kaja kaja!!” ucapnya tak sabar sambil melilitkan syal dilehernya.
Para siswi tersebut berlomba-lomba berlari keluar kedai, mengejar Kyuhyun dan Hyosung yang berlari menghindari mereka.

“OPPAAA!!! KYUHYUN OPPA!!!” mereka terus berlari mengejar sambil meneriakkan nama Kyuhyun. membuat semua orang yang sedang berjalan menoleh kearah mereka. Kyuhyun dan Hyosung tidak memperdulikan tatapan orang-orang tersebut. Yang mereka pikirkan adalah dimana mereka harus bersembunyi. Kyuhyun tetap mengenggam tangan Hyosung, tidak melepaskannya sedikitpun.

“OPPAA!! OPPAA!!”

“KYUHYUN OPPAAA!!! JAMKANMANYOOOO!!!!”

Hyosung menoleh kebelakang dan melihat para siswo itu masih bersemangat mengejar mereka “ Kyuh hyunh shhii.. khi ta mahu kem mha nha?? “ tanya Hyosung dengan nafas tersengal, mereka sudah berlari secepat mungkin dan berhenti sejenak untuk beristirahat. “kyaaa..” tiba-tiba Kyuhyun sudah menarik tangannya agar mengikutinya belok kearah perumahan. Mereka lalu berlari lagi mencari tempat bersembunyi.

Kemudian Kyuhyun menarik Hyosung kesebuah gang kecil diantara 2 rumah. Kyuhyun melepaskan lilitan syal dilehernya dan digunakannya untuk menutupi kepala Hyosung. Ia mendekap Hyosung erat dan menolehkan kepalanya kearah yang berlawanan agar tidak terlihat. Sebisa mungkin ia merapat ke tembok dan melindungi Hyosung agar tidak terlihat. Hyosung memejamkan matanya, mencengkram hoodie kyuhyun, berharap persembunyian mereka ini sangat aman dan mengecoh para siswi tadi. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Nafas mereka terengah-engah, degup jantung mereka berdetak cepat sekali, keringat tak hentinya mengalir di badan mereka. Mereka ketakutan, merasa belum siap jika harus ketahuan publik.

“KYUHYUN OPPA!!” teriakan para siswi tersebut makin terdengar mendekat kearah mereka. Mata mereka makin terpejam erat, dekapan kyuhyun pun makin mengerat, jantung mereka makin berdegup kencang. Langkah kaki para siswi itu makin kencang terdengar.

“OPPAAA….” Tiga..

“KYUHYUN OPPAAAA…” dua..

“OPPAAAA….”

Satu…

Suara teriakan dan langkah kaki para siswi itu tepat berada disamping mereka. Mereka pasrah jika memang harus ketahuan, mungkin sekarang memang waktunya untuk memberitahu perihal hubungan mereka. Lutut Hyosung terasa lemas sekali, jika bukan karna Kyuhyun yang mendekapnya erat, mungkin ia sudah jatuh pingsan karena ketakutan. Dengan kepala yang berada di dada Kyuhyun, ia bisa dengan jelas mendengar degup jantung Kyuhyun yang seperti ingin keluar dari badannya sama seperti jantungnya. Apakah cuma sampai disini hubungannya dengan Kyuhyun? agencynya tidak mungkin mengijinkannya menjalin hubungan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Kyuhyun berusaha menenangkan pikirannya yang sibuk berfikir bahwa jika semuanya terungkap ia harus berusaha sekuat mungkin melindungi kekasihnya dari semua ini, mungkin melepasnya adalah jalan terbaik. Melepaskannya? Ntah dirinya sanggup atau tidak.

Seiring dengan berkelananya pikiran mereka, langkah kaki dan teriakan para siswi itu terdengar menjauh lalu lama kelamaan menghilang. Kyuhyun yang menyadarinya terlebih dahulu, perlahan menolehkan kepalanya untuk melihat situasi.

Kosong. . . sepi . . .

Kyuhyun menghela nafas lega, sangat lega. Satu hal yang langsung terlintas dipikirannya, bahwa tuhan masih memberinya kesempatan untuk tetap menjalani hubungan dengan Hyosung. Perlahan ia melonggarkan pelukannya, melihat kearah Hyosung yang msh mencengkram hoodienya erat.

Hyosung mendengar helaan nafas Kyuhyun, pelukannya pun melonggar. Apa mereka aman? Batinnya cemas. Ia memberanikan diri melihat situasi sebenarnya, tidak ada siapa-siapa, kosong dan sepi.

“aigooo…” hela Hyosung lega, seakan-akan sebuah benda berat yang dari tadi menimpanya telah diangkat. “ we’re safe? “ Hyosung mendongakkan kepalanya kearah Kyuhyun, lebih ke pernyataan bukan pertanyaan.

Kyuhyun tersenyum , “ nee.. “ ucapnya lega.

Hyosung menghela nafas dalam, membenamkan wajahnya kedada Kyuhyun. “ thank God..” bisiknya pelan.

Kyuhyun tertawa dan meletakkan dagunya diatas kepala Hyosung. Hari yang penuh kejutan, batinnya. Hyosung mengangkat kepalanya perlahan, Kyuhyun juga mengangkat dagunya dari kepala Hyosung. Posisi mereka belum berubah sama sekali, Hyosung masih berada dalam pelukan Kyuhyun, hanya sekarang wajah mereka berhadapan.

Kyuhyun menunduk melihat Hyosung begitu juga dengan Hyosung yang mendongak melihat Kyuhyun.Mereka bertatapan sejenak, tiba-tiba Hyosung bisa melihat bahwa wajah Kyuhyun perlahan makin mendekat ke wajahnya. Hyosung ingin mencoba untuk berontak dan melepaskan diri, namun entah setan apa yang menghipnotis dirinya saat matanya malah terpejam pelan dan tak berniat untuk melakukan apapun.

Lama kelamaan Hyosung bisa merasakan wajah Kyuhyun makin mendekat walau dengan mata yang terpejam. Sungguh, jantung Hyosung tak bisa berhenti berdebar seribu kali lipat lebih cepat. Tuhan, jika ini adalah waktu yang tepat, maka Hyosung tak akan menolak ciuma…

“HATSSYIIII!!!!”, tiba-tiba saja suara bersin itu terdengar jelas di telinga Hyosung dan diiringi dengan ‘hujan lokal’ yang tepat mengenai wajahnya. Hyosung membuka matanya dan melihat Kyuhyun sedang mengusap hidungnya dan bersin lagi, “HATTSYII!!”.

“ YA!! CHO KYUHYUN!! AKU MAU PULANG!!! SEN-DI-RI!!”

“ya! waeyo?! Aku akan mengantarmu!”

-000-

“Jangan berani datang ke apartemenku kalau tidak ku undang dan tidak penting!!”

“waeyo?!! Aku kan kekasihmu!! Lagi pula aku tahu passwordnya..”

“akan aku ganti!!”

“ya!! ada apa denganmu?? Kenapa tiba-tiba menjadi galak lagi??”

“Molla!!! Kau pikir saja sendiri!!”

-Kkeut-


note: wahahahaa, akibat mupeng sama ELF yang ketemu mereka semua saat liburan, jadinya iseng buat ff ini ._.v