
Pengumuman hasil ujian masuk Universitas Seoul..
Author POV..
“kyaaaaa!!!! Kita lulus HyeHoon-ah!! Chukkae” teriak HyoSung sambil loncat-loncat. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya sama sekali. Tidak sia-sia ia berkutat dengan buku-buku latihan yang tebalnya bisa untuk mengganjal kepala saat tidur, tidak sia-sia pengorbanannya untuk tidak bertemu dengan kekasihnya selama 4 bulan lebih. Ia diterima di fakultas seni rupa, sedangkan HyeHoon difakultas seni budaya.
Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya dan berbicara didekat telinganya.” Congratulations my dear” ucap orang itu lembut.
HyoSung menoleh dan reflex memeluk orang itu. “ kya oppa!! Aku diterima!!” teriaknya senang.
KyuHyun terkejut dengan expresi HyoSung yang tiba-tiba memeluknya, didepan umum lagi. Ia melingkarkan tangannya dipinggang HyoSung, mendekapnya erat. Matanya terpejam erat menikmati pelukan itu. Ia membisikkan sesuatu ditelinga HyoSung. Kemudian HyoSung melepaskan pelukannya pada KyuHyun.
“kau hebat Hyo, sekali lagi chukkae” ucap KyuHyun sambil mengelus kepala HyoSung.
“nde, gomawo oppa. Semua ini karena kau juga.” HyoSung tersenyum penuh arti saat mengucapkannya.
“mwo? karena aku? Aku tidak merasa membantumu sama sekali.” Tanya kyuhyun bingung.
“aaah~ pokoknya gitu deh. Kajja! kita makan eskrim” ajak HyoSung sambil menarik tangan KyuHyun.
KyuHyun POV…
Hari ini pengumuman hasil ujian masuk universitas. Aku sengaja datang tanpa memberitahunya. Kulihat ia berlari menuju papan pengumuman sambil menarik tangan HyeHoon. Lalu kemudian ia sudah berteriak senang karena ia diterima di uni pilihannya. Aku menghampirinya, menyentuh pundaknya dan berbicara ditelinganya, “Congratulations my dear”. Detik berikutnya ia menoleh dengan expresi yang diluar perkiraanku. Ia memelukku!! Pertama kalinya!!
“kyaa oppa!! Aku diterima!!” ucapnya sambil meloncat-loncat kegirangan. Aku terdiam dan kemudian melingkarkan tanganku dipinggangnya. Mendekapnya lebih erat, merasakan kehadirannya dipelukanku, mencium wangi khas yang selalu aku suka. “ jeongmal bogoshipo Hyo” bisikku ditelinganya. Tapi kurasa ia terlalu senang untuk mendengarkan bisikanku. Ia melepaskan pelukannya.
“kau hebat Hyo, sekali lagi chukkae” ucapku sambil mengelus kepalanya.
“nde, gomawo oppa. Semua ini karena kau juga.” Ia tersenyum penuh arti kepadaku.
“mwo? karena aku? Aku merasa tidak membantumu sama sekali.” Tanyaku bingung. Aku sama sekali tidak membantunya, kenapa dia bilang semuanya karena aku? Apa maksudnya?
“aah~ pokoknya gitu deh. Kajja! Kita makan eskrim” ajaknya sambil menarik tanganku kearah mobilku.
Aku benar-benar penasaran dibuatnya, dia suka sekali membuatku bertanya-tanya. Pertama dia tadi memelukku pertama kalinya, sekarang dia bilang dial lulus karena aku, nanti apa lagi yang akan dilakukannya dan membuatku penasaran. Aku mengikutinya kemobil, kubuka kunci mobil dan masuk kedalam.
“sepertinya moodmu hari ini benar-benar sangat bagus ya, mau kemana kita?” tanyaku sambil menstarter mobil.
“molla, aku hanya merasa ingin bersenang-senang hari ini. Ke Baskin Robbins?” ia meminta persetujuan dariku.
“as your wish my dear.” Jawabku kemudian menjalankan mobil ketempat yang dituju.
Selama perjalanan kulihat ia tidak berhenti tersenyum, melihatnya seperti itu aku juga ikut tersenyum. Sesekali ia menoleh kearahku menanyakan tentang kabarku, kuliahku dan hyung-hyungku. Apa kau sudah berubah Hyo? Apa ini hadiah atas kesabaranku terhadapmu? Akankah selamanya seperti ini? “hhhh” aku menghela nafas.
Ia menoleh kearahku dengan tatapan heran “oppa, gwanchana? Apa kau lelah? Mau kugantikan menyetir?”
“ anii~ aku hanya merasa sangat senang bisa melihatmu terus tersenyum. Apa tadi? Menggantikanku menyetir? Ya! Kau ini baru bisa menyetir, SIM pun belum dibuat kan? Bisa-bisa nanti kita tidak jadi makan eskrim.” Ledekku sambil mengacak-acak rambutnya.
“Mwo?! Aku sudah lama bisa menyetir tau!! Umurku juga sudah cukup untuk membuat SIM. Hanya saja aku belum sempat untuk mengurusnya.” Ia menaikkan satu alisnya dan menggembungkan pipinya. Suaranya terdengar kesal, ia paling tidak suka jika kalah denganku.
“hahaha, kau lucu jika sedang marah. Aku tahu kok dear, hyuk hyung pernah bercerita kepadaku. Katanya kau hampir menabrak tiang listrik. Hahahaaha” aku terus meledeknya. Lama rasanya tidak bercanda dengannya.
“mwoya?! Hyuk oppa menceritakannya kepadamu? Aiissh, liat saja nanti apa yang akan kulakukan padanya dirumah.” Ancamnya sambil mengepalkan tangan.
“ahahaha, my dear , aku sangat merindukan saat-saat seperti ini. Semoga kita bisa lebih sering bersama ya. Saranghae.” Ucapku sungguh sungguh. aku benar-benar berharap bisa terus bersama. Kuelus kepalanya dan menggenggam tangannya erat.
“nde oppa~ nado saranghae” ia tersenyum kearahku dan membalas genggaman tanganku.
-000-
Author POV..
Awal-awal menjadi seorang mahasiswi bukanlah hal yang gampang. Ia harus menjalani masa-masa orientasi dimana para senior meminta para junior membawa dan melakukan hal-hal yang bisa dibilang aneh dan sangat tidak masuk akal. Walaupun diakhir masa-masa itu, para senior meminta maaf dan berkata bahwa itu adalah demi kebaikan para junior sendiri. ada sebagian kegiatan yang harus HyoSung ikuti demi menunjang nilai akhir semesternya, belum lagi jadwal kuliahnya yang bisa dibilang cukup padat. Ia sangat menikmati status barunya sebagai mahasiswi, bertemu dengan orang-orang baru, mempelajari hal baru. Ia terlalu asyik dengan dunia barunya sampai-sampai ia mengacuhkan kekasihnya, lagi. Ditambah karna kesibukannya dengan waktu istirahatnya kurang seimbang, HyoSung jadi lebih gampang emosi. Ia lebih sering lagi menolak untuk bertemu, memutuskan panggilan lebih dulu, mengacuhkan sebagian besar sms dari kekasihnya dan mengakhiri pembicaraan dengan bertengkar.
KyuHyun bersandar pada jok mobil, ia mengatur nafasnya secara perlahan. Tiba-tiba ia memukul setir dengan kencang dan menundukkan kepala diatasnya. “ aaaarrgkkhhh” ia berteriak sekencang-kencagnya. Melampiaskan perasaannya. Cukup sudah ia merasakan hal seperti ini, ia sudah tidak sanggup melanjutkan hubungannya dengan kekasihnya. Ia sudah berusaha mengerti keadaan kekasihnya dengan penuh kesabaran. Tapi, apa yang didapatkannya? Cuma perasaan kecewa , sedih dan sakit hati. Ia merasa lebih baik melepasnya, mungkin kekasihnya merasa kehadirannya selama ini hanyalah penggangu baginya. Ia meyakinkan dirinya atas keputusan yang akan diambilnya, memikirkan resiko yang akan ditanggungnya atas keputusannya. Ia akan mencari waktu yang tepat untuk melakukannya. Kemudian ia menstarter mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
-000-
9 desember 2009..
KyuHyun POV…
Aku berhenti didepan rumah kecil bercat putih dan berpagar biru. Warna kesukaan HyoSung. Aku memberanikan diri menelponnya. Kutekan tombol 1, speed dialing ke nomornya.
“ HyoSung-ah , aku sedang berada didepan rumahmu, ada yang ingin kubicarakan. Bisa kau turun dan menemuiku? Aku janji tidak akan lama. “ kataku to the point, aku tidak membiarkan ia memotong pembicaraanku.
“ nde~ tunggu sebentar, aku turun sekarang.” Jawabnya patuh.
Aku berkali-kali meyakinkan diriku bahwa keputusan yang akan kuambil adalah yang terbaik bagi kami berdua. Aku keluar dari mobil, kulihat pintu depan rumahnya terbuka dan muncullah sosok orang yang masih kusayangi sampai detik ini. Aku merapatkan mantelku dan menghampirinya. Ia hanya memakai celana pendek dan hoodie yang kebesaran, hampir membuatnya seperti tidak memakai celana pendek. Padahal udara sekarang dingin sekali. Apa ia tidak kedinginan? Tanyaku dalam hati. Aku tersenyum kearahnya, “annyeong hyo ” sapaku.
“annyeong oppa, tumben kau kesini. Kau sehat?” tanyanya heran.
“ aku sehat, ada yang ingin kubicarakan.” Ucapku serius. Ia terlihat kaget mendengar ucapanku barusan. Karna memang aku tidak pernah seserius ini terhadapnya.
“oo, nde. Bicaralah.” Ia mengangguk dan memasukkan tangannya kedalam saku hoodie.
“sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau benar-benar menyayangiku?” tanyaku hati-hati takut meninggung perasaanya.
“cih~ pertanyaan apa ini? Kurasa kau juga sudah tau jawabannya kan” ia menatapku sinis.
“tidak, aku tidak mengetahuinya. Aku ingin mendengar kau mengatakannya didepanku.” Aku menantangnya.
“ya! Apa maksudmu menanyakan hal ini padaku? Kau ingin menantangku?” balasnya galak. Matanya membulat kalau sedang seperti ini, ekspresi mukanya sangat lucu.
“anii~ sudah jawab saja dear.” Aku masih bersabar menunggunya mengucapkan kata itu padaku.
Dia memalingkan mukanya dariku, terlihat sekali ia kesal dan sedang mengatur nafasnya menahan emosinya.. “ ya, aku benar benar menyayangimu” ucapnya tanpa menoleh kearahku.
Aku tertawa dan berjalan menghampirinya, kuarahkan wajahnya kepadaku.” Boleh aku memelukmu?“ aku meminta ijinnya terlebih dahulu. Ia menganggukan kepalanya. Lalu kupeluk tubuhnya yang terasa sangat kecil dilenganku. Aku membenamkan wajahku dirambutnya, tercium bau shampoo yang khas, dan juga aroma tubuhnya. Ia membalas pelukanku, aku makin mengeratkan pelukanku kepadanya, merasakan kehadirannya dipelukanku , kuelus rambutnya mencoba memberikan ketenangan untuk yang terakhir kalinya. Setelah cukup lama, aku mengangkat wajahku dan mengarahkan kepalanya kedadaku dan mulai berbicara.
“Hyo-ah, apa kau tahu kalau aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri?” tanyaku. Ia mengangguk dalam pelukanku.
Aku melanjutkan ucapanku lagi, “ baguslah kalau begitu, aku senang kau mengetahuinya. Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku sangat berterima kasih kau mau menemaniku selama 2 tahun ini. Sangat berterima kasih. Tapi jujur, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Aku sudah sangat bersabar dengan semua sikapmu padaku. Aku merasa kehadiranku tidak dibutuhkan olehmu. Aku lelah dengan semuanya.” Perlahan kurasakan pelukannya padaku merenggang sampai akhirnya terlepas sama sekali. Aku memegang kedua pipinya, ia tidak berbicara sama sekali, tatapannya kosong.
“ mungkin aku bukan yang terbaik, maka aku merasa lebih baik melepasmu. Sangat berat bagiku, tapi aku sudah memikirkannya matang-matang.” Ucapku sambil menatap kedua matanya, tatapannya masih kosong. “mianhae Hyo, jeongmal mianhae my dear.” Kupejamkan mataku sambil mengecup keningnya lama lalu turun kehidungnya. Ia masih diam saja, tidak berbicara sepatah katapun. Aku tidak tega melihatnya seperti ini, tapi ini harus kulakukan. Demi kebaikan kami berdua.
“masuklah kedalam, terima kasih untuk semuanya Hyo. aku menyayangimu, selalu” ucapku sambil menuntunnya masuk kedalam.
Ia menghentikan langkahnya, “tidak usah, sampai sini saja. Hati-hati dijalan. Selamat malam” ia lalu berjalan masuk kedalam.
“nde, selamat malam. Mianhae Hyo, jeongmal mianhae” ucapku pelan dan berbalik menuju kemobil.
-000-
HyoSung POV..
Aku mengenakan hoodie ku dan berjalan turun kebawah, menghampiri KyuHyun yang sudah menunggu didepan rumah. ‘ ada yang ingin kubicarakan?’ cih~ aku sangat membenci kata-kata itu. Kenapa juga dia tiba-tiba menjadi serius seperti ini. Perasaanku menjadi tidak enak terhadap perubahan sikapnya. Kulihat Hyuk oppa sedang menonton ‘oh! My School’ sambil tertawa terbahak-bahak. Biasanya aku ikut menonton bersamanya, karena “Lee Joon- MBLAQ” merupakan salah satu pesertanya.
“mau kemana Hyo?” tanya Hyuk oppa saat melihat aku turun dari tangga.
“KyuHyun ingin bertemu denganku sebentar oppa, bolehkah?”
“waaah~ suatu kemajuan, boleh boleh, sepertinya kita harus merayakannya nih”
“ya oppa! Apa-apaan sih, aku kan hanya bertemu dengannya, kenapa kau semangat sekali sih?” aku jadi kesal sendiri dengan Hyuk oppa. Dia hanya tertawa melihatku. Aku pun mencibir kearahnya dan berjalan keluar.
“annyeong hyo ” sapanya. Dia terlihat tampan sekali mengenakan mantel hitam panjang seperti itu..
“annyeong oppa, tumben kau kesini. Kau sehat?” tanyaku heran.
“ aku sehat, ada yang ingin kubicarakan.” Ucapnya serius. Aku terkejut mendengarnya, jantungku berdegup kencang, perasaanku semakin buruk.
“oo, nde. Bicaralah.” Aku mengangguk dan memasukkan tanganku kesaku hoodieku. Mencoba mengatur detak jantungku.
“sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau benar-benar menyayangiku?” tanyanya pelan.
“cih~ pertanyaan apa ini? Kurasa kau juga sudah tau jawabannya kan” aku menatapnya sinis, pertanyaan macam apa ini? Benar-benar tidak penting!
“tidak, aku tidak mengetahuinya. Aku ingin mendengar kau mengatakannya didepanku.” Jawabnya santai, ia menantangku!
“ya! Apa maksudmu menanyakan hal ini padaku? Kau ingin menantangku?” tanyaku emosi.
“anii~ sudah jawab saja dear.”
Aku memalingkan mukaku, mengatur nafas menahan emosiku, “ya, aku benar-benar menyayangimu” jawabku akhirnya mengalah.
Ia tertawa dan berjalan kearahku, “bolehkah aku memelukmu?” tanyanya. Aku pun mengangguk (lumayan dingin2 ada yang meluk xD). Kurasakan lengannya, bahunya yang lebar dan dadanya yang bidang memeluk tubuhku yang terasa sangat kecil dalam pelukannnya. Aku agak sedikit berjinjit dan balas memeluknya. ya tuhan, nyaman sekali rasanya berada dalam pelukannya. Ia makin mengeratkan pelukannya padaku. Ia mengelus rambutku dan kemudian ia mengarahkan kepalaku agar tepat berada di dada bidangnya.
“Hyo-ah, apa kau tahu kalau aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri?” tanyanya. Aku mengangguk dalam pelukannya. Aku memejamkan mataku, menikmati situasi ini, sama sekali tak kulepaskan pelukanku darinya.
“ baguslah kalau begitu, aku senang kau mengetahuinya. Sekarang dengarkan aku baik-baik.”
“Aku sangat berterima kasih kau mau menemaniku selama 2 tahun ini. Sangat berterima kasih. Tapi jujur, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Aku sudah sangat bersabar dengan semua sikapmu padaku. Aku merasa kehadiranku tidak dibutuhkan olehmu. Aku lelah dengan semuanya.”lanjutnya lagi.
Aku benar benar terkejut mendengar ucapannya, aku mencoba mencerna kata-katanya dengan serius. Apa maksud semuanya? Ia ingin berpisah? Secepat inikah? Hanya sampai disinikah hubungan kami? Aku benar-benar tidak bisa berfikir jernih!! Tanpa sadar pelukanku terhadapnya menjadi agak longgar sampai akhirnya terlepas sama sekali. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Hatiku sangat sakit. Aku meyakinkan diriku untuk tidak mengeluarkan airmata sedikitpun didepannya. Ia tidak boleh tahu bahwa aku sangat hancur mendengarnya. Ia memegang kedua pipiku.
“ mungkin aku bukan yang terbaik, maka aku merasa lebih baik melepasmu. Sangat berat bagiku, tapi aku sudah memikirkannya matang-matang.” Ucapnya lagi. Hatiku makin sakit mendengarnya. . “mianhae Hyo, jeongmal mianhae my dear.” Ia lalu mengecup keningku lama baru kemudian turun kehidungku. Fikiranku benar-benar kosong, aku menatap lurus kedepan, tak ingin melihat wajahnya.
“masuklah kedalam, terima kasih untuk semuanya Hyo. aku menyayangimu, selalu” ia menuntunku masuk kedalam, tapi aku menghentikannya sampai didepan pagar.
“tidak usah, sampai sini saja. Hati-hati dijalan. Selamat malam” aku lalu berjalan masuk kedalam.
“nde, selamat malam. Mianhae Hyo, jeongmal mianhae” ucapnya pelan.
Aku masuk dan langsung mengunci pintu depan, masih jelas sekali ucapannya ditelingaku, ia memintaku untuk berpisah dengannya, sama sekali tidak pernah terfikirkan olehku. Fikiranku benar-benar kosong. Tiba-tiba hyuk oppa muncul dari balik dinding ruang tamu dan bersiap-siap memberiku selamat seperti ucapannya tadi. Tapi saat ia melihatku dengan kondisi seperti ini, ia mengurungkan niatnya.
“ya!! Hyo!! Wae? Kenapa tampangmu seperti itu? Ada apa lagi?” tanyanya khawatir, ia menarikku untuk duduk diruang tamu. “ wae geudae hyo? Ceritalah kepadaku, jangan selalu menyimpannya sendirian.” Lanjutnya lagi. Mendengar perkataannya, hatiku semakin sakit, kuaikui aku memang selalu menyimpan semuanya sendirian. Memberikan kesan cuek terhadap orang-orang disekitarku. Apa mungkin ini yang membuat mereka lelah berada disampingku? aku hanya tidak ingin merepotkan mereka. “oppaaaa~” teriakku sambil memeluknya, dan untuk pertama kalinya, aku menangis didepannya.
HyukJae POV..
Aku bersiap-siap mengejutkan adikku karena kemajuan sikapnya terhadap KyuHyun. Jujur, aku merasa salut terhadap Kyuhyun yang tak pernah mengeluh kepadaku atas sikap HyoSung yang suka seenaknya terhadap dirinya. Tapi semua manusia punya batas kesabaran bukan? Dan jika saatnya itu tiba, aku sudah menyiapkkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi diantara dia dan adikku. Seperti malam ini, kulihat Hyosung masuk kedalam rumah dengan tatapan kosong. Wajahnya agak pucat, aku lalu menarikknya untuk duduk di kursi ruang tamu.
“ wae geudae hyo? Ceritalah kepadaku, jangan selalu menyimpannya sendirian.” Bujukku lagi, kulihat ia masih tidak merespon ucapannku. Tiba-tiba detik berikutnya, ia berteriak memanggilku dan memelukku. Dan saat itu juga, kulihat sosok adikku yang sebenarnya, menangis dipelukkanku. Dan dari situlah aku tahu, bahwa semuanya sudah berakhir. Dia dan KyuHyun, sudah berakhir..
-000-
2 tahun kemudian..
Author POV..
“Hyosung-ah!! Apakah kau sudah selesai membereskan semuanya?” teriak Hyuk Jae dari lantai bawah.
“nde oppa, sebentar lagi selesai” jawab Hyosung. Ia sedang membereskan buku-buku dan memasukkannya kedalam koper, tiba-tiba sebuah foto terjatuh..
HyoSung mengambil foto tersebut. Foto seseorang yang selalu mengisi hatinya sampai saat ini. Foto ini diambil saat mereka pergi ke ski resort bersama. Tidak mudah baginya melupakan semuanya. Setelah malam itu, ia benar-benar mengintrospeksi dirinya. Mencoba menenangkan hatinya, terbuka dengan orang lain dan berharap jika ia dapat kembali ke masa lalu dan mengubah semua sikapnya terhadap Kyuhyun. Tiba-tiba ia teringat sesuatu yang seharusnya diberikan kepada orang itu. Ia mengeluarkan sebuah vest semi sweater berwarana biru safir dari dalam lemari. Ia lalu berfikiran untuk memberikannya sebelum ia pergi ke jepang. Lalu ia memasukkannya kedalam kotak dan membungkusnya. Setelah selesai, ia menurunkan semua kopernya kebawah dan memandang berkeliling kearah kamarnya untuk terakhir kalinya.
“gwanchana?” suara HyukJae mengagetkannya.
“aish, oppa! Ngagetin aja, gwanchana oppa, aku hanya ingin melihat kamarku untuk terakhir kali.”
“oo, itu kotak apa?”
“aku ingin memberikannya kepadanya sebelum kita berangkat ke jepang oppa, bolehkah?”
HyukJae tersenyum dan mengelus kepala adiknya, “ of course Hyo, aku senang kalau kau masih mengingatnya. Tapi jangan terlalu berlarut-larut ok?”
“nde, arasso oppa”
“Kajja! Kita berangkat, takut terlambat.”
Mereka berangkat kebandara dengan menggunakan taksi, sebelumnya mereka mampir ke toko bunga baru kerumah Kyuhyun untuk memberikan kotak tersebut. Hyosung tidak memencet bel rumah itu dan memilih meletakkan kotak tersebut didepan pintu rumah, ia menaruh mawar putih diatas kotak tersebut. “Sampai bertemu lagi oppa, jaga dirimu baik-baik” ucapnya pelan. Tanpa sadar ia meneteskan airmatanya, “ nan bogoshipoyo oppa” bisiknya. Ia menghapus airmatanya dan berjalan kearah taksi.
“gwanchana?” tanya HyukJae.
“nde, gwanchana oppa” HyoSung tersenyum kearah abangnya.
“ok, mari kita jalan pak.”
“Annyeonghi Gyeseyo KyuHyun oppa” ucap HyoSung pelan.
If we loved again, I swear I’d love you right..
Wishing I’d realize what I had when you were mine..
I’d go back in time and change it, but I can’t..
-000-
KyuHyun memarkirkan mobilnya didepan, sengaja tidak ia masukkan ke garasi, toh ia akan pergi keluar lagi untuk bertemu dengan kliennya. Ia terkejut melihat sebuah kotak dengan setangkai mawar putih diatasnya. ‘mawar putih?’ gumamnya. Seingatnya hanya satu orang yang ia kenal yang sangat menyukai mawar putih. Ia mengambil kotak tersebut dan membukanya. Sebuah vest semi sweater berwarna biru safir yang terlihat sangat hangat sekali jika dipakai. Terselip sebuah surat didalamnya, ia kemudian membacanya..
Dear KyuHyun Oppa..
Bagaimana kabarmu selama ini? Sehat kan? Baguslah kalau kau sehat. Aku juga baik-baik saja. Sebelumnya aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku selama ini terhadapmu, aku tahu ini sudah terlambat, tapi aku tetap ingin mengucapkannya. Kau tahu, ini adalah hadiah yang seharusnya kuberikan 3 tahun yang lalu, saat ulang tahunmu. Mianhae aku tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadamu, karena aku terlalu asik dengan sweater ini, kau tahu kan aku tidak bisa merajut, jadi butuh waktu lama untuk membuatnya. Aku harap kau menyukainya. Untuk mawar yg pernah kau tinggalkan didepan rumahku saat anniv kita, maaf aku merusakknya, makanya aku menggantinya sekarang. Kamsahamnida oppa, karna telah menjadi motivasiku sehingga aku bisa masuk univ yang kuinginkan. Jeongmal gomawoyo untuk semua kenangan yang kau berikan. Saat kau selesai baca surat ini, mungkin aku sudah tidak berada di korea lagi, appa menyuruhku dan hyuk oppa untuk pindah ke jepang dan meneruskan kuliahku disana. Semoga, saat liburan nanti kita masih bisa bertemu ya. Kirimkan salamku untuk semua hyungmu, sekali lagi mianhae, gomawoyo.. aku selalu menyayangimu oppa..
Always,
Hyo
“HyoSung-ah!!” teriak KyuHyun sambil berlari keluar. Ia melihat sekeliling mencari seseorang yang tak pernah sedikitpun meninggalkan hatinya. Ia terduduk dijalan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “mianhae Hyo, jeongmal mianhae hyo~” ucapnya berkali-kali. Ada sedikit rasa penyesalan dalam dirinya yang telah mengakhiri hubungan mereka waktu itu. Tetapi semuanya telah berlalu dan KyuHyun yakin ia masih punya kesempatan lainnya untuk kembali menjadikan HyoSung sebagai miliknya..
FIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar