
SungHyun ♥
cast:
.: YOU as Lee Hyosung
.: Super Junior Kyuhyun as Cho Kyuhyun
.: Super Junior Member
This is just a fanfic, no bash ^^
Comments are love and needed, happy reading
2 November 2011, 08.00 am KST, Incheon Airport..
To: Hyo
Jeowasseoyo….
Sent
Hari ini Kyuhyun kembali ke tanah airnya, Korea Selatan, sembari menunggu manager hyung menjemputnya, Kyuhyun mengirimkan sebuah sms kepada orang yang sangat dirindukannya selama ia berlibur ke Spain. Berharap kekasihnya dapat menemaninya berlibur, tetapi apa daya, kekasihnya sedang fokus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian tengah semester.
Beep beep..
From : Hyo
Ne, Welcome Back ^^
“cih~” Kyuhyun mendesis. “ mwoya?? Beginikah sambutan atas kepulangan kekasihnya? hanya welcome back saja?” gerutu Kyuhyun.” Apa ia sama sekali tidak merindukanku? Bahkan ia tidak menghubungiku selama aku berlibur!” lanjutnya kesal.
Ia memilih tidak membalas sms nya lagi dan memasukkan ponselnya kembali kedalam kantong. Ia menopang dagunya dengan tangannya, “lama sekali mereka menjemputku” gumamnya bosan. ia mulai mencoba menghilangi kebosanannya dengan berdiri, berjalan mondar-mandir sampai kembali duduk lagi.
Ddin Ddin..
“aah, hyung.. akhirnya kau datang juga..” ucap Kyuhyun lega.
“Hyun-ah, mianhae membuatmu menunggu lama..” sesal manager hyung. ia memasukkan koper Kyuhyun kedalam bagasi mobil. “masuklah, kita kembali ke dorm.” Lanjut manager hyung sembari duduk dikursi pengemudi.
“oh” angguk Kyuhyun, ia membuka pintu mobil dan terkejut melihat seseorang entah yeoja atau namja, ia sendiri tidak yakin karena tubuhnya tertutup selimut dan wajahnya tertutup oleh topi yang digunakan untuk menutupi wajahnya.
“hyung, nuguya?” tanya Kyuhyun kebingungan dan setengah berbisik, takut membangunkan orang tersebut. Ia duduk dipinggir menyisakan jarak antara dirinya dengan orang tersebut. Matanya tetap tertuju kepada orang diseberangnya.
“nanti aku jelaskan dijalan.” Katanya kearah kaca spion tengah yang memperlihatkan wajah Kyuhyun yang masih kebingungan. Ia lalu menjalankan mobilnya meninggalkan airport.
“Kau benar-benar ingin tau siapa orang itu?” tanya manager hyung .
Kyuhyun melirik kearah seberang, “mmm, yaa tidak ju..”
“bukalah topi yang menutupi wajahnya..” perintah manager hyung.
Kyuhyun membulatkan matanya, “ mworago? Kenapa harus dilihat? Kenapa hyung tidak langsung memberitahu saja? Nanti dia mengira aku tidak sopan menganggunya yang sedang tidur, nanti image ku bisa ru..”
“aiyaaa, sudah buka saja kalau kau mau tahu..” potong manager hyung tidak sabar.
“hhh..” Kyuhyun menghela nafas berat. “ ye ye ye hyung..” jawabnya malas.
Ia mengulurkan tangannya ragu-ragu mengangkat topi yang menutupi orang itu. Diangkatnya pelan-pelan hingga terlihat bagian hidung sampai dagunya.
“yeoja?” pekik Kyuhyun pelan. Ia baru akan melanjutkan membuka topinya tetapi sebuah senyum yang amat sangat dikenalnya terbentuk diwajah orang itu. Merasa mengenalinya, Kyuhyun membuka topi itu dengan segera.
“YA!! Lee Hyosung!! Apa yang kau lakukan?!!” teriak Kyuhyun kearah yeoja yang ternyata adalah Hyosung.
“hahahahaha, gotcha!! Hahahaha” Hyosung tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kekasihnya. “ expressimu!! Hahaha heeekkkkkk” Kyuhyun tiba-tiba sudah memeluk Hyosung dengan sangat erat.
“ya!! ch cho kkyu hhhyu un, heeeek .. I i ni tter la lu e rrat” ucap Hyosung terbata-bata, tulangnya serasa hampir remuk karena pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk melihat Hyosung, tanpa melepaskan pelukannya . Lalu kemudian ia memeluk Hyosung lagi dan membenamkan wajahnya dilekukan leher dan bahu Hyosung.
“ya! wae irae?? Apa yang terjadi denganmu selama di Spain? Kita hanya tidak bertemu seminggu! Kau tidak malu dengan manager oppa?!” Hyosung bertanya panjang lebar atas sikap Kyuhyun yang berbeda. Sang manager mengulum senyum melihat dari kaca spion tengah.
“biarkan seperti ini.. sebentar lagi saja..” ucap Kyuhyun pelan. Hyosung seketika terdiam dan perlahan melingkarkan lengannya di punggung Kyuhyun. Berharap waktu membeku saat itu juga.
-000-
“ Jangan terlalu malam pulangnya. Kau masih banyak kegiatan Kyuhyun-ah dan kau perlu istirahat.” pesan manager hyung serius.
“ne, arraseo hyung.. mianhae telah merepotkan mu..” Kyuhyun menjawab patuh terhadap pesan manager hyung. ia meminta di drop disebuah taman yang lumayan ramai, ada beberapa pasangan yang sedang bercengkrama, haraboji yang sedang membaca Koran serta seorang ibu yang sedang mengajak bayinya berjalan-jalan. Ia meminta ijin untuk berjalan-jalan dengan Hyosung sebentar. Awalnya ide nya ditolak mentah-mentah oleh Hyosung mengingat Kyuhyun baru saja menempuh perjalanan udara yang sangat lama. Tapi setelah berdebat cukup lama akhirnya Hyosung mengiyakannya, dengan syarat Kyuhyun mengganti bajunya dan harus menyamar, karena Hyosung tidak mau kalau kekasihnya malah diburu oleh penggemarnya karena ide nya yang sedikit aneh. Dan sekarang Kyuhyun mengenakan hoodie biru tua dan memakai topi serta kacamata . Andalan bagi para idol yang menyamar. Tak lupa Hyosung melilitkan syal hingga menutupi setengah wajah Kyuhyun.
Kyuhyun berjalan menuju bangku disudut taman, diikuti Hyosung. Beberapa pasangan yang berada disitu menatap heran kearah mereka, merasa mengenali. Ditambah syal yang dililitkan diwajah Kyuhyun, membuat orang bertanya, “ apa yang dilakukan orang itu dengan syal yang menutupi setengah wajah dicuaca cerah seperti ini?”. Hyosung menundukkan kepalanya pasrah “ aku rasa ini bukan ide yang bagus” gumamnya.
“keurrom… kita terlihat seperti pasangan yang lainnya kan? Duduk berdua, menghabiskan waktu hingga matahari terbenam dan sang pria mengantarkan wanitanya pulang kerumah.” Ucap Kyuhyun sambil bersandar kebelakang.
“aahh, aku tidak betah dengan kacamata dan syal ini.. aku kepanasan..” Kyuhyun hendak melepaskan kacamatanya tetapi ditahan oleh Hyosung.
“andwae! jangan dilepas, jebalyo.. mungkin syalnya saja yang kau longgarkan.. ” mohon Hyosung.
Kyuhyun mengurungkan niatnya dan hanya membetulkan letak kacamatanya. Ia menoleh kearah Hyosung yang masih terdiam sambil menundukkan kepalanya. “aiyaa.. waeyoo? Kau tidak senang ku ajak kesini?” tanya Kyuhyun sedikit kecewa.
“a anieyoo.. aku hanyaa, kau, sikapmu sedikit berbeda, lebih..” Hyosung menggantung ucapannya.
Tuk..
Kyuhyun menjitak kepala Hyosung pelan, “ hahaha, kau ini sensitive sekali ya.. aku hanya mencoba menjadi pribadi yang lebih hangat..haha” Kyuhyun menertawakan ucapannya barusan.
“mwo?” Hyosung reflex menoleh kearah Kyuhyun.
“aahh, sudahlah lupakan saja. Ya! kenapa kau tidak menghubungiku selama aku di Spain? Kau tahu? Aku hampir saja di..”
“aku tahu, aku berulang kali menanyakan keadaan mu kepada manager oppa, aku melihat twitter mu.. “
“jinjjayo?? Lalu kenapa kau tidak menghubungiku saja??” tanya Kyuhyun heran.
“akuu… takut menganggumu.. tapi aku sangat bersyukur kau baik-baik saja dan sempat dibantu oleh ELF Spain “ ucap Hyosung lega.
“hhh” Kyuhyun menghela nafas lagi. “berhenti merasa seperti itu. Kau sama sekali tidak mengangguku Hyo.. aku kan sedang berlibur, sedang santai, mana mungkin sebuah sms atau telepon bisa mengangguku jika saat waktu kerja saja banyak sms dan telepon dari orang-orang termasuk kau. kalau kau mengganggu mana mungkin aku mengajakmu untuk berlibur bersama? ” Kyuhyun menatap Hyosung lekat.
Hyosung mendengarkan dan mencerna penjelasan Kyuhyun dengan baik, “Hajiman..”
“keumanhae Hyo.. arraseo?” tanya Kyuhyun tak ingin dibantah.
Hyosung mendengus kesal. “ neeee, arraseoyooo” ucapnya patuh.
“joha! Hahaha” Kyuhyun tertawa puas sambil mengacak-acak rambut Hyosung.
Hyosung membiarkan rambutnya diacak-acak oleh kekasihnya. ia melihat sekeliling, sepasang kekasih tengah berjalan melewati mereka dengan bergandengan tangan dan sesekali si wanita tertawa karena ucapan si pria,sangat serasi. Selintas ia membayangkan kalau itu adalah dirinya dan Kyuhyun, apakah mereka terlihat seserasi pasangan itu? Alangkah senangnya jika bisa berjalan bersama, menghabiskan waktu dengan mengenal lebih dalam pribadi masing-masing, mengerti lebih jauh pribadi masing-masing. Tetapi buru-buru ditepisnya pikiran itu, ia mengetuk kepalanya pelan.
“babo..” gumamnya. Kenapa ia mudah sekali berfikiran negative sih. Ia dan Kyuhyun punya cara sendiri untuk melakukan semua itu, ia yakin sekali. Dan mereka tidak perlu terlihat serasi, yang paling penting adalah sekarang ini dialah yang menjadi orang yang selalu ada disaat Kyuhyun lelah menjalani semuanya, mendengarkan dan mengucapkan 'semuanya akan baik-baik saja,kau pasti bisa menjalankannya, aku selalu percaya padamu' disaat Kyuhyun butuh dukungan. Dia harus bisa mengesampingkan bahkan membuang jauh-jauh semua pikiran negativenya.
“hwaiting..” ucapnya pelan. Hyosung memejamkan matanya dan meyakinkan hatinya bahwa semuanya pasti bisa mereka lalui.
Ia lalu menoleh kearah Kyuhyun yang tertunduk memegangi tengkuk lehernya. Hyosung melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Kyuhyun yang tertunduk, tak ada respon. Ia lalu menunduk untuk melihat wajah Kyuhyun.
Kyuhyun tertidur…
Wajahnya sangat damai tetapi tetap ada ekspresi lelah yang tercetak diwajahnya. Rasanya ingin sekali ia membenarkan posisi tidur kyuhyun dan membiarkannya tidur sepuasnya. Tapi ini ditaman, dan Kyuhyun masih punya segudang schedule yang menantinya, jadi itu sangat tidak mungkin. Ia berniat membangunkan Kyuhyun. tangannya terangkat untuk mengelus punggung Kyuhyun. “ Kyuhyun-ssi, ireonaseyo..” ucapnya pelan didekat telinga Kyuhyun sambil terus mengelus punggung Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi..”
“Cho Kyuhyun-ssi…”
Tetap belum bangun, Hyosung menghela nafas “ kenapa belum bangun juga? Baru sebentar tertidur, seharusnya belum terlalu pulas..”
“Kyuhyun-ssi..” panggil Hyosung lagi, ia berhenti mengelus punggung Kyuhyun dan ganti menepuk pundaknya pelan.
“Kyuhyun-ssiiiii….” Belum ada tanda-tanda Kyuhyun terbangun. Hyosung sedikit tidak sabar. Dan terus menepuk pundak Kyuhyun. harus bagaimana membangunkannya? Tidak mungkin ia membangunkannya dengan berteriak seperti saat dia membangunkannya di dorm. Bisa-bisa menjadi pusat perhatian ditaman.
“Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyooo….” Hyosung bergidik saat mengucapkannya. .
Tapi..
Kyuhyun tiba-tiba mengangkat wajahnya, “hoaammm, ye ye ye aku sudah bangun..” ucapnya sambil tersenyum kearah Hyosung. “begitu baru cara membangunkan yang benar, kekeke..” ia terkekeh geli. “Kyuhyun oppaaaa, ireonaseyoooo hahaha neomu johahae..” tawanya lagi. “skor kita 1-1 “ ledek Kyuhyun.
Muka Hyosung memerah karena kesal , “YA!!! KYUHYUN-SSI!! NEO JINJJA!!” teriak Hyosung kesal. “BERANI-BERANINYA KA… hmmpp Hmmpp” Kyuhyun buru-buru menutup mulut Hyosung dengan tangannya sebelum mereka menjadi pusat perhatian.
“YAA!! Jangan menjambak rambutkuu!!” gantian Kyuhyun teriak karena rambutnya dijambak oleh Hyosung yang meminta ia segera menyingkirkan tangan yang membekap mulutnya dan langsung dilepas oleh Kyuhyun.
“Ya!! lain kali aku tidak akan mengucapkannya lagi! Ingat itu!!” sungut Hyosung kesal dan hanya dibalas dengan tawa oleh Kyuhyun. ya, tawa yang sangat lepas. Hyosung mengabadikan itu dalam ingatannya, karna tidak selalunya ia bisa melihat tawa itu.
Kyuhyun tiba-tiba berdiri,
“Kajja, kita mampir ke kedai eskrim dan aku akan mengantarmu pulang ke rumah.” Ajaknya.
“Ice cream? Really?” tanya Hyosung dengan mata berbinar.
“Nee… ppalli ppalli..” Kyuhyun berjalan lebih dulu, meninggalkan Hyosung yang masih diam ditempatnya berdiri.
“ yeay!!” pekik Hyosung senang dan berlari menyusul Kyuhyun. “ kita makan disana atau take away?” tanyanya setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun.
“mmm, take away, eotthe?” tanya Kyuhyun ragu. Ia memperhatikan perubahan ekspressi wajah Hyosung, ia sedikit bisa menebak ekspresi apa yang akan tercetak diwajah kekasihnya. tetapi kali ini berbeda, ekspresi yang tercetak malah sebaliknya.
“Neee.. gwaenchana, aku mau yang banyak kalau begitu.” Hyosung menjawab dengan riang disertai senyum manisnya.
Ekspresi itu menular ke Kyuhyun dan kontan membuatnya juga tersenyum senang. Ia lalu meraih tangan Hyosung, menggenggamnya dan memasukkan tangan mereka kedalam saku hoodienya.
“eh? Kyuhyun-ssi..” Hyosung menoleh kearah Kyuhyun meminta penjelasan atas sikapnya.
Kyuhyun menoleh dan tersenyum “biarkan.. nikmati saja hari ini.. kita kan sedang berkencan..kekeke” Kyuhyun tertawa sendiri mendengar ucapannya.
Walaupun Kyuhyun tertawa setelah mengucapkan bahwa mereka sedang “Berkencan” tetapi Hyosung menganggap itu serius dan perlahan wajahnya memerah, tersipu malu. Hal yang langka sekali mereka lakukan, karena biasanya mereka hanya bertemu di dorm atau diapartemen Hyosung. Hyosung tersenyum malu mengingat kejadian hari ini, ia menundukkan kepalanya agar Kyuhyun tidak melihat wajahnya yang memerah seperti tomat.
Kyuhyun yang sedari tadi melihat dari sudut matanya tertawa senang dan mengusap kepala Hyosung dengan sebelah tangannya.
-000-
“double scoop strawberry ice cream, vanilla topping plus cherry chop, no whipe cream.” Hyosung menyebutkan pesanannya antusias. Matanya sibuk memperhatikan si pelayan menyiapkan pesanannya. “ satu lagi, double scoop vanilla chocolate no topping and whipe cream.” Ia menyebutkan pesanan Kyuhyun sembari menerima eskrim miliknya. Ia mengintip keluar kedai, memastikan Kyuhyun baik-baik saja, belum ada yang menyadari penyamarannya 100 %. Kyuhyun sibuk memainkan ponselnya.
“Agasshi..”
“ah, nee.. kamsahamnida, eolmaeyo?”
“semuanya 3000 won” ucap si pelayan ramah.
Hyosung menyerahkan 3 lembar uang 1000-an dan menyerahkannya kepada si pelayan.
“chogi.. namjachinguyeyo?” tanya si pelayan – yang dari penampilannya seusia dengan Hyosung - sambil melihat kearah Kyuhyun.
“ne??” Hyosung tersentak dan mengikuti arah pandang pelayan tersebut. Kyuhyun sudah melepaskan syalnya dan melipatnya. ‘ mwoya!! Kenapa syalnya dilepas?? ‘ batinnya panik. Matanya melotot horror kearah Kyuhyun. “nn ne.. waeyo?” jawabnya terbata.
Si pelayan menggelengkan kepalanya, “ah, anieyo.. hanya sekilas mirip dengan Kyuhyun Super Junior , tetapi tidak mungkin sepertinya. Mereka mana mungkin sempat mencari pacar ditengah jadwal yang padat. “
Deg!
Dasar bodoh! Sudah kubilang agar tetap memakai syalnya! Tidak sadarkah dia kalau dirinya sangat mudah dikenali! itu memang Super junior Kyuhyun! bukan hanya mirip! Teriaknya dalam hati. apa maksud pelayan ini dengan ‘tidak mungkin’ ? tanyanya lemas. Rasa sesak perlahan menyelimuti hatinya.
si pelayan tersenyum sambil memberikan struk pembelian. “ kamsahamnida, datang lagi lain kali.”
“ah, ne.. pasti..” jawabnya dengan senyum hambar. Hyosung membawa eskrimnya keluar kedai, menghampiri Kyuhyun. “ya! kenapa melepas syalnya?? Dimana otakmu?! ini.. “ ia memberikan pesanan Kyuhyun.
Kyuhyun mendongak dan mengambilnya, “Gomawo.. aku kepanasan.. ” jawabnya santai.
“aigoo.. jeongmal..” keluh Hyosung, tidak mengerti jalan pikiran kekasihnya. “kaja!” ajak Hyosung sambil menyuapkan eskrim kedalam mulutnya.
Kyuhyun melirik jam tangannya, “masih banyak waktu, kita makan disini saja dulu, setelah itu baru kita pulang. Eotthe? “ tawarnya.
“ alright.. ” Hyosung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kyuhyun.
Hyosung menyuap eskrimnya malas, ia teringat percakapan singkatnya dengan pelayan tadi. Ia memperhatikan Kyuhyun yang memakan eskrim miliknya sambil tetap memainkan ponselnya. Ia membuang pandangannya kearah jalan raya. ‘tidak mungkin.. jadwal padat.. ‘ bisiknya pelan. Kata-kata pelayan tersebut memang ada benarnya. Jadwal kegiatan kekasihnya beserta member lainnya sangat padat, mengingat agency tempat mereka bernaung dan popularitas mereka yang sudah mendunia sehingga banyaknya permintaan konser di negara para ELF. “hhh..” desahnya berat. Lagi-lagi dirinya gampang termakan omongan orang lain.
Kyuhyun menoleh kearah Hyosung saat mendengar helaan nafas kekasihnya yang sedang termenung menatap jalan raya.
Tuk. .
Kyuhyun mencolek sedikit eskrimnya dan dioleskannya di pipi Hyosung.
“ ya!” seru Hyosung kaget. “ ige mwoya? “ tanyanya kesal sambil membersihkan eskrim diwajahnya dengan tisu.
Kyuhyun tertawa pelan. “ apa yang dikatakan pelayan itu sampai membuatmu seperti ini? Kulihat pelayan itu melirik kearahku berulang kali.”
“ ne? anieyo.. amugeosdo. . aku saja yang gampang termakan dengan omongan orang lain“. Hyosung menyuapkan eskrim kedalam mulutnya lagi.
Kyuhyun mengusap kepala Hyosung, “ otakmu harus diberi bodyguard agar ada yang menjaga dari serangan perkataan negative orang-orang disekitarmu.”
“ cis~ bodyguard mwoya? Dasar aneh. .” decak Hyosung sinis.
Segerombolan siswi sekolah melewati mereka sambil bercerita dan tertawa. Sekilas terdengar topik pembicaraannya adalah Super Junior yang sedang berlibur dan fans-fans yang beruntung bisa bertemu mereka saat liburan. Tanpa disadari, Kyuhyun dan Hyosung saling berpandangan, kemudian mereka ikut tertawa pelan bersama para siswi tersebut.
WHUSS..
Angin berhembus kencang dan menerbangkan topi yang dipakai oleh Kyuhyun. dengan wajah pucat dan rambut coklat terang atau lebih tepatnya berwarna keemasan, siapapun yang sedang lewat ataupun yang berjarak kurang lebih 50 meter dari mereka bisa langsung mengenali bahwa orang yang sedang duduk di kedai eskrim dan berbicang dengan seorang gadis adalah Cho Kyuhyun, member Super Junior. Ekspresi panik seketika menghiasi wajah keduanya. Kyuhyun segera bangun dari kursinya untuk mencari topinya.
“KYAAAAAA”
Terlambat. Para siswi tadi telah lebih dulu menyadari keberadaannya, penyamarannya terbongkar. Tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun menyambar syal yang tergantung di bangkunya dan segera menarik tangan Hyosung yang masih terdiam melihat kearah para siswi tersebut. “ Kaja kaja!!” ucapnya tak sabar sambil melilitkan syal dilehernya.
Para siswi tersebut berlomba-lomba berlari keluar kedai, mengejar Kyuhyun dan Hyosung yang berlari menghindari mereka.
“OPPAAA!!! KYUHYUN OPPA!!!” mereka terus berlari mengejar sambil meneriakkan nama Kyuhyun. membuat semua orang yang sedang berjalan menoleh kearah mereka. Kyuhyun dan Hyosung tidak memperdulikan tatapan orang-orang tersebut. Yang mereka pikirkan adalah dimana mereka harus bersembunyi. Kyuhyun tetap mengenggam tangan Hyosung, tidak melepaskannya sedikitpun.
“OPPAA!! OPPAA!!”
“KYUHYUN OPPAAA!!! JAMKANMANYOOOO!!!!”
Hyosung menoleh kebelakang dan melihat para siswo itu masih bersemangat mengejar mereka “ Kyuh hyunh shhii.. khi ta mahu kem mha nha?? “ tanya Hyosung dengan nafas tersengal, mereka sudah berlari secepat mungkin dan berhenti sejenak untuk beristirahat. “kyaaa..” tiba-tiba Kyuhyun sudah menarik tangannya agar mengikutinya belok kearah perumahan. Mereka lalu berlari lagi mencari tempat bersembunyi.
Kemudian Kyuhyun menarik Hyosung kesebuah gang kecil diantara 2 rumah. Kyuhyun melepaskan lilitan syal dilehernya dan digunakannya untuk menutupi kepala Hyosung. Ia mendekap Hyosung erat dan menolehkan kepalanya kearah yang berlawanan agar tidak terlihat. Sebisa mungkin ia merapat ke tembok dan melindungi Hyosung agar tidak terlihat. Hyosung memejamkan matanya, mencengkram hoodie kyuhyun, berharap persembunyian mereka ini sangat aman dan mengecoh para siswi tadi. Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Nafas mereka terengah-engah, degup jantung mereka berdetak cepat sekali, keringat tak hentinya mengalir di badan mereka. Mereka ketakutan, merasa belum siap jika harus ketahuan publik.
“KYUHYUN OPPA!!” teriakan para siswi tersebut makin terdengar mendekat kearah mereka. Mata mereka makin terpejam erat, dekapan kyuhyun pun makin mengerat, jantung mereka makin berdegup kencang. Langkah kaki para siswi itu makin kencang terdengar.
“OPPAAA….” Tiga..
“KYUHYUN OPPAAAA…” dua..
“OPPAAAA….”
Satu…
Suara teriakan dan langkah kaki para siswi itu tepat berada disamping mereka. Mereka pasrah jika memang harus ketahuan, mungkin sekarang memang waktunya untuk memberitahu perihal hubungan mereka. Lutut Hyosung terasa lemas sekali, jika bukan karna Kyuhyun yang mendekapnya erat, mungkin ia sudah jatuh pingsan karena ketakutan. Dengan kepala yang berada di dada Kyuhyun, ia bisa dengan jelas mendengar degup jantung Kyuhyun yang seperti ingin keluar dari badannya sama seperti jantungnya. Apakah cuma sampai disini hubungannya dengan Kyuhyun? agencynya tidak mungkin mengijinkannya menjalin hubungan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
Kyuhyun berusaha menenangkan pikirannya yang sibuk berfikir bahwa jika semuanya terungkap ia harus berusaha sekuat mungkin melindungi kekasihnya dari semua ini, mungkin melepasnya adalah jalan terbaik. Melepaskannya? Ntah dirinya sanggup atau tidak.
Seiring dengan berkelananya pikiran mereka, langkah kaki dan teriakan para siswi itu terdengar menjauh lalu lama kelamaan menghilang. Kyuhyun yang menyadarinya terlebih dahulu, perlahan menolehkan kepalanya untuk melihat situasi.
Kosong. . . sepi . . .
Kyuhyun menghela nafas lega, sangat lega. Satu hal yang langsung terlintas dipikirannya, bahwa tuhan masih memberinya kesempatan untuk tetap menjalani hubungan dengan Hyosung. Perlahan ia melonggarkan pelukannya, melihat kearah Hyosung yang msh mencengkram hoodienya erat.
Hyosung mendengar helaan nafas Kyuhyun, pelukannya pun melonggar. Apa mereka aman? Batinnya cemas. Ia memberanikan diri melihat situasi sebenarnya, tidak ada siapa-siapa, kosong dan sepi.
“aigooo…” hela Hyosung lega, seakan-akan sebuah benda berat yang dari tadi menimpanya telah diangkat. “ we’re safe? “ Hyosung mendongakkan kepalanya kearah Kyuhyun, lebih ke pernyataan bukan pertanyaan.
Kyuhyun tersenyum , “ nee.. “ ucapnya lega.
Hyosung menghela nafas dalam, membenamkan wajahnya kedada Kyuhyun. “ thank God..” bisiknya pelan.
Kyuhyun tertawa dan meletakkan dagunya diatas kepala Hyosung. Hari yang penuh kejutan, batinnya. Hyosung mengangkat kepalanya perlahan, Kyuhyun juga mengangkat dagunya dari kepala Hyosung. Posisi mereka belum berubah sama sekali, Hyosung masih berada dalam pelukan Kyuhyun, hanya sekarang wajah mereka berhadapan.
Kyuhyun menunduk melihat Hyosung begitu juga dengan Hyosung yang mendongak melihat Kyuhyun.Mereka bertatapan sejenak, tiba-tiba Hyosung bisa melihat bahwa wajah Kyuhyun perlahan makin mendekat ke wajahnya. Hyosung ingin mencoba untuk berontak dan melepaskan diri, namun entah setan apa yang menghipnotis dirinya saat matanya malah terpejam pelan dan tak berniat untuk melakukan apapun.
Lama kelamaan Hyosung bisa merasakan wajah Kyuhyun makin mendekat walau dengan mata yang terpejam. Sungguh, jantung Hyosung tak bisa berhenti berdebar seribu kali lipat lebih cepat. Tuhan, jika ini adalah waktu yang tepat, maka Hyosung tak akan menolak ciuma…
“HATSSYIIII!!!!”, tiba-tiba saja suara bersin itu terdengar jelas di telinga Hyosung dan diiringi dengan ‘hujan lokal’ yang tepat mengenai wajahnya. Hyosung membuka matanya dan melihat Kyuhyun sedang mengusap hidungnya dan bersin lagi, “HATTSYII!!”.
“ YA!! CHO KYUHYUN!! AKU MAU PULANG!!! SEN-DI-RI!!”
“ya! waeyo?! Aku akan mengantarmu!”
-000-
“Jangan berani datang ke apartemenku kalau tidak ku undang dan tidak penting!!”
“waeyo?!! Aku kan kekasihmu!! Lagi pula aku tahu passwordnya..”
“akan aku ganti!!”
“ya!! ada apa denganmu?? Kenapa tiba-tiba menjadi galak lagi??”
“Molla!!! Kau pikir saja sendiri!!”
-Kkeut-
note: wahahahaa, akibat mupeng sama ELF yang ketemu mereka semua saat liburan, jadinya iseng buat ff ini ._.v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar